The first 200 lines.
Silakan. Semoga harimu indah.
Kau terlihat orang idiot.
Apa yang kau lakukan?/ Makan.
Kau tahu aku akan disini.
Kau mengencani Craig lagi?/ Kurang lebih.
Kenapa kau sebenarnya di sini?
Sudah kubilang. Makan./ Tidak, di kota ini.
Mengurusi properti Ayahku.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan, sekitar 10 menit?
Kurang lebih.
Tidak, sebenarnya, dia tinggalkan aku semuanya.
Ya? Berapa?
52 hektare dan sekitar $15,000.
Jangan beritahu orang lain.
Nikmati burgermu.
Kubilang, "Kau bodoh jika kau pikir itu acara TV terbaik."
Tapi gadis itu hebat. Dia sangat keren...
Kurasa sampai bertemu lagi.
Kemari./ Ada apa?
Sialan!/ Bajingan.
Sampai jumpa.
Astaga, siapa dia?
Dia mengajakku ke pesta dansa sekitar 1,000 tahun lalu.
Serius?/ Dia seorang bajingan.
Bajingan.
Itu mobil Ayah?
Dia tidak memakainya.
Ibu pikir kau akhirnya akan datang.
Ini baru beberapa hari.
Ibu berpikir untuk sedikit merapikan tempat ini.
Ibu tak perlu melakukan itu.
Aku bahkan tak tinggal di sini.
Ibu tahu, aku melihat tendamu.
Lalu kenapa repot-repot?
Kenapa repot-repot?
Astaga!
Kau ke mana saja?
Ke Kanada./ Kanada negara yang besar.
B.C.
Melakukan apa?
Kebanyakan tukang kayu.
Selama 4 tahun?
Waktu berlalu begitu saja untukku.
Kenapa kau tidak meneleponku?
Bagaimana jika Ibu membutuhkanmu?
Entahlah. Aku pikir Ibu akan baik-baik saja.
Ibu turut menyesal soal ayahmu.
Ibu tidak serius.
Kau mau ke mana?/ Menenangkan diri.
Aku akan menemuimu beberapa hari lagi.
Dink?
Soal memukulmu, aku tidak ingat itu.
Molly mengatakan sesuatu pagi ini.
Aku mabuk. Kau tahu bagaimana aku jika mabuk.
Omong kosong./ Serius.
Aku hanya terkejut melihatmu.
Setelah pemakaman.../ Kau datang ke pemakaman?
Ada bir gratis, aku sedang jenuh.
Berapa banyak yang datang?/ Belasan orang.
Untuk seorang bajingan, ayahmu punya banyak teman.
Baiklah.
Kau ke mana saja?
Ke mana-mana.
Sempat ke barat. California, Oregon.
Melakukan apa?/ Berbagai macam.
Kebanyakan menikmati negerinya.
Baiklah.
Kita masih berteman?/ Ya, tentu saja.
Baiklah. Kau terlihat sehat.
Kau lebih kurusan.
Terima kasih.
Silakan./ Terima kasih.
Ibu, buka pintunya!
Ada apa denganmu?/ Kau tidak membuka pintunya.
Ini, bersihkanlah wajahmu.
Kau mau?
Tidak.
Ibu pikir kau akan menelepon terlebih dulu.
Aku tak punya telepon.
Ibu senang kau datang.
Ya, aku juga.
Tidak, maksudku, saluran pembuangan air tersumbat.
Ibu harus cuci rambut di wastafel.
Piza bisa dikirim ke sini sekarang.
Kau tetap disini untuk makan malam?
Kurasa tidak, tidak malam ini.
Kau ada rencana?
Ya, aku akan temui beberapa teman.
Kau pembohong.
Aku tidak bohong. Aku ada rencana.
Itu tidak benar.
Kau sendirian.
Aku akan bertemu teman./ Tidak mungkin.
Aku tak mau tetap disini dan dengarkan ocehanmu semalaman.
Aku berusaha untuk sopan.
Dengar, 4 bulan lalu,
Ayahmu bilang padaku akan belikan aku tiket ke Florida.
Kau percaya itu?
Itu akan menjadi hal terbaik yang pernah dia lakukan untukku.
Aku harusnya menerima itu darinya selagi masih sempat.
Berapa yang dia tinggalkan untukmu?
