The first 200 lines.
Sub bY VIU
Resynced == ANANG KASWANDI ==
"Kepada Eun Hee"
"Kepada Eun Hee"
"Episode 15"
Yang benar saja.
Kepada Eun Hee. Aku penasaran akan banyak hal.
Kepada Eun Hee. Aku minta maaf.
Aku tidak tahu arti keluarga.
Boleh kulihat yang itu?
Bisa minta tiga?
Satu cincin, tapi tiga kalung?
Ya.
Maaf aku tidak memberitahumu keputusan terbesar yang kubuat
selama 26 tahun.
Aku melarikan diri karena kupikir keluarga
akan menahanku jika aku memberi tahu mereka.
Aku sudah lama memimpikan ini,
tapi aku tidak sepenuhnya bahagia.
Kukira aku akan lega meninggalkan keluargaku.
Jika kamu menjelaskan dengan baik pada kakak-kakakku dan menghiburnya,
mereka akan bisa mengurus ibu dan ayahku.
Maaf, Chan Hyuk.
Apa ini
arti diriku bagi Ji Woo?
Apa aku keluarga yang ingin dia lepaskan?
Apa yang akan terjadi pada keluarga kami?
Kami benar-benar
tidak saling mengenal satu sama lain.
Ji Woo sudah dewasa sekarang.
Dia bisa meninggalkan apa pun yang dia inginkan.
Termasuk keluarga.
Dia bisa pergi kapan saja.
Tidak ada gunanya sekarang.
Aku ingin memberi tahu Eun Joo.
Aku tidak akan
menyimpan rahasia lagi.
Aku akan mengurus ini bersamanya.
"Masuk, kata sandi salah"
"Masuk, kata sandi salah"
Eun Joo.
Kurasa dia tidak mau menjelaskannya kepada kita.
Aku yakin dia tidak bisa meskipun dia mau.
Banyak hal terjadi baru-baru ini.
Dia mungkin berpikir kita akan menentangnya.
Dia sudah cukup dewasa untuk menikah sendiri.
Kita hanya bisa menunggu.
Tapi ada yang menggangguku.
Mana ada yang meminta bayaran lebih dahulu sebelum bertemu?
Berhentilah berpikir.
Haruskah kamu mengalahkan pasien yang akan dioperasi besok?
Aku makin tua.
Aku tidak bisa memikirkan langkah apa pun.
Aku bisa melihatnya.
Selalu lebih mudah melihat jika itu orang lain.
Benar, kita "orang lain" bagi satu sama lain.
Bukan itu maksudku.
"Permainan Halma"
Ini dia.
Aku tidak menyembunyikan buahnya
untuk diberikan kepada anak-anak saja.
Buah yang tidak kumasukkan ke kulkas
untuk para lansia di panti jompo
tempatku menjadi sukarelawan.
Aku selalu menyimpannya di sana agar tidak tercampur punya kita.
Kamu pasti sangat syok.
- Maafkan aku. - Aku juga minta maaf.
Aku tahu kamu salah sangka dan marah
karena buahnya.
Tapi...
Aku sengaja tidak menjelaskannya.
Melihatmu salah paham
adalah katartis.
"Ya. Silakan benci aku. Salah pahamlah
aku tidak mau memberikan buah untukmu."
Aku membiarkanmu.
Begitulah kita hidup selama ini.
Kita tidak berusaha saling menenangkan.
Mendengarmu mengatakan itu,
akhirnya aku menyadari
kenapa aku mengumpulkan pil tidur itu.
Hanya karena buah itu?
Tidak.
"Dia akan menemukan pil tidurku suatu hari nanti."
"Lalu dia akan tahu aku selalu ingin mati."
Aku ingin kamu menemukannya dan menyesal.
Itu sebabnya aku mengumpulkannya, meski tidak pernah ingin mati.
Untuk menghancurkan hatimu.
Pak Kim Sang Shik, kami akan memindahkanmu ke kamar lain.
Kenapa tiba-tiba?
Tidak mungkin. Dia teliti soal uang.
Dia tidak akan tertipu.
Kurasa tidak.
Dia sering mentraktir teman-temannya.
Apa dia hanya kikir kepada kami?
Kamu tahu soal ini?
Bagaimana aku bisa tahu?
