Release info

나도엄마야ㅡI'maMothertooㅡE31 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Maaf telat. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-07-12
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 31"

Menurutku desain ini bagus.

Ini bagus. Tampilannya sederhana dan alami.

Kamu juga suka yang ini, bukan?

Ya, benar.

Kupikir akan lebih baik

jika aku menggabungkan desain ini dengan yang ini.

Tapi tentu aku tidak akan membuatnya terlihat persis sama.

Benar, karena kita membutuhkan ciri khas kita sendiri.

Tepat sekali.

Aku akan pulang dan memikirkan bagaimana aku akan melakukan ini.

Semoga aku bisa mendapatkan ide yang bagus.

Kamu pasti lapar.

Mari makan bersama.

Secepat ini?

Ini baru pukul 5 sore.

Kalau begitu, maukah berjalan-jalan di Namsan.

Kita bisa makan di dekat sana setelah itu.

Pasti macet di sana, jadi, jangan pergi sejauh itu.

Jangan khawatirkan aku. Aku harus pulang dan mulai bekerja.

Lagi pula, aku dapat menyelesaikan pekerjaan hanya di akhir pekan.

Ya, aku ingin memesan tempat untuk dua orang.

Tolong berikan kursi terbaik di dekat jendela,

kursi tempat kami dapat melihat Menara Namsan.

Terima kasih atas perhatianmu.

Aku akan meneleponmu.

Baiklah.

Ji Young, tunggu.

Aku akan mengantarmu pulang.

Tidak apa-apa. Aku bisa naik bus di halte bus terdekat.

Tidak, itu akan terlalu melelahkan.

Bahkan kakiku sakit karena berjalan sepanjang hari.

Ayo pergi.

- Di mana Hyun Joon? - Dia pergi bermain golf.

Bu Wendy juga menyukai ayam.

Benarkah?

Dia juga pandai bernyanyi. Dia menyanyikan lagu bintang kecil.

Benarkah? Dia bahkan bisa bernyanyi?

Astaga, itu hebat.

Makanlah, Tae Woong.

Dia membicarakan Bu Wendy sepanjang hari.

Siapa dia?

Dia adalah guru seni barunya.

Apa kamu belum bertemu dengannya?

Tidak, belum.

Setiap kali melihatnya, aku merasa bersyukur dia lahir.

Terima kasih, Tae Woong.

Terima kasih banyak.

Sang Hyuk juga sangat menyayangi Tae Woong.

Dia terus membicarakan Tae Woong.

Aku rindu Paman Sang Hyuk.

Bukankah ibu sudah berkata pamanmu itu sibuk?

Akulah yang dalam kesulitan.

Aku harus mencoba tidak membuat ayah mertuaku kesal.

Apa presdir masih belum berbaikan dengan Sang Hyuk?

Tentu. Mereka terlalu keras kepala untuk mengalah.

Sudah saatnya dia pensiun.

Bukankah dia akan menyerahkan perusahaan ini kepada Hyun Joon?

Benar, bukan? Dia terlalu serakah untuk pria paruh baya.

Aku iri kepadamu.

Apa?

Putramu sangat menggemaskan.

Aku sangat iri.

Kamu harus menikah dan memiliki anak.

Ini. Cobalah.

Bagus.

Kamu bisa menurunkanku di sana.

Aku akan mengantarmu sampai rumah.

Tidak perlu. Aku akan turun ke sana.

Gurita tumis!

Aku lapar.

Apa kamu lapar?

Ya.

Kalau begitu...

Apa kamu ingin makan di sana sebelum pergi?

Sepertinya itu restoran terkenal.

Memang, tapi makanannya cukup pedas.

Aku suka makanan pedas.

Selamat menikmati.

Sepertinya enak.

Seharusnya kamu memilih tingkat kepedasan tertinggi.

Aku menyarankan kamu makan ini. Rasanya juga cukup pedas.

Aku kuat makan makanan pedas. Ini bukan apa-apa.

Mari kita coba.

Pedas, bukan?

Tidak sama sekali.

Kamu pasti menyukai makanan pedas.

Ini cukup pedas untukku.

Ini belum seberapa.

Terasa pedas? Matamu merah.

Ini terjadi kepadaku setiap aku makan sesuatu yang lezat.

Ini tidak sepedas dugaanku.

Benarkah?

- Permisi. - Ya?

Bisakah kami meminta bubuk cabai?

Aku akan menaburkannya sedikit di bagianmu.

