Release info

슬기로운ㅡ의사생활-Hospital-Playlist-Ep10-NEXT-NF
슬기로운ㅡ의사생활-Hospital-Playlist-Ep10-WEB-DL-AppleTor
A Commentary by ParkMinYoung
𝐄𝐩.10 【𝐒𝐮𝐛. 𝐍𝐄𝐓𝐅𝐋𝐈𝐗】▸Durasi NEXT, 1h.31m.33s

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-05-14
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ik-jun?

Jauh-jauh ke Inje?

Ya. Tadi dia kemari.

- Dia bahkan memberi uang saku. - Tumben sekali?

Dia tak biasanya begitu.

Aku segera menangis sedu sedan.

Kami berdua tidak pernah mengucapkan kata "terima kasih"

atau "maaf".

Aku paham. Aku dan adikku juga sama.

Astaga, tampaknya Ik-jun pun mulai menua.

- Omong-omong, kau sudah berangkat? - Ya. Baru saja.

Nanti kuhubungi lagi di tempat istirahat. Sampai jumpa nanti.

Semua tampak enak. Kita makan apa, ya?

- Ada apa? - Ada rambut di bajumu.

Kau harus terus makan obat?

Ya. Satu tablet obat pereda sakit per hari.

Luar biasa.

Beberapa tahun ini, kau bertahan seperti itu?

Kini aku baik-baik saja.

Aku hanya tak mampu olahraga berat seperti Ik-sun,

tetapi sehari-hari tak masalah.

Aku minum obat karena ada rasa sakit kronis,

tetapi tidak terlalu sakit.

Bertahanlah setahun lagi.

Pengalamanmu selama ini

harus diselesaikan dan mendapat gelar.

Baik.

Aku akan selalu di mengikutimu.

Apa yang enak di sini?

Bila suka daging, ada pasta krim has dalam,

dan bila suka aglio olio, ada pasta ikan pollock.

Kenapa dia tepat waktu?

Kami di sini.

Kecepatan makanmu jauh melambat.

Biasanya kau sudah makan makanan penutup.

Ini lebih cepat.

Aku sedang coba mengontrol.

Makanan di sini enak. Senang bisa makan di luar sesekali.

Seok-min, kau mulai fokus belajar, 'kan? Sebentar lagi ujian.

Ya, aku mulai pekan depan.

Dokter Chae, kau pasti akan merasa kesepian tanpaku.

- Aku akan sering mampir. - Tempat belajarmu di mana?

- Kami boleh berkunjung? - Itu tempat belajar!

Untuk apa berkunjung ke tempat belajar?

Biar aku yang berkunjung. Astaga.

Seon-bin-ku, tak ada yang menyiksamu saat aku tak ada.

Kau pasti bosan.

"Seon-bin-ku"?

Kau menyebutnya "Seon-bin-ku"?

Ahn Chi-hong-ku.

Heo Seon-bin-ku. Dokter Chae-ku.

Apa lagi? Pastaku.

Aku makin curiga karena membantah keras. Kalian sungguh tak ada hubungan?

Apa maksudmu? Tidak ada.

Dokter, mau pesan makanan penutup?

Lihat dia! Dia mengalihkan pembicaraan.

Sungguh tidak, Dokter. Kau anggap aku apa?

Hei, memang aku kenapa?

Pak Kepala-ku, kau sangat luar biasa.

Mana mungkin aku mengincarmu?

"Pak Kepala-ku".

Konon batuk dan cinta tak dapat disembunyikan.

Kini terucap natural.

Pasti ada sesuatu terjadi.

Memang kenapa jika kalian pacaran?

Dokter, apa kita dilarang memacari rekan kantor?

Kenapa tidak? Aku amat mendukung.

Bagus kita bisa saling mendukung di saat sulit.

Ya.

Aku berpacaran dengan Seon-bin.

Seon-bin, kita berpacaran, 'kan?

Kita ketahuan.

Sungguh mustahil.

Siapa yang percaya itu?

Dokter Yong, apa yang harus kita lakukan di situasi seperti ini?

Apa lagi? Kita pesan makanan penutup.

Permisi!

Apa nama perkumpulannya? "Aku Gosu "? Master?

Ya, Aku Gosu.

Kami berkumpul minimal sebulan sekali,

dan aku sudah tak sanggup lagi.

Mereka sangat penasaran dan minta aku mengajakmu hari ini.

Kita mampir makan malam sebentar saja, ya?

Ada apa denganmu, Ik-sun?

Ternyata kau ingin mengenalku sampai sisi tergelap.

Tidak. Mereka semua sangat baik dan lemah lembut.

Namun, mereka pasti ahli bela diri tingkat empat atau lima.

Ik-sun, taekwondo-ku saja hanya sabuk oranye.

Sama dengan U-ju.

Baiklah. Kita pergi bersama.

Aku harus ikut jika pacarku yang minta.

Apa ini?

Jangan bilang kau tak makan ini?

- Halo. - Halo.

Halo.

Halo, Dokter. Aku merasa terhormat bisa bertemu denganmu.

Tidak. Terima kasih sudah mengundangku.

