Release info

놀면뭐하니 How Do You Play? E54 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2020-08-03
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"SSAK3, grup baru yang ramai dibicarakan"

"Mereka kali pertama berkumpul pada tanggal 21 Mei"

"Mereka memilih nama pada tanggal 4 Juni"

"Pada tanggal 25 Juni, mereka merekam 'Summer Ocean Again'"

"Pada tanggal 11 Juli, mereka merilis 'In Summer'"

"Pada tanggal 18 Juli, mereka merilis 'Summer Ocean Again'"

"Mereka bekerja tanpa henti selama dua bulan"

"Persiapan sudah selesai dan ini saatnya debut!"

"Di panggung 'Show Music Core' yang megah"

"SSAK3 debut!"

"Keseruan kisah di balik layar akan segera diungkap"

"Mereka datang untuk Menyapu Industri Musik Musim Panas 2020!"

"U-Doragon"

"Tiga 'Gang' dalam sehari, selalu mainkan 'Gang' setelah makan"

"B-Dragon"

"Linda G"

"SSAK3"

- Jae Seok, kamu tampak lelah. - Ya?

- Aku baik-baik saja. - Benarkah?

Aku selalu bangun pagi.

Apa ini? Kita akan berfoto dalam perjalanan ke acaranya?

Semacam itu.

Aku merasa gugup.

Kamu pernah difoto dalam perjalanan ke acara?

- Sudah lama sekali rasanya. - Benar, bukan?

Kami tidak menata rambut atau memakai riasan saat itu

dan langsung masuk dengan kacamata hitam.

Saat itulah kamu memakai pakaian organik.

- Ya, hanbok yang dimodernisasi. - Benar.

"Hyo Lee menunjukkan gaya mode barunya ke tempat kerja"

Jangan membuat ekspresi aneh. Kamu harus terlihat alami.

- Aku pernah melakukan hal ini. - Ada banyak wartawan di sana.

Kita harus turun dan melakukannya.

Sudah lama sekali, jadi, kami juga tidak tahu.

Linda, bukankah kamu yang paling sering melakukan ini?

- Kamu harus turun. - Benar.

Lalu kamu menyapa para reporter di sana,

berfoto, dan masuk.

- Kamu benar. - Aku juga tidak yakin.

Bagaimana caranya?

Setelah sampai hari ini,

kita bisa menyapa penyanyi lain

jika bertemu mereka,

tapi mari jangan kunjungi mereka di ruang tunggunya.

Kenapa? Pendatang baru seharusnya begitu.

Pendatang baru seharusnya mengunjungi ruangan mereka

dan menyapa mereka.

Pikirkanlah. Bagaimana jika kita mengunjungi mereka?

- Itu akan berlebihan. - Mereka akan bingung.

Mereka akan terkejut begitu melihat Hyo Lee.

Aku tidak terlalu spesifik

jika menyangkut juniorku.

- Aku tahu itu. - Kamu tampak menakutkan.

"Kamu tampak menakutkan"

- Kamu terlihat... - B-Dragon.

- Kamu sudah memulai? - Kamu menakutkan.

- Kamu sudah memulai? - Apa kamu benar-benar...

- Aku belum memulainya. - Bukan begitu.

Aku belum memulai hari ini.

Kamu sudah memulainya.

- Aku tidak mengatakan apa pun. - Hyo Lee.

Hei, kamu tahu...

Bukan begitu. Boleh aku bicara sedikit?

- Kamu... - Kamu selalu bilang sedikit.

Kamu tahu banyak bicara, bukan sedikit?

Biarkan aku bicara sedikit.

Jae Seok, aku bermimpi tentang Hyo Lee semalam.

- Sungguh? - Aku memimpikan dia.

- Kamu ketakutan? - Waktuku masih 30 menit lagi,

jadi, aku kembali tidur.

Begitu berbaring, aku teringat wajah Hyo Lee,

jadi, aku langsung bangun.

Jika aku... Jika aku terlambat, dia akan sangat marah.

Aku meneleponnya semalam,

dan dia bilang dia takut melihat namaku muncul.

- Aku sangat takut. - Bukankah seharusnya dia senang?

Tidak, aku takut.

Aku berkata, "Astaga."

Kenapa dia banyak melebih-lebihkan belakangan ini?

- Aku tidak melebih-lebihkan. - Ayolah, Bung.

Itu karena orang bilang kamu lucu di acara televisi.

- Tidak mungkin. - Karena itulah

kamu punya banyak masalah dalam bekerja sebagai kelompok.

Astaga, hariku menyenangkan, tapi tiba-tiba aku lelah lagi.

Astaga, pria itu.

Aku bertemu ibu dan ayahku setelah sekian lama kemarin,

dan ibuku bicara serius denganku.

Apa katanya?

"Hyo Lee, setelah bertemu denganmu, ada yang ingin kukatakan."

"Jangan terlalu kejam kepada Rain."

- Ini dia. - Dia menyuruhmu bersikap baik, ya?

- Ini... - Kita turun?

- Di sini? - Kita bisa turun di sini.

