The first 170 lines.
(Tiap kegagalan adalah selangkah mendekati kesuksesan)
(William Whewell - Kuliah sejarah filosofi moral di Inggris)
Kushida akan berkhianat?
Dalam ujian kemarin, semestinya identitas VIP tidak diketahui.
Kau dan Hirata semestinya tidak akan membocorkan identitas Kushida sebagai VIP.
Tentu saja.
Tapi seandainya Kushida sendiri yang membocorkannya...
Mana mungkin begitu.
Kushida tidak dapat keuntungan apa-apa.
Menurutku tidak menutup kemungkinan.
Mungkin dia dapat poin pribadi dari kelas lain?
Apa menurutmu dia akan mengkhianati teman-temannya demi poin?
Ada banyak kemungkinan, hanya Kushida yang tahu alasannya.
Apa alasanmu mendekatkan kami berdua adalah agar bisa memastikannya?
Menurutku, ada yang mengikatmu dan Kushida.
Apa maksudmu?
Kelas yang memiliki pengkhianat tidak akan menang.
Pikirkan baik-baik jika kamu ingin memimpin kelas ini.
Jarang sekali Ayanokoji mengundangku begini.
Mungkin iya.
Rasanya tegang mengawasi kelas lain begini.
Iya.
Tapi sepertinya Ayanokoji juga anak nakal.
Kamu tahu 'kan kalau Horikita tidak begitu suka padaku?
Justru rencana ini usulan Horikita.
Masa?
Tidak kusangka.
Kushida, aku tidak tertarik padamu.
Tiba-tiba langsung galak begitu.
Tapi tolong beri tahu kami.
Apa kamu yang membocorkan informasi VIP pada Ryuen di ujian di kapal?
Aku sudah menduga dia akan bertanya blak-blakan, tapi ini di luar bayanganku.
Tidak dijawab pun tidak masalah. Lagi pula, semuanya sudah berlalu.
Kamu bicara apa?
Tapi apa aku bisa memercayaimu sebagai teman sekelas?
Aku tidak tahu kenapa kamu menuduhku,
tapi aku ingin menuju Kelas A bersama teman-teman.
Apa kamu mau percaya?
Baiklah.
Aku tidak sabar menantikan Olimpiade sekolah.
Tidak lama lagi,
lari 100 meter siswi angkatan ketiga akan dimulai.
Mohon para peserta agar berkumpul di titik awal.
Sejauh ini semuanya lancar!
Kita akan menangkan Olimpiade ini!
Tunjukkan hasil latihan kita!
Tentunya, kita pasti menang di semua lomba bagianku!
- Aku tidak terima kalian dapat posisi terakhir! - Meski pun dia berharap begitu...
- Kalian akan kalah kalau ketakutan! - Mana mungkin dia bisa menang semua lomba.
Kalian harus punya tekad siap mati, paham!
Apa kalian sudah lihat aksiku?
Ambil contoh dariku! Kalian juga harus semangat!
Apa-apaan dia? Seperti anak SD yang ingin membuat gadis kesukaannya terkesan.
Itu...
Sakayanagi Arisu.
Salah satu karakter kunci di Kelas A.
Kita bisa mengandalkannya karena dia adalah kawan kita di Tim Merah.
Bagaimana keadaannya?
Seperti yang terlihat.
Bagaimana dengan catatan perang Kelas D?
Kebanyakan dari mereka di bawah rata-rata. Sepertinya hanya Sudo Ken yang punya potensi.
Mereka ikut semangat hanya dengan melihat aksinya.
Baiklah.
Sepertinya sesuai harapan.
Oke!
Gunakan kekuatan ini untuk memenangkan semuanya! Lanjutkan perjuanganku!
Ya!
Awal yang menguntungkan bagi kita.
Ya.
Berkatmu dan Sudo.
Hebat juga bisa menang melawan jagoan klub lari lapangan.
Hebat juga Ketua OSIS kita.
Kakak memang anak sempurna.
Dia selalu dapat peringkat pertama dalam apa pun.
Hei! Koenji!
