The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh ~ Putra Aliling ~
~ Episode 13 ~
Tersangka pasti sudah pergi sekarang.
Tidak mungkin dia hanya duduk diam setelah dia melihat teks ini.
Kenapa dia sangat terlambat?
- Astaga. - Permisi.
- Apa kau baik-baik saja? - Perhatikan kemana kau mengemudi.
Kau hampir membunuh kita semua.
Kemari.
Aku... aku sangat menyesal.
Aku mengakui bahwa itu adalah 100 persen salahku.
Aku akan mengurus semua biaya rumah sakitnya.
Tapi aku harus pergi ke suatu tempat sekarang,
jadi bisa aku membayar semuanya nanti?
Ya, itu sekitar 3 sampai 4 km dari Blue Sky Arboretum.
Tolong cepat datang kemari.
Tidak, kau tidak boleh pergi begitu saja sekarang.
Kalau kau pergi, itu berarti tabrak lari.
Dia terluka karena dia tertabrak oleh mobilmu.
Kau harus ikut dengan kami ke rumah sakit.
Ini adalah kecelakaan. Bukankah seharusnya kita menghubungi polisi terlebih dahulu?
Kita perlu untuk mengambil gambar dari lokasinya terlebih dahulu.
Mungkin kita harus memanggil perusahaan asuransi terlebih dahulu.
Baiklah, baiklah. Aku mengerti.
Biarkan aku melakukan satu panggilan telepon.
Aku memohon padamu.
Tolong tunggu sebentar.
Tae Cheol, kenapa terlambat?
Tae Hee, kurasa aku tidak bisa pergi sekarang.
Kenapa? Lalu bagaimana denganku?
Aku hampir sampai di sana, tapi aku terlibat dalam sebuah tabrakan kecil.
Aku terjebak di sini.
Astaga. Lalu apa yang harus aku lakukan?
Karena aku tidak bisa pergi ke sana,
sebagai gantinya kau harus pergi ke arboretum.
Sudah hampir waktunya, jadi cepat pergi.
Kalau videonya beredar luas secara online, aku bisa mati.
Kau juga tidak akan aman.
Kau tidak terlalu jauh, jadi cepat pergi.
Baiklah. Aku menutup teleponnya.
Ya ampun.
Orang yang muncul di sini...
adalah tersangka yang menculik kakakku.
Ibu?
Tidak.
Apa yang sedang terjadi?
Apa tersangkanya belum datang?
Seseorang mengatakan kepadaku untuk menyerahkan ini kepadamu.
"Pertukaran secara langsung telah dibatalkan."
"Segera tinggalkan lokasi."
Apa kau menyerahkan catatannya kepadanya?
Ya, aku memberikannya.
Terima kasih banyak.
Apa yang sedang terjadi?
Apa tersangkanya tidak akan muncul?
Haruskah aku bersembunyi dan melihat?
Tersangkanya tidak muncul.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Silahkan masuk.
Hei.
Joon Soo.
Bagaimana perasaanmu?
Aku sakit kepala, dan seluruh tubuhku sakit.
Aku harus pergi ke bioskop dan makan malam bersamamu.
Aku merasa tidak enak badan.
Apa kau sudah minum obat?
Iya.
Jangan mengira ini sudah selesai hanya karena aku tidak bisa menepati janjiku hari ini.
Berjanjilah kau akan menetapkan hari lain untuk kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama.
Baiklah.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Istirahatlah.
Baiklah. Kau harus makan malam.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Jangan melewatkan waktu makanmu, Joon Soo.
Baiklah.
Kenapa tersangkanya tidak muncul hari ini?
Aku yakin bahwa tersangkanya akan muncul hari ini.
Kenapa dia menelepon selarut ini?
Halo, ini Shim.
Hai, Shim.
Aku minta maaf karena meneleponmu selarut ini.
Tidak masalah.
Sudah malam, bukan?
Tidak masalah. Jangan dipikirkan.
Shim, aku sedikit mabuk sekarang.
Aku tidak seharusnya meneleponmu.
Maaf.
Apa kau tidak ada di rumah?
Apa kau sendirian?
Aku hanya...
minum sedikit.
Apa kau baik-baik saja, Direktur?
Aku hanya ingin meneleponmu. Itu saja.
