The first 189 lines.
"Episode 27"
Tolong aku.
Kumohon tolong aku sekali ini saja!
Tolong aku!
Selamat pagi.
Pagi.
Kamu tidak mengucapkan "Selamat".
Kita tidak bisa selalu selamat.
Jika semuanya selalu selamat,
bisa-bisa kita menjadi anjing, bukan manusia.
Lantas, aku akan mengucapkan "pagi" juga saja.
Kamu akan bekerja hari ini?
Bisakah kamu
berhenti bekerja di sana?
Aku akan menyelesaikan urusanku sendiri. Mandilah.
Aku ada perjalanan bisnis hari ini.
Perjalanan bisnis mendadak?
Kamu tidak bilang apa-apa semalam.
Aku akan kembali dua hari lagi.
Kuharap kamu baik-baik saja sampai aku kembali.
Perjalanan bisnis?
Tiba-tiba?
Apa kondisinya makin buruk?
"Tanda Terima Tiket Elektronik"
"Keberangkatan, Seoul, Kedatangan, Swiss"
Swiss?
Tampaknya dia berkemas bukan untuk ke rumah sakit.
Apa dia benar-benar pergi untuk perjalanan bisnis?
Kurasa aku menjatuhkannya.
Kamu basah. Pergilah.
Soon Jin.
Ada apa?
Setidaknya kamu tahu dirimu tidak punya nurani.
"Lima pak jus rasberi"
Ada apa?
Ada sesuatu di sana yang tidak boleh kulihat?
Tingkahmu mencurigakan.
Perjalanan bisnis untuk apa? Ada apa di Swiss?
Ada festival iklan internasional di Zurich.
Timku menerima penghargaan.
Festival iklan?
Kamu menerima penghargaan?
Aku tidak tahu.
Selamat.
Kenapa kamu memegang boneka tinju?
Bawalah ini untuk menggantikanku.
Aku cemas kamu akan pingsan
saat aku tidak bersamamu.
Katamu ketakutanmu berkurang jika ada seseorang
yang membantumu berdiri tiap kali kamu jatuh.
Di hari saat kamu bertanya
apakah aku akan menginap.
Jangan takut.
Kamu tidak membawa jas dan dasimu.
Kamu tidak butuh itu semua?
Kamu akan menerima penghargaan di sana.
Kamu bahkan membawa setrika
saat kita berkemah.
Kenapa kali ini kamu tidak membawanya?
Tetaplah di sini. Akan kuambilkan.
Semua ini makanan apa?
Makanan antikanker.
Mulai sekarang, aku yang akan menyiapkan makananmu.
Dan
ini sup sayur ajaib.
Sup ini memberikan keajaiban untuk mendiang ayah mertuaku.
Aku serius.
Sup sayur ajaib?
Kamu saja tidak meyakini keajaiban.
Mulai hari ini, aku akan meyakininya.
Kamu menunjukkan keajaiban.
Aku tidak percaya pada keajaiban,
tapi
aku percaya kepadamu.
Kenapa kamu baik sekali kepadaku?
Sudah kubilang jangan berusaha terlalu keras atau memendam sesuatu.
Kamu tidak perlu melakukan ini.
Aku akan hidup sendiri.
Kamu memang bisa hidup sendiri.
Itu membuatku sengsara.
Karena aku hanya mengingat hal yang tidak ingin kulakukan.
Pemilihan dan fokus.
Kebencian bisa datang nanti.
Pertama,
akan kulakukan apa yang kubisa.
Kehilangan seseorang tidak masalah,
tapi aku tidak ingin
kehilangan hatiku kepada orang ini.
Karena akulah yang akan rugi.
Ayo makan.
Aku ingin menjadi keajaibanmu.
Jangan keluar. Jika kamu keluar, aku tidak akan pergi.
Aku pamit.
Jaga dirimu.
Berhati-hatilah dalam perjalananmu.
Apa?
Berhati-hatilah dalam perjalananmu.
Apa? Bisa kamu katakan itu lagi?
Kubilang, "Berhati-hatilah dalam perjalananmu."
Bisa mendengarku sekarang?
Katanya aku tidak boleh keluar. Apa yang kamu inginkan?