Bubuk cabai ini sungguh pedas,

jadi, aku yakin kamu akan suka karena kamu menyukai makanan pedas.

Makanlah.

Baiklah.

Ini.

Mari mencobanya.

Bagaimana rasanya?

Ini enak.

Astaga.

Rasanya lezat.

"Gurita Kecil Jiyeon"

Astaga, lihat bibirmu.

Tidak apa-apa.

Tunggulah sebentar.

Makanlah ini.

Terima kasih.

Bagaimana?

Apa kamu ingin makan di sini lagi lain kali?

Apa?

Katanya seseorang harus berani untuk memenangi hati wanita.

Tapi aku hanya mempermalukan diriku di depan seorang wanita.

Astaga, ini enak. Akhirnya, aku merasa sedikit lebih baik.

Benar, bukan?

Rupanya, es krim mati saat berjalan di jalanan.

Apa kamu tahu alasannya?

Apa?

Karena es krim dingin.

Kamu tampak cantik saat tersenyum.

Apa?

Apa kamu selalu ada waktu luang di akhir pekan?

Ya. Aku bekerja di toko bibiku dari waktu ke waktu.

Kamu pasti punya banyak waktu luang selama akhir pekan.

Apa?

Aku kenal banyak orang yang punya banyak waktu di akhir pekan.

Misalnya, para karyawanku.

Setidaknya mereka berkencan dengan seseorang.

Maafkan aku.

Astaga.

Bersihkanlah dengan ini.

Terima kasih.

Astaga.

Kamu membawa saputangan?

Ini untuk anak-anak. Itu suatu keharusan.

Kupikir es krimnya masuk ke mataku.

Apa kamu makan malam bersamanya?

Ya.

Di mana? Apa yang kamu makan?

Kami makan di dekat sini. Kami memakan tumis gurita.

"Di dekat sini"?

Kalau begitu, dia mengantarmu sampai ke sini?

Ya.

Kamu bilang dia sudah bercerai? Apa dia punya pacar?

Kapan kamu akan menemuinya lagi?

- Bibi Ki Sook. - Ya?

Aku tidak berkencan dengannya. Kami bertemu hanya untuk bekerja.

Dia hanya mengantarku pulang karena kami banyak berjalan kaki.

Tidak ada yang memulai kencan.

Tapi itu mungkin terjadi saat kalian saling mengenal.

Sepertinya dia pria yang baik.

Kamu tidak bisa terus melajang.

Aku tidak akan menikah lagi, Bibi Ki Sook.

Kenapa tidak?

Bibi tahu apa yang kualami.

Aku tidak bisa menikah lagi.

Apa salahnya kejadian yang menimpamu? Itu bukan kejahatan.

Aku sangat frustrasi.

Dia mengatakannya dengan jelas dan menjaga jarak.

Dia tidak berniat mengencaninya.

Mereka hanya bertemu untuk bekerja.

Menurutku tidak.

Aku tahu pikiran dan perasaan pria.

Apa itu?

Pria tidak akan mengantar seseorang jika tidak tertarik kepadanya.

Benar, bukan?

Tentu saja. Kenapa dia perlu repot-repot?

Hal yang sama berlaku untuk pameran kecantikan.

Dia bisa menyuruhnya pergi sendiri, tapi dia pergi bersamanya.

Itu jelas karena dia ingin pergi ke sana bersamanya.

Benar, bukan?

Bahkan saat aku memintamu pergi ke pameran bersamaku,

kamu pikir itu karena aku tidak punya teman pergi?

Seharusnya aku tidak ke sana hari itu.

Aku kira itu hanya keberuntunganku.

Hei, bukan berarti aku...

Ke mana kamu akan pergi?

Apa dia selingkuh?

Hei, jangan memakannya di sini. Itu akan membuat tokonya bau.

Semua pelanggan akan pergi!

Ibu tidak perlu memukulku.

Dasar anak nakal. Ibu mengirimmu ke sini untuk kerja.

Dan apa yang kamu lakukan di sini?

Aku datang karena memerlukan beberapa produk tata rias.

Ada banyak pelanggan saat aku datang.

Dia menjual banyak hari ini.

Sungguh? Bagaimana bisa?

Seperti ini.

Astaga, ayo masuk.

Apa itu tadi?

Halo. Silakan melihat-lihat.

- Permisi. - Terima kasih.

Mana yang harus aku beli?

Kupikir ini akan cocok untukmu.

Bisakah kamu membantuku?

Kamu menyukainya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left