The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh: Huda D.S
Dia sangat jauh dari sini...
melintasi gunung...
Aku melihatnya...
Aku mendengarnya...
Aku merasakannya...
dan aku merasakan dia menyentuhku.
Bu, kelas lain sudah pada pergi.
Baiklah, kita harus pergi.
- Bilitis, kau mau kemana? - Ganti baju.
Tidak, tidak, datanglah apa adanya. Yang lain sudah menunggu.
Baiklah.
Hore untuk Ny. Larsen!
Ke pantai!
- Tanpa baju renang! - Terutama tanpa baju renang!
Dengar gadis-gadis.
Sudah terlambat untuk pergi ke biara.
Aku mengubah rencana kita, Bersikaplah yang baik.
Jangan khawatir Ny. Larsen...
Kami selalu bersikap seperti wanita!
Oh! Ini dingin!
Kita harus cepat!
Ayo pergi!
- Tetaplah bersama! - Aku ingin mandi!
Tetaplah bersamaku!
Kau tak pernah melakukan sesuatu dengan orang lain.
Apa kau masih bertengkar?
Hei, lihat ini!
- Aku punya ini juga! - Punyaku lebih besar!
Aku punya sesuatu yang lebih baik!
Jika aku sedang jatuh cinta, Aku akan memilih Flora.
Lihat mereka! Menjijikkan!
- Aku tak akan pernah mencium laki-laki. - Kecuali saat kau sedang jatuh cinta.
Aku sama sekali tidak tertarik!
Gadis-gadis, tolong...
Duduklah.
Kepala tegak, luruskan punggung.
Tunjukkan itu padaku.
Itu milik kita berdua, mari kita lihat!
Nona.
Nona, ya, kau.
Kepala tegak, cantik...
Senyum... siap-siap...
Terima kasih!
Oke, siapkan barangmu.
Aku menatapnya dengan mata juling, lalu dia memotretnya.
Dia tak bisa menjadi fotografer yang baik. Dia terlalu manis!
Kenapa kita harus menyelesaikannya sekarang? Banyak yang harus kita lakukan besok.
Diam, gadis-gadis, diam. Kau tidak sedang berlibur.
Gadis-gadis...
bersama-sama...
Mengatur jarak...
Bagus sekali. Kepala tegak.
Itu dia!
- Apa kau datang ke festival besok? - Ya, tentu.
- Kelas kami akan melakukan pertunjukan. - Benarkah?
Jangan bergerak... itu bagus.
Senyum...
Siap-siap!
Terima kasih!
- Apa yang dia katakan? - Tidak ada.
Namanya Lucas
Aku melepaskan kura-kura itu.
- Kena! - Hei, apa kau gila?
Apa kau melakukan itu pada semua laki-laki?
Tidak. Kau yang pertama lewat sini.
Kau bisa menyakitiku, tahu?
Oh, dengan sepotong roti.
Niatnya yang terpenting. Serangan itu direncanakan sebelumnya.
Bagimu, aku seperti laki-laki.
Kau tak terlihat seperti laki-laki.
Ayahku bilang aku bisa menjadi laki-laki. Kau sebaiknya berhati-hati.
Nama apa yang ayahmu berikan padamu?
Bilitis.
Apa yang kau lakukan?
Aku datang untuk melihat apakah Bilitis laki-laki.
- Jika kau mendekat, aku akan berteriak. - Silahkan.
Aku akan melompat.
Oh, kau akan melompat untukku?
- Apa maksudmu 'untukku'? - Tidak, bukan untukku, tapi untukmu.
- Untukmu? - Bukan untukmu, untuk Lucas.
Itu aku.
Kurasa kau gila.
Tergila-gila padamu.
Bolehkah aku menciummu?
Silahkan, aku menantangmu untuk mencoba.
Ada apa?
Dia mencoba menciumku.
Lucas mencoba menciummu?
Kurang lebih begitu.
Apa maksudnya kurang lebih?
Aku tidak ingin itu.
Bilitis mencintai Lucas...
Bilitis mencintai Lucas...
Kapan ayahmu datang?
Dalam 2 atau 3 minggu ke depan.
Setelah dia kembali dari Kanada.
Siapa wanita itu, yang membawamu?
Pacar ayahku.
Apa dia sudah tua?
Tidak, dia adalah putri dari teman ayahku.
Terakhir kali aku melihatnya, saat aku masih kecil.
Akankah kau merindukanku?
Kurang lebih.
Kau lebih suka siapa, Lucas atau aku?
