The first 200 lines.
Tunggu sebentar.
Pak Cassano.
Kalian tidak apa-apa?
Kenapa kau tidak pergi?
Sudah kubereskan dengan cara lain.
Selain itu, aku lupa memberi makan Inzhagi.
Kalian, tetap di belakang.
Apa kau Vincenzo Cassano?
Kau tidak perlu tahu.
Kuberi kalian ganjaran dalam waktu kurang dari lima menit.
Cepat bawa gadis itu kemari.
Astaga…
Sialan!
Sial!
Gawat! Bagaimana ini? Berhenti!
- Hentikan! - Hentikan!
- Hentikan! - Hentikan!
- Hentikan! - Hentikan!
- Hentikan! - Hentikan!
Hentikan!
Apa-apaan ini?
GUNTING KILAT DARI GENG BURUNG HANTU CHUNGJU
ATLET GULAT MEDALI EMAS FESTIVAL OLAHRAGA NASIONAL
ATLET ANGKAT BESI MEDALI EMAS FESTIVAL OLAHRAGA NASIONAL
JUARA TINJU KELAS TERBANG SE-ASIA
KLUB TINJU SMP LOADING
PETARUNG JALANAN YANG MENJADI PENARI
JUARA GULAT TRADISIONAL KOREA DARI CHUNGCHEONGBUK-DO
Tendangan belakang!
KETUA KLUB PENGGEMAR VINCENZO, "OH CONSIGLIERE -KU"
POHON SPIRAEA GEUMGA-DONG
MANTAN MALAIKAT PUTIH GEUMGA-DONG KINI, TIKUS SUNGAI
Rupanya aku terlalu meremehkan kalian.
Pak Cho. Siapa orang ini?
Dia tangan kanan Kandidat Presiden Park Seung-jun.
Rupanya begitu.
Kalau begitu, Pak Park akan kehilangan tangan kanannya hari ini.
Mari kita berbincang dahulu.
- Tak ada yang mau kubicarakan. - Kita bisa mencari topik pembicaraan.
Namun, aku sungguh penasaran.
Apa emas itu sungguh ada?
Beraninya bicara hal mustahil begitu.
Dia bicara apa sebelum pingsan tadi?
Entahlah. Memang dia bicara?
- Aku kaget. - Pukulan bagus.
Astaga.
Dia memang hebat. Bagus.
EPISODE 19
Semuanya!
Kalian baik-baik saja?
Tentu saja. Kami tak apa-apa.
Kalian semua bisa berkelahi.
Kenapa menahannya selama ini?
Tak ada alasan untuk berkelahi,
dan biasanya jadi senjata makan tuan.
Namun kini, kami punya alasan tepat untuk itu.
Kalianlah yang memberi kami alasannya.
Kalian juga membuat kami makin akrab.
Aku juga mau mengatakan sesuatu!
"Berjalan sendiri akan lebih cepat tiba.
Namun, berjalan bersama bisa lebih jauh."
Di sekolah, aku tulis Pak Vincenzo sebagai tokoh yang kuteladani.
- Bagus. - Bagus.
Berkat kalian berdua, aku menjadi sadar akan arti sebuah kekuatan.
Terima kasih.
Buddha menyertaimu.
Hei, Tikus Sungai Geumga-dong.
Kau hanya bisa menggigit?
Kau tak tahu apa pun. Itu teknik sulit.
Gigit, kunyah, cicipi, dan habisi. Ada empat tahap.
Tikus Sungai. Bukakan ini untukku.
Jangan!
- Kau lihat? - Kau tidak apa?
- Darah. Dia berdarah? - Giginya…
- Giginya… - Kurasa giginya patah.
- Hei, Tikus Sungai! - Tikus Sungai.
Pak Cho.
Aku mengkhawatirkanmu karena kau tak menjawab ponsel.
Aku disergap mereka.
Maafkan aku.
Pak,
bagaimana caramu diam-diam memindahkan emasnya?
Seharusnya itu menarik perhatian.
- Pak Cassano. - Ya?
Ada sebuah hal yang ingin kutanyakan.
Ya, silakan.
Apa yang ada…
di bawah sini?
Setiap sedang bermeditasi, aku merasakan aliran listrik.
Jadi, kami membukanya.
Tunggu. Jariku!
Satu, dua, tiga.
Lalu, kami menemukan sebuah pintu bak pintu brankas.
Setiap bermeditasi, aku mengeluarkan bersuara
karena merasakan aliran listrik.
