The first 200 lines.
"Park Ju Mi, Choi Myung Gil"
"Kim Min Jun, Han Da Gam"
"Jeon No Min, Yoon Hae Young"
"Gee Young San, Yoo Jung Hoo"
"Lee Da Yeon, Kim Chae Eun, Hwang Mi Na"
"Durian's Affair"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Hewan direkam sesuai panduan"
Paman.
Kenapa Paman di sini?
Begini...
Halo.
Se Mi.
Ibu harus memberitahumu...
Aku di sini.
"Episode Terakhir"
Masuklah.
Paman datang. Sutradara Ju Nam.
Kenapa kamu di sini?
Kamu bahkan tidak menelepon kakak.
Senang bertemu denganmu.
Duduklah.
Sulit bertemu denganmu belakangan ini.
- Persiapan drama berjalan lancar? - Ya.
Halo, aku banyak dengar tentangmu.
Dia pamanku.
Senang bertemu denganmu.
"Tidak! Dia sungguh tidak sopan"
Paman akan segera punya kabar baik.
Benar, bukan?
Kamu mengencani seorang aktris?
- Tidak. - Kami akan kedatangan tamu.
Tidak apa-apa. Dia keluarga.
Paman ada urusan dengan nenekku?
Ya.
Diskusikan pekerjaan dengan Tim Drama.
Ini bukan soal pekerjaan.
Hari ini...
Lalu lintasnya lancar?
Ya.
Dia datang sekitar 30 menit lebih awal.
Dia
tamu hari ini.
Ibu bercanda.
Itu benar.
Ju Nam. Tentang apa ini?
Penjelasannya
akan panjang.
Bagaimana kalian berdua...
Bahkan jika itu panjang,
Ibu harus menjelaskan.
Pada hari Senin,
kami mendaftarkan pernikahan kami tanpa pesta.
Jika tidak percaya,
kalian bisa memeriksa dokumennya.
Ini tidak masuk akal!
Jangan memaksakan diri untuk memahaminya.
Terserah masing-masing,
dan kamu tidak bisa menjalani hidup ibu untuk ibu.
Kalian berdua memakai...
Tidak mungkin.
Terima kasih.
Koktail dengan tequila.
Bersulang dari sini.
- Dasar psikopat! - Beraninya kamu.
- Ibu juga! - Apa?
- Beraninya kamu memelototi... - Apa Ibu sudah gila?
Beraninya kamu mengatakan itu kepada ibu mertuamu.
Kamu sudah gila!
Ya! Aku gila!
Bagaimana tidak?
Sayang.
Bahkan anak-anak tidak akan melakukan lelucon seperti ini.
Ini bukan lelucon.
Apa pernikahan Kakak lelucon?
Beraninya kamu.
Dia ayah mertuamu sekarang!
Jika kamu ayah mertuaku, kakak ibumu!
Kamu bilang begitu agar ibu mendengarnya!
Bawa dia pulang.
Kamu harus menemui psikiater.
- Ibu juga! - Astaga.
Ibu tidak bisa berkata-kata.
Dasar licik.
Ibu tidak bisa menemukan yang lebih baik,
jadi, Ibu kasihan pada orang bodoh seperti dia?
Jaga ucapanmu di dekat Deung Myung.
Dia sudah dewasa, tapi meski sudah dewasa,
apa yang akan dia pikirkan tentang situasi ini?
Berhentilah mempermalukan dirimu dan pulanglah.
Ini perintah dari ibu mertuamu.
- Kamu segila itu karena uang? - Apa?
Jangan berpikir dari level Kakak.
Level apa?
- Kamu berani bahas level kakak? - Berhenti!
Begitukah kamu diajarkan?
Karena aku dibesarkan oleh ibu tiri!
Kamu juga menyindir sekarang?
Apa hakmu membuat keributan?
Semua orang diam.
Deung Myung, ibumu kehilangan ketenangannya hari ini.
Nenek yang menikah,
tapi alih-alih menyelamati nenek...
Ibu.
Dia mengincar uang Ibu dan yang bisa Ibu tawarkan.
Bisakah kamu memanggilnya "Ayah"?
Kamu akan memanggilnya apa?
