The first 200 lines.
"Episode 59"
Apa? Kenapa kalian ada di sini?
Apa yang kalian lakukan kepadaku?
Bagaimana rasanya terbaring di peti matimu?
Apa?
Deul Lae.
Aku sudah menunggu lama untuk ini
Hari ini akan menjadi hari penghakimanmu.
Kalian semua gila.
Kalian mengurung orang waras begitu saja
di rumah sakit jiwa dan memasukkannya ke peti mati.
Sepertinya kalian tidak takut hukum.
Kalian semua, bersiaplah untuk dipenjara.
Pimpinan sedang sakit,
bisa-bisanya kalian melakukan hal segila ini
pada ulang tahun Bu Sa?
Kakak sudah sembuh?
Pak, Anda sudah siuman?
Kenapa?
Kamu tidak senang aku sudah siuman?
Tidak, bukan begitu.
Apa yang terjadi?
Kenapa kamu membawa Pimpinan...
Pak.
Sampai kapan kamu akan terbaring?
Kita hampir berhasil.
Kini kamu bisa membuktikan
Bu Sa bukan pembunuh ibuku.
Jangan terbaring terus seperti ini.
Pulihkanlah sendiri nama baik Bu Sa
dari fitnah terhadapnya.
Sampai kapan Ibu berniat menyembunyikan ini?
Kenapa Ibu membenci Deul Lae?
Ibu tidak menyembunyikan apa pun. Kenapa kamu ini?
Sadarlah.
Jangan memusuhi ibu begini hanya karena wanita.
Kenapa aku tidak boleh menikahinya?
Kenapa Ibu begitu membencinya?
Dengar baik-baik.
Akan kutebus
semua kesalahan Ibu kepadanya!
Astaga, Pil Mo.
Pak, kamu sudah bangun?
Kamu mengenaliku?
Deul Lae.
Benar. Aku Min Deul Lae.
Terima kasih.
Terima kasih telah siuman.
Ayah!
Kapan dia siuman?
Baru saja.
Aku ingin meminta tolong.
Jangan beri tahu siapa pun bahwa Pimpinan sudah siuman,
termasuk ibumu.
Akan kuungkap semuanya besok
saat upacara peringatan kematian Bu Sa.
Tolong jangan beri tahu siapa pun sebelumnya.
Baiklah.
Bu Lee Gye Hwa.
Anda belum boleh masuk.
Ada apa?
Aku Lee Gye Hwa.
Aku kemari karena mencemaskan Pimpinan. Minggir.
Anda tidak boleh masuk.
Kondisinya memburuk sejak pagi tadi,
jadi, belum ada yang boleh masuk ke ruangannya.
Bagaimana dengan Min Deul Lae?
Dia pasti menjaganya di dalam.
Dia sudah pulang tadi.
Kondisi pasien sedang kritis,
jadi, dia harus sendirian.
Kondisinya memburuk?
Sayang sekali.
Berusahalah agar dia bisa lekas sembuh.
Mohon bantuannya, Dokter.
Tetaplah seperti itu sedikit lebih lama lagi
hingga Se Joon menjadi ahli waris Grup Gongryong.
Lee Gye Hwa.
Rencanamu tidak akan berjalan sesuai keinginanmu.
Kenapa?
Kamu berharap Pimpinan mati?
Kenapa bicara begitu?
Kamu tahu aku sangat mencemaskannya.
Lihat saja.
Akan kuungkap semua dosamu hari ini
saat upacara peringatan kematian Bu Sa.
Kamu terlalu leluasa dari semua kejahatanmu.
Habislah kamu hari ini.
Dosa? Aku tidak pernah berdosa.
Kamu membawa Pimpinan yang belum sehat kemari.
Keisenganmu sudah keterlaluan.
Se Joon, lekas antar Pimpinan ke rumah sakit.
Tidak, dia juga harus tahu.
Sudah lama ingin kusampaikan ini
kepada Pimpinan.
Dari mana memulainya?
Haruskah kumulai dari pencurianmu terhadap perhiasan
milik ibunya Se Hu?
Apa? /- Kamu tidak bisa lari.
Aku harus mendengar semuanya.
Buku itu dari kantormu...
Pak, kamu ingat ini, bukan?
Kamu memberikan perhiasan ini untuk ibunya Se Hu.
Ini perhiasan yang asli. Milikmu perhiasan palsu
yang telah ditukar oleh Gye Hwa.
Apa?
Deul Lae, omong kosong macam apa ini?
Kamu membuat perhiasan ini sendiri.
Kini aku akan mengatakan apa yang dilakukan Gye Hwa
terhadap perhiasanmu.