Apa yang merasukimu?
Tutup matamu
Anggap aku Lucas.
Tidak, kau wanita.
Hentikan.
Tutup matamu.
Penting bagi mantan siswa kami untuk kembali nanti.
Bagi yang lebih muda, keteladanan sangat menginspirasi mereka.
Dan untuk yang lebih tua... Oh... Maafkan aku...
Sungguh menyenangkan mengembalikan diri ke suasana "lama".
Suasana hari ini cukup luar biasa.
Para siswi sangat antusias dengan festival kami.
Mereka tak ada di sini.
- Sepertinya mereka sudah berlibur. - Aku tahu bagaimana itu.
Ya, tapi, Tuan...
Ya, aku tahu Melissa telah terdidik dengan baik.
Itulah alasan mengapa aku menikahinya.
Aku terlihat buruk
Aku terlihat jelek.
Kau terlihat seperti badut.
- Dan kau terlihat seperti sikat. - Kau ingin memukul?
Kau menyangkalnya.
Dan lihat wajahku!
- Nah, kau tidak tersenyum. - Aku pergi dulu!
Apa yang kau lihat? Itu sisi yang salah!
- Lucas Mercier... fotografer. - Berikan itu padaku!
Awas. Apa kau ingin semua orang tahu?
- Tahu apa? - "Tahu apa?"
Tentang kau dan Lucas!
Kemari dan lihat!
- Siapa itu? - Dia terlihat cantik.
- Dan dia juga tampan! - Mereka tak terlihat seperti orang tua.
Kurasa itu Melissa... Melissa Ampton. Dia seorang alumni.
Apakah Bilitis telah diberitahu?
- Tentu saja! - Bilitis!
Dia datang!
Itu ibuku. Ini bukan hari yang bersahabat.
Tak ada bedanya bagiku.
Kudengar pria muda terbaik di sekitarnya ingin menikahinya.
Tapi dia memilih pria yang tak seorang pun tahu
Kakakku memberitahuku.
Mereka adalah teman baik.
- Halo. - Halo.
Aku Melissa Ampton Demarne, Demarne adalah nama pernikahanku.
- Ini suamiku. - Halo.
Aku tak pernah mengenalimu. Cantik, bukan, Pierre?
Menawan...
Tapi... Aku benci seragam itu.
- Bilitis, kita harus bersiap, ayo! - Permisi.
Apa kau harus menyinggung perasaannya?
Tentu tidak.
Baiklah, kuharap kau senang dengan yang satu itu.
- Bilitis, terserah padamu. - Aku takut.
- Dia disana. - Siapa?
Fotografer.
Bagus sekali, bukan?
Luar biasa.
Mereka sudah berlatih selama sebulan.
Mereka menentukan semuanya sendiri.
Mereka memilih musik sendiri, membuat kostum, semuanya.
Benarkah?
Selanjutnya Bilitis.
Ayo, Bilitis.
- Giliranmu! - Aku belum siap!
Pergilah kesana!
Ayo, pergilah kesana!
Malam yang sangat dalam...
merayap di antara kelopak mataku...
Kau tak akan pernah menemukan jalan.
Kau akan tersesat ke dalam...
Permisi. Aku tak bisa melakukan ini.
Itu bukan apa-apa...
...hanya masa muda. - Itu akan membaik seiring bertambahnya usia.
Tidak, tidak, tidak, tuan! Tetap di sana!
Nyonya, aku mohon padamu...
- Dengarkan aku! - Tidak!
Aku bukan seperti yang kau pikirkan.
- Lalu siapa kau? - Aku Frandor.
Putra seorang Pangeran! Oh...
- Merasa lebih baik? - Tapi apa yang terjadi?
- Tidak ada apa-apa, hanya demam panggung. - Demam panggung?
Tinggalkan aku sendiri, Sabine!
Kau akan pergi sekarang.
Aku tahu.
Aku akan merindukanmu.
Aku Lucas.
Ini dia! Kita siap berangkat.
Setelah istriku siap untuk meninggalkan para wanita itu...
Pindahlah ke depan, udaranya segar.
Itu Nanny. Dia mengenalmu sejak kau masih kecil.
Dan dia ada disana saat aku lahir. Dia tak pernah meninggalkanku.
Dia tak ada saat aku lahir.
Dia tak mengenalku saat masih kecil.
Betapa menyedihkan.
Dia tak boleh kelebihan berat badan 10 tahun yang lalu, tapi dia lebih besar sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.