The first 200 lines.
Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==
Keluarkan dia dari sini. Sekarang.
Kamu
mengingatku, bukan?
Kami tidak pernah mengundang tamu.
Aku akan selesai begitu aku membawanya.
Kamu pasti sudah gila.
Akhirnya kamu menjadi gila.
Kamu pikir siapa yang menjadikanku seperti sekarang?
Jika ada yang ingin kamu katakan kepada putraku, lakukan di luar.
Antar dia keluar.
Keluarlah.
Akulah
yang menjaganya di Amerika.
Aku sudah menjadi keluarganya, bukan kalian semua.
Hanya aku
yang menjaganya tetap aman.
Apa ini benar?
Apakah perkataan wanita itu
benar?
Ya, dia membantuku.
Tapi itu sudah lama berakhir.
Ye Ji.
Ayo keluar dan bicara dengan ayah.
"Episode 12"
Aku sudah memberimu cukup kesempatan.
Aku sudah cukup menunggu.
Kembalilah.
Bukankah sudah kubilang?
Kamu yang meninggalkanku.
Berapa kali harus kuulangi?
Aku tidak pergi. Aku harus terbang untuk bekerja.
Kamu kelelahan dan meninggalkanku.
Namun, kamu tidak mau mengembalikan aku kepadanya
dalam kondisi seperti ini?
Aku bukan milikmu.
Tidak sekali pun.
Di sinilah tempatku!
Kapan kamu akan menerima kenyataan
bahwa aku belahan jiwamu?
Kamu berada di sisiku.
Semua orang tahu kebenarannya sekarang.
Aku tidak akan kehilangan apa pun lagi.
- Enyahlah. - Ikut aku.
Ini rumah kami.
Jika kamu ingin bicara dengannya, lakukan secara pribadi.
Lakukan di tempat keluarga kami tidak ada.
Ada apa?
Kamu mengkhawatirkan kakak iparmu?
Aku hanya jijik.
Kakak berpura-pura mati
lalu tinggal bersamanya?
Apa kamu bahagia tinggal bersamanya
sementara kamu menyembunyikannya?
Kami semua kesakitan.
Kalian membodohi kami semua.
Kenapa kamu kurang ajar dan menginjakkan kaki di sini?
Aku yang pertama.
Aku mencintainya lebih dahulu.
Aku mencintainya lebih lama daripada dia.
Aku yang menyelamatkannya.
Saat dia kehilangan akal setelah kecelakaan itu,
aku yang menghadapinya.
Kenapa aku harus takut?
Dia milikku. Aku menyelamatkannya!
Aku tidak berpikir jernih.
Kukira aku sudah mati. Aku sudah menyerah.
Benar!
Bahkan kamu menyerah, tapi aku tidak!
Aku menyelamatkanmu. Aku melindungimu.
Aku menghidupkan kembali!
Minumlah ini.
Aku tidak bisa melakukan ini.
Ye Ji.
Aku tidak mau lari seperti ini.
Kamu tidak melarikan diri.
Dia tidak layak untuk dilawan.
Ye Ji.
Ye Ji.
Hentikan omong kosong ini dan pergilah.
Keluar dari rumah kami!
Ayo, Sayang.
Seret dia keluar dari sini.
Kakak mohon.
Keluar.
Lepaskan aku.
Aku tidak akan pergi jika dia tidak mau.
Lepaskan aku! Lepaskan!
Lepaskan aku.
Pergilah.
Masih ada yang ingin kamu katakan kepadaku?
Aku dan dia berbagi lebih banyak kenangan
daripada hidupmu yang hanya bertahan beberapa bulan.
Kami berkencan tiga tahun lalu aku merawatnya selama tujuh tahun.
Aku menghabiskan satu dekade
dengan Jin.
Kamu pikir kalian bisa memperbaiki hubungan kalian
meski ada aku?
Hanya karena kamu istri sahnya?
Seperti katamu, kalian berdua menghabiskan satu dekade bersama.
Jadi, kenapa dia kembali kepadaku?
Terima kasih
karena merawatnya.
Tapi apakah kami akan mempertahankan hubungan ini atau tidak
terserah kepadaku.
Ibunya menyeretnya kembali kemari.