Akan kumulai dari cincin ini.
Cincin itu
pemberian Gye Hwa kepada kakakku
saat dia menghasut kakakku
untuk menguntit Min Deul Lae.
Tunggu, kamu...
Tidak.
Penguntit itu sudah mati.
Benar. Dia bukan penguntit itu.
Hei, apa-apaan ini?
Beraninya kamu berbohong?
Pak, aku adik penguntit yang Anda kenal.
Wanita ini mendekati kakakku yang sangat mengagumi Deul Lae.
Dia berbohong bahwa Deul Lae akan menikahi Anda.
Dia membayar kakakku untuk menguntit Deul Lae, lalu memperalat kakakku.
Itu tidak benar.
Bu Sa yang menyuruhku.
Aku hanya melakukan sesuai perintahnya.
Aku menyuruhmu membunuh Deul Lae. Kerjamu sungguh buruk.
Kamu mendesakku melakukannya karena dia akan menikahi Pimpinan.
Jangan berpura-pura bodoh, Sa Goon Ja!
Seharusnya kamu menyingkirkannya tanpa kesalahan.
Ini. Apakah ini cukup?
Ini cincin safir. Terimalah
dan bersembunyilah di tempat yang tidak terjangkau polisi.
Kamu hanya berhasil membunuh wanita tua yang tidak berguna,
tapi kamu dapat perhiasan mahal sebagai imbalan.
Kamu sangat beruntung.
Kamu masih mau menyangkalnya?
Astaga.
Rupanya bukan Ibu yang menyuruhnya.
Semuanya ulahmu!
Kakak.
Gye Hwa, dengar baik-baik dakwaannya
dan bagaimana kamu akan dihukum.
Konstitusi Nomor 31.
"Orang yang menghasut orang lain untuk berbuat kejahatan
akan mendapat hukuman yang sama seperti pelaku kejahatannya."
Pria itu menguntit Deul Lae
dan membunuh ibunya.
Itu pembunuhan.
Kamu akan dijatuhi hukuman mati,
penjara seumur hidup, atau penjara lebih dari lima tahun.
Gye Hwa, karena kamu menghasut pembunuhan itu,
kamu akan menerima hukuman yang sama seperti penguntit itu.
Kamu kejam. Setelah melakukan itu,
kamu memakai pakaian bagus, riasan tebal,
dan menikmati hidangan hangat.
Bu Sa meninggal tanpa sempat menyampaikan kebenaran.
Kamu juga akan dihukum karena itu dan menderita setelah mati.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Kenapa Ibu tidak mengangkatnya?
Tidak ada orang di rumah juga.
Se Joon juga tidak mengangkat ponselnya.
Sepertinya sesuatu akan terjadi saat ulang tahun Bu Sa.
Aku menghasut pembunuhannya? Itu tidak benar.
Aku tidak pernah menyuruhnya untuk membunuh!
Kalau begitu, kamu mengakui telah menyewa penguntit itu.
Tidak. Aku tidak menyewanya.
Kamu merencanakan semua ini, bukan?
Karena suara adik kembarnya sama,
kalian pasti mengarang semua ini.
Ingin sekali kujahit mulutnya.
Kamu akan tetap berbohong?
Lalu bagaimana dengan anting-anting safir ini?
Kamu pasti ingat memberikannya kepada siapa, bukan?
Wanita itu datang ke klinik pengobatan orientalku
dan memintaku membuat obat yang akan merusak
ingatan orang lain dan ditukar dengan anting-anting itu.
Bu Sa tadinya sehat-sehat saja
sebelum menunjukkan gejala Alzheimer.
Aku pasti gila sudah menurutinya.
Kamu menjebak Bu Sa untuk meminum obat herbal yang beracun
dan membuatnya hilang ingatan serta menderita kantuk berlebih.
Bahkan, kamu membuatnya terkena trauma psikologis.
KUHP 257. Kamu didakwa karena melukai orang lain.
Kamu bisa dipenjara maksimal tujuh tahun, Bu Lee.
Bu Lee!
Ibuku percaya dan bergantung kepadamu.
Teganya kamu melakukan itu.
Kasihan Ibu.
Kasihan ibuku.
Kamu bukan manusia. Kamu jahat.
Pak.
Kamu...
Dia pelayan yang pernah bekerja di rumahmu.
Dia orang yang menerima kalung ini dari Gye Hwa.
Gye Hwa mencuri perhiasan Bu Sa
dan menyuap para pelayan.
Dia memberiku kalung safir
No comments yet. Be the first to leave one.