The first 200 lines.
"Spring Camp"
"Lembut"
"Kekuatan Aneh"
"Kekuatan Aneh"
"Spring Camp"
"Episode 10"
"'Tiga Babi Kecil'"
"Suatu tempat perkemahan di Taean, Provinsi Chungcheong Selatan"
"Hiduplah tiga babi kecil"
"Apa yang mereka makan?"
"Tiga bungkus jjamppong Kang dengan gurita kuning"
"Yang tertua makan dua bungkus"
"Dan dua orang lainnya masing-masing makan setengah bungkus"
"Empat mangkuk nasi goreng"
"Yang tertua makan dua mangkuk"
"Dan dua orang lainnya masing-masing makan satu mangkuk"
"Sebanyak 20 porsi barbeku daging utuh"
"Yang tertua makan sepuluh porsi"
"Dan dua orang lainnya masing-masing makan empat porsi"
"Kimchi jjigae"
"Yang tertua makan tiga mangkuk"
"Dan dua orang lainnya masing-masing makan satu mangkuk"
"Bubur ramyeon yang terbuat dari dua nasi instan dan satu ramyeon"
"Yang tertua makan dua nasi instan dan satu ramyeon"
"Itu disunting karena dia makan sendirian"
"Yang lebih muda ditelantarkan"
"Hanya anggota muda yang kenyang malam itu"
"Kami menyewa seluruh tempat perkemahan"
"Yang lebih muda bersemangat karena mereka kenyang"
"Buka"
"Menari"
"Serius"
Apa lagi yang bisa kita masak dengan ini?
"Makanan lagi selarut ini?"
Santapan terakhir.
"Ho Dong belum puas"
Kamu terobsesi dengan bagian penutup.
Jangan terlalu kejam. Kamu membuatku terlihat
seolah-olah tidak bisa berhenti makan.
Itu tidak benar.
Kita harus memotong lemaknya.
"Pemilih dengan cara yang tidak masuk akal"
"Kita harus tetap sehat"
"Kita harus memotong lemaknya."
"Ini kebiasaan makan Ho Dong yang sebenarnya"
"Sentuhan lembut"
"Sesuap daging bebas lemak"
"Dia masih butuh lagi"
Ayolah. Coba pikirkan apa yang bisa kita buat.
"Ho Dong ingin hidangan yang layak"
Untungnya kita juga punya bawang putih tumbuk.
"Ini menarik perhatiannya"
"Untungnya."
Untungnya kita punya bawang putih tumbuk.
Aku tidak akan mengatakan ini jika tidak ada bawang putih tumbuk.
"Yang lebih muda sudah selesai makan"
Bagaimana kalau kita masukkan bawang putih tumbuk dan minyak cabai
untuk membuat hidangan?
Apa kamu pernah puas?
Kita bisa menambahkan semangkuk nasi.
Hanya untuk bersenang-senang.
Teman-teman. Untungnya,
kita punya kimchi.
Apa yang beruntung? Kita punya banyak kimchi!
Satu mangkuk saja. Untuk bersenang-senang.
Aku tidak mencoba melucu.
Aku hanya lapar.
Kumohon.
"Mereka tertawa"
Ada apa?
Berhentilah melebih-lebihkan.
Berhenti.
"Malu"
Kamu lapar?
Kamu lapar?
Sekarang?
"Dia juga tidak bisa mengerti"
Aku hanya ingin tidur dengan suasana hati baik.
Ini sudah matang. Kamu bisa makan itu saja.
Kamu mau membuat nasi goreng di sini?
Untungnya kita punya kimchi.
Beruntung bagaimana?
Kita sudah makan kimchi seharian.
- Kita bisa... - Kamu bisa langsung memakannya.
Tolong lepaskan itu sekarang.
"Dagingnya menderita sepanjang hari"
- Lepaskan sekarang. - Seberapa malangnya itu?
Itu sudah tergantung di sana selama enam jam.
Kalau begitu, apa yang akan kita lakukan dengan kimchi ini?
Kamu bilang kita harus memakannya besok.
Kamu bilang kita harus memakannya untuk sarapan besok.
Tapi kita juga punya bawang putih tumbuk.
Bawang putih tumbuk.
Kalian...
