The first 200 lines.
Avery!
Kemari!
Cepat!
Kumohon!
Cepat!
Avery, cepat!
Ibu?
Aku sangat lapar.
Kau bisa memberiku camilan?
Tolong cepat.
Ah.
Boleh temanku dapat camilan juga?
Avery! Hati-hati.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Harold Weems?
Kau pasti Apollo.
Ya, Pak.
Jangan bilang kau berjalan sejauh ini.
Oh, tidak apa-apa. Stasiun kereta api tidak terlalu jauh.
Dua atau tiga mil.
Dengan sikapmu yang seperti itu,
aku tahu kita akan membuat sesuatu yang hebat bersama.
- Ya. - Ayo masuk.
Biar kubantu. Aku akan bawa.
- Oh, terima kasih, terima kasih. - Ya.
Baiklah.
Wow. Kau haus setelah jalan-jalan itu, ya?
Tidak ada mobil?
Eh, tidak. Tidak ada yang punya mobil di New York.
Apollo, ada yang bisa kuberikan lagi?
Lemari ini penuh dengan permen dan barang.
Oh, tidak, tidak, tidak, tidak perlu. Terima kasih.
Istriku punya sup di atas kompor. Dan krim ayam buatan sendiri.
Ya, terima kasih, aku menghargainya. Sudah cukup.
Eh...
Oke, um, kita siap memulainya.
Soal bayaran deposit.
Oke.
Berapa?
400 atau 500?
Uh, 400.
Kau merekam dengan apa?
Oh, GR-C1.
Rekaman langsung di kaset. Tidak ada pemrosesan.
Yang terbaru, ya?
Aku membelinya seken.
Tapi, masih berfungsi dengan baik.
Ternyata masih ada yang berharga dengan seluloid.
Membuatku merasa seperti mengabadikan kenangan.
Oke, um, jadi bagaimana kau mau memulainya?
Berapa banyak yang kau ketahui tentang kasusku?
Persis seperti yang kau sebutkan melalui telepon.
Tentang istri terakhirmu?
Mari kita pertahankan itu.
Bagaimana denganmu?
Istrimu di rumah? Pacar?
Pacar?
Apa pun itu.
Tidak, tidak. Tidak, hanya aku.
Mm-hm. Aku memperhatikan hadiahnya.
Apa hadiahnya?
Membayar sewa.
Hm.
Ayo kita mulai.
Oke. Tolong katakan sesuatu.
Halo Apollo.
Baiklah. Baiklah.
Halo. Namaku Harold J. Weems.
Kau mungkin mengenalku dari skandal
yang terjadi di rumah ini bertahun-tahun yang lalu.
Sepertinya semua orang mengira aku seorang pembunuh.
Aku tahu.
Menggelikan.
Noda gelap kecurigaan mengikutiku
hampir sepanjang hidupku.
Tapi kini dengan bantuan pembuat dokumenter pemula, Apollo,
kami akan meluruskan hal tersebut.
Ada sesuatu yang kusembunyikan selama ini.
Kebenarannya adalah,
Aku tahu persis siapa yang bertanggung jawab atas kematian istriku,
dan anakku.
Dan hari ini, aku akan mencurahkan isi hatiku
dan berbagi setiap detailnya.
Oh ya. Kedengarannya bagus.
- Kelihatannya bagus, ya. - Oke.
Bagus.
Bawa kameranya.
Kau merekam, kan? Kita punya ritme yang bagus.
Ayo, ikut denganku.
Aku tidak bisa menghilangkan noda itu. Jane yang malang.
Di sinilah aku menemukannya.
Aku pulang dari syuting.
Pemotretan. Aku sedang memotret satwa liar di suatu daerah.
Benar-benar kekacauan yang parah.
Polisi tentu saja mencurigaiku, sang suami.
Meskipun aku berada bermil-mil jauhnya.
Maaf. Di mana...
Di mana aku harus melihat? Di sini, atau...
Oh, sedikit ke luar kamera. Itu bagus.
Oke. Oke. Oke. Oke. Oke. Oke.
Eh...
Sampai di mana aku tadi?
Kau pulang ke rumah dan menemukan mayat istrimu?
