Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐— ๐—ฃ๐—จ๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—Ÿ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ•:๐Ÿ‘๐Ÿ’ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
netflix_synced
Published on: 2026-07-03
Downloads: 158
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mas.

Puti, ini ibu baru kamu.

Ibu.

Halo, Sayang.

Dan ini kakakmu, Mirah.

Kakak Mirah.

Cantik banget, ya.

'Kan Mbah Warso periasnya.

Pasti cantik, lah.

Sudah sempurna.

Selamat datang, bapak dan ibu yang terhormat.

Selamat datang di resepsi pernikahan Mirah dan Aryo.

Terima kasih, Bu.

Ditandatangani dulu, Bu.

Acara selanjutnya adalah upacara injak telur.

Sebagai doa agar kedua mempelai dapat segera dikaruniai seorang anak.

Hadirin sekalian, mohon tetap tenang

dan menjaga kekhusyukan acara.

Terima kasih.

Pertanda apa ini?

Ya, pertanda kalau yang ambil telur kurang hati-hati.

- Selamat ya, Pak. - Mbak.

- Selamat, Mas Aryo. - Iya.

- Selamat, Mbak. - Selamat.

Udah, Ibu itu nggak usah mikir aneh-aneh.

Itu telurnya busuk!

Udah, yang penting mereka senang.

Terima kasih, Mbak.

Senyum, dong.

Kamu cantik hari ini.

Udah, nggak usah dipikirkan soal telur itu.

Nggak apa-apa.

- Selamat, ya. - Iya.

Iya. Terima kasih.

Terima kasih.

- Selamat, Pak. - Terima kasih.

Sebenarnya Mas Aryo dapet siapa, sih?

Aku yang sepupunya aja nggak tahu dia dapat istri dari mana.

Mas Aryo 'kan kerjanya survei,

keliling desa-desa, wawancara orang.

Ya, mungkin kenal pas kerja.

Mau anak laki-laki apa perempuan?

Aku bahagia.

Mimpiku punya keluarga yang utuh.

Aku juga bahagia banget bisa nikah sama kamu.

Ya, meskipunโ€ฆ

Kamu nggak bisa masak.

Ya 'kan mas tahu sendiri aku nggak suka bau bumbu dapur.

Iya, sih.

Nggak apa-apa.

'Kan di dekat rumah kita ada banyak warung,

jadi kita bisa makan di sana.

Bener nggak apa-apa?

Iya, nggak apa-apa, Sayang.

- Eh iya, Mas. - Hem.

Warga sini kok banyak yang ngasih hadiah pisang, ya?

Pisang itu melambangkan keberkahan, kelimpahan, sama kebahagiaan.

Kayak yang kita alami sekarang ini.

Mas.

Selamat pagi, istriku sayang.

Maaf ya, Kang Mas-mu harus langsung kerja

supaya kita punya rumah yang penuh kebahagiaan seperti impianmu.

Ini aku tuliskan resep membuat pisang goreng yang enak.

Jadi, Mbah di sini tinggalnya sama siapa aja?

Anakku itu sudah lama merantau ke Jakarta.

Aku sendirian.

Terus itu?

Maksudkuโ€ฆ

Istriku Sukiyem ini

sering hilang ingatan.

Pelupa.

Jadi aku kayak hidup sendiri.

Oalah!

Baik. Iya, iya.

Pengantin baru, ya?

Iya, Mbah.

Masa pengantin baru malah sibuk kerja terus, Mas!

Kalau survei saya nggak sesuai target, bonus bulanan saya nggak cair, Mbah.

Masuk, Mas!

Permisi.

Duduk, Mas.

Iya, Mbak.

Radionya agak rusak, Mas.

Tolong ya ditepuk yang kencang biar mati.

Iya, Mbak.

Yang kencang, Mas!

Yang kencang, Mas!

Yang kencang, Mas.

Lasmi.

Siapa?

Ngecek meteran listrik, Bu.

Mbak Lasmiโ€ฆ

Baru ya, di sini?

