The first 200 lines.
Para pendengar terkasih,
hari ini kita akan
melanjutkan cerita yang belum diselesaikan kemarin.
Pemeran utama pria yang tanpa sengaja menyakiti hati Manli.
Kemudian dia sangat menyesalinya.
Setelah melewati beberapa hari pergumulan,
dia memutuskan untuk menulis surat
dan mengajak Manli bertemu
untuk melamar Manli.
Maaf, Paman Ma.
Cari mati ya?
Terima kasih.
Menyingkir.
Kebakaran! Cepat lari!
Hari ini aku memasak hidangan spesial.
Bukankah sudah kubilang biar Bibi Rong saja yang masak?
Tidak usah begitu repot.
Ibuku menganggapmu sebagai menantu.
Tapi bagiku,
kamu hanya tamu di sini.
Kalau bukan karena ibu berbohong
penyakitnya tidak bisa disembuhkan
dan ingin aku membahagiakan dia,
aku tidak akan menikahimu.
Aku sudah berjanji pada ibu untuk menjagamu dengan baik.
Apa kamu hanya bisa terus mengulangi kalimat ini?
Menjaga aku?
Seberapa banyak kamu mengerti aku?
Mataku terpejam di foto ini.
Yang lainnya lumayan bagus.
Sebenarnya kamu sangat fotogenik.
Kalau suatu hari,
aku menjadi tua dan jelek.
Apa kamu masih akan menyukaiku?
Junchu,
mari kita menikah.
Aku sudah tahu jawabannya.
Sudut pengambilan gambar Shen Junchu sangat bagus.
Mulai sekarang,
mari kita mulai dari awal.
Oke?
Apa sudut ini bagus?
Ini?
Junchu.
Kalau suatu hari,
kita terpaksa harus berpisah.
Kuharap
sesekali kamu akan mendengarkan rekaman ini
dan selalu mengingatku.
Junchu.
Junchu.
Ada apa?
Aku mendengar suara-suara aneh.
Jadi aku naik untuk melihatmu.
Aku baik-baik saja.
Tuan Muda pernah berpesan,
selain dia
tidak ada yang boleh memasuki kamar ini.
Bibi Rong,
siapa yang dulu tinggal di kamar itu?
Sudah berapa lama kamu di sini?
Siapa yang tinggal di rumah ini sebelum kami?
Dulu...
kerabat jauh Nyonya Shen tinggal di sini.
Tapi sudah dikosongkan sejak tiga tahun lalu.
Sempat tidak ditinggali beberapa saat.
Nyonya Besar bilang rumah ini ditinggalkan untuk Tuan dan Nyonya.
Nyonya?
Itu Anda.
Rumah ini terlalu besar.
Ada beberapa tempat yang belum kukunjungi.
Bisakah kamu mengajakku berkeliling?
Memang kenapa?
Apa?
Tidak apa-apa.
Bibi Rong.
Katakan saja jika ada yang ingin dikatakan.
Latar belakang keluarga kita sama.
Tidak ada begitu banyak aturan.
Aku sering mendengar suara aneh di rumah ini.
Seperti ada yang bicara padaku.
Bagaimana pun, Nyonya Besar telah menerima Anda di rumah ini.
Anda...
hiduplah dengan tenang di sini.
Di kampung halaman kami,
jangankan kelelawar.
Bahkan belalang saja kami makan.
Kami membawa anak sapi
untuk mandi di danau.
Kemudian belalang akan memenuhi tubuhnya.
Setelah belalang puas minum darah,
kikis mereka dari tubuh anak sapi dengan pisau kecil.
Membukanya
dan memeras darah dari dalamnya.
Lalu campurkan dengan sedikit minyak wijen.
Luar biasa enak.
Hentikan.
Sudah.
Tentang masa lalu,
Anda tidak perlu bertanya lagi.
Jangan dibahas lagi.
Tuan Muda tidak suka mendengarnya.
Mengerti?
Siapa?
Siapa itu?
Siapa yang berbicara?
Siaran radio 84,5 FM.
ini waktunya "Pejuang Cinta“.
Halo semuanya.
Aku pembawa acara kalian, Xu Manli.
Para pendengar tercinta,
hari ini kita akan
melanjutkan cerita yang belum diselesaikan kemarin.
Pemeran utama pria yang tanpa sengaja
telah menyakiti hati Manli.
Kemudian dia sangat menyesalinya.
Setelah beberapa hari pergumulan,
dia memutuskan untuk menulis surat
untuk menunjukkan perasaannya pada Manli.
Di sini Stasiun Radio Shanghai Osbourne.
Siapa yang mengizinkanmu masuk?
Ibuku datang.
Dia di bawah.
Aku tidak ingin mengganggunya.
Tapi ingat baik-baik.
Kalau lain kali
kamu berani kemari lagi,
akan aku usir kamu dari sini.
Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan sepanjang hari.
Bukankah katamu kamu tidak syuting film lagi?
Kenapa sepanjang hari tidak terlihat?
Sulit bagi Sansan untuk bertemu denganmu.
Bibi Rong ini,
entah aku harus marah padanya
atau berterima kasih padanya.
Dia bilang aku memiliki takdir pertemuan,
memaksaku untuk pergi ke kuil dan menjadi vegetarian.
Kalau tidak, aku tidak akan tinggal terpisah dari kalian.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi,
kalau bukan karena sepanjang hari ditakuti olehnya,
mana mungkin bisa mendapatkan menantu sebaik Sansan.
Kamu...
Mengesalkan.
Sungguh mengesalkan.
Pelan sedikit.
Kenapa bisa ada hal seperti ini?
Dia muntah ke tubuhku.
Jangan marah.
Sungguh menjijikkan.
Maaf.
Aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu.
Apa ibu baik-baik saja?
Ibu dan Bibi Rong kembali ke kuil.
Ganti pakaian.
Istirahatlah lebih awal.
Bagaimana denganmu?
Belum mau tidur?
Aku masih ada pekerjaan.
Junchu?
Namaku Manli.
Aku kekasihnya.
Sebenarnya kami sudah akan menikah.
Tapi satu tahun lalu,
aku mengalami kecelakaan
dan meninggal secara tiba-tiba.
Melihatnya tidak bisa tidur setiap malam,
hatiku lebih sedih daripada kamu.
Kamu tahu bagaimana rasanya
mencintai seseorang tapi tidak bisa mendekatinya
dan tidak bisa menjaganya secara langsung?
Sakit.
Sakit yang tak berujung.
Aku tahu kamu tulus terhadap Junchu.
Sekarang,
gantikan aku.
Buat Junchu melupakan aku.
Jalani kehidupan kalian yang baru.
Bagaimana mungkin?
Itu mungkin.
Selama kamu bersedia, itu mungkin.
Seperti malam ini, bukankah sangat baik?
Junchu bukan hanya bersedia bicara padamu,
dia juga memberikan piyama padamu.
Apa yang kamu lakukan?
Aku merasuki tubuhmu.
Aku meminjam tubuhmu.
Aku ingin bicara dengan Junchu,
ingin menyentuhnya.
Meski hanya sebentar saja.
Tapi jika aku
mendekat padanya,
aura dingin di tubuhku akan membuatnya sakit.
Sansan,
selama kamu bersedia...
selama kamu bersedia, kita bisa menolong Junchu bersama.
Sansan.
Pergi!
Junchu!
Tuan Shen mengalami masuk angin.
Asma dengan komplikasi pneumonia
No comments yet. Be the first to leave one.