The first 200 lines.
Kehendak Langit pasti telah berubah
sampai Mong Joo berubah seperti itu.
Kita ingin melakukan pekerjaan mulia tapi dibutakan oleh cita-cita.
Menjadikan diri kita sebagai penguasa...
Tuan Jung Mong Joo,
yang mencoba menghentikan kita melakukan hal jahat,
sudah tahu tentang semuanya.
Ayah.
Jenderal Lee jatuh dari kudanya?
Bukan hanya itu, Tuan Jung Mong Joo mengasingkan semua pasukannya,
termasuk Tuan Jo Joon dan Jenderal Nam Eun.
Jung Mong Joo
melakukan itu?
Jadi?
Bang Won bergegas ke Byeokrando untuk membawa Jenderal Lee.
Tidak seorangpun di Gaegyeong
yang bisa mengendalikan situasi saat ini.
Jika mau, aku akan membawamu.
Hanya ada beberapa orang di luar.
Jika aku akan melakukan itu,
kita mungkin sekalian menyerang Manwoldae
dengan pasukan kita dan merebut singgasana.
Apa maksudmu kekuasaan sesunguhnya cuma datang dari pedang?
Kekuatan yang aku miliki bukanlah palsu.
Alasan dan tujuan mulia
juga bisa memberi kita kekuatan.
Itu sebabnya aku mengikuti mereka dengan yakin.
Kini, Langit yang akan memutuskan segalanya.
Berhasil atau tidaknya Jenderal Lee adalah salah satunya.
Apakah Bang Won membawa dia ke Gaegyeong tepat waktu,
itu hal lainnya.
Terpidana Jeong Do Jeon, terimalah titah Raja.
Ini adalah titah Raja
untuk memindahkanmu ke penjara di Gaegyeong.
Tenang dan jatuhkan pedangmu.
Kami hanya akan memindahkan dia.
Mereka pasti belum mampu meninggalkan gunung ini.
Kita harus menemukan mereka.
- Ya, Tuan! - Ya, Tuan!
Ayo.
Apa yang terjadi
pada tandu itu?
Seseorang muncul
dan melakukan ini dalam sekejap.
Apa?
Tuan Bang Won benar.
Jika kami tidak melakukan ini,
Jenderal Lee mungkin telah meninggal.
Kami pun diserang.
Orang-orang yang mengincar Jenderal Lee
pasti mencari dia di seluruh gunung ini.
Kita harus bergegas
dan menemukan Jenderal Lee serta Tuan Bang Won.
Menyebarlah
dan temukan Jenderal Lee serta Tuan Bang Won.
- Ya, Tuan! - Ya, Tuan!
Terima kasih.
Aku akan mengantarmu.
Kamu tidak perlu melakukan itu.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Tidakkah kamu lihat?
Aku kehilangan gerobak di bukit yang curam.
Aku sedang menariknya kembali.
Siapa kamu dan dari mana asalmu?
Aku seorang petani dari kota di bawah gunung.
Kamu tidak terlihat seperti seorang petani!
Maaf?
Mereka memindahkan Terpidana Jeong Do Jeon
dan pasukannya ke Gaegyeong.
Ketika Yun Rang menyelesaikan pekerjaannya dan kembali,
laksanakan eksekusi
sesuai perintahku.
Ya, Yang Mulia.
Gerakanmu harus tangkas.
Jaga ucapanmu.
Aku kira, aku cukup...
Siapa kamu?
Tolong bantu kami.
Apa yang terjadi padanya?
Sebenarnya,
kami sedang dikejar tentara pemilik lahan.
Untuk alasan apa?
Sementara merawat ayahku yang sakit,
aku tidak bisa membayar pajak.
Aku akan membawakan obat untuknya.
Apa kamu melihat beberapa orang asing di sini?
- Apa? - Seorang ayah dan anak.
Siapa yang akan kemari di jam seperti ini?
Boleh aku menggeledah rumahmu?
Aku pemilik rumah, tidak ada siapapun di sini.
Kenapa kamu ingin menggeledah rumah?
Sudah kubilang, tidak ada siapapun di sini.
Tidak ada siapapun di sini. Ayo.
Permisi.
Ke mana mereka pergi?
Mari cari mereka lagi.
Bahkan jika dia Lee Seong Gye, dia tidak akan lolos.
Kamu bisa keluar sekarang.
