WATCHER (Watchyeo / 왓쳐)

WATCHER (Watchyeo / 왓쳐)

Download Indonesian Subtitle

Release info

왓쳐一WATCHER一E09 NEXT VIU
왓쳐一WATCHER一E09 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-08-04
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua tokoh, organisasi, lokasi, kasus, dan insiden"

"Dalam drama ini hanyalah fiktif"

"Episode 9"

Anda harus bergegas.

Seharusnya Anda tidak boleh di sini.

Bu Jo.

Terima kasih.

Tunggu. Jangan masuk...

Kenapa? Ini rumahku?

Pak Do masih ingin memeriksa.

Maaf.

Ada apa di langit-langit kamar mandimu?

Young Goon...

Cincin ulang tahun pernikahan.

Sudah kutaruh di rumah abu. Tidak lihat?

Ada lagi?

Itu tujuanmu kemari?

Maaf.

Aku gagal melindungi ayahmu.

Tidak apa-apa.

Toh bukan kamu pelakunya.

Young Goon, istirahatlah.

Tidurlah yang nyenyak.

- Pak Do. - Ya?

Aku mau pamit.

Baiklah.

Kamu ke sini untuk menyelidiki?

Selama ini aku sudah egois.

Aku menyesal.

Andai kita mendapat petunjuk,

kamu pasti tidak akan menyesal.

Prioritas utamamu balas dendam, bukan?

Aku tidak menyalahkanmu.

Aku khawatir dia sebetulnya tidak bersalah.

Dia menyia-nyiakan 15 tahun gara-gara aku.

Itu sebabnya aku juga ragu.

Aku paham.

Autopsi sudah selesai. Jasadnya akan dipulangkan.

Niatku mengabari karena kamu tidak bisa dihubungi.

Kamu penasaran apa TKP-nya masih utuh?

Atau apa aku jadi terobsesi menangkap pelakunya?

Tidak. Bukan itu yang kupikirkan.

Park Si Young mengaku sebagai pembunuh keenam mayat itu.

Kasus akan ditutup

sebagai pembunuhan oleh polisi yang geram terhadap kriminal

yang lolos dari jerat hukum.

Lantas?

Semua ibu jari korban dipotong.

Ibu jariku juga.

Begitu pun Kim Jae Myung.

Pembunuhnya orang lain.

Ternyata itu alasanmu kemari.

Jika Park Si Young mengaku bersalah, pelaku sebenarnya akan lolos.

Prioritas utamamu menemukan pelaku yang memotong jarimu, bukan?

Kamu ingin menangkap pelakunya karena sudah sejauh ini.

Kamu mau tahu apa ayahku memberitahuku sesuatu

lalu memanfaatkanku.

Kamu merasa berbeda dari yang lain, ya?

Mentang-mentang kamu korban, ya? Karena itu kamu berbeda?

Yang lain tidak boleh memanfaatkanku,

tapi kamu boleh. Begitu?

Istirahatlah.

"Jo Soo Yeon"

Dia baik-baik saja?

Tidak, tapi dia pasti bisa melaluinya.

Sebab dia mampu bertahan

selama masih punya tujuan.

Jangan sampai mati, Pak Do.

Sungguh tidak nyaman melihat kenalan sendiri

di ruang autopsi.

Autopsi selesai dan dia sudah dipulangkan.

Seharusnya kamu datang lebih awal jika mau berpamitan.

Hasilnya bagaimana?

Ada tanda-tanda penyiksaan.

Pelaku menghentikan perdarahan jika perlu.

Jadi, tujuannya bukan kepuasan diri.

Tampaknya pelaku menginginkan sesuatu darinya.

Kira-kira korban memberi tahu?

Tidak.

Penyebab kematiannya serangan jantung.

Jantungnya melemah setelah bertahun-tahun dipenjara.

Dia tewas saat disiksa

dan pembunuhnya tidak menduganya.

Bahkan ada upaya melakukan RJP.

"Penyebab Kematian, Serangan Jantung"

Jarinya dipotong usai kematiannya.

Apa kira-kira

Jae Myung tahu kondisi kesehatannya?

Dia mengonsumsi obat dari dokter.

Usianya memang sudah tidak lama lagi.

Sayang sekali, padahal dia sudah berusaha bebas.

Ada apa?

Jae Myung tewas.

Aku sudah dikabari.

Dia mati disiksa.

Jarinya juga dipotong.

Kasihan dia.

Padahal dahulu kita tim investigasi terbaik nasional.

Kini beginilah nasib kita.

