The first 200 lines.
Navigator ke pilot. Lima menit menuju area sasaran.
Perhatian!
Bom dijatuhkan, pak.
Bom susulan...
Semua bom telah dijatuhkan pak.
Bagus. Lekas pergi dari sini.
Hey, Matrac...
Kita sedang melewati kota Romilly.
Terima kasih.
Bu.
Ya, sayang?
Itu ayah?
Ibu tidak yakin. Kau diamlah sayang.
Ibu segera kembali.
Baiklah.
Pilot ke pembom. Buka pintu bomnya.
Oh, jean, sayang...
hingga kita bertemu kembali.
Kau telah pergi bersama dengan komandan sayap, Mr. Manning,
Tapi aku ingin bergabung kembali dengan kesatuanku tak jauh dari tempat tujuanmu,
Makanya mereka memintaku membawamu dari London.
- Apa tempat tuju... - Kau apa, pak?
Tak ada. Aku bertanya tentang tempat tujuanku.
Rahasia militer, tak diragukan.
Maaf, pak.
Aku menyerah dan aku akui itu.
Tak punya sedikitpun gambaran di mana kita ini berada.
Tak ada papan penunjuk jalan, tak ada marka jalan.
Di suatu tempat di sekitar terusan, kalau aku tidak salah.
Sekalipun untuk wartawan perang,
Ini sangat misterius.
Menarik, sungguh.
Kita sampai, pak.
- Benarkah? - Ya, pak.
Kita ada di sebuah lapangan udara?
Ya, pak. Markas skuad terkenal Victoire.
Aku tak bisa mempercayainya. Di mana barak,
The wind sleeves, the tarmac runs?
Bagaimana cara mereka mengoperasikannya?
Mengagumkan, bukan? Pasukan Prancis mengoperasikannya dengan baik.
Mereka orang-orang yang bisa diandalkan, pak.
- Kau bisa turun, pak. - Baik.
Ini markas besarnya. Biar aku bawa kopormu, pak.
Terima kasih. Kau tak keberatan bila aku melihat-lihat?
Tidak sama sekali, pak.
Aku harus bilang, aku takjub.
Ini merupakan sesuatu yang baru dalam pengalamanku di lapangan udara militer.
Memikirkan semua bom yang luar biasa itu
berasal dari tempat yang tenang seperti ini.
Aku bayangkan bahwa sapi-sapi itu adalah maskot pasukan.
Ya, pak. Mereka membawakan kami sejumlah keberuntungan.
Mereka dari Inggris, tentu saja, dipinjamkan sepenuhnya kepada pasukan Prancis,
Sepertinya mereka tak sanggup membawa dengan baik sapi mereka sendiri kepada mereka.
Sapi Jersey, pak. Susunya sempurna, bila kau suka susu.
Sepertinya lingkungan yang asing ini diperuntukkan buat Pasukan yang mematikan ini dalam masa penugasannya.
Tenang, maksudmu?
Ya. Prancis tak keberatan.
Dalam hal ini, mereka sedikit menikmatinya.
Ini merupakan cara hidup yang sedikit lebih nyaman
Dari waktu ke waktu. Dan sekarang, bila aku diperkenankan, pak,
Aku akan mengantarmu ke perwira penghubung
antara pasukan kemerdekaan Prancis dan kapten kami Fresene.
Masuk.
Senang jumpa denganmu, Hastings.
Aku membawa Mr. Manning. Mr. Manning, dia kapten Fresene.
Kau sangat ditunggu-tunggu, Mr. Manning.
Terima kasih.
Aku...Aku tinggalkan kalian berdua untuk saling kenal dengan baik.
Tapi kau harus tinggal untuk makan malam. Ada satu tempat yang dipesan buatmu.
Maaf, pak. Harus bergegas pergi. Perintah.
Kalau begitu sampai jumpa, pak. Aku akan bawakan barang-barangmu di kamarmu.
- Terima kasih. - Selamat malam.
Terima kasih, Hastings.
Sampai nanti, kapten.
Semoga berhasil. Kau ingin melepas mantelmu?
Ya. Terima kasih.
Minuman sebentar lagi datang.
Atau kau lebih memilih cocktail?
Oh, tidak. Itu saja tak apa. Terima kasih.
Duduklah.
Terima kasih.
Kapten Fresene, maksud kedatanganku kemari...
Aku tahu maksud kedatanganmu.
Kabar tiba sore tadi dari kementerian udara.
Kedatanganmu untuk melihat seorang pengkhianat Prancis, Mr Laval, kami memanggilnya.
Bukan, kapten. Kedatanganku untuk melihat beberapa pasukan Prancis merdeka,
Untuk mengenal mereka dan menulis tentang mereka untuk berita sindikatku.
Kupikir kita bisa melakukan dengan segenap pengertian bahwa kita bisa membereskan bersama
Dalam kondisi yang tak memungkinkan ini.
Kau bisa lihat beberapa di antara kami di sini.
Tentu saja lebih dari itu.
Terima kasih.
Kau pikir marsekal Petain
Memandangmu sebagai pengkhianat sebagaimana Pierre Laval?
Pastinya.
Aku coba bersikap bijak
berdasarkan penilaianku, Mr. Manning.
Aku coba mengingat bahwa marsekal Petain saat ini
berada di tangan orang-orang barbar.
Demi kesehatanmu.
Kau sudah melihatnya beberapa tahun belakangan ini?
Tidak, tapi aku pernah melihat... beberapa tahun yang lalu saat tengah berlangsung pertempuran Verdun.