Shim.
Permisi.
Aku akan menutup teleponnya sekarang. Maaf.
Halo?
Apa yang sedang terjadi?
- Iya? - Direktur Seok, ini aku, Shim.
Di mana kau sekarang?
Direktur Seok.
Bertahanlah disana.
Taksi.
Direktur, masuk.
Kau harus masuk.
Aku akan membawamu pulang.
Tidak apa-apa. Kau harus pulang dan beristirahat.
Masuk.
Sudah malam. Aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendirian.
Masuklah.
Ayolah.
Kalau begitu kita akan pergi ke lingkunganku terlebih dahulu.
Tapi kau harus segera pulang, oke?
Aku akan langsung pulang. Masuk.
Hei, Direktur.
Aku membeli beberapa air, jadi minumlah...
Direktur Seok?
Apa kau tidur?
Astaga, apa yang harus aku lakukan?
Halo, Shim.
Hei, Dan Tae. Bisakah kau membantuku?
Apa?
Apa yang sedang terjadi? Di mana kau?
Aku di taman di lingkungan tempat tinggal kita.
Direktur Seok sedang mabuk sekarang.
Aku terjebak di sini.
Kau bersama Joon Soo sekarang?
Iya. Tolong kemari dan bantu aku.
Baiklah. Aku akan segera ke sana.
Cepat datang.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Tapi dia minum banyak sendirian hari ini.
Dia sudah mabuk saat dia meneleponku.
Aku keluar karena aku khawatir padanya.
Setelah aku tiba, dia lebih mabuk daripada saat aku meneleponnya.
Aku mencoba untuk mengirim dia pulang dengan mendapatkan taksi untuknya.
Tapi dia bersikeras untuk mengantarku pulang terlebih dulu.
Itulah yang terjadi.
Kau sudah menjaganya dengan baik.
Jujur, aku sangat tidak nyaman sekarang.
Tolong aku.
Ayo kita lakukan.
Joon Soo.
Joon Soo?
Kurasa dia benar-benar pingsan.
Kita harus membawanya pulang.
Kau bisa membantuku menempatkan dia di punggungku?
Baiklah.
Ayo pergi.
- Kita hanya perlu setengah dari itu. - Baiklah.
- Siap? - Iya.
Tolong awasi kepalanya.
Dia pasti sangat tidak nyaman.
Terima kasih sudah membantu.
Tidak masalah. Kau pasti lelah.
Aku heran kenapa dia minum sangat banyak.
Aku juga.
Istirahatlah.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Dimana aku?
Diterjemahkan Oleh ~ Putra Aliling ~
Ini tempat Dan Tae.
Joon Soo belum bangun.
Dia belum bangun?
Apa ini?
Ini jus detoks. aku mencoba membuatnya.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Apa kau merasa baik-baik saja?
Ya. Aku baik-baik saja.
Apa kau ingat apa yang terjadi kemarin?
Apa kau yang membawa aku ke sini, Shim?
Ya, aku yang membawamu.
Coba ini. Ini akan membantu meringankan mabukmu.
Minum ini dan tunggu sebentar.
Aku akan membawa lebih banyak sup mabuk yang kubuatkan untukmu.
Tidak, tidak apa-apa, Shim.
Aku harus pergi.
Kenapa? Minum dulu sedikit sup mabuk.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Terima kasih untuk semalam, Shim.
Maaf sudah mengganggumu, Dan Tae.
Kalau begitu aku akan segera pergi.
Aku khawatir dengan dia.
Kau sudah membuat kunjungan hari ini?
Ya, kami pergi lebih awal di pagi hari.
- Hati hati dalam perjalanan. - Hati hati dalam perjalanan.
Baiklah.
Duduklah, ibu.
Wanita tua itu benar-benar malang.
Pada hari peringatan kematian anaknya,
dia mengunjunginya sendirian.
Akan jauh lebih baik kalau dia memiliki cucu di sisinya.
Dengan begitu dia tidak akan kesepian.
Seberapa sering pun kita meminta dia untuk pergi bersama-sama,
dia mengatakan kalau dia tidak ingin pergi bersama kami.
Itu sebabnya aku menyebut dia wanita tua keras kepala.
No comments yet. Be the first to leave one.