Terima kasih.
Apa yang kamu lakukan?
Karena aku seorang pelajar Konfusius dari sebuah kota provinsi,
kamu kira aku tidak tahu apa pun?
Aku dari keluarga Jo dari Yangju,
dan guruku adalah
murid dari Tuan Jung Mong Joo.
Kamu pikir aku tidak akan tahu tentang
Jenderal Lee Seong Gye, yang menyiksa dan mengasingkan
Tuan Lee Saek yang aku kagumi?
Kamu pikir aku tidak tahu tentang rencanamu
untuk menghancurkan Goryeo bersama si pemberontak Sambong?
Kamu kira aku tidak tahu kalian para pemberontak berupaya
mengembalikan rezim militer ke Goryeo?
Kamu sudah gila?
Tidak.
Itu lucu.
Apa?
Pikirkan tentang hal ini.
Orang yang naik kuda dan sering berperang di sepanjang hidupnya
jatuh dari kudanya hari ini.
Dan dia sedang dikejar oleh Tuan Jung Mong Joo,
yang dia kenal sepanjang hidupnya.
Kini,
dia mendapat ancaman kematian dari seorang pelajar Konfusius desa
yang sama sekali tidak dikenal.
Ini sebuah cerita yang menarik
bagi akhir hayatnya.
Bunuh kami.
Apa?
Jika kamu berani membunuh pahlawan Goryeo,
yang memberikan seluruh hidupnya berjuang demi negara ini.
Jika kamu punya keyakinan mendalam
terhadap Tuan Lee Saek dan Jung Joo Mong,
bunuh dia.
Aku menuju ke Hamju.
Aku akan datang kembali dengan Gabyeolcho untuk membunuhmu.
Aku tidak perlu
namamu.
Aku bisa langsung membasmi seluruh keluarga Jo dari Yangju,
termasuk tiga generasi setelah kamu dan tiga lagi setelah itu.
Kamu menghormati Tuan Lee Saek?
Apa yang kamu hormati dari dia?
Dia menentang reformasi lahan dan Buddhisme.
Kenapa kamu masih mengikuti dia?
Ayahku tidak berencana
memulai rezim militer.
Negara yang ayahku rencanakan
adalah negara untuk para pelajar Konfusius.
Jika bukan begitu,
kenapa dia berniat melakukan reformasi lahan dan Buddhisme,
yang bertentangan dengan para keluarga berkuasa?
Kamu.
Kamu.
Kamu seorang pelajar Konfusius, bukan?
Kami sedang
mendirikan sebuah negara untuk pelajar Konfusius.
Aku akan mengikutimu.
Apa?
Kubilang, aku akan mengikutimu.
Aku hanya ingin tahu.
Orang berpura-pura memahami apa yang sedang terjadi,
tapi tidak ada yang sungguh tahu pikiran Jenderal Lee Seong Gye.
Aku bertanya-tanya.
Dan kamu baru memberiku jawaban.
Menurutku itu bukan ide yang bagus.
Kita dikepung oleh banyak orang.
Kamu tidak bisa pergi tanpa bantuanku.
Apa?
Rencananya gagal?
Ya.
Jenderal Lee Seong Gye tidak ada di tandu
yang dimaksud pengawal kerajaan.
Dia pun tidak ada di tandu yang dipimpin Jenderal Lee Ji Ran.
Lalu di mana dia?
Pengawal kerajaan sedang mencari di seluruh gunung.
Tapi sejauh ini,
mereka belum menemukannya.
- Kalian tidak menemui Bang Won? - Tidak.
Kami sedang menunggu di jalan dari Byeokrando ke Gaegyeong,
tapi dia tidak datang.
Ke mana perginya dia?
Salah satu dari kita
seharusnya mengikuti Bang Won.
Tapi mungkin mereka tidak tertipu
seperti kata Tuan Bang Won.
Tunggu.
Tuan.
Tuan.
Berhenti.
Jangan membuat keributan.
Ayah di sana. Dia baik-baik saja.
Syukurlah.
Aku sangat terkejut.
Bawa dia ke Mokcheongjeon.
Ya, Tuan.
Ayo.
Ayo.
Terima kasih, semuanya.
Aku tidak akan pernah melupakan pertolongan kalian.
Aku berutang pada kalian.
Aku akan melunasinya.
No comments yet. Be the first to leave one.