The first 200 lines.
~ yi yan zhi nian yi nian zhi zhuo ~
~ zhu ding jiu ci fei wo bu huo ~
~ ming zhi shi huo wei he hai bu zhi suo cuo ~
~ zui hao bu jian zui hao bu nian ~
~ ro ci cai ke bu yu ni xiang lian ~
~ duo yi bu de ca jian ~
~ jiu bu bu lun xian ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ rang wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo duo xiang nian ni duo yao yuan ~
~ zao zhi dao shi ku guo ~
~ zhe yi ke ye bu xiang tao tuo ~
~ ke xi zhe zi yan tai ci yan ~
~ liang ge shi jie zhi hou ~
~ bu xiang tao tuo ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo you duo me xiang nian ni you duo yao yuan ~
~ zao zhi dao jie ju shi bu neng kang ju de cuo ~
~ ting liu zai zhe yi ke ~
~ zhi hao qing shen yuan qian ~
Episode 8 Penerjemah: Runi @IDWS
Bunga peony memiliki kesan mulia dan agung. Raja dari segala bunga.
Sangat cocok dengan Putera Mahkota.
Bunga magnolia berwarna putih, menyejukkan dan segar.
Memiliki kesan elegan dan bersih.
Kelihatan seperti Pangeran ke-4.
Bunga plum dapat tetap berkembang dalam kondisi keras dan memulai hidup baru.
Menunjukkan kegigihan yang kuat.
Benar-benar seperti Pangeran ke-13.
Ruoxi, kau ini sangat tahu detail karakter setiap orang saat memperhatikan mereka.
Terima kasih atas pujian Anda, Yang Mulia.
Apa yang kaupikirkan tentang putera-puteraku?
Seorang ayah yang paling mengerti puteranya.
Mereka adalah putera-putera Anda.
Yang Mulia yang paling mengerti sifat para pangeran.
Setiap pangeran memiliki karakter yang unik.
Sama seperti semua jenis bunga ini.
Perkataan yang bagus.
Semua puteraku memiliki karakter yang unik.
Bahkan sifat mereka berbeda-beda.
- Salam hormat Pangeran ke-13 - Berdirilah.
Pangeran ke-13.
Ada apa?
Bukankah Anda telah berjanji akan mengajari saya berkuda kemarin?
Kenapa Anda tidak datang?
Bukankah Kakak ke-4 datang menggantikanku?
Andalah, Pangeran ke-13, yang telah berjanji mengajari saya.
Semalam, Putera Mahkota ingin berbincang denganku.
Karena itu, aku tidak bisa pergi.
Sudahlah... lupakan.
Malam ini, aku akan datang dan mengajarimu.
Bagaimana?
Yakin?
Yakin. Tunggu saja aku.
Ruoxi itu sulit ditangani.
Saat dia marah, dia itu seperti ingin makan orang.
Tidak heran orang bijak bilang...
wanita dan penjahat adalah orang yang paling sulit ditangani.
Inilah yang disebut karakteristik.
Dia itu berbeda dari orang lain.
Eh? Kakak ke-4.
Kau hanya berkuda dengannya sekali saja,
tiba-tiba kau terlihat sudah kenal dia dengan baik.
Jangan meremehkan kegiatan berkuda.
Kau dapat melihat sifat seseorang dari caranya berkuda.
Meski kelihatannya Ruoxi tak banyak bicara dan berhati-hati,
sebenarnya dalam hatinya dia tidak mempunyai rasa takut.
Keberaniannya juga datang dari dalam hatinya.
Kakak ke-4, kelihatannya semakin kau mengenalnya, semakin kau menyukainya.
Pangeran ke-13.
- Baguslah kau ada di sini. - Puteri Minmin.
Ada keperluan apa kau ke sini?
Malam ini, kami akan pergi berburu lagi.
Kali ini aku pasti tidak akan kalah darimu. Akan kuperlihatkan!
Malam ini?
Kau sudah punya janji?
Aku seharusnya mengajari seseorang menunggang kuda.
Kita pergi lain kali saja.
Apa serunya mengajari orang menunggang kuda?
Ikut aku saja, kita pergi bersama.
Ikut aku saja, kita pergi bersama. Ayolah...
Kau pergilah.
Malam ini, aku tidak ada kegiatan.
Biar aku yang mengajarinya berkuda.
Baiklah.
Karena Kakak ke-4 bilang akan menggantikanku mengajarinya...
Baiklah, aku ikut berburu.
Bagus! Ayo ikut. Terima kasih.
Ayo cepat!
Salam hormat, Pangeran ke-4.
Berdirilah.
Saya mempunyai tugas pagi ini dan...
sekarang saya sedikit lelah.
Saya tidak ingin mengganggu Pangeran ke-4 malam ini.
Saya izin undur diri.
Lepaskan!
Bukankah ini yang kauinginkan?
Jika Pangeran ke-4 ingin berbuat kasar,
saya tidak punya kekuatan untuk melawan.
Kenapa aku harus berbuat kasar?
Ayo.
Tarik kembali.
Lebih ke kiri.