52 hektare.
Jangan membuatku memanggilmu pembohong lagi.
Aku berkata jujur./ Omong kosong!
Ibu tahu dia punya uang simpanan.
Dia akan membayar perjalananku!/ $2,000.
Tapi itu untuk pajak./ Kau pikir ibu bodoh, 'kan?
'Kan?
Ibu tahu dia menang $4,500 di kasino Indian bulan Januari.
Dia pasti menghabiskan itu.
Untuk apa?
Dia bahkan tak bisa meminum secepat itu.
Itu uangku.
Aku mengenal dia lebih lama darimu.
Dia meninggalkan itu untukku.
Aku tak punya apa-apa!
Aku takkan berikan kau uangnya.
Kau tahu?
Kau sama seperti dia.
Egois, pembohong dan pecundang.
Kau tidak memperbaiki sumbatannya!
Panggil tukang pipa.
Aku tak mampu membayar tukang pipa! Berengsek!
Aku turut prihatin tentang Ayahmu.
Terima kasih banyak. Kalian sangat baik hati.
Aku berjalan selama jam biru dari Pennsylvania ke Vermont.
Apa itu "jam biru"?
Waktu antara pagi...
Ya, itu saat lewat tengah malam menjelang subuh atau fajar.
Jadi semuanya terlihat biru./ Benar.
Itu menawan.
Maaf, apa kau bilang?/ Jaga dirimu.
Apa-apaan?
Singkirkan tanganmu dariku!
Bajingan!/ Hei!
Kau tak apa?/ Kau serius?
Bajingan!
Sialan.
Itu sangat kacau.
Dia menyebalkan.
Kau mau?/ Tidak, terima kasih.
Sebenarnya, aku berhenti minum.
Apa?/ Ya.
Kau benar-benar bebas alkohol sekarang?
Ya.
Sudah berapa lama?/ Lumayan lama.
Apa yang lucu?
Ayahmu berguling-guling di kuburannya.
Apa saja kesibukanmu?
Astaga... Dari mana memulainya?
Ya?/ Tidak, tidak terlalu.
Aku mengawasi anak remaja selama beberapa musim panas.
Ada keluarga asal New York ini, aku menjaga anak-anak mereka.
Terdengar cukup menarik./ Ya.
Aku menghasilkan cukup uang untuk bermain ski...
...dan habiskan musim dingin dengan mabuk-mabukan.
Seperti apa anak-anaknya?
Seru.
Apa yang terjadi?/ Bukan apa-apa.
Orang tuanya mengirim mereka untuk kamp menginap.
Tak masalah. Aku hanya harus bangun sangat pagi,
Itu melelahkan.
Aku yakin itu. Anak-anak bisa cukup melelahkan...
Aku belakangan ini meramal kartu tarot.
Dan itu sebagai pekerjaan sampinganku.
Ya?/ Ya. Menurutmu itu aneh?
Sama sekali tidak. Menurutku itu keren.
Itu benar. Aku tak tahu jika kau percaya hal-hal itu atau bagaimana,
Tapi menurutku itu cukup menakjubkan.
Seorang wanita membaca tarot...
...saat acara mandi bayi sepupuku tahun lalu,
Dan aku mendapatkan "Wheel of Fortune,"
Itu seperti titik balik.
Dia menjelaskannya padaku,
Dan selama itu aku berpikir, "Aku bisa melakukan ini,"
Jadi aku membeli set kartu,
Dan mulai melakukan pembacaan tarot di toko.
Itu bagus.
Kau bisa membacaku kapan-kapan.
Ya? Tentu.
Baiklah.
Ada apa denganmu dan Craig sebelumnya?
Kau tak harus beritahu aku.
Rasamu seperti bir.
Rasamu seperti bawang./ Maaf. Aku...
Bawa aku kembali ke tendamu.
Aku ingin lihat sisi dalam tendamu.
Oke.
Kau yakin soal ini?/ Tentu saja.
Sebenarnya, ini sudah sangat lama untukku.
Berapa lama?/ Hampir dua tahun.
Serius? Ini bisa menjadi malam besar untukmu.
Buka bajumu.
Kau juga buka bajumu.
Buka celanamu.
Ini.
Jilat itu.
Lakukan.
Apa?
Bukan apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.