The first 200 lines.
"Episode 59"
Berhentilah minum alkohol.
Anda kira bisa mencari jalan keluar
dengan minum alkohol?
Aku
harus menikahi Tae Ju.
Apa katamu?
Kubilang
aku akan menikahi Tae Ju.
Kamu sudah gila?
Apa ada cara lain?
Tidak ada.
Bagaimanapun Pimpinan mendesak kita,
jika aku memilih tidak menikah, itu tidak akan terjadi.
Semua akan berakhir jika aku pergi.
Jadi, itulah alasanku putus dengan kasar dari Tae Ju.
Tapi kali ini berbeda dengan keterlibatan Na Hye Mi.
Saat dia memulai investigasi,
Anda kira dia tidak akan tahu soal hubungan kita?
Itu akan tersingkap.
Riwayat kita pasti tamat.
Sedangkan untuk Tae Ju...
Han Tae Ju yang amat Anda sayangi,
bukan hanya akan terluka dan terabaikan sendiri,
tapi di dalam rumah... Tidak.
Dia akan ditertawakan seluruh dunia ekonomi.
Setelah dilukai pacar dan ibunya
dan menjadi lelucon dunia,
Anda kira dia bisa bangkit kembali?
Walaupun Tae Ju putranya,
Pimpinan tidak akan membiarkan Tae Ju berbuat sesukanya.
Di samping itu,
Na Hye Mi dan kakaknya Na Do Jin
mencari kesempatan untuk mengambil alih posisi Tae Ju.
Tapi tetap saja, ibu tidak bisa membiarkanmu.
Sebaiknya kamu pergi saja.
Ibu juga akan pergi.
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa kita pergi meninggalkan Tae Ju di neraka ini?
Kita tidak bisa membiarkannya
setelah melukainya
sampai dia tidak bisa pulih.
Saat Anda meninggalkanku,
setidaknya aku punya ibu yang baik dan perhatian,
Park Sun Ja.
Serta aku punya Kak Mi Sun, Mi Hye,
Paman Young Dal,
dan orang-orang perhatian yang mengunjungi restoran kami.
Karena orang-orang yang mau memberiku permen
dan uang jajan,
aku tumbuh tanpa banyak masalah.
Tapi Tae Ju tidak punya siapa pun.
Segera setelah kita tinggalkan, orang-orang akan menyerangnya
dan pada akhirnya mencampakkannya.
Tapi itu tidak boleh terjadi.
Bagaimana bisa kita tinggal di rumah yang sama?
Itu tidak ada hubungannya dengan masalah ini, bukan?
Setahuku,
hubungan kita sudah diperjelas sejak lama.
Hubungan kita bukan hubungan orang tua dan anak.
Kita bukan ibu dan anak lagi.
Jika Anda merasa risi dan tidak nyaman,
camkan ini.
Aku bukan putri Anda dan Anda bukan ibuku.
Ini yang sudah kita putuskan.
Seung Yeon...
Kita harus cepat unggul dalam pernikahan ini
agar Na Hye Mi tidak bisa maju lagi.
Hanya dengan cara itu kita bisa aman.
Apa kamu
paham
perbuatanmu ini?
Aku paham, tapi itu tidak penting.
Meski nanti kita ketahuan,
Tae Ju pasti sudah lebih kuat.
Aku tidak peduli apa yang terjadi kepadaku.
Jika Anda tidak bisa
memberikan alasan saat itu terjadi,
bilang saja Anda tidak tahu apa-apa
seperti kali pertama kita bertemu.
Bilang Anda tidak tahu
aku putri Anda.
Seung Yeon...
Apa?
Ibu.
Aku akan menikahi
Tae Ju.
Mi Ri...
Ibu.
Aku harus menikahi Tae Ju.
Kumohon...
Tolong tutup mata kali ini saja.
Aku
mencintai Tae Ju.
Sungguh.
Kamu sudah gila.
Ibu memberimu makanan yang enak dan hangat,
tapi kamu malah melakukan ini?
