The Mentalist

The Mentalist

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Mentalist S02E17 The Red Box NF WEB-DL WEBRip
A Commentary by LinKy

Tags

webdl
netflix_synced
Published on: 2026-08-20
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Namanya Madeleine Hightower. Sebelumnya dia di bidang intelijen.

- Bos baru? - Madeleine Hightower. Bos baru.

Kepala Deputi Jaksa Agung. bilang dia akan tiba besok.

Kabarnya dia orang yang keras dan punya koneksi politisi.

- Ini kabar baik untuk kita. - Kita lihat saja nanti.

- Kau tak perlu cemas. - Aku tak cemas.

Kau agen teladan, tak ada alasan untuk cemas.

- Aku baik-baik saja. - Katakan itu pada dirimu sendiri.

Kediaman Keluarga Hopper Bank Citrus Heights, California

Apa kabar?

Vic Bandino, Keamanan Pemukiman. Terima kasih sudah datang.

- Agen Lisbon, ini Patrick Jane. - Wayne Rigsby.

- CBI, kau hebat! - Bandino, apa kabar?

Kami memecahkan kasus bersama dulu.

Kepolisian San Diego, Unit Anti-Pembakaran.

Waktu yang menyenangkan. Ingat pengintaian di Prismo?

- Kau telepon gadis itu? - Bisa tunjukkan mayatnya?

Tentu saja, mari.

Di paviliun. Nama James Smithson, 28 tahun. Warga negara Inggris.

Pengajar dengan bayaran mahal untuk anak-anak sekitar.

Putri pemilik rumah salah satu muridnya.

Beberapa bulan yang lalu dia pindah ke sini.

Rigsby, cari tahu kenapa tak ada petugas koroner di sini?

Baik.

Kau yang temukan mayatnya?

Anak pemilik rumah ini. Dia datang untuk belajar.

Dia telepon ayahnya, lalu ayahnya meneleponku, aku hubungi Jim.

Kenapa bukan polisi lokal? Kenapa kita?

Apa-apaan ini, Vic? Seharusnya hubungi aku saat tiba.

- Maaf, Tuan. - Aku Hopper Banks.

Aku Agen Lisbon, CBI. Ini TKP.

Ini rumahku.

Tn. Banks, aku minta kau pergi. Bisa lakukan itu untukku?

Aku akan ada di rumah utama, aku minta laporan lengkap.

Kabari aku jika mayatnya sudah dipindahkan.

Itu sebabnya aku menghubungimu.

Dia orang yang berkuasa di California.

Tak mau kepolisian setempat, dia minta yang terbaik.

Petugas koroner sedang dalam perjalan.

Sekali tembak. Dilihat dari lukanya ini kaliber .38. Tak ada pistolnya.

Tenang, hanya pemeriksaan visual. Aku tak sentuh apa pun.

Tak ada tanda penyerangan atau perampokan?

Pria ini memiliki resume yang hebat.

Lulus dari Eton dan Oxford.

Dulu dia kerja di Sekolah Persiapan khusus anak-anak kaya.

Aku tak begitu yakin.

- Maaf? - Luka di wajahnya.

Pria ini melakukan bedah plastik di kepalanya.

Kutebak isi resumenya palsu.

- Maaf? - Kau dimaafkan.

- Aku yang memeriksanya. - Berarti aku salah.

Tak ada kapalan di tangannya dan banyak tanah di kukunya.

- Siapa pria ini? - Panjang ceritanya.

Ada hal lain lagi? Rumah ini pasti punya alarm.

Ya. Tapi tak pernah dinyalakan. Aku ditelepon pukul 15.35.

Aku sedang di tempat klien dekat sini, peningkatan alarm.

Aku tiba di sini pukul 15.52.

Mayatnya masih hangat.

Kurasa dia tewas satu jam sebelumnya.

- Apa yang... - Tebak lagi.

Ini disebut Sindrom Lazarus.

Jantungnya terkena sengatan listrik lalu hidup lagi. Ini biasa terjadi.

- Maksudmu dia hidup? - Bisa dikatakan begitu.

Otaknya mati. Tanpa oksigen selama 10 menit, maka dia mati.

Minta Bandino perlihatkan rekaman dari kamera pengawas.

