異世界でチート能力を手にした俺は、現実世界をも無双する ~レベルアップは人生を変えた~
The first 199 lines.
Buku Mahardika.
Mahardika?
Dia pemilik lama rumah itu, kan?
Aku bisa melakukan apa saja.
Sihir, ilmu bela diri, termasuk ilmu pedang,
bahkan memasak, menyanyi, dan melukis.
Aku menguasai banyak keterampilan,
dan akhirnya, aku menginjak ranah dewa saat aku masih hidup.
Namun, aku menolak tawaran dewa-dewi untuk bergabung dengan mereka.
Kekuatanmu lebih dahsyat dari dugaanmu.
Suatu saat, orang-orang pasti akan takut padamu.
Lalu bernasib sama sepertiku.
Mahardika dan Sihir
I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in The Real World, Too
Aku merasa kesepian begitu menguasai segalanya
dan mencapai ranah dewa sebagai makhluk fana.
Aku tak ingin kamu bernasib sama sepertiku.
Seperti diriku yang hanya bisa mengandalkan cara seperti ini
untuk menemui ajal sebagai manusia.
Tuan Mahardika.
Namun, apa yang harus kulakukan agar aku tidak ditakuti orang-orang?
Kamu harus membentuk hubungan kepercayaan dengan sesama manusia.
Apa ini cuma firasatku?
Bisa teman, kekasih, atau orang tua.
Carilah orang yang setia menemanimu
meski mereka sudah tahu kebenaran tentang dirimu.
Aku baru dapat teman belakangan ini,
kurasa itu cukup sulit.
Kamu merasa kesulitan, ya?
Ini obrolan dua arah, ya?
Carilah teman setia sebisamu.
Terakhir, aku akan menuliskan satu hal yang ingin kamu ketahui di buku ini.
Hal yang ingin kutahu...
Mungkin tentang sihir.
Aku sudah merangkum semua teori sihirku di buku ini.
Te-Terima kasih.
Namun, tak ada sirkuit sihir di dalam tubuh manusia dari dunia lain sepertimu.
Artinya, kamu tak bisa menggunakan sihir.
Sirkuit sihir?
Manusia di dunia ini mampu mengeluarkan energi sihir dari jantung
lalu menyebarkannya melalui pembuluh darah.
Karena kamu tak bisa melakukannya, aku akan memberikan sirkuit sihirku.
Sirkuit sihirku sepertinya merupakan hal yang berharga di dunia ini.
Daripada membiarkannya sirna, lebih baik kuberikan padamu.
Anda memberikan hal sehebat itu?
Suatu saat nanti, kamu akan menjadi sosok yang layak memiliki kekuatan itu
dan kamu hanya harus menjalani hidup dengan bangga.
A-Aku baik-baik saja.
Semuanya baik-baik saja.
Kuharap kamu bisa hidup bahagia.
Cukup aku saja yang menjadi manusia tanpa sifat kemanusiaan.
Semoga hidupmu dipenuhi kebahagiaan.
Terima kasih, Tuan Mahardika.
Beristirahatlah dengan tenang.
Sihir adalah manifestasi imajinasi.
Namun, tanpa sumber yang disebut "energi sihir",
kamu takkan bisa menggunakan sihir.
Latihan sihir selalu dimulai dari merasakan energi sihir, ya?
Sensasi ini...
Skill "Manipulasi Energi Sihir" Berhasil Didapatkan.
Jadi ini sirkuit sihir yang diwariskan Tuan Mahardika?
Apa kamu juga merasakannya, Night?
Kita berhasil, Night.
Selanjutnya...
Setelah merasakan sirkuit sihir, tahap berikutnya cukup mudah.
Cukup pusatkan energi sihir di telapak tangan
dan bayangkan sihir yang diinginkan.
Oh? Tidak perlu baca mantra, ya?
Jika kita menciptakan nama sihirnya, penggunaannya akan jadi lebih mudah.
Aku mengerti.
Ayo kita coba, Night!
Bayangkan. Coba kupikirkan dulu.
Nama sihirnya adalah Water Ball.
Berhasil.
Aku berhasil.
Kamu juga berhasil, Night.
Bagus. Sekarang kita menjadi penyihir.
Sekarang bayangkan menembakkan Water Ball ke arah pohon itu.
Angkat kepalamu.
Baik.
Apa kalian sudah menemui pemuda itu?
Ya.
Sesuai kata-kata Putri Lexia, dia berada di Sarang Iblis Agung.
Dia seperti orang negeri lain yang namanya terdengar asing
dan dia mengenakan pakaian yang sangat mencolok bagi kita.
Namun, saya harap Anda berkenan memberi nasihat kepada Putri Lexia.
Saya terkejut saat Putri Lexia mengajak pemuda itu menikah.
Apa katamu tadi?
Maaf, bukan apa-apa.
Apa?
Tidak ada.
Apa?
Jadi, sebenarnya...
Tolong nikahi aku!
Apa katamu?
Siapa orangnya?
Bedebah yang berani menggoda Lexia tersayangku!
Kenapa semua ningrat begitu merepotkan?
Tsuchiya.
Hadir.
Tenjo.
Hadir.
Tobe.