Kenapa harus dia yang kamu cintai?
Kenapa kamu mau menikahinya?
Ibu, aku harus menikahinya. Aku tidak bisa melupakan Tae Ju.
Hei.
Kamu harus sadar.
Ibu. Setidaknya aku punya Ibu.
Dia tidak punya siapa pun.
Kenapa dia tidak punya siapa pun?
Dia tinggal di rumah besar dan punya uang.
Dia punya semua yang dia butuhkan.
Kenapa kamu harus masuk neraka karena kasihan kepadanya?
Tidak, ibu tidak mengizinkannya. Langkahi dahulu mayat ibu.
Aku akan menikahinya, Bu. Harus.
Apa?
Ibu.
Aku amat menyayangi Ibu dan aku amat bersyukur,
tapi aku harus menikahinya. Harus.
Tidak bisa begini.
Lantas, kita mati berdua.
Mati!
- Kita sama-sama mati saja! - Ibu!
- Mati! - Ibu.
Sama-sama mati saja!
Kita mati saja, kamu dan ibu!
- Ibu. - Mati saja!
- Ibu. - Mati saja!
Apa yang Ibu lakukan? Ibu sudah gila? Lepaskan.
Kamu kira ini alasan ibu membesarkanmu?
Kamu dan ibu mati malam ini. Mati!
Ibu, lepaskan Kakak! Ibu bisa membunuhnya!
Ada apa? Ada apa ini?
Ibu tidak bisa melakukan ini. Ibu tidak bisa hidup seperti ini.
- Ibu. - Pergi ambilkan
racun tikus.
- Ambilkan racun tikus! - Ibu!
"Sup Tulang Sapi Han Cheon"
Bu Kang.
Kenapa kamu kemari sepagi ini?
Menurutmu kenapa?
Sebelum kita berangkat kerja,
aku mau berjalan-jalan denganmu.
Seperti yang kemarin kamu bilang,
maukah kamu menikahiku?
Ya.
Aku tidak tidur semalam.
Bisakah kamu tidur jika menjadi aku?
Kamu terus kabur dariku,
lalu tiba-tiba muncul seperti hadiah Natal untuk setuju.
Bisakah kamu tidur?
Jadi, aku mau memastikan.
Entah kamu mau kabur lagi
atau masih bimbang.
Atau kamu berubah pikiran.
Itu tidak akan terjadi, Tae Ju.
Kamu bisa tenang.
Kamu ingat itu?
Ya.
Sebenarnya,
bangku itu amat familier denganku.
Aku sering duduk di sana untuk makan
selagi bekerja paruh waktu saat kabur dari rumah.
Saat keluar untuk joging,
aku juga sering duduk di sana untuk beristirahat.
Tapi
aku sungguh tidak menyangka bangku itu
akan menjadi amat bermakna bagiku.
Kemari.
Halo.
Pak Han Tae Ju. Anda memesan buket, bukan?
Ya. Kamu tiba tepat waktu.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Duduklah.
Aku akan menanyaimu lagi.
Maukah kamu sungguh menikahiku?
Bicaralah.
Katakan, "Ya, Tae Ju."
Ya, Tae Ju.
Aku akan menikahimu.
Kamu membuat keputusan berat.
Terima kasih.
Aku akan memastikan kamu tidak menyesal menikahiku.
Aku akan berusaha keras.
Aku akan berusaha yang terbaik.
Terima kasih
sudah menungguku, Tae Ju.
Aku merasa seperti bermimpi.
Kemarin malam, aku merasa semua akan menghilang jika aku tidur.
Aku amat cemas.
Aku tidak akan kabur lagi.
Aku akan tetap berada di sisimu.
Sungguh?
Kamu mau tetap berada di sisiku?
Ya, tentu saja.
Jika
setelah kita menikah,
aku benar-benar membuatmu kecewa...
Tae Ju.
Bisakah kamu memaafkanku?
Ya, kurasa bisa.
Aku pernah mengecewakanmu sekali.
Apa pun itu,
aku akan memaafkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.