The first 160 lines.
Dengar, Tetsuo.
Dunia ini tidak sempurna seperti serial drama.
Keadilan belum tentu bisa menang.
Aku juga tidak merasa bahwa kepolisian bisa dipercaya 100%.
Tapi...
kamu harus tetap percaya pada polisi daerah.
"Syukurlah ada mereka."
Bisa membuatmu berpikir begitu merupakan tujuan kami bekerja.
Karena kebenaran senantiasa ada di sisi kalian.
Ayah...
Kenapa?
Maaf.
Terlalu banyak hal yang telah terjadi, aku jadi tak sanggup menahannya...
Episode 9 Hari Penentuan
Seharian ini, kita belum makan apa-apa.
Anu, bagaimana kalau kita makan dulu?
Lagi pula, mungkin ini makanan terakhirku.
Orang tuaku juga meninggal saat aku masih SMA.
Mereka terlibat kecelakaan beruntun di jalan tol, dan sepertinya meninggal di tempat.
Dulu ayahku adalah polisi.
Hobinya hanya menonton film kepolisian dan membaca novel misteri.
Beliau orang yang sangat jujur dan adil.
Sinyal Darurat
Saat mendengar mayat ayahku ditemukan,
dia masih memegang bom asap.
Saat itu, akhirnya aku menyadari sikap ayahku.
Daripada menyelamatkan dirinya sendiri,
dia lebih memilih menghentikan mobil yang di belakangnya.
Aku sangat bangga dengan ayahku yang mengorbankan dirinya demi orang lain.
Kehilangan orang tua pasti berat, kan?
Orang tua angkat yang menerimaku pun meninggal setahun kemudian.
Dan sejak kelas tiga SMA, aku terus hidup sendiri.
Setiap hari aku hanya makan roti atau onigiri.
Karena itu, bisa makan masakan orang lain akan membuatku sangat senang.
Di awal aku mencurigainya, aku sudah menyelidiki latar belakangnya.
Kisah orang tuanya itu sungguhan.
Akan kubuatkan makanan sederhana.
Terima kasih.
Apa kamu tak pernah terpikirkan untuk menyelidiki kematian ayahmu?
Cuma saat aku masih bocah.
Sekarang mustahil karena tidak ada bukti yang tersisa.
Tapi bagaimana dengan mencari anggota sindikat dan membuat mereka mengaku?
Itu mustahil. Bisa jadi konflik.
Berarti...
kalau kamu yang sekarang melihat ayahmu diancam oleh para sindikat itu,
apa kamu akan menolongnya?
Kamu sendiri bagaimana?
Kedua orang tuamu tidak tahu akan mengalami kecelakaan
dan naik mobil di depanmu!
Apa kamu akan naik ke mobil demi menolong mereka?
Ada kemungkinan kalian semua bisa mati.
Benar juga, aku tidak akan naik.
Karena aku tidak boleh mati.
Aku takkan bisa bertemu istri dan putriku lagi.
Berkat mereka berdualah, aku bisa selamat sampai hari ini.
Intinya begitu.
Aku bisa hidup sampai hari ini karena organisasi menerimaku.
Karena itu aku tidak bisa merepotkan mereka.
Kamu orangnya setia, ya.
Aku ingin minta bantuanmu.
Kalau kita masih belum bisa menemukan pelaku sebenarnya,
aku pasti akan dibunuh.
Setelah itu, tolong buatlah...
kematianku sebagai kecelakaan atau tindakan bunuh diri.
Aku tak ingin putriku berpikir bahwa ayahnya dibunuh organisasi karena pacarnya hilang.
Tolong jangan biarkan dia memikul kenangan seperti itu.
Aku tidak ingin dia hidup dalam kebencian.
Aku mohon, tolonglah bantu orang seperti kami...
Diam!
Jangan bicara lagi.
Aku tidak ingin dia hidup dalam kebencian.
Selamat makan.
Enak! Ini pertama kalinya aku makan telur dadar seenak ini.