Dia Kapten Hong yang waktu itu membuat masalah.

Dokter, kebiasaanku berubah total setelah kejadian itu.

Malam itu Mayor Lee memarahiku habis-habisan dan...

- Begitu... - Hei!

Benar! Aku baru ingat. Ini...

hadiah sebagai bentuk permintaan maafku.

Ini apa?

Gosu . Ketumbar.

Lahap sekali.

Astaga.

Minum ini.

Minum yang banyak. Anak pintar.

Kau bilang ingin tonkatsu. Kau lebih ingin makan ini?

Ayah ingin coba ikan pollock mayones segigit.

Makan punya Ayah saja.

- Kau mau coba punya ayah? - Aku sudah makan itu kemarin.

Kau kemarin ke sini? Dengan siapa?

Ayah tidak tahu.

Aku pelanggan di sini.

"Pelanggan"?

Astaga, lihat kemampuan diksi putraku!

- Dengan siapa kau ke sini kemarin? - Mo-ne dan ibu mertua.

"Ibu mertua"?

- U-ju, kau tahu arti "ibu mertua"? - Ya.

Ibu dari istri.

Siapa putraku ini? Aku melahirkan seorang genius!

Ayah.

Aku ingin makan satu roti lapis lagi.

Punyamu masih tersisa setengah.

Tolong belikan satu lagi.

Tunjukkan imutmu.

Astaga, jantungku!

DOKTER CHAE SONG-HWA

Pesan dua yang kau mau. Apa saja.

Kalau begitu, tonkatsu , udon...

albap, dan naeng-momil?

Yang lain bisa ikut makan juga, 'kan?

Aku tak bilang apa-apa. Pesan saja.

- Kenapa diam di sana? Masuklah. - Sebentar.

Kau sedang tidur? Kenapa suaramu parau?

Kau terserang flu?

Suaramu sengau.

Kau harus hati-hati saat pancaroba seperti ini.

Sudah makan siang?

Baiklah. Aku takkan lupa makan.

Sudah, ya?

Ya. Aku sayang kau.

Jun-wan!

- Ketuk pintu, Berengsek! - Sudah, Berengsek!

Begitu? Kenapa? Ada apa?

Aku tak mengetuk.

Kenapa aku harus mengetuk ruanganmu?

Minta kontak Malaikat Penolong dari Pusat Medis Kangwoon.

Apa dia bisa menolong pasien rumah sakit lain?

Ya. Aku pernah minta bantuan beberapa waktu lalu.

Kurasa belakangan dia banyak uang. Transfernya cepat sekali.

Sudah kukirim.

Tim Pelayanan Sosial Pusat Medis Kangwoon, Hyeon Jeong-mi.

Dia hanya bicara dengan Jeong-mi. Telepon saja. Pasti dibantu.

- Pasien darurat? - Bukan.

Dia sudah lama dirawat inap.

Dia belum bisa pulang karena biaya.

Kurasa dia coba pinjam uang berbunga tinggi.

Dia kakek sebatang kara,

tetapi rumah kecil kakek itu atas nama dirinya.

Tidak masuk kriteria Tim Pelayanan Sosial. Agak rumit.

Aku ingin bertanya dahulu apa bisa dibantu.

- Sudah makan siang? - Aku ada operasi.

Selamat bekerja!

Ya, benar. Pria 78 tahun.

Dia menjalani operasi hemihepatektomi kanan

karena kanker lever,

dan dirawat lama karena fungsi levernya belum pulih.

Akan kucatat kondisinya, lalu kirim pesan kepada Malaikat Penolong.

Biasanya segera dibalas bila tak ada masalah.

- Mungkin sekitar 30 menit. - Baik. Terima kasih.

Omong-omong, apa Malaikat Penolong itu dokter?

Dia menanyakan kasus pasien secara rinci.

Aku pun tak tahu.

Namun, kurasa dia cukup paham ilmu kedokteran.

Dia selalu menanyakan data pribadi dan kondisi terperinci pasien.

Nanti segera kuhubungi lagi.

Baik. Terima kasih.

DOKTER CHAE SONG-HWA

DESEMBER 2019

TANGGAL 29 BERANGKAT

Ya, Bu?

Sedang apa putra bungsuku yang tampan dan baik hati?

- Hendak makan siang dengan Song-hwa. - Song-hwa?

Bagus sekali, Nak! Apa ibu perlu ikut?

Kami hanya makan makanan pesan antar.

Selain itu, bukan Song-hwa, Bu. Ibu salah.

"Bukan Song-hwa"? Berarti sungguh ada seseorang?

Siapa? Segera nikahi dia!

Ibu paling suka Song-hwa, tetapi tak masalah siapa pun itu.

Tidak ada. Aku hanya salah bicara.

Salah berucap.

Bu, akhir pekan ini aku ke Yangpyeong. Tolong buatkan mi.

Akhir pekan ini aku hendak jalan-jalan dengan Jong-su.

Pekan depan saja.

Namun, aku takkan menerimamu jika berniat membicarakan hal itu.

Kita bicarakan nanti.

Selamat makan dengan Direktur Ju.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left