"Paman"? "Kakek"?
Katakan sesuatu, meski kalian tercengang!
Nanti saja.
Kakak sudah mengenalmu selama 40 tahun. Kakak tahu siapa kamu.
- Dia haus uang. - Ibu.
Aku selalu punya cukup makanan.
Jangan menghina orang tuaku. Mereka bukan orang asing bagi Kakak.
Kami bertengkar hebat beberapa waktu lalu.
Jadi, dia sengaja mendekati Ibu
untuk membalasku.
Kamu berani mengejek keluarga kami dengan silsilah yang berantakan?
Kakak bicara omong kosong. Berhentilah bersikeras.
Kamu tidak tahu apa-apa, jadi, tutup mulutmu.
Apa Ibu mengencaninya selama satu atau dua tahun?
Bahkan ada pepatah untuk ini!
"Manusia memang paling menakutkan."
Ibu lebih takut padamu sekarang.
Ibu tidak bisa membedakan apel dari jeruk?
Dia makhluk paling jahat dan licik.
- Semua yang kamu punya... - Jangan merendahkannya!
Ibu sudah muak.
Kamu punya dendam terhadap kakak.
Itukah yang Kakak sebut mengungkapkan kekesalan Kakak?
Jika Kakak berada di posisiku...
Jika Ibu adalah janda miskin...
Kak Se Mi.
Tolong hentikan.
Kalian tidak lapar?
Kemarahanmu membuat ibu lelah.
Ibu menikahinya karena dia sepadan.
Apa ibu butuh izin kalian?
Tetap saja, Ibu.
Ini agak berlebihan.
Dia bukan orang asing bagi kita.
Kami berdua tidak tahu.
Kami baru tahu setelah dokumennya beres.
Itu benar.
Kalau begitu, kamu mau menariknya kembali?
Untuk membatalkan semuanya.
Berpisah setelah menikah?
Kalian tidak tinggal bersama.
Hanya pasangan itu sendiri yang tahu perasaan mereka.
"Pasangan itu sendiri?"
Pernikahan harus berdasarkan cinta.
Kami bertemu dengan niat tulus,
dan itu berubah menjadi cinta.
Kami sungguh tidak tahu apa pun tentang satu sama lain.
Begitulah situasinya.
Di luar, mungkin.
Kamu merencanakan setiap detail...
Apa kekuranganku?
Jika aku bertekad,
aku bisa mengencani aktris terkenal.
Aku lebih mencintai pekerjaanku daripada wanita.
Aku syuting beberapa drama,
tapi sepertinya hidup lebih dramatis.
Seperti yang kalian tahu,
ibu bahkan tidak pernah berpikir untuk menikah lagi.
Orang-orang di sekitar ibu terus mendorong ibu.
Pimpinan Gangsan
terus merayu ibu sampai dia harus menyerah.
Jangan khawatir.
Ibu kalian sekarang punya aku.
Aku akan membuat kalian tenang seiring waktu.
Kedalaman kasih sayang seseorang
tidak sebanding dengan waktu.
Beberapa perlahan mendekat seperti bara yang bersinar
Namun, ada yang seperti kami juga.
Ada sesuatu yang disebut takdir.
Takdir menyatukan kita semua.
Aku mengerti apa artinya saat orang bilang,
"Pasangan itu satu hati dan tubuh."
Kamu bahkan tidak bersamanya selama setahun.
Jika lamanya waktu yang penting,
bagaimana dengan pasangan yang bercerai di usia tua?
Apa kamu bahkan tahu usia Ibu?
- Dia lahir tahun 1954. - Dan kamu tahun 1984!
Ya.
Saat usiamu 60 tahun,
usia Ibu 90 tahun!
Bagi sebagian orang, itu masa emas mereka. Zaman telah berubah.
Akan kupastikan dia tidak menua.
Penampilan tidak penting.
Kamu lebih kecewa
saat hadiah dengan kemasan mencolok ternyata jelek.
Dengan ibu mertua Kakak,
semuanya cocok.
Saat bersamanya,
aku merasa sangat bahagia.
Benar.
Jangan terlalu khawatir,
dan jangan mengomentari ini lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.