Jika ada pertanyaan soal kehidupannya di Amerika,
silakan tanya kapan saja.
Akan kuberi tahu semuanya.
Lepaskan aku.
Lepaskan.
Lepaskan aku.
Pergilah.
Jangan pernah kembali lagi.
Jika kamu menyiksa keluarga kami lagi,
aku tidak akan diam saja.
Lalu apa yang akan kamu lakukan?
Semakin kamu memancingku,
semakin banyak rasa sakit yang akan dia rasakan.
Ye Ji sangat terkejut.
Aku akan mengurus gadis itu,
jadi, pastikan Ye Ji tidak berubah pikiran.
Astaga, Jin baru saja berhasil membangkitkan semangatnya.
Jika menyerah sekarang, dia tidak akan bisa pulih lagi.
Ye Ji juga putri kita.
Kamu juga harus mencemaskannya.
Dia tidak punya pilihan selain tetap diam.
Jika menjadi dia, aku tidak akan membiarkan tujuh tahun itu
sia-sia dengan menyerahkannya.
Tidak akan pernah.
Dia tampak sangat obsesif.
Dia tidak akan terbujuk dengan uang.
Dia tipe yang paling melelahkan.
Dia tidak tahu malu dan egois.
Jangan.
Kamu tidak perlu melakukan itu sekarang.
Biar aku saja. Ibu harus pergi.
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Meskipun kamu menolak menghubungiku di Amerika,
aku masih bersyukur kamu kembali.
Tapi ternyata kamu bersama wanita lain,
mantan pacarmu.
Apa aku juga harus menutup mata?
Itu bukan hubungan yang kamu pikirkan.
Hubungan apa yang kupikirkan?
Apa kamu tahu?
Jika kalian berdua tidak punya hubungan apa-apa,
bagaimana dia bisa menerobos masuk dengan begitu lancang?
Kamu pikir aku bodoh?
Kamu tidak akan mengerti.
Meski aku sudah menjelaskannya, kamu tidak akan bisa mengerti.
Jadi, kamu berencana menipuku selamanya?
Kita sudah menikah.
Kita bukan hanya berpacaran.
Hatiku hancur berkeping-keping saat menunggumu.
Namun, meski sudah tujuh tahun bersamanya,
kamu menyuruhku untuk menutup mata
karena semuanya sudah berakhir?
Kamu terlalu marah sekarang.
Kita hanya akan saling menyakiti jika melanjutkannya,
- jadi, kamu harus tenang dahulu... - Kamu khawatir
tentang aku yang terluka?
Apa kamu khawatir
bahwa aku akan lebih terluka?
Kenapa kamu melakukan itu sekarang?
Inikah masa depan yang kamu janjikan kepadaku?
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Kenapa kamu bersikap seolah-olah kamu sudah mati,
tapi mempertahankannya di sisimu?
Kenapa?
Kenapa kamu tiba-tiba kembali?
Jika ibumu tidak tahu,
kamu akan tinggal dengannya selamanya?
Kubilang sudah berakhir!
Cukup, ya?
Kamu bilang sudah berusaha keras untuk kembali kepadaku
dan pikiran tentangku membantumu bertahan.
- Tapi itu semua bohong. - Itu tidak benar.
- Kamu menelantarkan dan menipuku. - Tidak.
- Kamu menipuku! - Tidak!
Dasar bajingan.
Seharusnya kamu mengatakan yang sebenarnya lebih awal.
Kamu seharusnya jujur dan meminta maaf.
Aku takut.
Aku takut
bahwa dia akan meninggalkanku.
Jika itu yang dia inginkan, kamu seharusnya menerimanya.
Memberi tahu yang sebenarnya dan memberi mereka pilihan...
Itulah cinta.
Ayah.
Apa ada yang bisa sekuat itu?
Aku membutuhkan Ye Ji
dan ingin bersamanya.
Tapi aku tidak sanggup menunjukkan diriku kepadanya.
Aku tidak bisa.
Kuharap kamu akan bahagia untuk waktu yang sangat lama.
Aku bagian dari tim balap Pelatih Seo.
Aku tahu hubungan lamamu dengan Jin.
Kamu lebih cerdas daripada dugaanku.
Aku akan selesai begitu aku membawanya.
No comments yet. Be the first to leave one.