Release info

Baahubali 2 The Conclusion 2017 AllBluray Hindi 480p 720p 1080p
A Commentary by eldwin92
For bluray version, enjoy and please rate :)

Tags

BluRay
720p
720
1080
480p
480
Published on: 2017-08-03
Downloads: 311
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dewa Siwa!

Atas semua dosa yang telah kulakukan...

...maka ambillah nyawaku.

Tapi...

...anak ini harus tetap hidup.

Dia harus hidup demi ibunya yang sedang menunggunya.

Dia harus hidup untuk merebut tahta Mahishmati.

Mahendra Baahubali harus hidup.

"Pengorbanan..."

"Pengorbanan..."

"Pengabdian..."

"Pengabdian..."

"Adalah akar cerita ini berasal."

"Sekian lama..."

"Menyimpan amarah..."

"Api pembalasan."

"Apakah ini kematian sang pemberani..."

"...yang dunia gambarkan."

"Apakah sang dermawan turun dari langit..."

"...yang kakinya mencium bumi."

"Apakah takdir..."

"Mampu untuk..."

"Menciptakan sang pengasih?"

"Darahnya yang mendidih..."

"Dan menyembur melalui pembuluh..."

"...adalah Shivam."

"...adalah Shivam."

Peperangan dengan Kalakeya telah berakhir.

Dalam medan perang Baahubali dan Bhallaladeva...

...seimbang dalam keberanian dan ketangguhan.

Tapi karena Baahubali juga menyelamatkan rakyat.

Kemenangan berpihak padanya.

Jadi Ibu Suri mengangkatnya menjadi Putra Mahkota.

Seluruh kerajaan mulai merayakannya.

Orang-orang menantikan hari penobatannya.

Sementara itu, sebuah perayaan diselenggarakan untuk memusnahkan iblis.

Perayaan itu hanya dirayakan selama 26 tahun sekali.

Untuk menjaga kemakmuran, seorang putri menantu dari...

...keluarga kerajaan harus bertelanjang kaki...

...menuju Kuil Dewa Siwa di tengah hutan...

...berjarak 30 mil dari istana...

...membawa semangkuk bara api di atas kepalanya...

...untuk membakar patung iblis...

...tanpa keraguan satu jejakpun.

Hidup Ibu Suri Sivagami Devi.

Hidup Ibu Suri Sivagami Devi.

Hidup Ibu Suri Sivagami Devi.

Hidup Ibu Suri Sivagami Devi.

Serang!

- Kattappa. - Ibu.

Bawa semua orang ke tempat yang aman.

Tapi bagaimana dengan Anda?

Ini perintahku, Kattappa.

Keinginanmu adalah perintah bagiku.

Para tentara, bawa semuanya ke tempat yang aman.

Tanpa ragu satu jejakpun.

"Kejayaanmu tersebar ke segala penjuru."

"Hiduplah Baahubali!"

"Kejayaanmu tersebar ke segala penjuru."

"Hiduplah Baahubali!"

"Kau lebih berharga dibandingkan hidup kami."

"Semua bernyanyi..."

"...tetap bernyanyi, dalam kemenanganmu!"

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Perasaan cinta yang kuat."

"Ikatan batin yang kuat."

"Ketika dia bernafas, yang lainpun hidup."

"Terikat oleh ikatan yang sama."

"Langkahnya bagaikan angin..."

"atau api amarah."

"Ketika dia berjalan, bumi pun berguncang."

"Itulah kelebihan Baahubali."

"Bahkan kematian tak membuatnya takut..."

"...karena dia selalu mengorbankan hidupnya."

"Demi keinginan ibunya..."

"...dia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya dengan cepat."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...bintang yang bersinar terang."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Dia bagaikan..."

"...gunung yang tak bergerak."

"Kejayaanmu menyebar di segala penjuru."

"Hiduplah Baahubali!"

"Kau lebih berharga dibandingkan hidup kami."

"Kejayaanmu menyebar di segala penjuru."

"Hiduplah Baahubali!"

"Kau lebih berharga dibandingkan hidup kami."

"Semua bernyanyi..."

"tetap bernyanyi, dalam kemenanganmu!"

Baahubali! Baahubali! Baahubali!

Ibu Suri.

Sivagami.

Bhalla?

Pernahkah terpikirkan olehmu...

...untuk membunuh ibumu sendiri?

Aku sangat ingin melakukannya.

Bukannya hanya membesarkanmu...

...ketika kau baru lahir.

Dia juga membesarkan Baahubali.

Saat itulah untuk pertama kalinya...

...aku ingin membunuhnya.