Aku hanya ingin membuat satu hidangan
dan tidur dengan pikiran segar.
"Terkejut"
Bagaimana kamu akan merasa segar dengan makan nasi goreng?
Aku benci membiarkan hal-hal tidak selesai.
Apa ini bahan utamanya?
Boleh kupakai ini?
Aku bisa
mengambil ini dan...
"Dia mulai memotongnya"
Kamu ingin memotongnya...
- Seperti nasi goreng. - Aku lapar tanpa alasan.
- Begitu rupanya. - Tidak?
Lakukan sesukamu.
"Sesendok bawang putih tumbuk yang kebetulan ada di sana"
Hanya setengahnya.
Aku tidak akan memasukkan semuanya.
Aku harus membuat minyak bawang putih.
Tapi tidak ada minyak.
Itu akan keluar.
"Dagingnya sudah kering"
Bagaimana dengan satu sendok minyak wijen?
Itu akan sempurna. Apa kamu kebetulan memilikinya?
Untungnya...
"Menuangkan sisa kimchi"
Karena sudah larut malam,
aku tidak akan menambahkan mentega.
Karena kita harus
memperhatikan asupan kalori kita.
"Hanya dua putaran minyak wijen untuk mengurangi kalori"
Aku tidak makan cukup karbohidrat malam ini.
Tidak, kamu sudah makan cukup banyak.
Tidak, aku sebagian besar makan protein.
Kita membuka sekitar sepuluh mangkuk nasi instan hari ini.
Kamu makan empat bungkus ramyeon.
Kalau begitu,
kalian tidak akan memakan ini?
Rasanya seperti dipukuli dengan makanan.
Jujurlah. Kamu lapar.
Aku sama sekali tidak lapar.
"Satu putaran minyak cabai"
"Menambahkan daun bawang berbumbu"
Tidak apa-apa.
"Dia membantu dengan gunting"
Ini akan terasa lezat.
"Dia membantu dengan pencahayaan"
Lihat itu.
"Ini hampir selesai"
Kamu seharusnya
punya semangkuk ramyeon di samping ini.
Mau kumasakkan satu untukmu? Kita punya satu bungkus lagi.
Tidak, lupakan.
Kamu juga ingin makan ini.
Kurasa
wajahku akan bengkak besok pagi.
Kurasa itu sudah terlambat.
Ho Dong,
wajahmu sudah bengkak.
Kamu bangun dengan wajah dua kali ukuran normal.
Putaran terakhir minyak wijen.
"Jumlahnya empat putaran"
"Campurkan bahan-bahan yang beruntung dengan baik"
"Dan tekan saat kamu meratakannya"
Bagus.
"Nasi goreng kimchi sudah siap"
"Aku tidak peduli jika wajahku bengkak"
"Akhirnya dia mencicipinya"
"Takjub"
"Tatapan yang mematikan"
Sulit dipercaya.
Memang terdengar enak.
Dan sekarang...
"Dia memakannya lagi"
"Terkesan"
"Mengincar santapan ke-16"
"Gembira"
Tatapan Ho Dong akan menghantui mimpiku.
"Menggoda"
Cobalah.
"Dia menyerah pada godaan"
"Ketiga babi kecil itu masing-masing makan sesuap"
Baiklah.
- Baiklah. - Bersulang.
"Meniup"
"Mengangguk setuju"
"Nyam"
"Hati-hati. Panas sekali"
- Kamu tidak menyukainya? - Ini lezat.
"Takjub"
"Akhirnya dia mencicipinya lagi"
Ini enak.
"Menutup matanya dengan erat"
"Sesuap lagi dengan energi kali ini"
Kamu tidak boleh langsung tidur.
Wajahmu akan bengkak.
Jadi, kita terus makan.
"Mereka sudah menyerah"
"Satu sendok lagi"
Dengan begini...
Sisakan sedikit.
Tolong jangan makan semuanya.
Aku khawatir kamu akan mencari lebih banyak makanan.
- Aku memikirkan hal yang sama. - Kamu akan mencari lagi.
Sepertinya aku ingin lebih.
Sejujurnya, aku juga menahan diri.
Aku takut berat badanku bertambah.
No comments yet. Be the first to leave one.