The first 200 lines.
"Tur Tanpa Stres"
"Sungguh?"
"Hilangkan stresmu"
"Singkirkan stresmu"
"Akankah tetap menyenangkan?"
"Tentu saja tidak..."
"Tombol stres mereka ditekan"
"Akumulasi stres tanpa henti"
"Yoghurt bluberi"
"Bluberi mengurangi radikal bebas yang disebabkan stres"
"Berhenti bicara melantur"
"Sekarang saatnya untuk pereda stres sesungguhnya!"
"Nok Don Boseong Premium"
"Babak penghilang stres pertama adalah perang bantal!"
"Nok Don, kemarilah"
"Se Yoon memenangkan Nok Don!"
"Siapa yang akan berpasangan dengannya untuk menikmati Nok Don?"
"2 Days 1 Night"
"Bersama stres"
Tolong siapkan.
"Ada dua tempat tersisa"
- Apa? Aku akan makan? - Apa?
- Itu pasti permainan acak. - Apa itu?
Kelihatannya enak. Itu makanan?
- Apa itu? - Ramyeon?
Bukankah itu kalkulator?
"Ada tiga meja!"
Haruskah kita menjumlahkan harganya?
Ini untuk belajar.
- Itu meja kerja. - Meja kerja.
- Meja makan. - Meja makan.
Haruskah kita mengingat ini?
"Penataan meja ulang tahun pertama"
Itu untuk ulang tahun pertama.
Apa yang ingin kita singkirkan?
- Stres. - Benar.
"Ini Tur Tanpa Stres"
Kita harus melempar barang. Kita akan melempar barang.
Permainan kedua adalah Membalikkan Meja.
"Membalikkan Meja"
"Membalik meja penuh makanan adalah adegan rutin dalam drama"
Kalian bisa menghilangkan stres
dengan membalik meja sebagai semacam pertunjukan.
Kompetisi membalik meja diadakan
di seluruh Korea, juga di luar negeri.
Itu acara tahunan populer.
- Benarkah? Sungguh? - Benarkah?
Kita akan melempar barang? Bagaimana caranya?
Pilihlah satu dari tiga meja
dan orang yang membalikkan meja,
serta melempar benda paling jauh
bisa makan malam hari ini.
- Bagaimana... - Benda di atas meja itu?
- Ini tidak masuk akal. - Benar.
"Urutan pemain"
Satu, dua, tiga.
- Aku yang pertama? - Ya.
Itu tidak menguntungkan.
"Ravi yang pertama memilih meja"
Itu harus cukup berat.
Tidak akan terbang jika terlalu ringan.
Harus ada sesuatu yang berat.
- Aku tahu. - Ravi sedang memilih.
Meja ulang tahun atau meja makan?
Aku akan memilih hal mendasar, meja makan malam klasik.
- Benar. - Ini meja terbaik.
- Duduklah. - Lakukan!
Berapa rekor dunia untuk membalik meja makan?
Jaraknya 72 meter.
- Apa? - Sejauh 72 meter.
- Oleh seseorang dari Norwegia. - Orang Norwegia.
- Pak Bob Shuman. - Pak Bob Shuman.
Berapa rekornya? 76 meter?
- Boleh pegang kaki mejanya? - Itu rekor dunia.
Buang stresmu, juga balikkan meja itu.
- Kamu siap? - Dia duduk atau tidak?
- Berlutut saja. - Berlututlah saja, ya.
Jika cara dudukmu seperti itu.
"Baiklah..."
- Ini topik sensitif. - Benar.
- Nok Don Boseong dipertaruhkan. - Ya.
Baiklah! Ravi, singkirkan stresmu
dan balikkan meja itu!
"Dia hanya makan siang dengan yoghurt tadi"
Kubilang aku tidak mau makan jika tidak ada daging!
Mejanya terbang!
"Kubilang aku tidak mau makan jika tidak ada daging!"
Mejanya terbang!
- Mari makan! - Mejanya...
Kubilang aku tidak mau makan...
"Kesetiaannya pada daging"
"Terbang tinggi di udara"
"Dan mencetak rekor luar biasa!"
- Mari makan! - Mejanya...
- Centongnya. - Dia merusak mejanya!
Centongnya.
"Meja"
"Yang terbelah sempurna"
- Ravi! - Ravi!
Mejanya rusak.
Kamu mudah marah!
Astaga, dia kuat sekali.
- Dasar pemarah! - Dia merusak mejanya.
- Kenapa mejanya rusak? - Dia pasti sangat stres.
Mejanya terbang lebih jauh daripada dugaan.