Benar! Ya, ya, ya, ya, ya.
Benar, tentu saja. Eh...
Aku menemukannya di sisinya.
Dengan ekspresi paling mengerikan di wajahnya.
Pada awalnya, kupikir dia ketakutan setengah mati.
Lalu aku melihat lengannya
dan betis kanannya terpotong-potong.
Sebenarnya dimakan.
Petugas pemeriksa mayat menemukan bekas gigitan di sekujur tubuhnya,
dan tentu saja catatan gigiku tidak cocok.
Jadi...
Bagaimana perasaanmu?
Hm?
Kupikir kau mungkin mau membicarakan
perasaanmu, datang ke sini
dan melihat anak dan istrimu.
Jangan menyebut anakku.
Polisi? Mereka teroris.
Mereka tidak mengerti apa yang harus kutanggung.
Maaf. Beri aku waktu sebentar.
Ya.
Kami di sini.
Baiklah.
Baiklah. Kita...
Mulai.
Baiklah, dengan bantuanmu, Apollo,
kita akan meyakinkan dunia bahwa aku tidak bersalah.
Hei, eh, tidak apa-apa.
Kau tidak perlu menyebutku. Oke?
Apollo.
Jangan bilang kau bukan orang yang beriman.
Tidak, tidak, tidak, tidak. Kau tahu, itu...
Ini hanya tentangmu, oke? Aku hanya memfilmkannya.
Oke? Oke?
Ayo cari udara segar. Aku punya sesuatu yang istimewa untuk kutunjukkan.
Kau bisa mengaturnya.
Apollo!
Dari satu seniman ke seniman lainnya.
Aku mengubur diriku dalam kesenangan ini.
- Oh, kau yang memotret ini? - Mm-hm.
Oh oke. Bagus.
Terima kasih.
Aku minta maaf.
Aku tidak punya banyak tamu.
Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap.
Mungkin itulah sebabnya aku memilih hewan.
Mereka tidak mempermasalahkan sifat anehku.
Ya, aku sudah seperti ini selama yang kuingat.
Oh, baiklah, kau benar.
Tidak, ini, ini keren. Ini, ini sangat keren.
Mm.
Lihat.
Anak-anak tetangga.
Apa yang mereka lakukan?
Menurutku si kecil itu pemberani.
Anak-anak itu mengira ada penyihir yang tinggal di rumah ini.
Perhatikan ceritamu, Apollo.
Jika kau tidak menceritakannya dengan benar,
dunia akan menceritakannya untukmu.
Dan itu istriku Deloris.
Senang rasanya bersenang-senang sedikit dengannya.
Apollo, menurutku kita tidak akan menyelesaikan semuanya
dalam waktu hari ini.
Oh, tidak apa-apa. Aku bisa kembali lagi di lain hari.
Mm.
Bagaimana kalau kau tetap di sini, kita akan merekam semuanya hari ini,
lalu aku akan mengantarmu ke stasiun kereta?
Eh...
Kita akan lembur. Aku akan melipatgandakan tarifmu?
Bilang saja kau tidak mau mendengar ceritaku.
Oke. Baik, baik.
Bagus. Beri aku waktu sebentar.
Aku harus menemukan sesuatu.
Oke.
Aku menemukannya!
Apollo, kemari.
Shangri-La kecilku.
Apa yang akan kutunjukkan membutuhkan kepercayaan.
Ini tidak pernah dilihat oleh polisi.
Mereka tidak akan melihat apa yang kulihat.
Apa yang kau lihat.
Ayo.
Coba lihat.
Kenapa kau memfilmkan ini?
Sungguh menakjubkan cara dia memberi makan.
Oh, Pak Williams,
kenapa kau menunjukkan ini?
Aku tidak mau melihat ini.
Itulah sajak kecil yang dinyanyikan tikus-tikus tetangga
tentang rumahku yang indah.
Mereka tidak mengerti apa yang kulakukan untuk melindungi mereka.
Kau melihatnya?
Buktinya?
Ada di matanya, Apollo.
Ekspresi teror itu.
Tidak ada manusia fana yang bisa melakukan itu.
Aku merasa tidak enak badan.
No comments yet. Be the first to leave one.