Kenapa kamu tidak berpartisipasi di saat genting begini?
Jangan main-main!
Tidak kau atau dia, sepertinya kalian harus sekali bergantung padaku.
Dia?
Gadis dingin yang menghangatkan suasana, sama sepertimu.
Aku diminta berpartisipasi serius olehnya.
Horikita yang meminta?
Namun, sungguh disayangkan. Suasana hatiku sedang tidak cerah.
Dasar kau...
Lomba berikutnya akan segera dimulai!
Tim kita akan kehilangan semangat kalau pemimpinnya hilang.
Iya, aku paham.
Sialan!
Aku tidak terima kalau kalian juga malas-malasan!
Rasanya tidak enak.
Aku jadi takut.
Sepertinya aku mau ke toilet.
Ayo!
Ayo maju kalau kalian siap mati!
Hentikan Sudo!
Kenapa kamu ke sini?
Gawat, Ken!
Apanya?
Apa?!
Sialan!
Apa rencana Kelas A?!
Sial!
Bajingan...
Sial!
Bajingan...
Kemenangan milik kita.
Ryuen...
Ini pelanggaran!
Apa? Rupanya kau di situ.
Aku tidak melihatmu.
Apa kamu tidak apa-apa?
Akan kuhantam bajingan itu!
Jangan begitu, nanti jadi masalah.
Kalian terima mereka main kekerasan?
Pasti hanya dianggap kecelakaan saat lomba.
Ryuen unggul satu langkah dari kita.
Kemenangan kita harus pas-pasan, hah?
Maaf, padahal pertahanan diserahkan padaku.
Tidak apa, kita semua salah.
Ini semua salah kalian yang mengecewakan!
Apa kalian sudah bertekad siap mati?
Lihat di sana!
Ada kecelakaan?
Horikita!
Akan kuambilkan tandu!
Aku akan melapor ke guru!
Apa sakit?
Tidak akan berpengaruh ke hasil lomba asal aku istirahat sebentar.
Aduh! Jangan sentuh!
Sepertinya akan berpengaruh.
Daripada itu, aku lebih mencemaskan Kinoshita.
Anak Kelas C yang bertabrakan denganmu?
Dia seperti mengincarku.
Daripada mencemaskanku, fokuslah pada lombamu sendiri.
Aku dengar kamu bicara pada Koenji.
Meski akhirnya sia-sia.
Mungkin akan berbeda seandainya aku disukai kelas ini seperti Kushida.
Seperti Kushida? Tidak kusangka kamu bilang begitu.
Aku tidak membencinya sejak awal.
Anggap saja aku tidak pernah bicara apa-apa.
Tapi pokoknya, jangan memaksakan diri.
Tenang saja, aku akan melanjutkan meski harus merangkak.
- Awas kanan! - Lihat arah sana!
Sepertinya Kelas C sedang mengincar Horikita dengan sengaja.
Sialan! Pasti perintah Ryuen!
Berhasil!
Ken! Sebentar lagi giliranmu!
Oke!
Apa masih sakit, Horikita?
Tidak perlu cemas.
Apa ada perlu?
Tidak.
Serahkan padaku, aku akan mengamuk untuk membalaskan dendammu!
Semoga berhasil.
Tentu saja!
Oke! Ayo, semuanya! Kita penggal leher Ryuen!
Meski Sudo bisa unggul di awal melawan Kelas A,
namun akhirnya dia dipermainkan karena terpancing umpan Ryuen.
Hasilnya adalah kekalahan.
Bajingan itu main kotor.
Percuma saja memukulnya.
Aku juga tahu.
Sialan.
(Classroom of the Elite Musim Kedua)
Keunggulan di awal kita hilang sepenuhnya, ya.
Hei, Kiyotaka. Apa tidak gawat?
Apanya?
Lagi pula, kenapa kamu memanggilku Kiyotaka?
Soalnya aku sudah dekat memanggil Hirata pakai nama Yosuke, makanya sekalian denganmu.
Selain itu, Horikita sampai babak belur.
No comments yet. Be the first to leave one.