Dia mengunjungi pasukan kami, di mana ketika itu berada di Argonne.
Kau mengudara dalam perang terakhir?
Ya. Aku pilot di escadrille Lafayette.
Escadrille Lafayette!
Kau pasti telah meyelesaikan pelatihanmu bersama kami, Mr. Manning!
Kita adalah teman lama.
Ini. Mari santap menu makan malam ini.
Aku juga adalah pilot de chasse
dalam skuad 26 pasukan kedua.
Sering kali aku melihat lencana kepala indian dalam patroli pasukanmu.
Sekarang kita bertemu untuk pertama kalinya.
Jika aku mengenalmu sebagai pilot pasukan kami,
Kami akan menemui masalah dengan pasukan itu.
Tak apa. Mungkin aku bisa menemui mereka nanti.
Tentu saja. Mereka ada di dalam ruangan.
Kau sudah perhatikan? Tak ada satupun suara dari mereka.
Ingat pada saat itu?
Gelak tawa, kegembiraan dalam setiap kekacauan,
Gramoponnya miring sekali?
Malangnya... Kami baik-baik saja, kami pasukan Prancis merdeka, tapi kami sulit untuk merasakan kebahagian.
Aku mengerti mereka adalah pembom.
Benteng udara Amerika.
Meski begitu kami telah memulainya tiga tahun yang lalu bersama beberapa pasukan yang kami miliki.
Mereka menyeberangi terusan sebagai kesatuan pada saat gencatan senjata telah disepakati.
Kau datang bersama mereka?
Mr. Manning yang aku hormati, kau menyanjungku.
Aku berusaha untuk selamat, aku buta di sebelah mata.
Tidak, tidak, aku bukan siapa-siapa selain perwira penghubung,
Aku sampai ke Inggris melalui rute yang lain.
P.A.'. Grup a, d, et g,
Perintah untuk berkumpul di tempat.
Grup a, d, et g,
Perintah berkumpul di tempat.
Perhatian.
Mereka akan berangkat sekarang,
Hanya mengingatkan akan nasib sup bit kita ini.
Segera setelah kita selesai, aku akan mengantarmu ke hanggar bila kau mau.
Terima kasih. Aku mau sekali.
Perhatikan langkahmu.
Di atas ketinggian itu kau bisa melihat mereka.
Astaga. Apa itu?
Pesawat ditarik dari gudang gandum?
Timbunan rumput kering untuk menahan menara?
Apa ini tempat yang sama yang aku lihat saat aku ada di sini?
Kau meragukannya?
Pagar pohonnya sudah tidak ada, pepohonannya juga tak ada,
Sawahnya berubah menjadi landasan pacu.
Aku tak meragukannya. Sederhana saja. Seperti sihir.
- Tapi ada satu hal yang tak bisa kupahami. - Apa itu?
Mana Sapi-sapi itu?
Mereka membawanya ke dalam hanggar.
Mereka mengarahkan sapi-sapi itu ke dalam dan menggiring pesawatnya keluar. Ayo.
Mereka akan mengawali serangan malam ini.
Mereka akan menandai sasaran untuk yang lainnya.
Mereka apa mengetahuinya, bahwa mereka akan mendatangkan
serangkaian pertempuran yang melelahkan?
Mereka akan menyerahkan beberapa saat mereka kembali.
Di saat aku berpikir bahwa mereka harus bertemu di udara dan dari daratan...
Kita bisa bangga kalau kita telah melakukan penerbangan 20 tahun yang lalu.
Ya.
Perkenankan aku meninggalkanmu sebentar.
Tentu saja.
Lagi?
Ya. Malam ini ada acara khusus,
Semacam hari ulang tahun.
Aku mengerti.
Kau sudah mendapat ijinku.
Semoga berhasil.
Terima kasih, pak.
Semua pesawat, persiapkan posisi lepas landas.
Semua pesawat, persiapkan posisi lepas landas.
Ganti.
"V" untuk victor. "V."
Kalian bisa lepas landas.
"V" untuk victor. "V." Kalian bisa lepas landas.
"N" untuk Norman. Lepas landas. Semoga berhasil.
Sekarang kita bisa bernapas lega selama beberapa jam,
Mendapat serangan. Ditujukan untuk mereka...
Di mana tempat tujuan serangan malam ini, atau itu apa sebuah rahasia militer?
- bukan ke tempat lain. Berlin lagi. - Bagus.
Berapa banyak?
Lebih dari 2,000 pembom yang ditargetkan untuk malam ini.
2,000. Luar biasa.
Matrac akan menyukainya.
Aku sedang memikirkan tentang orang itu,
Para pemberani ini, punya tekad, terutama si penembak itu,
Orang yang kau ajak bicara sebelum lepas landas.
Aku tak bisa melepas bayangannya dalam pikiranku.
Aku merasa pernah melihat dia di suatu tempat sebelumnya.
Matrac. Dia membuatmu terkesan.
Aku belum pernah melihat wajah penuh semangat atau orang asing seperti itu.
Bukan seorang yang merebut kebebasan.
Bukan. Aku bisa menceritakan padamu tentang dirinya di mana aku tak pernah ceritakan ke orang lain.
Kau mau mendengarnya?
Tentu saja, kapten.
Dalam hal ini aku minta kau
untuk tidak mencatat cerita ini selaku profesimu sebagai jurnalis.
Ini untuk dikonsumsi pribadi. Setelahnya aku pikir ini harus disampaikan.
No comments yet. Be the first to leave one.