Paripi Koumei (Ya Boy Kongming!)

Paripi Koumei (Ya Boy Kongming!)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Paripi Koumei S01E09 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-05-27
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Pasukan Lu Bu menghadapi pasukan gabungan Liu Bei dan Cao Cao.

Sosok Zhang Liao yang bertarung keras sebagai komandan pasukan Lu Bu

membuat Guan Yu sangat terkesan

dan meminta agar Zhang Liao tidak dibunuh.

Beberapa tahun kemudian,

Guan Yu yang terdesak oleh pasukan Cao Cao menolak untuk menyerah

dan memilih untuk mati.

Namun, Zhang Liao membujuknya untuk mengubah pikirannya.

Katanya setelah itu pun,

mereka memupuk persahabatan tersebut.

Lalu di masa kini,

ada sebuah persahabatan yang juga hendak terjalin dengan erat.

Eiko berusaha menemukan identitasnya

dengan bernyanyi bersama Nanami di jalan.

Seperti Nanami, aku juga ingin mencoba bernyanyi dengan gayaku sendiri.

Mereka berdua juga bersama selain saat konser di jalan,

dan perlahan-lahan saling membuka hati.

Aku ingin bisa tertawa terus bersama Nanami!

Ingin memperluas jangkauan pengekspresiannya seperti Nanami.

Eiko yang berpikir seperti itu

terus bernyanyi dengan sungguh-sungguh.

Eiko, tadi itu sangat bagus!

Eiko yang akhirnya mendapatkan gayanya sendiri berlari ke tempat Kido.

Persahabatan erat yang bertunas di antara mereka berdua

akan terus berlanjut...

atau begitu yang mereka kira.

Halo?

Kuon, kudengar belakangan ini kau bernyanyi di jalan?

Bagaimana kau tahu?

Kurasa kau paham.

Berhenti sekarang juga.

Lalu, sepertinya kau bernyanyi bersama seseorang.

Jangan pernah berhubungan dengannya lagi.

Kembali sebelum waktunya rapat.

Mengerti?

Oh.

Bagaimana?

Bagus.

Tapi, belum seberapa.

Eh?

Kau lebih baik dari sebelumnya, tapi,

bagian yang lebih utama...

Untuk apa kau bernyanyi?

Kau harus memahami hal itu.

Bagaimana?

Katanya aku harus tahu untuk apa aku bernyanyi.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Kau sudah bisa bernyanyi dengan gayamu sendiri, kok.

Daripada kakek puding, percayalah padaku!

Makasih!

Oh, ya.

Kita pergi untuk rekreasi sedikit, yuk.

Rekreasi?

Oh, ya. Kantong Zhuge Liang.

Tiket lantai observasi Sky Square.

Hm?

Yay!

Terima kasih semuanya.

Tidak kusangka kalian akan datang ke sini.

Tentu saja kami datang.

Pahlawan daerah kita akan bertanding lagi dengan Red Hare.

Jadi kami ingin membantu.

Kalau mau, kami bisa menemanimu setiap hari.

Ya, 'kan, Sasaccho?

Ya. Jam segini aku selesai pekerjaan dan tidak ada kerjaan, sih.

Begitu. Susah juga, ya.

Eh? Tunggu dulu.

Selesai pekerjaan, tidak ada kerjaan.

Sasaccho, kau sengaja bikin rima?

Habis, sebelumnya kau bilang rimaku tidak ada yang pas, sih.

Kau langsung membalasku!

Sasaccho, kau sombong sekali menantang Kabe Taijin.

Maafkan aku. Terlalu cepat 5 tahun. Kupergi toilet dulu.

Hebat. Tiga kali berima.

Tapi, rima yang payah sekali.

Apa katamu? Ini gayaku!

Ada apa?

Ah, bukan apa-apa.

Bukan apa-apa.

- Gayaku... - Tidak perlu cemas.

- Iya, ya. - Youtube-ku tidak bernama.

Apaan, tuh?

Wah, tinggi sekali!

Ini jelas bikin semangat!

Oh, ada kapal udara!

Hei, Nanami. Saat kau bernyanyi, apa yang kau pikirkan?

Untuk apa kau bernyanyi, misalnya?

Aku?

