The first 200 lines.
THE GOOD BAD MOTHER
Ada dua hewan yang seluruh tubuhnya
bisa dimanfaatkan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Kau tahu apa itu?
Manusia…
dan babi.
Semua orang mungkin berpikir bahwa babi adalah hewan kotor dan bau,
tapi sebenarnya tidak begitu.
Babi buang air di satu tempat dan tidur hanya di tempat yang bersih.
Babi sering mandi lumpur untuk menurunkan suhu tubuh
dan menyingkirkan serangga.
Namun, orang-orang malah mengurung babi di dalam kandang kecil.
Pada akhirnya, babi tak bisa mandi lumpur dan harus menggosok dirinya
dengan kotoran dan air seninya sendiri.
Perlahan-lahan babi pun berubah menjadi makin kotor dan kasar.
Bukankah itu menyedihkan?
THE GOOD BAD MOTHER
Namun, yang sungguh menyedihkan,
babi tidak bisa mendongakkan kepalanya
sehingga harus hidup dengan melihat ke tanah selamanya.
Hanya ada satu cara agar babi bisa melihat ke atas.
Yaitu…
dengan terjatuh.
Benar.
Babi memang harus jatuh
agar bisa melihat dunia yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Begitulah babi. Begitu pula manusia.
Tertangkap kau!
EPISODE 1
Aku bahagia
Aku bahagia
Aku bahagia
Benar-benar bahagia
PAKAN JOONGANG
Siapa yang pesan makan?
Rupanya semua berkumpul di sini.
- Astaga! - Halo!
Kau melakukannya sendirian lagi.
- Terima kasih. - Ya.
Perempuan tidak akan kuat.
Astaga. Tunggu, Pak.
Astaga.
PAKAN ANJING, PAKAN SAPI, PAKAN KUDA, PAKAN AYAM, PAKAN BEBEK, SEMUA PAKAN
Astaga. Kau benar.
Perempuan tidak akan kuat.
Aduh!
PAKAN TERNAK LEZAT
Halo.
Young-soon!
Young-soon, bawalah ini.
PAKAN LEZAT
UNTUK UNGGAS
Akan kubayar kekurangannya bulan depan.
Astaga.
- Young-soon, kau bekerja keras. - Ya.
Ambil ini. Sebentar lagi matang, jadi, pasti lezat.
- Terima kasih. - Minumlah.
- Segar sekali. - Berikan ini ke bosmu.
Ini murbei, ya?
Kudengar itu bagus untuk pria.
- Astaga, Bu! - Astaga.
PAKAN JOONGANG
PAKAN JOONGANG
Kau bawa apa saja?
Apa ini?
Itu bubuk cabai yang dipanen langsung di desa.
Astaga.
Bubuk cabai yang dipanen langsung di desa?
Lalu ini?
Apa yang ini dipanen di komplek industri?
Larang dia memberiku hal-hal yang tak berguna.
Suruh saja dia bayar utangnya.
Aku baru ingat.
Ada murbei di kursi depan samping sopir.
Karena itu bagus untuk pria,
Bibi Eun-ju dari peternakan Yeongso memberikannya untukmu.
Eun-ju?
Kenapa Eun-ju memberi makanan
yang bagus untuk pria kepadaku?
Ada di mana murbeinya?
Di mana murbeinya?
Di mana?
Mereka terlalu jelas.
Sungguh.
Selamat datang.
Permisi. Kau sibuk, ya?
Begini…
Apa kau akan ke pemakaman?
Tidak, bukan begitu.
Begini, Young-soon.
Dia sangat cantik, 'kan?
Tadi pagi dia juga makan…
Young-soon.
Menikahlah denganku.
Bersikap baiklah. Pergi.
Hampiri dia.
Ayo.
Kemari.
Murbeinya manis.
- Kau mau ke mana? - Tidak!
- Tidak! - Hei!
- Tidak! - Hei!
- Kembali! - Astaga.
- Tangkap! - Hei!
- Tangkap! - Apa itu?
- Apa itu? - Astaga.
- Dia kabur! - Berhenti!
- Hei! - Babinya!
Tolong tangkap babinya!
Babinya!
Babi?
- Cepat tangkap! - Hei!
- Tangkap! - Hei!
Mau ke mana kau?
- Kemari! - Tangkap!
Tangkap!
Cepat tangkap!
Permisi! Ke mana dia?
- Ke mana dia? - Ke mana dia?
Awas!
- Mengagetkan saja. - Kau baik-baik saja?
Maafkan aku.
- Itu. - Aku terkejut.
- Tadi di sini. - Babi.
- Di mana? - Seekor babi!
Di sana!
- Hei, tunggu! - Di sini.
- Mau ke mana kau? - Tidak!
- Tidak! - Tolong tangkap dia!
Dia ke arah sana.
- Astaga. - Di mana?
Tolong tambah lagi perut babinya.
Baik.
Apa itu?
- Lihat. - Apa?
- Apa itu? - Astaga.
- Astaga! - Tunggu.
- Apa itu? - Di mana kau?
Tertangkap. Sudah tertangkap.
Astaga.
Dasar…
Tidak mau.
Mereka sedang makan perut babi. Ayo pergi.
Silakan makan.
Ayo.
- Apa? - Silakan makan.
- Sudah tertangkap. - Sungguh?
- Ya! - Berhasil.
- Bagus! - Hei.
Young-soon, tunggu.
Meski hari ini berakhir begini,
aku akan melatihnya lebih baik lagi
agar dia bisa langsung menghampirimu lain kali.
Kau mau menikah lagi lain kali?
Tidak, aku tidak menikah lagi.
Apa yang kau bicarakan? Aku…
Apa?
Kalau begitu, ini…
Terima kasih!
Terima kasih!
Terima kasih!
Pantas saja kau sering datang padahal tak beli apa-apa.
Tunggu, diam semuanya!
Kalau begitu, kau akan berhenti bekerja di tokoku?
Tidak boleh.
Aku menentang pernikahan ini.
- Menentang bagaimana? - Bubar semua.
- Itu tak boleh terjadi! - Awas!
Baiklah, aku akan memotret kalian. Lihatlah kemari.
Astaga, cantik sekali.
Satu, dua… Babi!
Tidak ada arus pendek dan listrik dalam kondisi baik.
- Begitukah? - Percikan api paling bahaya,
jadi, sering-seringlah membersihkan debu.
Berhati-hatilah saat menyiram.
Baiklah. Terima kasih.
Tak masalah. Itu sudah tugasku.
Belakangan banyak panggilan ke peternakan babi,
- jadi, tengah hari juga darurat. - Begitu.
Kalau begitu, aku akan mampir lain kali.
Tunggu sebentar.
Terimalah ini.
Tempo hari anakmu ulang tahun pertama, 'kan?
Aku dengar dari ayahku.
- Setidaknya belikan dia baju. - Tak usah.
Aku bahkan tak hadir di pernikahanmu.
Apa maksudmu?
Memangnya aku tak tahu kau tinggal di sana tiap pekan karena ibumu?
Kalau kau tak enak hati,
beri selamat saja untuk anakku saat ulang tahun pertamanya.
Apa? Berarti…
Aku akan jadi ayah!
- Selamat! - Astaga, jantungku.
Astaga. Bisa bayangkan betapa senangnya aku?
Kapan perkiraan lahirnya?
September tahun depan. Shio naga.
Shio naga angka kembar.
Itu hanya terulang tiap 300 tahun sekali.
Lihat ini.
Belakangan ini, aku ingin memberikan nama terbaik untuk anakku,
No comments yet. Be the first to leave one.