The first 200 lines.
Apa katamu?
Siapa?
Itu putriku, Go Ya.
Tapi kenapa kamu tidak membiarkan dia diadopsi?
Kamu bilang tadi dia diadopsi.
Sebenarnya,
ibunya Bu Ha menyuruhku
bertanggung jawab atas anak itu.
Apa?
Bu.
Apa maksud Anda?
Katakan kepada Ji Na bahwa anak itu diadopsi.
Maka, kamu bisa
bertanggung jawab dan merawatnya.
Ambil ini.
Gunakan uang ini untuk memulai bisnis dan membeli rumah.
Aku akan mengawasi perkembangannya
dari jauh.
Tolong besarkan dia dengan baik.
Tunggu, jadi...
Kamu mengambil dan merawatnya
tanpa memberi tahu Ha Ji Na?
Itu benar.
Setelah itu, ibunya sering datang
untuk memperhatikan Go Ya dari jauh.
Lalu dia mendukungku
secara materi dan emosi agar bisnisku berkembang.
Tunggu.
Alasan kamu punya bisnis besar adalah...
Kamu benar. Ibunya Bu Ha membantuku
karena Go Ya.
Astaga.
Aku memikirkannya saat Go Ya SMA.
Seperti kataku, dia sering datang
untuk melihat Go Ya.
Tapi dia berhenti datang. Jadi, aku mencari tahu,
dan ternyata dia sudah meninggal.
- Begitulah kejadiannya. - Bagaimana dengan Go Ya?
Apa dia tahu bahwa dia bukan anak kandung Yang Sook?
Ibu.
Kamu kemari untuk dimarahi lagi?
Aku kemari bukan mau dimarahi, tapi ingin makan.
Aku terlalu lama bekerja sampai belum makan.
Aku lapar, Ibu.
Minta saja kepada ibu mertuamu.
Tidak bisa.
Dia menghukumku atas perbuatanku.
Kalau begitu, minta Oh Na Ra memberimu makan.
Dia juga keluargamu.
- Ibu. - Hanya ada sisa untuk Go Woon.
Kalaupun berlebih, ibu tidak mau memberimu makan.
Jadi, pergilah.
Ayo pergi.
Kak Go Ya.
Go Woon, kamu bersenang-senang di sekolah?
Ya. Aku merindukan Kakak.
Kakak juga.
Kak Go Ya.
Aku kesulitan saat hemodialisis kemarin.
Sungguh? Lain kali, kakak akan ikut.
Kamu akan jauh lebih baik jika kakak ikut.
Baik.
Ibu.
Ayo, makan siang.
Makan saja bersama Go Ya.
Dia baru saja pergi.
Kenapa?
Seharusnya kamu mengajak dia makan bersama.
Sudah,
tapi katanya Ibu tidak mau makan jika ada Kak Go Ya.
Dia menyuruhku memastikan
Ibu menghabiskan makanan Ibu, jadi, keluarlah.
Aku akan menunggu.
Jika dia lapar, seharusnya makan.
Ini sudah sore. Kenapa dia belum makan siang?
Apa Choi Go Ya tahu
dia bukan anak kandung Yang Sook?
Dia tahu.
Lalu, apa dia tahu Ha Ji Na itu ibu kandungnya?
Tidak. Aku ingin memberitahunya,
tapi dia tidak mau.
Baginya hanya Yang Sook-lah ibunya.
Lalu?
Tapi setelah perkataanmu, aku telah memutuskan.
Seperti katamu,
Go Ya baru saja mendapatkan ibu yang kaya.
Aku akan memberitahunya meski dia tidak mau tahu.
Benar.
Omong-omong, aku akan menemui Ha Ji Na.
Aku sebenarnya ragu karena ada sesuatu
yang mengganggu pikiranku.
- Apa maksudmu? - Itu...
Saat aku bertemu dengannya lagi,
aku bertanya
apa dia tidak ingin mengetahui kabar anaknya.
Lalu?
Dia menegaskan bahwa dia hanya punya satu anak.
Artinya, dia tidak mau menemukan anaknya.
Tentu saja.
Itu sebabnya dia menyuruhku tutup mulut.