Kau pasti banyak berlatih.
Ya, Huang Ama.
Ruoxi. Ruoxi.
Yang Mulia.
Ada apa? Kau kelihatannya kurang sehat.
Jiwamu sepertinya hilang entah ke mana.
Mungkin karena hamba berlatih menunggang kuda semalam.
Hamba agak lelah.
Meski kau suka berkuda, kau harus bisa mengontrol keinginanmu.
Baik.
Salam hormat, Huang Ama.
Puteramu memberi salam pada Huang Ama.
Berdirilah.
Terima kasih, Huang Ama.
Kelihatannya, pelatih berkudamu semalam...
sangat keras dan serius.
Bagus!
Putera Mahkota.
Kemampuan memanahmu meningkat.
Terima kasih pujianmu, Huang Ama.
Biar aku mencobanya juga.
Pangeran pertama juga cukup bagus.
Kemampuan memanahnya bagus.
Adik ke-13. Pasti mudah bagimu memanah ke pusat sasaran.
Perlihatkan kemampuan memanahmu juga.
Perlihatkan bagaimana kemampuan memanah sejati itu.
Kakak pertama, mataku kemasukan debu.
Aku tidak bisa bergabung hari ini.
Kalian silakan bersenang-senang.
Baiklah, ayo kita lanjutkan.
Malam ini, saya akan datang ke tempat Anda.
Kakak Ke-4, apa yang terjadi semalam selain dirimu yang mengajari Ruoxi berkuda?
Tidakkah dia memberitahumu tadi? Apa dia baik-baik saja?
Dia tidak bilang apa-apa.
Tapi, aku merasa dia sedikit aneh.
Kelihatannya dia sangat marah.
Dia juga sepertinya menyimpan dendam.
Kalau hanya kegiatan berkuda saja...
seharusnya tidak seperti itu.
Apa karena Kakak ke-4 terlalu memaksa mengajarinya?
Atau mungkin ada sebab lain sampai dia marah?
Adik ke-13.
Menurut pendapatmu, bagaimana sikap Ruoxi terhadap diriku?
Dia memperlakukanmu dengan ekstra hati-hati.
Aku juga menyadari kalau dia sangat cermat dan sangat memperhatikan gerak-gerikmu.
Tapi, dia tidak berani terlalu dekat denganmu.
Aku tidak akan mengajari Ruoxi berkuda lagi.
Aku serahkan masalah ini padamu.
Tapi, kurasa dia tidak ingin belajar menunggang kuda lagi.
Ruoxi.
Kesalahan apa yang telah kuperbuat?
Kuberi tahu ya.
Pandangan matamu padaku pagi ini sungguh menusuk.
Jika orang lain yang kaulakukan seperti itu,
pasti dia akan terkena serangan jantung.
Kalau begitu, Pangeran Ke-13.
Kesalahan apa yang telah saya perbuat...
sampai membuat Anda melanggar janji?
Kali ini, kau benar-benar telah salah paham.
Waktu pertama kali, aku benar-benar bersama Putera Mahkota.
Meski yang kami bicarakan bukan masalah penting,
aku harus tetap menunjukkan rasa hormat pada dirinya.
Yang kedua... pokoknya aku tidak bohong padamu.
Benar-benar ada hal yang harus kulakukan.
Siapa? Selain Kaisar dan Putera Mahkota,
siapa lagi yang bisa membuat Anda melanggar janji?
Puteri Minmin.
Jadi begitu ya.
Anda lebih memilih Puteri Minmin daripada saya.
Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Kenapa kau bilang begitu?
Memang bagaimana hubungan kita?
Tentu saja bagiku kau ini lebih penting.
Tapi di hati Puteri Minmin, Anda lebih penting.
Saya rasa dia menyukai Anda.
Tidak, kurasa dia tidak menyukaiku.
Tapi, perasaanku mengatakan kau tertarik pada Kakak ke-4.
Dengan kata lain, saat aku memintanya untuk mengajarimu menunggang kuda...
Sebenarnya, aku telah mengabulkan keinginanmu.
Kau harus berterima kasih padaku.
Keinginan?
Kenapa saya harus menyukai Pangeran ke-4?
Masih tak mau mengaku?
Baiklah kalau begitu. Coba ingat, saat kau menyiapkan teh di depan Huang Ama.
Aku selalu melihatmu memperlakukan Kakak ke-4 dengan agak berbeda.
Biasanya kau bersikap dingin pada Putera Mahkota.
Tapi, kau terlihat memperlakukan Kakak ke-4 dengan lebih istimewa.
Kau bertanya padaku apa yang disukai dan dibencinya.
Bahkan sampai jenis teh dan kue kecil kesuakaannya.
Perhatianmu pada saudaraku yang lainnya tidak sampai seperti itu.
Jika kau tidak menyukainya,
aku tak tahu lagi apa alasanmu sampai melakukan hal seperti itu.
Bukan begitu.
Apa kau malu?
Aku bilang ya...
Ini karena hubungan baik kita maka dari itu aku mengatakannya.
No comments yet. Be the first to leave one.