The Five Juanas

The Five Juanas (La venganza de las Juanas)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Five Juanas S01E05 NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝕹𝖊𝖙𝖋𝖑𝖎𝖝 𝕽𝖊𝖙𝖆𝖎𝖑

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-05-06
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 197 lines.

- Bagaimana dia bisa keluar kamar? - Entahlah.

- Dia sudah minum obat? - Ya, pukul 18.00, seperti biasa.

SERIAL NETFLIX

Alice.

Tenanglah. Ambil kursinya.

Tenanglah. Tak apa-apa.

Tenanglah.

- Bawa dia ke ranjangnya. - Apakah ini surat?

Coretan tak berarti.

Bawa dia ke ranjangnya.

- Bos, ini surat, lihat… - Sekarang!

Dia tak pernah kejang seperti semalam.

Kau bilang apa kepadanya?

Aku bercerita tentang ayahku.

Ayahmu?

Aku harus tahu namanya,

hanya dia yang bisa memberitahuku.

Kerusakan otak Alice sudah parah.

Air mukanya berubah.

Aku melihatnya.

Aku tahu ibuku ada di dalam sana.

- Ini Pérez. - Ada kabar?

- Semua terkendali. - Bagus. Awasi dia terus.

Baik.

Dia akan meninggalkan apartemen jika tahu. Dia di sana semalaman.

Beri tahu Romero jangan lengah mengawasi dia.

Pérez menggantikan Romero pukul 07.00.

Sudah kubilang aku tak mau orang lain terlibat!

Tak ada yang tahu alasanmu mengawasinya, Pak.

Romero perlu istirahat.

- Pak Bernardo ada di sini, Pak. - Suruh dia masuk.

Permisi.

- Simón. - Bernardo.

Simón.

- Apa kabar? - Senang bertemu denganmu. Ada apa?

Hari ini, Presiden mengumumkan pencalonan resmimu.

- Selamat. - Hebat.

Aku butuh informasi lain,

pekerjaan mereka setelah Conaculta, keluarga, alamat.

- Valentina de la Paz? - Di sebelah sana.

Terima kasih.

Terima kasih, Gregorio.

Ada 48 nama? Yang benar saja!

Kenapa kau di sini?

Val.

Dengarkan.

Kau sudah kelewatan.

Aku bersumpah akan menjaga mulutku.

Ada operasi besok. Kau boleh ikut jika mau.

Chango lagi?

Dia kembali berbisnis, tapi kami menyadap ponselnya.

- Bagaimana? - Teresa. Caridad membantuku mencari tahu…

Maaf. Aku butuh kopi.

Gregorio Robles, asisten Valentina.

Detektif Lorenzo Márquez.

- Kau kemari untuk penyelidikan? - Apa?

Tidak, dia datang untuk urusan lain.

Ayo.

Salam kenal.

Senat punya waktu 30 hari untuk membuat keputusan.

Mereka akan menelaah kehidupanmu dan pekerjaanmu.

Seseorang akan kemari,

yang lain akan menghubungi putramu, istrimu, Rogelio.

Mereka akan membuatnya seperti wawancara sosial, tapi berhati-hatilah.

Mereka seperti anjing yang memburumu.

- Sudah kubilang tak ada rahasia. - Yang penting…

Lanjutkan. Maaf.

Seperti kataku, kau hanya perlu berhati-hati.

- Simón Marroquín. Tinggalkan pesan. - Simón, ini Susana.

Catalina memberiku nomormu,

dan kau memintaku meneleponmu jika butuh sesuatu.

Ini tentang Manny.

Tolong hubungi aku. Ini mendesak.

Aku mau makan malam dengan Ibu hari ini. Bagaimana kalau besok?

Aku punya pekerjaan penting. Rabu?

Aku akan pergi ke Puebla untuk berbisnis. Kau bisa ikut denganku.

Aku karyawan biasa yang punya jadwal. Kapan kau akan pulang?

Jumat.

Ayo bertemu di hotel.

Baik. Urbano?

Pukul 20.00.

Tak ada ponsel, laptop, tablet, atau apa pun.

Kita akan bilang "jangan ganggu" sekalipun ada gempa.

Kali ini takdir tak akan menghalangi.

Sampai jumpa hari Jumat, Federico.

Sampai jumpa hari Jumat, Valentina.

Artikel tentang reformasi sudah siap? Kongresnya diadakan besok.

Ya. Ada di sini. Sebentar.

Hai.

Aku bicara dengan nenekku.

Dia tak bilang apa-apa soal pencarian, tapi dia bicara dengan Ibu.

Di mana dia?

Entah, dia tak bilang,

tapi Ibu bertanya soal aku dan mereka bilang aku di Meksiko.

Bagaimana dengan saudarimu?

Aku tak bisa memberi tahu nenekku. Dia bisa kena serangan jantung.

Aneh sekali ibuku menghubungiku sekarang.

Dia selalu mengirimiku surat.

