Release info

The Prince Who Turns Into A Frog E04 INDO PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Subtitle by WeTV ♡ PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2021-01-14
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

The Prince Who Turns Into A Frog

Prince Become Frog-

Episode ke-4-

Lookhin. Kamu datang buka toko pagi ini?

Tidak. Aku tidak datang.

Oh, lalu siapa?

Selamat pagi.

Hei. Mengagetkan aku saja.

Apa yang selamat?

Untuk apa kau datang pagi-pagi?

-Tak terima tunggakan- Untuk apa kau datang pagi-pagi?

-Tak terima tunggakan- Bukankah kau menyuruhku bersih-bersih?

-Tak terima tunggakan- Katamu tidak boleh ada debu tersisa.

Katamu tidak boleh ada debu tersisa.

Oh. Aku sudah membereskan barang.

Menurutku produk harus diklasifikasi.

Mempermudah pembeli yang belanja.

Lalu, jika toko terlihat rapi dan bersih,

akan lebih menarik. Bukan kah begitu?

Kalau dia bukan Kin Thong...

Aku sudah menobatkannya sebagai manajer.

- Aduh. Ibu. - Ya.

Orang hanya melakukan hal sekecil itu,

kau langsung saja terjebak.

- Hei. - Ya.

Terima kasih atas bantuanmu.

Hansha.

Hansha datang.

Bagaimana ini?

Segera sembunyikan dia, ibu.

Ah, parkir, parkir.

Cepat ikuti aku.

Segera ikuti aku.

Arah desa Phitsanulok-

Hansha, ada apa datang pagi-pagi?

Oh, kalian buka toko...

Sewajarnya aku datang berbelanja.

Belum buka toko.

Aku ini pembeli.

Apa kebutuhanmu, katakan saja.

Aku kirimkan untukmu.

Aku haus, ingin minum air dalam kemasan.

Sekarang ini juga.

Oh. Ada.

Ah, suara apa itu?

Suara apa?

Tidak. Tidak ada suara apa-apa.

Aku mendengar suara pria.

Tidak ada pria. Tidak ada siapa pun.

Tunggu. Jangan ke sana.

Jangan ke sana.

Dasar anjing gila.

Gila.

Ibu.

Kak, kak.

-Arah desa Phitsanulok- Kak, kak.

-Arah desa Phitsanulok- Cepat jalan.

Arah desa Phitsanulok-

Lookhin, untuk apa kau terbengong?

Tidak apa-apa, ibu.

Dia sudah pergi.

Masih ingin pelukan seberapa lama?

Kalau situasi ini terus berlanjut,

aku akan mati karena panik.

Kalau sampai ketahuan Hansha...

kita akan sial besar.

Ibu. Tenang dulu.

Aku ada cara.

Aku segera antarkan dia ke halte bus.

Dengan begitu, beres.

Kalau dia pulang, lalu mengingat kembali...

Dia tidak akan mengutus polisi untuk menangkap kami, 'kan?

Tidak akan separah itu.

Coba kalian pikir,

Kami begitu berjasa membantunya,

masa masih bisa mengutus polisi untuk menangkap ibu?

- Bisa. - Bisa.

Pikirkan ini.

Saat dia baik-baik saja sudah begitu menakutkan,

darimana kepercayaan dirimu kalau aku bisa kabur?

Kak, jangan lupa,

orang yang menabraknya...

...adalah ibu.

Ditambah lagi kita menipunya.

Kamu kira dia akan mempedulikan keselamatan kita?

Aih.

Aih, kalau tidak, begini saja.

Lookpat, kau adalah harapan satu-satunya keluarga kita.

Putri tersayangku,

ibu percaya padamu.

Cup.

Cup.

Cup.

Ibu, benarkah baik seperti ini?

Tentu saja baik. Ayo, ikut ibu.

- Tapi... - Aih.

Datang, ibu, datang.

Datang.

Sebenarnya tidak perlu memasak untuk merayakan kepergianku.

Aku jadi sungkan.

Ini demi berterima kasih padamu yang bantu-bantu buka toko pagi ini.

Akan tetapi...

Bukankah kalian defisit?

Sebaiknya berhemat saja.

Bagaimana cara bicaramu itu?

Hei. Kamu benar-benar amnesia?

Rasanya seperti dimaki.

Maaf.

Ini.

Masalah uang tidak perlu khawatir.

Asalkan bisa ke hutan memetik jamur,

sudah cukup.

Teknik jamur bakar ibuku kelas satu.

Thongnam.

Aih.

Masakannya sisakan untuk perjalanan ya.

Jangan khawatir tersesat,

karena Lookpat sangat kenal jalan.

Tidak pernah tersesat.

Lalu, memetik jamur...

Dia juga yang paling handal.

Benar-benar seperti...

Benarkah?

Ya. Pergilah, Lookpat.

Masuk lebih dalam lagi.

Biar dia tidak bisa kembali lagi.

Ah, bukan.

Maksudnya, biar bisa ketemu lebih banyak jamur.

Ayo, putri. Jalan.

- Humoris banget. - Hati-hati di jalan.

Baik, ibu.

Bye-bye.

Bye-bye. Berjuang.

Baik, ibu.

Bye-bye.

Bye-bye. Petik yang banyak, ya.

Kami akan segera kembali.

Tidak perlu buru-buru.

Jangan terburu-buru.

Petik yang banyak.

Oh. Baiklah.

Baik. Berangkat.

Bye-bye.

Yang jauh ya, Lookpat.

Yang dalam.

Buang dia ke dalam hutan.

Nanti petugas perhutanan...

...akan menemukan dan menolongnya.

Saat itu, mungkin ingatannya akan pulih.

Lalu mungkin juga akan lupa apa yang kita lakukan padanya.

Ya.

Hei, ibu.

Ya?

Kalau sampai tidak ada yang menemukannya?

Bukankah dia tidak akan selamat?

Aku siapkan jatah makanan tiga, empat hari untuknya.

Akan tetapi jika sampai tidak ada yang menemukannya...

...maka serahkan saja pada nasib!

Hei, Ibu!

Kenapa?

Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Memangnya kau ingin aku tua sendirian di penjara, Lookpat?

Tidak.

Siapa yang ingin ibunya di penjara?

Siapa yang masuk penjara?

Kamu mendengar suara hatiku.

Barusan kau melontarkannya.

Apakah aku lontarkan?

Apakah aku keceplosan banyak?

Aku hanya mendengar bagian siapa yang masuk penjara saja.

Jangan pedulikan aku.

Duduk diam saja.

Hei. Siapa pria itu?

Bong, kemari.

Apa? Kenapa, kak?

Segera ikuti.

Ada apa, kak?

Cepat kejar. Cepat!

Kenapa harus ikuti?

Kenapa?

Aku belum selesai.

Lupakan saja. Cepatlah.

Tidak bisa. Sudah hampir keluar.

Bocah tengik.

Kemana dia?

Kenapa pria seganteng itu bersama Lookpat?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left