Apakah ini...

"Hal yang menanti SSAK3, grup pendatang baru adalah..."

- Hyo Lee! - Di sini!

"Sorotan yang megah"

Kita juga tidak tahu tempat ini.

- Ayo turun. - Di sini?

- Kita ke sana? - Kamu bisa parkir di sini.

Tunggu, tapi bukankah ini biasanya...

- Kita turun saja. - Ya, lebih baik turun.

- Ya, ayo turun. - Ayo turun saja.

- Baiklah. - Mari sapa mereka dahulu.

- Aku setuju. - Ya, kita tidak bisa duduk di sini.

- Ya, kita sudah sampai. - Jangan menyapa di jendela.

"Mereka grup dengan sopan santun yang mampir untuk menyapa"

Kemarilah, Linda.

"Rutinitas seorang idola, pemotretan menuju tempat kerja"

"Intinya adalah berpose alami dan semanis mungkin!"

- Kemarilah. - Bersikap sopanlah.

- Apa pose kita? - Mari kita lakukan SSAK3.

"Terlihat berani"

Sekali lagi. Ganti posenya. SSAK3.

"Ubah posenya!"

"SSAK3 cukup pandai berpose untuk grup pendatang baru"

- Terima kasih! - Terima kasih!

- Terima kasih. - Bisakah kamu membuat bentuk hati?

- Apa? - Hati?

- Hati! - Seperti ini?

- Hati! - Kamu tidak bisa pergi tanpa hati!

"Kamu tidak bisa pergi tanpa hati!"

"Tertawa"

Yang lebih besar?

- Baiklah. - Baiklah.

- Mari kita lakukan ini. - Seperti ini. Yang mana?

Kalian berdua bisa membuatnya di atas.

Baiklah.

"SSAK3 Berkata, Kami Hanya Pergi ke Bekerja"

"Mereka semua bekerja"

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Hyo Lee! - Linda!

"Pemotretan itu selesai dalam sekejap"

Jadi, orang-orang membuat hati saat ini.

- Mereka suka hati. - Mereka ingin kamu melambai.

Di mana?

Ya?

"Mendorong untuk merusak foto solonya"

"Berkelahi"

"Tertawa"

"Tertawa"

- Yang ini akan diterbitkan. - Itu bagus.

- Itu akan diterbitkan. - Itu bagus.

Ini lucu sekali.

- Astaga, itu bagus. - Ibuku akan marah lagi.

"Jangan kejam kepada Jae Seok."

Halo.

Ibu, aku harus melakukan itu agar acara ini menyenangkan.

Dia bilang jangan. Dia bilang kamu akan terluka.

- Tidak mungkin. - Aku tidak terluka.

Aku harus bicara dengannya.

- Ini dia. - Bu, aku tidak terluka.

Jangan cemaskan aku.

- Para ibu mengkhawatirkan itu. - Benar sekali.

- Terima kasih. - Terima kasih, Jae Seok.

Kalian tidak perlu berterima kasih.

Sejujurnya,

- tidak kukira kita akan di puncak. - Aku juga.

- Aku tahu. - Bagaimana bisa?

Karena aku bagian dari grup ini.

Astaga.

"Jangan menghela napas seperti itu, Berandal"

"Dia tidak benar-benar ditendang, tapi tetap terkejut"

- Kini aku tidak pakai kata-kata. - Astaga!

Sulit kupercaya pria itu!

- Bahkan tidak akan kukatakan. - Ada apa denganmu?

- Tidak akan kupakai kata-kata. - Kamu bisa saja bilang begitu!

- Tanpa kata-kata. - Halo.

Kita harus berada di lantai tiga.

- Ini bukan lantai yang tepat. - Bukan ini?

- Bukan ini? - Halo.

Halo.

Aku juga sudah tua!

- Maafkan aku. - Berhenti menendangku.

"Kamu membuatku sedih!"

Jika kita juara pertama, mari tampil bersama para junior.

Kita bilang akan saling menendang wajah, jadi, lakukanlah.

Ya, aku akan menamparmu.

Mari... Hyo Lee.

Jangan membuat ini terlalu mengharukan.

- Seseorang benar-benar... - Lakukanlah.

Seseorang yang baru.

- Bukan ini. - Berhentilah mencoba turun!

- Itu karena pintunya terbuka. - Tunggu, dengar.

Bukan pendatang baru dari perusahaan ternama.

Seseorang yang hampir tidak bisa debut

di agensi baru.

Hyo Lee, aku mengerti betapa perhatiannya kamu, tapi...

Baiklah, akan kulakukan sendiri.

- Kulakukan sendiri. Tidak apa-apa? - Baiklah.

Itu bagus.

Hyo Lee, riasanmu...

Aku tidak akan pakai kata-kata.

- Baiklah. - Baik, pergilah saja.

- Baiklah. - Pergilah saja.

Astaga, ini menyegarkan.

Sudah lama aku tidak mencium bau stasiun TV.

- Ya, ayo. - Ya!

Haruskah kita mencobanya di sini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left