Mungkin kita beruntung dan bisa melihat wajah penembaknya.

- Aku ingin bicara pada putrinya. - Baiklah.

Apa yang kau cari?

Tanah di kukunya beraroma rosmari.

Ya.

Apa pun isi kotak ini, telah membunuh pria itu.

- Kalau begitu, kasus ini selesai. - Kau tak perlu menyindirku.

Istriku, Jolene, tahu James banyak bantu Lanie dalam tugas sekolahnya.

Dan saat dia perlu tempat tinggal, istriku menyewakan paviliunnya.

Mungkin dia sudah di sini untuk beberapa bulan.

- Baik sekali istrimu. - Jolene orang yang besar hati.

Apa ini istrimu?

- Inspirasiku. - Cantik.

Dia mengubahku jadi seniman sejati.

Sebelum bertemu dengannya, aku hanya fotografer biasa.

Tn. Banks, kami perlu bicara dengan putrimu.

Maaf, Lanie terlalu sedih untuk bicara. Mungkin lain waktu.

- Kami harus bicara dengannya. - Dia lihat yang kau lihat.

Dia pulang dan butuh bantuan untuk tugas sekolahnya.

- Kami harus dengar dari dia. - Lalu dia temukan mayat.

Dia baru berusia 12 tahun, kalian tak mengerti?

Bukan PR, tapi tugas tentang piramida.

- Aku bisa bicara denganmu. - Terima kasih, Lanie.

Lanie, duduklah di sini, Sayang.

Aku Agen Lisbon dan itu Patrick Jane.

Apa yang kau lakukan dengan tugas piramidamu?

Menjelaskan tentang alam baka yang ada di mitos Mesir Kuno.

Yang ada di mitos Mesir Kuno.

Jika begitu. Apa kau tahu, mereka percaya jika mati nanti...

Kau akan digendong ke Alam Baka oleh Kuda Nil Suci.

Itu kenyataan.

- Pukul berapa kau pulang? - Pukul 03.00 lewat.

- Lalu apa yang kau lakukan? - Aku membuat sirup lemon.

- James suka sirup lemon buatanku. - Siapa lagi yang ada di rumah?

- Tak ada lagi. Aku di Galeri... - Tn. Banks, kumohon.

Tak ada orang di sini.

Aku membawa sirup lemonnya ke paviliun.

Aku melihat begitu banyak darah.

Kau melihat atau dengar sesuatu?

- Mungkin suara atau mobil? - Hanya James.

- Aku bawa dia ke atas. - Ada yang tahu apa isinya?

- Tidak. Apa kita selesai? - Hampir.

Lanie. Kenapa ibumu tak mau kau bicara pada kami?

- Dia bukan ibuku. - Sayang, tak apa-apa.

Aku hanya melindunginya.

Dia baru saja mengalami peristiwa yang traumatis.

Kukira kau cemas dia mengatakan yang kau sembunyikan dari kami.

- Beraninya kau! - Benarkah? Beraninya aku?

Apa itu respons terbaikmu?

Kau akan biarkan pria ini menghinaku?

Berdiri saja dengan mulut terbukamu seperti orang bodoh.

Sayang. Sayang! Benarkah?

- Kau sungguh lihai. - Ya. Aku kelaparan.

Ada 4 kamera di halaman belakang.

Kami memutar rekaman dari pagi hingga kita tiba. Lihat ini.

Kami temukan pukul 14.37. Lihat jendela. Itu letusan senjata.

Siapa di dalam? Kamera menangkap apa di pintu itu?

- Hanya ini yang kami dapat. - Tak ada yang keluar atau masuk?

Siapa pun yang menembak Smithson...

...tahu di mana letak kamera dan cara menghindarinya.

Ini milikku, jika mau akan kubuatkan untukmu.

Kita harus periksa alibi Jolene dan Hopper.

Tunggu dulu. Semua kamera tak tersembunyi. Semua bisa melihatnya.

Para tamu, murid yang belajar serta orang tua mereka, semua melihat.

- Bagus sekali. - Terima kasih, Tn. Bandino.

Terima kasih. Maaf.

Tak ada data tentang James Smithson, si Korban.