Baru kawin ya, Mas?

Iya, Mbak.

Cantikan mana?

Aku, atau istri Mas?

Cantikanโ€ฆ

Istri saya, Mbak.

Datanya nggak ada di sini, ya, Mbak?

Cantikan mana?

Cantikan Mbak Lasmi!

Siapa?

Ngecek meteran listrik, Bu.

Ngapain bolak-balik, Mas?

Pak?

Astagfirullah.

Ya Allah.

Ya Allah.

Ya Allah.

Ya Allah. Astagfirullah.

Allahumma sholli ala Muhammad.

Ya Allah. Astagfirullah.

Asu!

Bajingan!

Cantikan mana?

- Asu, bajingan! - Cantikan mana?

Kasihan Aryo.

Dia menikah dengan maut.

Maksudnya?

Bisa jadi istrinya itu kena kutukan Bahu Laweyan.

Siapa laki-laki yang menikah dengan perempuan Bahu Laweyan,

pasti mati.

Bapak nggak percaya aku.

Telur di pesta pernikahan mereka busuk adalah pertanda.

Bapak Ibunya mati kecelakaan karena dia pembawa sial.

Aduh, Nak.

Anakku lelakiku satu-satunya.

Pergi!

Pergi kamu!

Keluar dari rumahku!

Pak!

Pergi kamu.

Mas Aryo.

Dasar pembawa sial!

Pergi kamu dari rumahku!

Tunggu, Pak!

Makasih, Pak!

Tolong segera dirapikan.

Bu Endang.

Maaf, Bu. Saya telat.

Kamu itu, loh.

Baru hari pertama kerja sudah terlambat itu gimana?

Maaf, Bu!

Kamu tuh bersyukur tahu nggak, kerja di sini!

Iya, Bu.

Sudah, ayo.

Gini, Mas Budi Darmawan.

Kepala pabriknya itu, Pak Agus namanya.

Jomblo, lagi cari istri.

Ya, siapa tahu, kecantol sama kamu.

Iya, Bu.

Kalau yang itu,

yang pakai baju kotak-kotak itu,

Namanya Pak Sunyoto B. A.

Dia itu hobinya deketin perempuan-perempuan di pabrik ini.

Jangan mau dirayu.

Iya, Bu.

Ya sudah, ayo.

Maaf ya, Bu.

Ini buat bayar buku anak kita.

Yang ikhlas.

Rambut itu bukan barang sepele,

apalagi rambut asli.

Anggap aja,

nanam duit.

Nanti juga tumbuh lagi.

Kamu tahu nggak,

kalau nggak ada pabrik ini,

nggak tahu nasib orang-orang di sekitar ini kayak apa.

- Iya, Bu. - Ya, memang gajinya di bawah UMR,

tapi, 'kan, kamu nggak perlu ke luar negeri.

Temen-temen di sini tuh pada rajin-rajin.

Nggak kayak kamu.

Baru pertama sudah terlambat.

Sudah, duduk situ.

Nanti dikasih tahu gimana caranya nanam rambut.

Dia pembawa sial!

Kamu itu kenapa?

Bener, Bu!

Sial apa?

Kamu 'kan yang bisa bikin orang mati!

- Ngomong apa, sih? - Apa ini Bu Endang? Atur yang benar!

Orang ini bahaya, Pak!

Anak ini, Pak, takut banget.

Eh! Ada apa ini, Pak? Ada apa ini?

Ada yang menakutkan, Pak!

- Ayo, Pak! - Bismillah. Ya Allah.

- Hajar saja! - Mau apa kau?

Ya Allah!

Ayo! Sebelah kanan!

Bismillah.

Orang cantiknya kayak gini kok nakutin?

Ada-ada aja, Mir.

Orang-orang pabrik,

mereka tidak paham.

Mas Bana, nasi rendang dua.

Sama teh hangat.

- Silakan, Pak. - Terima kasih, ya.

- Mbak. - Makasih, Mas.

The Queen of Witchcraft subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left