Aku lebih tidak mengenalnya dibanding kamu, Chan Hyuk.
Situasi keluarga kita
seperti membuka lemari yang berantakan penuh barang,
dan isinya langsung tumpah.
Kenapa? Ada masalah lain?
"Tae Hyung"
Hai.
Tae Hyung. Astaga.
Sedang apa kamu di sini?
Pasti berat, harus berpuasa.
Melewatkan satu dua makanan bukan masalah besar.
Kamu yang memindahkanku ke ruangan ini?
Aku tidak keberatan berbagi kamar
dengan pasien lain.
- Aku mengkhawatirkan Ibu. - Benar, bagus.
Kamu punya menantu yang perhatian.
Kamu beruntung.
Bagaimana kamu tahu?
Ibuku melihatmu di rumah sakit.
Jadi, dia mengenali kami dan mengabaikan kami.
Kenapa tidak memberi tahu Eun Joo?
Kami akan mengurusnya.
Kami akan memberitahunya setelah operasi.
Mereka akan segera datang.
Jika Eun Joo tahu kalian ada di sini,
dia akan lebih sedih.
Dahulu kamu sangat menyukai menantumu.
Dia banyak pikiran karena kondisiku.
Kenapa Ibu dan Ayah tidak memberi tahu kita?
Begitu aku memberi tahu Ibu tentang perceraianku,
dia bilang itu karena dia ingin lulus dari pernikahan,
dan menyalahkan dirinya sendiri.
Omong kosong.
Apa mereka tidak akan memberi tahu
jika sesuatu terjadi pada mereka,
karena tidak mau membebani kita?
Bukannya kita tidak akan tahu. Kenapa memperburuk keadaan?
Suruh mereka untuk jujur mulai sekarang.
Tumornya terletak di tempat yang buruk.
Kemungkinan besar akan ada efek samping.
Dia mungkin akan amnesia lagi.
Penglihatannya mungkin melemah.
Atau dia bisa menderita kelumpuhan.
Aku yakin mereka berdua sudah mengetahuinya.
Kita harus menemui mereka. Jangan terlalu banyak menangis.
Apa wajahku baik-baik saja?
Ibu. Ayah. Apa ini?
Kalian tahu betapa terkejutnya kami?
Astaga.
Tidak apa-apa.
Ayah seharusnya bilang kalau sakit.
Bagaimana dengan si Bungsu kita?
Dia harus berada di sini untuk menceriakan suasana.
Apa dia sibuk?
Dia tidak pulang kemarin, ibu menelepon, tapi tidak dijawab.
Biasanya dia langsung menghubungi jika tidak diangkat.
Dia ada perjalanan bisnis.
Kapan?
Itu sangat mendadak.
Apa... Di mana?
Begini...
Di mana itu?
Dia pergi ke luar negeri.
- Apa? - Perjalanan bisnis ke luar negeri?
Dia sudah dewasa sekarang.
Kalau begitu, jangan sampai dia tahu.
Dia akan tahu setelah kembali, jadi, biarkan dia bekerja.
Dia berhati lembut dan peduli pada keluarganya.
Jika mendengar ini, dia akan segera kembali.
Jangan sampai dia tahu.
Baiklah.
"Ruang Operasi"
"Ruang Operasi"
Jangan khawatir.
Sook.
Aku takut
akan kehilangan ingatanku lagi.
Aku takut tidak bisa
kembali lagi.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Kamu bisa melupakan semua hal buruk
dan mengisinya dengan hal-hal baik.
Kami akan membawanya masuk sekarang.
"Ruang Operasi"
"Ruang Operasi"
"Nama Pasien, Kim Sang Shik"
Operasinya berjalan lancar.
Butuh waktu lama karena tumornya berada di lokasi yang buruk.
Kami sudah melakukan yang terbaik.
Mari kita tunggu kesembuhannya.
Kini semua tergantung padanya.
Terima kasih.
Terima kasih.
Operasinya lancar.
Lancar. Syukurlah, bukan?
Sang Shik.
Sang Shik.
- Ayah. - Ayah.
- Ayah. - Sang Shik.
Sang Shik!
Kode biru untuk Kim Sang Shik.
Sang Shik!
- Ayah. - Sang Shik.
No comments yet. Be the first to leave one.