The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 35"
Do Ran, ayo bicara.
Soal apa?
Kamu benar.
Aku berbohong Pak Kang sakit
agar bisa mengantarkanmu.
Kubilang dia sakit dan sibuk.
Itu semua bohong.
Tapi kamu juga berbohong kepadaku.
Aku berbohong soal apa?
Kamu juga menyukaiku.
Kenapa menyangkalnya?
Karena kita tidak bisa bersama.
Kenapa? Kita saling menyukai.
Hanya itu yang kita butuhkan.
Bagaimana bisa aku mengencani Anda?
Latar belakang kita berbeda.
Aku
tinggal di apartemen studio kecil.
Aku sekretaris di perusahaan Anda.
Jika kita berkencan,
apa kata ayah Anda, para orang tua,
dan rekan-rekan?
Mereka akan mengkritikku karena tidak tahu diri.
Aku
tidak mau menderita gara-gara itu.
Aku suka keadaan sekarang.
Jadi, tolong jangan ganggu aku.
Memangnya kamu kira mudah bagiku?
Menyukaimu juga perjuangan bagiku.
Itu berat.
Untuk menyukaimu,
aku harus merelakan banyak hal.
Aku merelakannya.
Kenapa?
Karena aku hanya membutuhkanmu.
Semua yang aku miliki
tidak lebih berarti daripada kamu.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Do Ran.
Aku akan mengurus
semua yang kamu cemaskan.
Apa kamu berpikir
aku belum siap?
Do Ran.
Percayalah kepadaku kali ini.
Aku akan menemanimu sampai akhir.
Aku tidak akan pernah
melepaskan tanganmu.
Kenapa lampunya harus berubah pada saat seperti ini?
Di mana dia menemui pria itu
sampai jauh-jauh kemari?
Astaga.
Pak Kang.
Kenapa di luar?
Kamu bisa menungguku di dalam.
Aku hanya harus mengembalikan ponselmu.
Tidak perlu di dalam.
Ini.
Terima kasih
sudah menemuiku.
Tidak perlu sungkan.
Tunggu, kamu mau pergi begitu saja?
Aku nanti merasa tidak enak.
Mari masuk dan...
Minumlah kopi sebelum pergi
selagi kamu di sini.
Aku sungguh tidak masalah.
Aku juga tidak minum kopi di malam hari.
Bagaimana kalau teh hijau?
Teh herbal atau es krim mungkin?
- Ayolah masuk dahulu. - Ya...
- Tidak, tunggu. - Cepat.
- Ayo masuk. - Tidak.
Cepat masuk.
- Tidak, aku... - Masuklah.
Aku yakin dia ke arah sini.
Dia ke mana?
Dia menghilang begitu saja.
Astaga.
Ini jus kiwinya. Serta jus tomat untukku.
Pak Kang, cicipilah kue ini juga.
Mereka menyediakan kue lezat di sini.
Baik, terima kasih.
Ini seperti kue wortel.
Benar.
Tulisannya bilang
ini terbuat dari wortel dari Pulau Jeju.
Aroma wortelnya tidak terlalu kuat.
Aku merasakan rasa manis alami.
Ini rasa manis alami yang dimiliki wortel.
Kurasa anak-anak akan suka juga. Bagaimana menurutmu?
Ya.
Wortel bagus untuk tubuh juga.
Bagaimana jika kita mencoba membuat ini pada hari Minggu?
Tentu, mari lakukan itu.
Harus lebih enak dari kue wortel ini.
Kita bisa melakukannya, bukan?
Anak-anak akan menyukainya, bukan?
Kita harus berusaha yang terbaik.
Pak Kang, aku akan berusaha yang terbaik memelajari resepnya.
Kerja keras akan berbuah kesuksesan.
Aku akan berusaha keras.
Cobalah jusnya.
Baik, akan kuminum sendiri.
Astaga.
Ini, pakai sapu tangan ini.
Terima kasih.
Jangan seperti ini. Nanti ada yang lihat.
Siapa peduli?
Kita sekarang pasangan.
Do Ran, kamu kini kelinciku.
Tolong berhenti memanggilku seperti itu!
Itu memalukan.
Baik, aku tidak akan memanggilmu seperti itu,
jadi sebut namaku sekali saja.
Hati-hati dalam perjalanan pulang, Direktur Wang.
Sampai jumpa besok.
Baik.
Tidak bisa begini. Naik ke punggungku.
Aku akan menggendongmu.
Ada apa dengan Anda? Aku sudah di rumah.
Nanti ada yang lihat.
Tidak akan ada yang melihat pukul sebegini.
Cepat. Aku tidak akan pulang jika kamu tidak naik.
Aku sebaiknya berjalan-jalan selagi bisa.
Turunkan aku.
Nanti benar-benar ada yang melihat. Cepat.
Baik.
Aku ingin menggendongmu di punggungku semalaman.
Sebenarnya ada apa dengan Anda?
Kita akan berkencan besok.
Baik, sampai jumpa besok.
Ya, hati-hati.
Baik.
Kak.
Hai, Mi Ran.
Kamu pasti adiknya Do Ran.
Halo.
Siapa dia?
Dia direktur perusahaan kami.
Apa, direktur?
Halo.
Halo.
Aku akan memperkenalkan diri secara resmi nanti.
Kepadaku?
Sampai jumpa. Ayo masuk, Mi Ran.
Jadi, siapa dia?
Dia putra Pimpinan.
Itulah alasannya.
Tapi kenapa dia mengantarkan Kakak pulang?
Ya, itu...
Pak Kang sibuk.
Jadi, dia mengantarkan kakak pulang menggantikannya.
Ada apa ini?
Putra Pimpinan mengantarkanmu pulang?
Kak, tidak peduli sesibuk apa pun Pak Kang,
tidak masuk akal jika dia yang mengantarkan Kakak pulang.
Kakak berpacaran dengannya?
Apa?
Itu...
Ayolah, tidak mungkin.
Dia tidak akan puas dengan gadis seperti kakakmu.
Pimpinan bersikeras mengantarku
karena kakiku cedera
waktu menyelamatkan Nyonya Park.
Hanya karena Pimpinan dan keluarganya
baik kepadamu
dan karena Pak Kang serta putra Pimpinan
bergantian mengantarkanmu pulang,
jangan berharap.
Mereka baik kepadamu
agar kamu merawat Nyonya Park dengan baik.
Aku mau ganti baju.
Bersikaplah yang baik di kantor
serta di rumah Pimpinan.
Dia mungkin mengira kamu gampangan
dan berusaha menggodamu untuk bersenang-senang.
Bagaimana jika orang-orang salah paham tentangmu?
Lantas, kamu akan langsung dipecat.
Tapi mereka tampak seperti sedang berkencan.
Kamu memang polos.
Putra Pimpinan tidak akan berkencan dengan gadis
yang tinggal di rumah kecil kecuali dia sudah gila.
Itu benar.
Kak.
Astaga, ada apa dengan pakaianmu?
Jangan terkejut.
Aku menumpahkan jus tomat di kafe.
Astaga, kamu membuat kakak terkejut.
Jangan konyol.
Kakak kira ada darah di mantelku?
Kamu pulang setelah menemui pria itu?
Ya, aku juga mendapatkan ponselku kembali.
Aku bicara banyak hal dengannya.
Soal apa?
Bagaimana cara memanggang roti tertentu
No comments yet. Be the first to leave one.