100% Bir Malt
Draught Beer Non-Pasteurisasi
Jumat pukul 01:00, Hari Terakhir
Kamu kenapa, Paman?
Maaf, bronkitisku kambuh.
Lalu?
Apa kalian sudah menemukan bukti terkait hilangnya Nobuto?
Belum.
Kamu bertindak seenaknya dan masih tanpa hasil.
Cepat berlutut sekarang!
Kamu yakin kalau Nobuto yang ada dalam video itu palsu?
Sadar akan posisimu.
Dari awal sudah kupastikan, Bodoh.
Tapi pengunggahnya pakai aplikasi pengalih IP, jadi sulit untuk dilacak.
Hanya saja, di lingkar pertemanan Nobuto,
takkan ada orang yang akan melakukan hal merepotkan seperti ini.
Kalau Nobuto tidak diculik,
maka dia sudah dibunuh.
Video palsu itu dibuat oleh pelaku untuk membuat kita telat menyadarinya.
Kamu berisik sekali!
Maaf.
Aku mau ke toilet dulu.
Lama.
Maaf.
Akan kupinjamkan maskerku, jadi jangan berisik.
Baik.
Kamu boleh pulang dan tidur.
Lagian tidak ada yang berharap padamu.
Jangan alihkan pandanganmu, dia pasti akan bergerak.
Kalau masih tidak ada progres,
kesalahan akan dilimpahkan ke Tosu Tetsuo sesuai rencana.
Dengan begini, masalah Nobuto selesai.
Tidak ada masalah.
Ini hanya seorang paman yang meninggal.
Kami bisa membuat rencana baru dan memberi tahu keluarganya.
Target kami sebenarnya adalah keluarga Tosu Kasen.
Aset mereka yang sangat besar...
Tapi, apa ini keputusan benar?
Apa Tosu Tetsuo berencana menunggu tenggat waktunya begitu saja?
Seperti memilih nyawa orang tuanya, apa dia juga akan mengabaikan anak dan istrinya?
Pesan ini baru saja datang.
Ada apa?
Aku ingin bicara denganmu.
Denganku?
Awasi dia baik-baik.
Baik.
Apa yang kamu bicarakan dengan Kyoichi?
Apa saja boleh, cepat ingat kembali.
Kalau isi surel tadi itu benar, maka semua situasi bisa berbalik.
Petunjuk Besar untuk Yakuza yang Tidak Kompeten!
Insiden perampokan tank setengah tahun lalu.
Kalau dalangnya memang Kyoichi dan Nobuto...
Pelaku
dua
Nobuto
hilang
Apa saja boleh, kan?
Cepat katakan.
Apa itu benar?
Iya, kurasa itu layak untuk dipastikan.
Ini aku!
Segera periksa apartemen Nobuto!
Benar, pergi ke apartemen Nobuto! Cepat!
Apa yang kalian bicarakan?
Jawab aku! Bukankah kamu yang bilang kalau Takeda mencurigaiku?
Apa maksudnya?
Kamu juga bilang kalau Takeda sedang menjebakku!
Oi, apa kamu berkomplot dengannya?
Jangan asal menuduh.
Aku baru bertemu dengannya kemarin, mustahil aku berkomplot dengannya.
Kalau kamu pikir dengan jernih, kamu juga pasti tahu, kan?
Di mana Takeda?
Sepertinya dia ingin segera menyelidiki sesuatu.
Menyelidiki sesuatu?
Sial, aku tidak tahu niat dia apa.
Apa yang sebenarnya sedang Tosu Tetsuo rencanakan!
Ini sudah ketiga kalinya kita memeriksa.
Dia menyuruh kita mencari barang yang mungkin disembunyikan.
Ini sudah bukan mencari Nobuto lagi, ya?
Cepat cari! Takeda menunggu kita.
Baik.
Apa kita pernah memeriksa tempat ini?
Belum, kurasa mayat Nobuto pun tidak mungkin di sana.
Kita coba cek dulu.
Baik.
Ada apa?
Aku menemukan uang tunai!
No comments yet. Be the first to leave one.