The first 90 lines.
Kamu mau kubangunkan di pagi hari?
Sudah kubilang, aku yang akan melakukannya.
(Nilai sastraku 16. Bisakah aku masuk Harvard?)
(Episode. 07 Dunia Mereka)
Lari!
Lari.
Kita terlambat! Lari!
- Kita juga biasanya terlambat. - Tetap saja!
Ayo, kita akan lari sekarang. Ya?
- Ayolah! - Hei, kamu tahu?
Meski terlambat, mereka punya sistem.
Itu cukup mengesankan.
Kamu harusnya tidak mengatakan mereka terlambat.
Mereka konsisten.
(Do Hana, Terlambat beberapa menit tiap hari)
Aku mungkin akan dikeluarkan.
Ibu akan membunuhku.
Mungkin akan lebih keren jika putus sekolah.
Benar, putus sekolah terdengar bagus.
Mungkin harus berangkat ke sekolah dengan Siwoo.
Dia tidak pernah terlambat.
Pak Disiplin.
Tos.
Kita menang berkatku.
Aku belum pernah melihat para siswa tampan itu.
Apa? Mereka tidak tampan.
Aku lebih tampan.
Klub basket?
Kenapa? Kamu mau jadi manajer mereka?
Ya, aku mau.
Astaga, lihat lengan mereka!
Bisepnya...
Apa?
Aku juga punya bisep.
Hentikan itu.
(Nilai terbaik dalam semua mata pelajaran)
Astaga, Kim Hana. Nilai terbaik dalam semua pelajaran?
Seperti yang diharapkan.
Ayolah, kamu juga begitu.
Percakapan yang tidak bisa kuikuti.
(Nilai rata-rata hingga bawah rata-rata)
Itu sangat menjengkelkan.
- Aku ingin tahu... - Hei, Hana.
Aku tidak melihatmu saat makan siang. Lama tidak jumpa.
Kenapa kamu melewatkan makan siang?
Aku tidak lapar.
Aku dengar kamu khawatir karena terlambat terus.
Itu...
Kamu mau kubangunkan di pagi hari?
Sudah kubilang, aku akan melakukannya.
Benarkah?
Kalian akan ke sekolah bersama?
Itu bagus, bukan?
Sayang sekali.
Padahal aku bisa melakukannya.
Bahkan jika begitu, kalian tidak bisa berangkat bersama.
Kamu diantar dengan mobil orang tuamu.
Ayo kita belajar.
- Ayo kita ke gerbang. - Tentu.
Di pagi hari...
Aku akan meneleponmu.
Baik.
(Nilai rata-rata hingga bawah rata-rata)
Saat merasa mereka seperti berada di dunia berbeda.
Apa yang harus aku lakukan?
"Cobalah masuk ke dunia mereka sesekali."
Kamu mau masuk kursus apa, Boram?
Kamu tidak kembali ke kelasmu?
Nanti. Aku hanya mau memeriksa kelasmu.
Seperti apa kelas 3.
Padahal kamu selalu ke sini.
Kamu akan tetap di sini?
Aku hanya...
Apa ini?
Maaf.
Kenapa kamu menghapusnya?
Ingin saja.
Kenapa memotretnya?
Ingin saja.
Gambarmu bagus.
Begitu rupanya.
Kalian datang begitu awal.
Biasanya aku yang datang pertama.
- Aku pergi. - Sampai nanti.
Aku tidak selelah kemarin karena bangun pagi.
Apa ini? Kehadiran zero-sum?
Dia tiba lebih awal dan tidur sepanjang hari.
Do Hana! Bangun.
Kenapa kamu tidak mengangkat telepon pagi ini?
Aku kesiangan, tetapi tidak terlambat.
No comments yet. Be the first to leave one.