Kepalaku saja?
Atau tubuhku juga?
Tubuhmu juga.
Baiklah.
Ini kepala dan tubuhku.
Apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan menunggumu. Cepatlah pulang.
Jangan lupa membawa cokelat Swiss.
Itu...
Ada kedai cokelat berusia 200 tahun
di Jalan Bahnhof di Zurid
yang bernama Sprungli.
Teman-temanku bilang aku harus mencicipinya sebelum mati.
Mari mencobanya seperti yang lain
sebelum kita mati.
Cokelat-cokelat itu sudah bertahan
lebih dari usia kita jika dijumlahkan.
Zurich. Jalan Bahnhof.
200 tahun. Sprungli.
Lalu juga ada
fondue.
Kamu bisa makan di sana sendirian, jadi, jangan malu.
Kamu hanya harus
bernyanyi yodel seperti ini
dan makan di sana sendirian.
Aku harus pergi sekarang.
Aku tidak bisa menghubungimu, jadi, jangan menunggu teleponku.
Bagaimana jika kita
piknik ke kebun binatang dengan Ji Soo?
Kita pergi begitu kamu kembali dari penerbanganmu.
Kebun binatang?
Kita bisa pergi? Kamu tidak apa-apa?
Coba saja.
Ji Soo pasti akan sangat senang.
Kita coba lakukan semua
yang dahulu tidak bisa kita lakukan.
Ini juga tidak akan mudah untukku.
Aku tahu kamu tidak bisa menunjukkan kesedihanmu
karena aku dan Soon Jin.
Aku tahu kamu berpura-pura semua baik-baik saja.
Kamu bahkan tidak mendapat kesempatan untuk meratap.
Kamu harus memberitahukan kabar ini kepada Soon Jin.
Apa itu?
Perusahaan akan membatalkan pemecatannya.
Aku mengumpulkan beberapa rujukan dari pilot dan kepala pramugari.
Dia bisa mendapatkan pekerjaan mengajar dengan ini.
Kamu sendiri yang harus memberitahunya.
Ji Min.
Tidak perlu berterima kasih kepadaku.
Aku melakukan ini untuk diriku sendiri.
Aku bertahan di sisinya karena menyukainya.
Lalu aku mengkhianatinya, kemudian menyesali perbuatanku.
Menurutmu Soon Jin akan memaafkanku suatu hari nanti?
Tapi sekali lagi,
aku tidak pernah meminta maaf dengan tulus kepadanya.
Aku hanya sibuk menghindarinya.
Sayang, makanlah ini.
Ini obat oriental. Makanlah ini dan bergembiralah.
Sampai jumpa dua hari lagi. Aku akan menghubungimu saat sudah mendarat.
Pergi ke tempat Soon Jin tidak bisa melihatmu dan matilah sendirian.
Pergilah ke tempat yang jauh dan matilah di sana.
Hidupmu tinggal sebulan lagi. Akhiri saja seperti itu.
Hanya itu yang bisa kamu lakukan untuk Soon Jin.
Kamu mau ke mana?
Kamu mau ke mana?
Aku akan memastikan tanggal kematianku.
Aku akan memastikan tanggalnya dan mencari tempat untuk tinggal.
Begitu aku kembali dan menyelesaikan kewajibanku di sini,
aku akan segera pergi.
Jadi, kamu bisa berhenti menggangguku.
Mu Han, tunggu. Hei.
Tunggu.
Saat itu aku kelewatan.
Seharusnya aku tidak mengatakan itu kepadamu.
Carilah cara lain untuk menyelesaikan masalah ini.
Pasti ada. Pasti kita bisa menemukan cara lain.
Yang menguntungkan dari sakit parah adalah
aku bisa mengendalikan kematianku sendiri.
Ini pilihan terakhir yang bisa kubuat untuk diriku.
Aku sudah
cukup menyakiti Soon Jin.
Rasa sakit itu hanya akan memburuk.
Aku ingin dia mengenangku sebagai pria, bukan pasien,
selama dia ingin mengenangku.
Baiklah.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
Aku merasa berduka, tapi sekaligus lega.
Ini membuatku gila.
No comments yet. Be the first to leave one.