Ketika dia membagikan emas, ketenaran...

...hak, segalanya padanya.

Aku ingin membunuhnya.

Sekarang.

Ketika dia memberikan tahta kerajaan padanya...

...tangan ini sangat ingin mencekiknya.

Bhalla?

Haruskah kita membunuhnya?

Kau berbicara dalam keadaan mabuk, Ayah.

Anjing peliharaan ibumu datang.

Hei, anjing!

- Tuanku? - Apa lolongan terakhirmu?

Ibu Suri memutuskan untuk menobatkan Baahubali sebagai raja...

...pada hari perayaan Vijayadashmi nanti.

Beliau ingin Anda orang pertama yang mengetahui berita ini.

Sejarah terulang kembali!

Tahta yang seharusnya jatuh ke tanganku malah jatuh ke tangan adikku!

Dan sekarang tahta yang seharusnya jatuh ke tangan anakku malah jatuh ke tangan anaknya.

Haruskah anakku, cucuku, dan keturunanku nanti...

...terus-menerus menjadi budak?

Jawablah, anjing!

Mengapa aku tidak dinobatkan sebagai raja?

Karena aku cacat?

Lalu mengapa kalau tanganku cacat.

Sedangkan satu tanganku bisa menjalankan kerajaan ini?

Anda tidak dinobatkan bukan karena tangan Anda yang cacat.

Tapi karena otak Anda-lah yang cacat.

Perintahkan saya, Tuanku.

Anjing! Apa kau tak tahu kalau lidah tajammu itu...

...bisa terbelah karena menghina keluarga kerajaan?

Maafkan saya, Tuanku.

Keinginan untuk membunuh istri tercinta...

Bukankah itu tanda kecacatan otak Anda?!

- Kau mendengarnya? - Tidak, Tuanku.

Karena saya seekor anjing...

...maka saya mengendusnya!

Dia putri dari Kerajaan Pataliputra, Varuni.

Di seluruh kerajaannya, dialah yang tercantik.

Tapi matanya tampak kosong.

Dia bukan pilihan yang tepat untuk Baahubali.

- Carilah yang lain. - Tentu, Yang Mulia.

Tolong ingatlah ini, peramal.

Dia tidak hanya menjadi istri Baahubali...

...tapi juga ratu di kerajaan ini.

Tidak boleh ada satupun kekurangan ada padanya.

Anda memanggilku, Ibu?

Baahu, kau harus menjelajahi seluruh kerajaan.

Baiklah, Ibu.

Ibu Suri, hari penobatan sebentar lagi tiba.

Menjelajahi kerajaan bukanlah ide yang baik.

Bahkan Para Dewa dari kuil kita...

...diarak berkeliling disaat hari raya.

Kau tahu mengapa, Menteri?

Agar mereka dapat melihat kebahagiaan dan kesedihan semua orang secara langsung.

Baahu, hanya ketika calon raja melangkah keluar dari dinding istana...

...dia dapat memahami cobaan dari rakyatnya.

- Ya, Ibu. - Biarkan Kattappa menemanimu.

Baiklah.

Ibu, mengapa orang tua ini juga harus ikut?

Dia akan membuatku bosan dengan cerita lamanya.

Bertahanlah untuk yang terakhir kalinya.

Tepat setelah kau kembali...

Ibu akan mendapatkan seorang putri...

...untuk menceritakan cerita yang baru!

- Dialah pencurinya. - Tidak, Tuan. Aku tak melakukannya.

Dia telah mencuri, hukum dia.

Paman, di usiamu ini kau bahkan sangat bersemangat?

Kau seperti terkejut dengan itu.

Dengan aku mengayunkan pedangku disaat aku seusiamu...

Banyak wanita yang tergila-gila, kau tahu?!

Yang benar saja, Paman.

Para Bandit.

Mereka tidak hanya merampok seluruh kerajaan.

Mereka juga membunuh orang untuk kesenangannya.

Ibu membawakan gajah-gajah liar itu khusus untuk kau bermain.

Di pinggir Sungai Pranahita...

...ada Istana Musim Panas yang kubangun untukmu.

Kau menyukainya, Bhalla?

Dengan busur panah ini, kau dapat membunuh dari jarak 50 mil.

Ibu?

Setelah memberikan tahta kepada adikku...

...kau ingin menghiburku dengan hadiah-hadiah ini?

Putramu ini takkan merasa cemburu karena tidak dinobatkan sebagai raja, Ibu.

Keputusan Ibu Suri Sivagami Devi akan kuterima.

More Indonesian subtitles for Baahubali 2: The Conclusion

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left