Hadir.
Nitta.
Hadir.
Noguchi.
Hadir.
Karena semua ini adalah hasil penelitian pribadi,
jangan berasumsi bahwa pengetahuan ini sudah umum
dan pertimbangkan posisimu sebelum menggunakan sihirnya.
Bagaimana cara menggunakan sihirku?
Kapan aku bisa menggunakan sihir?
Aku tak boleh sembarangan.
Baiklah.
Seperti yang tertulis di Buku Pedoman Pendidikan,
kita akan mengadakan edukasi lapangan minggu depan,
apa kalian sudah melakukan persiapan?
Sudah.
Tunggu, edukasi lapangan?
Oh, iya, aku belum dapat Buku Pedoman Pendidikan.
Intinya cuma berkemah selama tiga hari dua malam
untuk membiasakan diri dengan lingkungan yang baru.
Begitu, ya?
Sekarang, Ibu akan membacakan kelompok untuk kegiatan tersebut.
Satu kelompok terdiri dari empat orang.
Ibu mulai dari kelompok pertama.
Mantap!
Sama kamu, ya?
Tentu saja.
Kita beda kelompok, ya?
Yuuya juga kelompok lima?
Berarti sekelompok! Mohon kerja samanya!
Mohon kerja samanya, Kaede.
Halo, Yuuya. Kita satu kelompok.
Ichinose Akira. Mohon kerja samanya.
Rasanya kurang akrab kalau kamu memanggilku begitu.
Be-Benarkah?
Panggil aku "Akira" saja!
Bangsawan Muda juga bole—
Kamu kelamaan! Cepat minggir dari situ!
Kamu jahat, Rin!
Namaku Kanzaki Rin.
Kamu juga boleh memanggilku "Rin".
Mohon kerja samanya, Yuuya.
Ya, mohon kerja samanya, Kanzaki—
Ma-Maksudku, Rin.
Begitu, ya.
Pantas saja dirumorkan banyak orang.
Apa?
Tidak ada. Aku cuma bicara sendiri.
Jika si bodoh itu tetap diam,
aku bisa mengerti kalau dia dipanggil Bangsawan Muda.
Nah, kan? Panggil saja aku Bangsawan Muda!
Karena tingkahmu begitu terus, kurasa itu takkan mungkin terjadi.
Kenapa, sih?
Kurasa kelompok kita akan ramai.
Aku tak sabar lagi untuk edukasi lapangan.
Oh, iya, aku tidak punya ransel besar.
Bagaimana, ya?
Karena kakekku suka bepergian,
mungkin aku bisa menemukan tas koper besar peninggalannya.
Kalau begitu, ayo beli saja!
Teman-teman, mohon kerja samanya.
Ki-Kita akan senang-senang bareng Kaori?
Bukan senang-senang, tapi menemani Yuuya belanja.
Maaf karena merepotkanmu.
Tidak, kok.
Aku justru bersemangat karena bisa belanja bersama kalian.
Aku sampai kaget.
Tak kusangka kamu mengenal Houjou Kaori.
Selain merupakan putri Kepala Akademi, aura di sekitarmu juga terasa begitu mulia.
Cuma ayahku saja yang hebat.
Tolong panggil aku "Kaori" saja.
Ka-Kaori.
Kalau begitu, mohon kerja samanya, Kaori.
Ya.
Oh, iya, di mana Akira?
Aku mengajaknya, tapi dia sedang sibuk.
Sebenarnya aku ingin menemani kalian
dan memberikan saran yang luar biasa untuk Yuuya!
Seperti itu.
Baiklah, mari kita masuk.
Peralatan Fashion Tas & Sepatu & Barang Perjalanan
Alat tulis, Peralatan gaya hidup
Pakaian Keren
Pakaian Wanita, Peralatan Kecantikan & Kesehatan
Shuujinou Cinquante trois Soubu Teahouse Récolte d'autmne The Bear's Tea Cafe Traditional Sweets "Shin" 35 Gelato
Yaruki Sushi Makanan Jepang "Taketomi-tei" Sugimoto Udon Pizza Stallion Chū Shuǐ Chinese Yakiniku Vermilion Teppan Bonjour
Peralatan Fashion / Aksesoris Tas / Barang Bepergian / Serba-serbi Hujan Interior / Kacamata Hitam Sabuk Keren / Aksesoris Ponsel
Perlengkapan Kantor / Perlengkapan Menulis Surat / Perlengkapan Menulis Buku Catatan / Buku Catatan / Perlengkapan Dapur Peralatan Mandi / Perlengkapan Binatu
Kemeja / Kemeja Pesanan Khusus Dasi / Pakaian Dalam Pria Kaus Kaki Pria / Topi Pria
Pakaian Wanita / Pakaian Wanita Ukuran Besar Pakaian Dalam Wanita / Topi Wanita / Sepatu Wanita Aromaterapi / Perawatan Rambut Perawatan Kulit
Kafe
Restoran
Peralatan Fashion Tas & Sepatu & Barang Perjalanan
Tempat ini cukup sepi di hari kerja.
Yuuya, bukankah ini bagus untukmu?
Kamu hebat, Ka-Kaori!
No comments yet. Be the first to leave one.