The first 192 lines.
Yang benar saja.
Aku tidak melihat sel darah putih yang lain.
Apa yang sedang terjadi pada tubuh ini?
(Episode 9: Bencana, Kutu Air, dan Makna Bekerja)
Hei!
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Setelah ini ke mana?
Setelah ke testis, ke paha dan tendon achilles,
lalu kembali ke jantung lewat betis.
Kamu memang giat bekerja, ya.
Mungkin porsi kerjaku sudah kamu lampaui.
Itu tidak benar.
Kesampingkan candaku,
tapi sekarang yang berperan penting untuk tubuh ini adalah generasimu.
Aku mengandalkanmu.
Baik.
Oh iya, akhir-akhir ini jarang ereksi, ya?
Mungkin pembuluh darah menyempit akibat stres sehingga darah susah masuk.
Padahal dulu kegiatan rutin tiap pagi.
Oh, dahulu ereksi tiap pagi, ya.
Nocturnal Penile Tumescene
terjadi ketika penis terisi darah secara spontan
dengan interval teratur saat tidur.
Sering disebut ereksi pagi.
Bukan disebabkan oleh hasrat buang air.
Apa ini?
Mereka adalah Trichophyton.
Hanya kroco yang tidak berbahaya.
Trichophyton?
Trichophyton
adalah salah satu jenis jamur yang ada di alam bebas.
Menyusup ke dalam lapisan luar kulit dan menyebabkan rasa gatal.
Menyukai lingkungan hangat dan lembap.
Biasanya mereka tidak bisa menembus tempat ini.
Apa yang dilakukan para sel darah putih?
Saya datang mengantar oksigen!
Permisi!
Eh?
Bukankah jumlah sel sperma sebelumnya lebih banyak?
Kenapa bisa berkurang jauh?
Karena penurunan hormon testosteron akibat merokok, alkohol, dan stres.
Sel Sertoli.
Sel Sertoli.
Tugas mereka adalah merawat dan menyuplai nutrisi untuk spermatogonia.
Selain jumlahnya berkurang, mereka juga tidak bersemangat.
Bagaimana dengan tujuan untuk membuat keturunan?
Tubuh ini tidak memiliki waktu untuk itu.
Kerja bagus!
Iya, sama-sama.
Kenapa mukamu tampak pundung?
Aku berpikir apa yang terjadi dengan tubuh ini.
Eh?
Apa kamu tidak merasa?
Sel-sel di tubuh ini tampak letih dan jumlah mereka berkurang.
Ingat tempo hari saat kita berkunjung ke hati?
Aku harus lebih bekerja keras.
Kita harus mengantar oksigen segar lebih giat.
Kalau tidak, tubuh ini akan semakin memburuk.
Itu bukan masalah kita saja.
Kamu terlihat lebih ceria, ya.
Eh, apa iya?
Jangan bilang kamu mandi minuman energi lagi?
Enggak, kok!
Sel Darah Putih?
Apa kalian lihat sel darah putih lain?
Aku sudah berkeliling ke berbagai tempat,
tapi aku belum lihat.
Sudah kuduga.
Jumlah sel darah putih sangat kurang.
Bukankah sebelum ini jumlah sel darah putih cukup banyak?
Hanya terlihat jumlahnya diperbanyak sementara waktu
untuk melawan bakteri akibat stres.
Namun, setelah pertempuran tanpa henti melawan bakteri dan virus dari luar,
jumlah sel darah putih yang hilang
lebih banyak daripada sel darah putih yang dihasilkan sumsum tulang.
Apa pun alasannya, kalau sel darah putih berkurang,
imunitas tubuh akan menurun.
Waspadalah terhadap bakteri dan virus lebih dari sebelumnya.
Baik.
Aku baru pertama kali lihat.
Apa?
Sel Darah Putih memasang muka cemas di depan kita.
Benar juga.
Apa benar tubuh ini...
Hei, itu 'kan...
Tempat ini adalah paru-paru.
Di sini terjadi pertukaran karbon dioksida dan oksigen,
kemudian oksigen kembali diangkut ke seluruh tubuh secara berulang.
Ada orientasi anak baru!
Sepertinya sudah ada generasi baru sel darah merah setelah kita.
Aku selalu menantikan punya junior.
Dengan begini, aku bisa lempar tugas.
Jangan, dong.
Kamu harus menjadi senior yang bisa dicontoh.