Dahulu kita bangga terhadap pekerjaan kita.

Aku yakin masih ada rasa yang tertinggal.

Entah kebanggaan atau bukan.

Jangan berakhir sepertiku.

Pokoknya jangan sampai tertangkap.

Si Young.

Apa isi catatan itu?

Jang Hyung Koo, Jae Myung, Hae Ryong, kamu, dan aku.

Kita sudah kepalang basah dan tidak bisa mundur lagi,

tapi ambisi masa lalu kita untuk menjadi polisi yang baik

tidak akan memudar, bukan?

Isinya kartu as.

Kartu as untuk membalas kejaksaan dan kepolisian.

Itu catatan korupsi para pejabat tinggi.

Kami telah lama menyiapkannya

semisal polisi dan kejaksaan menyerang kami.

Jadi, tolong.

Menyerah saja.

Menangkap seorang pembunuh saja tidak cukup.

Ada banyak orang

yang rela membunuh

demi perangkat digital kecil itu.

Aku berusaha sejauh ini bukan untuk menangkap pembunuh saja.

Sudah banyak korban jiwa. Aku tidak bisa menyerah.

Seluruh kepolisian

bekerja sama untuk menyelidiki.

Kabari aku jika kamu butuh bantuan.

Terima kasih atas tawarannya.

Kamu tahu ayahmu menyembunyikan catatan Muil?

Banyak sekali pihak yang mengincarnya.

Lantas?

Ayahmu

pasti berharap kamu mengambil langkah yang benar.

Harapanku pun begitu.

Ingat itu.

Mendiang akan dimasukkan ke peti mati.

Mari kita berikan penghormatan terakhir bersama pengiring jenazah.

Ada anggota keluarga lain?

Tidak ada.

Silakan berduka saat jenazah dipindahkan ke peti.

Bisa bantu kami?

Bukankah seharusnya kita mendampinginya di dalam?

Tentu.

Kenalan dekat boleh membantu walau bukan keluarga.

Anda tidak masuk?

Akulah yang telah memenjarakannya.

Dia pasti tidak mau aku menyaksikan momen terakhirnya.

Banyak yang melayat.

Ternyata Jae Myung populer juga.

Aku juga belajar banyak darinya.

Lalu kenapa kamu tidak melayat?

Semuanya berakhir dengan kematian.

Kamu yakin sudah memeriksa semua tempat?

Sudah tiga kali kuperiksa.

Jadi, tidak ada di rumah maupun kantornya.

Aku bertemu Kim Young Goon.

Tidak ada padanya juga. Kelihatannya dia sensitif sekali.

Kim Jae Myung bicara dengan Baek Song Yi sebelum mati.

Dia memakai ponsel Hong Jae Sik. Jadi, sulit dilacak.

Saat aku bertemu Han Tae Hoo di kantor polisi,

aku mengecek rekaman CCTV

dan riwayat panggilan Hong Jae SIk.

Dia bicara dengan Baek Song Yi?

Tanpa bertemu?

Kami sedang mencari bukti.

Kejadiannya

saat Anda menghentikan pengintaian kami.

Pantau Baek Song Yi.

Mungkin Kim Jae Myung memercayakan catatan itu padanya.

Baik.

Do Chi Gwang bagaimana?

Dia sibuk sendiri.

Dia mengunjungi Layanan Forensik Nasional

dan Park Si Young.

Bahkan dia menelepon Baek Song Yi

selama sepuluh menit pagi ini.

Kalau sekarang?

"Do Chi Gwang sudah tiba di pemakaman"

Sedang melayat.

Bisa-bisanya dia datang ke sana.

Katamu talinya tidak akan lepas.

Katanya kamu sedang cuti.

Tim kita akan segera dibubarkan.

Jika ada tim lain yang kamu minati, sampaikan saja.

Dan aku harus melupakan pembunuhnya?

Kamu bisa memasukkanku ke tim mana pun?

Aku punya wewenang untuk itu.

Jika aku pindah tim, semua ini harus dilupakan?

Bisakah aku lupa jika kembali jadi polantas

dan menangkap pelanggar lalin?

Pada kasus ibuku,

kukira aku yakin menyaksikannya.

Mulanya pelakunya berwajah ayahku.

Young Goon...

Lalu menjadi wajah orang lain, dan akhirnya lenyap.

Kukira aku sudah gila.

Aku ragu ingatanku benar.

Apa benar aku menyaksikan sesuatu?

Tapi,

kini ingatanku berubah.

Mungkin akibat rasa bersalah atas kematian ayahku,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left