Bagaimana jika dia memata-mataiku selama ini?

Kau tahu yang kupikirkan?

Dia yang merencanakan perjalananku ke Meksiko.

Mustahil.

Tapi, Pocho, dari mana Kakek Antonio dapat uang sebanyak itu?

Toko hampir tak bisa menafkahi kami. Dia menyuruhku pindah ke sini.

Dia bilang, "Langsung ke Cancún, lalu ke Kota Meksiko saat kau bisa."

Kartu pos…

Bajingan yang menyerangmu juga bagian dari rencana?

Dengar, kau bisa percaya semua itu jika kau mau,

tapi kau sudah tak sendirian, Mati.

Kau bersamaku.

Kau tak butuh ibumu, kakek nenekmu, atau siapa pun.

Paham?

Baik.

Terima kasih.

- Makanannya bisa gosong. - Sebentar.

Tidak, aku…

Aku harus memberitahunya, Claudio.

Tidak, kau bilang mau mengenalnya dahulu dan mendapatkan kepercayaannya.

Aku tak tahu dia punya saudari.

Dia akan berpikir kau Yudas jika kau cerita sekarang.

Kau tak lihat?

Selama Matilde tak tahu kebenaran tentang ibunya,

kita bisa melindunginya.

Paham?

Pukul berapa pengumumannya?

- Kau tak bisa berpakaian seperti itu. - Aku tak mau ikut.

Harus. Kau istriku.

Tapi aku bukan vas hias Tiongkok.

Aku ada acara makan malam. Andai kau memberitahuku sebelumnya…

Baiklah. Jangan mulai.

Aku baru tahu. Teman-temanmu bisa menunggu.

Sialan!

Kau tak butuh aku, Simón. Kau dan Rogelio bisa mengatasinya dengan baik.

- Coba kulihat. - Aku belum selesai.

Tidak. Biru lebih cocok untukmu.

Kau sudah menemui Alice?

Ya, tapi semalam dia mengalami serangan kecemasan dan dia dibius.

Apa Bos memberitahumu?

Alice bangun sendiri dan mencoba menulis sesuatu, Caridad.

- Apa dia menyebutkan pilnya? - Pil apa?

Beberapa pil yang disembunyikan ibumu. Itu bukan kecemasan.

Hugo.

Ada apa ini?

Hanya itu yang kutahu.

Tapi jika aku jadi kau, aku akan memindahkannya.

RUMAH SAKIT JIWA - MANAJEMEN

Halo.

Hai. Ada apa?

Simón, Manny menghilang. Aku belum dengar kabarnya sejak kemarin.

Dia pasti bersama teman atau pacar.

Dia tak punya pacar.

Dia tak menjawab teleponku dan tak meneleponku.

Bagaimana jika terjadi sesuatu?

Ayolah, Susana. Manny bisa jaga diri.

Bukankah kau perlu tak cemas?

Tidak, bukan itu saja.

Seorang pria parkir di depan apartemennya pagi ini

dan dia terus melihat ke arah sini.

- Apa kau mengenalnya? - Tidak.

Aku takut. Aku akan menelepon polisi. Bagaimana jika dia mengenal Manny?

Pergi dari sana. Kutelepon nanti.

Jangan khawatir.

Mungkin dia sopir yang sedang menunggu.

Seharian? Tidak, aku tahu Manny dalam bahaya. Kita harus bagaimana?

Aku akan menghadiri acara penting. Aku akan meneleponmu secepatnya.

Kau di apartemen Manny?

Ya.

Tetap di sana, takutnya dia muncul.

Tapi jangan cemas. Pasti ada penjelasan untuk semua ini.

Baiklah.

Terima kasih, Simón. Dah.

Ini biaya sewanya, Julia.

Jika kau ingin lebih banyak klien,

akan kuberikan diskon besar untuk pamflet, kartu nama.

Mungkin poster bagus untuk di luar? Apa pun maumu, Sayang.

Aku sedang mencoba iklan daring.

Aku baru membuka akun Instagram. Aku punya 16 pengikut.

Unggah foto keren setiap hari.

Itu akan membuat grupmu tumbuh lebih cepat.

- Ke arah sana, aku ke sini. - Baik.

Astaga!

Kau lihat wanita di percetakan?

Seseorang memberi tahu istrimu.

Dia akan mengusirmu malam ini.

Ayo, Martínez.

Terima kasih tak mengadukanku.

Jadi…

Kau benar-benar bisa melihat masa depan?

- Biar kubantu. - Permisi. Aku mencari Manny.

Dia belum datang. Pelanggan dilarang ada di sini.

Aku tahu. Katakan saja apa dia bekerja hari ini.

Kumohon, aku ibunya.

Apa menurutmu aku pengasuhnya?

Keluar! Sekarang juga!

- Apa, Leches? - Masalah di zona empat.

Sialan! Aku akan segera ke sana.

Kau sungguh ibunya Manny?

More Indonesian subtitles for The Five Juanas

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left