Paspor dan referensinya palsu.

Kuperiksa sidik jarinya di semua pangkalan data, kosong.

Kawanmu, Bandino tak memeriksa latar belakangnya.

Tak biasanya begitu.

Dia memang bukan yang terbaik tapi dia selalu rajin.

Mungkin ada yang disembunyikan untuk melindungi kliennya.

- Akan kuperiksa. - Bawa serta Van Pelt.

Berhentilah cemas. Dengan bos baru semua akan baik-baik saja.

Pasti ada waktu penyesuaian saat dia mencari kelemahanmu.

- Tapi saat berakhir nanti... - Berhentilah bersikap kekanakan.

Kurasa kau yang sedang cemas.

Itu terdengar naluriah, biar kupikirkan dulu.

Tidak, bukan aku. Memang kau.

Aku akan bicara pada murid Smithson dan para orang tua.

- Mencari petunjuk. - Ide bagus, bawa juga dia.

Ayolah.

Ya Tuhan, mengerikan sekali.

- Kalian tahu pelakunya? - Masih diselidiki, Ny. Blankman.

Para orang tua murid berkata dia pengajar yang baik, tak lebih.

- Apa kau kenal baik Tn. Smithson? - Tak begitu kenal.

James hanya mengajari putraku selama...

...tiga hingga empat bulan.

Aku hanya mengantar, menjemput, dan menyapa.

- Dia tampaknya baik. - Maafkan aku, Ny. Blankman.

Aku tak bermaksud memotong pembicaraan, tapi aku haus.

Boleh minta segelas teh?

- Maaf aku tak tahu kau haus. - Tak apa-apa, aku bisa sendiri.

- Kau mau secangkir teh? Cho? - Tidak, terima kasih.

Putramu tak pernah mengatakan apa pun?

- Masalah uang atau keanehan lain? - Mereka hanya belajar.

Aromanya harum. Aku buatkan satu untukmu.

Batang sereh, kesukaanku. Lucu sekali cara kerja aroma.

Mereka mengingatkan kita akan kenangan tertentu.

Seperti aroma dapur di masa kecil. Atau saat minum teh dengan kekasih.

- Ya. - Ya.

Ya. Kau dan James sepasang kekasih.

Ya.

Kau pasti tak mau minum itu. Agak sedikit aneh rasanya.

- Apa yang kau periksa, Vic? - Hal yang biasa.

- Aku hubungi bosnya yang dulu. - James Smithson bukan nama asli.

Semuanya tak benar.

Ada batasan atas hal yang bisa kulakukan, aku bukan CIA.

Ayolah, kau biasanya lebih hebat dari ini.

Aku bukan polisi lagi. Tingkat stresnya tinggi.

- Profesi yang tak sehat. - Benar juga.

- Kau dapat sesuatu? - Tidak.

Jujur saja, kau dengar kabar soal Hank Harrison?

Usia 39 tahun, 5 tahun lagi pensiun mendadak kena serangan jantung.

Punya istri dan 2 orang anak Dia mengadakan pesta bujang, ingat?

- Tidak. - Ayolah, kau pasti ingat.

- Penari telanjang itu terlibat. - Aku yakin hal itu.

Apa kalian berdua sepasang kekasih?

- Kami bukan. - Bukan?

- Kalian tampak aneh tadi. - Tidak.

Kita sedang membahas soal pembunuhan.

Ya. Maaf. Ada satu hal lagi.

Beberapa bulan lalu, Hopper sedang mengerjakan sebuah foto.

Dia memintaku mencarikannya pistol yang kuno.

Seperti yang dipakai FBI di film tahun '60-an.

- Seperti kaliber .38? - Kurasa ya, aku tak tahu.

Aku menolaknya. Kusuruh dia cari pistol palsu.

Aku tak tahu apa yang dilakukannya, tapi...

- ...layak diinformasikan, 'kan? - Ya, tentu. Terima kasih.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Tentu saja.

Tak masalah. Tunggu...

- Mau minum kopi bersamaku? - Tidak, terima kasih.

Hanya kopi. Aku pria baik-baik. Bukan begitu, Rig?

Sampai jumpa, Vic!

More Indonesian subtitles for The Mentalist

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left