Kurasa, aku tidak memikirkan apa pun.

Aku hanya bernyanyi sesukaku...

kalau di jalan.

Kalau di jalan?

Sudah kukira. Kau pasti penyanyi profesional, 'kan?

Soalnya kau sangat jago!

Yah, kurasa aku memang profesional.

Aku tidak menunjukkan wajahku, sih.

Tuh, 'kan! Kau memang kelihatan seperti orang yang bekerja di dunia musik.

Apa kau musisi studio?

Atau anggota tur band terkenal?

Aku ingin membicarakannya padamu.

Soalnya, mungkin ini akan menjadi kali terakhir.

Eh? Apa?

Maaf.

Harusnya aku lebih cepat memberitahumu.

Tapi di depanmu,

aku ingin menjadi diriku apa adanya.

Jreng!

Aku pemain bas dan vokalis band idola Azalea,

Nanami Kuon.

Begitulah.

Bohong.

Paripi Koumei.

Nanami anggota Azalea?

Ini bohong, 'kan?

Habis, kesanmu berbeda jauh.

Awalnya, kami berbeda.

Oh! Drum Futaba sempurna!

Terima kasih. Kau juga sangat bagus, Ichika.

Hei, aku bagaimana?

Tentu saja, permainan bas dan vokal Nanami yang menyempurnakannya!

Jadi ingin segera festival budaya.

Aku agak cemas karena belum pernah main di depan umum, sih.

Semuanya juga begitu.

Tenang!

Ya.

Iya, ya.

Kenapa?

Kita belum menentukannya.

Nama band kita!

Benar juga! Aku lupa saking fokus latihan!

Kalau begitu, ayo ajukan satu ide untuk setiap satu orang.

Eh?

Kalau begitu, mulai darimu.

Oke.

Ide dariku "Band Band Band"!

Ditolak.

Eh?

Kenapa "Band Band Band"?

Soalnya kita bertiga.

Jadi Band Band Band.

Oke.

Giliranku.

Ambil satu huruf dari Nanami, Ichika, dan Futaba,

jadinya Nanaichiba.

Bagaimana?

Oh, boleh juga!

Ya, 'kan?

Futaba bagaimana?

Punya ide?

Ya, ada nama yang sudah kupikirkan, sih.

Azalea. Bagaimana?

Azalea? Apa artinya?

Itu nama bunga.

Lalu, bahasa bunga ini adalah

kegembiraan di masa muda.

Bagus, tuh!

Aku membentuk band bersama teman SMA-ku

dan memainkan musik yang kami suka.

Bagus. Itu bagus sekali!

Debut kami adalah di panggung festival budaya.

- Hebat! - Kalian keren!

Astaga.

Asyik sekali!

Bulu kudukku masih berdiri.

Aku terharu!

Selama berada di SMA maupun setelah lulus,

aku ingin bermusik terus!

Makanya,

kita lakukan bersama, yuk!

Hei, kita masih kelas satu, tahu?

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti!

Kenapa? Kalian tidak mau?

Tentu saja kami mau!

Oke! Azalea dimulai dari sini!

Setelah itu, kehidupan SMA kami berpusat pada musik.

Setelah lulus pun

kami bertiga datang ke Tokyo demi bermain musik.

Begitu rupanya.

Yah, meski datang ke Tokyo,

kesempatan tidak pernah menghampiri kami.

Melakukan konser pun, kami susah mengumpulkan penonton.

Tapi, waktu itu masih menyenangkan.

Karena kami bisa memainkan musik yang kami suka.

Masih?

Tidak lagi saat orang itu muncul.

Jadi,

kalian ingin bermain musik seperti apa?

Tentu saja rok!

Musik yang akan mengguncangkan hati pendengarnya!

Benar!

Kami ingin memainkan musik yang berimpak kuat!

Lalu, Azalea berasal dari nama bunga yang artinya kegembiraan di masa muda.

Makanya, kami ingin mengekspresikan semangat

saat kami baru memulai band ini.

Oh, Futaba! Argumen yang bagus!

Konyol.

Kalian memang tidak tahu apa-apa.

Sudah 3 tahun band kalian dibentuk.

Jika kalian tidak bisa mengisi setengah klub musik yang berkapasitas 50 orang,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left