Beberapa hari lalu, tiba-tiba dia mendatangiku
dan memintaku mencarinya.
- Secara tiba-tiba? - Ya.
Aku tidak tahu kenapa dia berubah pikiran.
Sayang, kalau begitu...
Tunggu.
Bagaimana jika aku menemui dia?
Apa? Kamu mengenalnya?
Kamu tidak tahu?
Aku dekat dengannya.
- Sungguh? - Ya.
Saat tinggal di rumah Bu Jang,
aku sering mengobrol dengannya.
Dahulu kami sudah seperti saudari.
- Begitu, ya? - Dia mungkin akan mengatakan
hal-hal yang tidak bisa dia katakan kepadamu
karena dia merasa tidak aman mengatakannya.
Entahlah.
Tapi apa yang akan kamu katakan kepadanya?
Jangan mengatakan yang baru saja kuberi tahu.
Hanya aku yang tahu dia punya anak lain.
Ada satu orang lagi.
Siapa?
Jang... Jang Ok...
Jang Ok Ja. Ya.
Jang Ok Ja?
Sudah dapat kabar dari pria yang menyerahkan putrimu
untuk diadopsi?
Belum.
Bagaimana jika dia memutuskan untuk tetap diam?
Jika kamu ingin menemukan dia,
kenapa dia memilih diam?
- Benar juga. - Hampir lupa.
Maaf karena aku tidak ada saat kamu datang kemarin.
Itu salahku karena tidak menelepon sebelumnya.
Tapi aku mampir ke rumahnya Ji Seok.
- Rumahnya Ji Seok? - Ya.
Nona Choi dan Ji Seok
sangat manis dan mereka pasangan yang cocok.
Aku sangat iri kepada Bu Oh.
Sayang.
Bagaimana bisa aku menerimanya kembali?
Aku terus terbayang ayahnya,
yang menyebabkan kamu meninggal, saat melihatnya.
Kamu mengikuti ibu?
Ya. Aku ingin kemari bersama Ibu,
tapi aku takut Ibu akan menolaknya.
Tentu saja.
Sebelumnya, ibu selalu ingin melihat wajahmu.
Tapi kini, ibu tidak tahan melihatnya.
Ibu sungguh tidak mau melihatmu.
Maafkan aku.
Kamu minta maaf?
Hanya itu?
Setelah hal mengerikan yang kamu lakukan,
kamu hanya bisa meminta maaf?
Tidak ada hal lain yang bisa kukatakan.
Aku juga minta maaf soal itu.
Omong-omong, Ibu berdoa apa?
Ibu mendoakan ketenangan ayahmu
dan kesehatanmu
dan perlindungan.
Tapi Ibu membenciku.
Benar.
Ibu ingin memukulimu.
Itu sebabnya kamu harus tetap sehat.
Ibu tidak bisa memukuli orang sakit.
Ibu juga mendoakan Go Ya?
Ibu.
Tolong pertahankan dia.
Dia menunggu Ibu
untuk merangkulnya.
Kini, ibu tahu
alasan kamu mengikuti ibu kemari.
Aku sangat menyesal sudah membohongi Ibu.
Tapi Go Ya sangat tulus
- saat bersama Ibu. - Kamu pikir
ibu tidak tulus?
- Ibu juga tulus. - Aku tahu itu.
- Karena itu aku sangat menyesal. - Tidak, kamu tidak tahu
rasa sakit yang ibu rasakan.
Seharusnya kamu meminta maaf
kepada ayahmu, bukan ibu.
Lupakanlah.
Itu saja.
Go Bong, kamu baik-baik saja?
Ya.
Bagaimana denganmu?
Aku...
Go Bong, aku
telah memutuskan selagi melewati
semua rintangan.
Keluarga kita memang bermusuhan,
tapi kita lupakan soal itu seperti hari ini.
Selama Ji Seok dan Go Ya bahagia,
kita akan bisa menikah.
Kalau begitu, ayo kita gila-gilaan.
Apa? Itu terlalu berisiko.
Apa maksudmu?
Memang itu sudah biasa zaman sekarang,
No comments yet. Be the first to leave one.