Kulihat lampunya menyala,
jadi, pasti ada kebocoran listrik.
Ini…
penyimpanan emasnya…
bukan?
Apa jendelanya terbuka?
Benar, bukan?
Ya.
Kenapa kalian tak bilang kepada yang lainnya?
Kami takut terjadi keributan karena itu.
Jadi, kami menunggu pemiliknya.
Rupanya begitu.
Karena kalian sudah tahu,
bisakah membantuku?
Namun, Pak Cassano, bagaimana cara membuka pintu ini?
Nona Seo.
Waktunya sudah tiba.
Mari buka pintu ruang rahasia itu besok.
Akhirnya!
- Omong-omong, Pak Cassano… - Ya.
Aku akan membuka itu, tetapi…
Aku akan memberikanmu bagian. Kau percaya aku, bukan?
Apa yang kau…
Tentu saja! Aku akan langsung membukanya!
Baik.
- Paham? - Ya.
Ya.
- Baiklah! - Baik.
- Kita buka besok? - Ya.
- Besok! - Kau senang?
- Bagus! - Ya.
- Sakit! - Mana yang sakit?
Selamat
Sebentar lagi.
Satu, dua…
Kerahkan tenaga, Pak Nam.
Pindahkan semua emas sedikit demi sedikit tiap harinya.
KUIL NANYAK
Lantas, di mana emasnya?
Berbahaya jika ada yang dengar dari luar. Biar kubisikkan.
Ya.
Lantas, Fail Guillotine juga di sana?
Tidak.
Kusembunyikan di tempat yang hanya kuketahui.
Dia tak memberitahuku.
Begitu juga kepada…
Aku tahu.
Pak Cho.
Aku akan beri tahu jika waktunya sudah tepat.
PLAZA GEUMGA
Apa kau kembali karena aku?
Keluarga Italia-mu membutuhkanmu juga.
Sudah kubereskan.
Bagaimana bisa dibereskan dengan cepat?
Kau bahkan masih Korea.
Delapan puluh juta euro.
Apa?
Aku memberi mereka 80 juta euro agar tak lagi mengganggu keluargaku.
Dalam mata uang won, 80 juta euro setara…
dengan 100 miliar lebih sedikit.
Lantas, mereka menyetujuinya?
Ya. Aku sudah mengirim kontrak.
Di dunia Mafia, surat kontrakku punya kekuatan.
Syukurlah jika begitu.
Terima kasih.
Selain itu…
aku sangat senang…
kau kembali tanpa terluka.
Hari ini, kau terlihat sekeren hari itu.
Hari saat kau menggelar pesta.
Kau terlihat keren memakai jas Booralro yang hanya pernah kudengar.
Aku juga senang bertemu kau…
karena akhirnya ada seseorang yang tahu Booralro.
EMAS BATANGAN
Apa-apaan…
Sialan.
Tadi aku tak bisa memelukmu karena ada Pak Cho.
Akhirnya…
Pak Cassano.
Kau memeluknya lebih dari 20 detik.
"Kau akan tahu berharganya seseorang saat dia tak ada." Kau tahu itu, bukan?
Ketiadaanmu meninggalkan lubang 30 meter di hatiku.
Ya, baiklah.
Berhenti memeluk. Lubangmu sudah terisi sekarang.
Lepaskanlah dia.
- Kita beri Park Seung-jun pelajaran. - Ya.
Kau benar.
Dia harus diberi pelajaran meski calon presiden.
Astaga.
Kemarilah, Fail Guillotine.
Berapa banyak suapan yang diterima Park Seung-jun?
Seberapa buruknya dia?
KANDIDAT PARK SEUNG-JUN DITUDUH MEMBELI TANAH UNTUK SPEKULASI
IPAR KANDIDAT PARK BERKOLUSI SEBAGAI KETUA IUDC
Ada artikel tentang Park Seung-jun.
Apa? Aku tak percaya dia mau jadi presiden.
Seluruh keluarganya korup. Negara kita celaka.
KANDIDAT PARK DAPAT UNTUNG DARI SPEKULASI TANAH
Sebenarnya ada apa dengan kalian?
Seharusnya kalian habisi Vincenzo sejak awal.
Maaf jika aku terdengar lancang,
tetapi kau terlalu gegabah.
Apa katamu?
Apa Pak Park tahu bahwa kau mengusik Vincenzo?
Ini bukan urusanmu, Choi Myung-hee.
No comments yet. Be the first to leave one.