Lagi-lagi keluar kata-kata sang pekerja teladan.
Bukankah saat generasi kita ada lebih banyak?
Iya, ya, sekarang sedikit.
Ini pasti akibat rokok dan alkohol.
Tubuh kekurangan zat besi sehingga produksi sel darah merah berkurang.
Sel-sel darah merah yang berpapasan dengan kita agak berkurang juga.
Karena jumlahnya semakin berkurang, kita harus semakin giat bekerja.
Bukankah itu Senior AA2153?
Itu, lo! Penyandang penghargaan pendatang baru terbaik!
Eh, dia, ya?
Maaf, Kakak Senior AA2153, ya?
Eh, iya.
Boleh bersalaman? Saya penggemar berat Senior!
Eh, aku? Yang benar?
Apa saya juga boleh?
Ya, boleh.
Hebat, dia terkenal.
Oh, iya! Tempo hari saat trombosis menutup arteri pulmonalis,
Senior yang menyelamatkan sel-sel di paru-paru, 'kan?
Iya, kamu tahu banyak, ya.
Kamu sudah menjadi sel yang hebat.
Banyak yang membicarakan prestasimu.
Kamu adalah harapan tubuh ini.
Anda terlalu membesar-besarkan.
Omong-omong, setelah orientasi, mereka langsung terjun ke tempat kerja.
Kalau berkenan, bisakah kamu mengajari mereka?
Aku yang mengajari mereka?
Cocok! Saya sangat berminat belajar dari Senior!
Eh? Bagaimana, ya...
Bagaimana cara menjadi sel darah merah yang hebat seperti Senior?
Eh, aku tidak pernah menganggap diriku hebat.
Pokoknya setiap hari angkut oksigen ke seluruh tubuh.
Karena cuma itu yang bisa kita lakukan.
Hebat! Sifat rendah hati Senior benar-benar keren!
Hentikan.
Dari sini pembuluh akan lebih sempit, jadi kita angkut dengan tangan.
Baik.
Angkut dengan memegang di bagian pojok agar stabil.
Wah, benar!
Tapi lumayan berat, ya.
Yah, butuh waktu sampai terbiasa.
Sini aku angkut beberapa.
Senior yakin?
Iya, tenang saja.
Ayo.
Aman.
Mohon maaf!
Kalian harus mewaspadai langkah kalian dan rintangan ketika melintasi tanjakan.
Baik.
Ah, maaf!
Tidak apa-apa. Biar aku ambil.
Ini alamat bangunan itu.
Hati-hati jangan sampai salah kamar.
Baik.
Kalau slip ini?
- Itu... - Hei, kamu!
Suplai hari ini telat banget! Aku sudah lama menunggu!
Mohon maaf, saya harus mengajari anak ba—
Aku tidak peduli dengan itu!
Kamu harus membawanya seperti tempo biasanya!
Saya mengerti! Akan segera saya antar!
Maaf, gara-gara kami.
Jangan dipikirkan.
Karena tidak ada waktu, aku antar porsi kalian juga, ya.
Tidak! Senior!
Capek banget.
Tidak bisa bergerak lagi.
Senior biasanya membawa sebanyak ini?
Hari ini terhitung sedikit, lo.
Serius?
Senior memang hebat, ya!
Tidak terlihat capek meski membawa porsi kami.
Inikah kemampuan sang teladan penyandang penghargaan?
Aku tidak sehebat itu.
Wah!
Ada apa?
Ada slip yang tertinggal di sakuku.
Telapak kaki?
Kaki bagian bawah, ya. Jauh juga.
Parah.
Tidak apa, biar aku yang antar.
Mana bisa begitu.
Durasi mengantarmu dan aku berbeda jauh.
Kalau sambil mengajari, kecepatanku agak turun.
Aku pikir harus menggantinya dengan mengantar porsi lain.
Mohon maaf.
Masih hari pertama, istirahat saja dulu.
Terima kasih.
Senior bagai malaikat.
Harus berjuang.
Harus bekerja.
Yo, kerja bagus!
Iya, sama-sama.
Lo? Mukamu kok agak pucat?
Aku baik-baik saja.
Oh iya, bukankah sekarang waktumu beristirahat?
Iya, aku menggantikan anak baru mengantar porsi yang dia lupakan.
Hah? Biarkan dia sendiri yang antar.
No comments yet. Be the first to leave one.