Apa meja makannya kini sudah tidak bisa dipakai?
Tidak, ada meja makan lain.
Bukankah itu peringkat pertama?
Kurasa itu delapan atau sembilan, atau sepuluh meter.
- Bisakah kita melompat? - Bisa kulempar lebih jauh.
Maaf, tapi anak-anak menonton.
Hal yang kamu lempar tadi harus dibersihkan.
Bereskan semuanya.
- Kita bertanggung jawab. - Benar.
"Ravi adalah pemuda dewasa yang bertanggung jawab"
- Aku suka meja itu. - Baiklah.
Selamat atas rekor yang bagus.
- Meja baru... - Mejanya berbeda.
- Minta maaflah. - Maaf.
"Maafkan aku!"
Selanjutnya adalah Kim Seon Ho.
Dia memikirkan masa-masa saat masih sekolah.
Para murid menjadi stres saat belajar.
Belajar sangat membuat stres.
Apa kamu memikirkan itu saat memilih meja?
Ya. Sebenarnya...
Kurasa belajar tidak membuatmu stres.
Kenapa yang ini? Karena kamu tidak pernah punya kesempatan?
- Aku ingin berprestasi di sekolah. - Begitu rupanya.
Tapi itu tidak berhasil, dan aku kesulitan.
- Sungguh? - Akan kutunjukkan dalam lemparanku.
Aku ingin memenangkan babak ini.
Mimpi yang tidak pernah terwujud itu,
dia akan mencobanya hari ini. Peraut pensil itu berat,
jadi, hati-hati kepalamu.
Jika terhantam, kamu akan menjadi Jong Min.
"Hati-hati berubah menjadi Jong Min"
Kamu siap?
Ini bukan soal nilai. Nilai bukan segalanya.
Seon Ho, belajarlah.
"Seon Ho, belajarlah!"
Ini bukan soal belajar!
"Ini bukan soal belajar!"
"Berapa rekor yang didapat Seon Ho dengan tumpukan kekecewaannya?"
- Itu terbang jauh. - Lumayan.
"Itu terbang jauh"
"Gugup"
Itu terbang jauh.
"Apakah dia pemenang baru?"
Jaraknya sekitar 80 cm di belakang rekor Ravi.
- Kamu gagal. - Tapi tetap saja.
Tetap saja, itu nyaris.
Kenapa itu ada di belakangku?
- Apa? - Itu terlempar ke belakang.
Seon Ho.
Bereskan kekacauanmu.
Aku pernah menolak dan dimarahi karena itu.
Kamu mau meja apa, Jong Min?
Akan kupilih yang kesukaanku. Meja ulang tahun pertama.
- Segera ambil mejamu. - Baiklah.
"Meja ulang tahun pertama!"
Kamu ingat barang apa yang kamu ambil di hari ulang tahun pertama?
Aku masih kecil, aku tidak ingat.
- Apa? - Aku masih terlalu kecil.
- Tanyakan orang lain saja. - Baiklah.
Jika aku bisa kembali dan mengambil sesuatu dari meja itu...
- Apa yang akan kamu pilih? - Aku akan menjadi penyanyi.
"Aku akan menjadi penyanyi!"
Kamu bukan penyanyi sekarang?
- Sekarang kamu penyanyi. - Aku penyanyi.
- Sekali lagi? - Lagi.
Apa genre yang akan kamu nyanyikan?
- Balada. - Balada.
Mari dengarkan nyanyian baladamu.
"Aku ingin menjadi penyanyi balada"
"Kamu lebih dari sekadar mawar"
"Itu saja?"
- Itu saja? - Ya.
Di kehidupanmu selanjutnya, kuharap kamu menyanyi dan menari.
"Meski tidak tahu liriknya..."
Kim Jong Min.
Dia lebih seperti komedian.
Komedian.
"Semua orang berpikir dia komedian"
- Ibu! - Apa? "Ibu"?
Aku ingin menjadi penyanyi!
"Aku ingin menjadi penyanyi!"
"Aku punya impian..."
"Aku percaya pada impian itu..."
Bolanya...
"Bolanya berhenti, bukannya bergulir lebih jauh"
- Bolanya berhenti bergulir. - Astaga.
Sayang sekali.
- Kim Jong Min... - Ravi yang paling mungkin menang.
Baiklah.
"Impian balada itu hancur"
Rekor peringkat pertama Ravi terlalu...
- Rekornya terlalu besar. - Dalam hal ini,
Ravi bisa menang.
- Jong Min. - Ya?
No comments yet. Be the first to leave one.