The first 200 lines.
Ada apa?
Direktur Park bilang kepadaku
ada yang ingin kamu sampaikan secara langsung kepadaku.
Ada apa?
Kamu menyembunyikan sesuatu dariku?
Ya.
Aku menyembunyikan sesuatu, Pimpinan.
Apa itu? Katakan. Apa yang kamu sembunyikan?
Bu Jeon.
Bu Kang
berpacaran dengan Tae Ju.
Apa?
Mereka
berpacaran.
Maaf, Pimpinan.
Apa itu?
Bu Jeon, katakan sekali lagi.
Tae Ju-ku melakukan apa?
Tae Ju
berpacaran dengan Bu Kang.
Saat ini
mereka berpacaran.
Dasar...
Maaf, Pimpinan.
Aku seharusnya mengurusnya dengan baik.
Maaf aku sudah membuat Anda tercela.
Kamu tidak bisa mengurus hal semacam itu!
Direktur Park!
Kamu juga tahu itu?
Ya.
Aku tahu
saat Bu Jeon memberitahuku.
Maaf, Pimpinan.
Aku mau mengurus masalah ini sendiri.
Aku tidak punya pilihan selain memberi tahu Anda.
Jadi, aku bilang begini dahulu.
Mereka masih muda.
Anda tidak boleh membiarkan mereka menghabiskan waktu bersama.
Dia sudah gila!
Bagaimana bisa dia memacari atasannya?
Aku mengirimnya ke sana untuk belajar.
Apa yang malah dia lakukan?
Masalah terbesarnya adalah
Bu Kang.
Apa maksudmu?
Tae Ju itu pria.
Dia pria muda yang kuat.
Aku bisa
memahami Tae Ju.
Bu Kang wanita cantik
dan kompeten.
Wajar saja Tae Ju menyukainya.
Tapi Bu Kang seharusnya berhati-hati.
Bagaimana bisa manajer umum mengencani anak baru?
Ini bukan hanya
soal kualifikasinya sebagai manajer umum,
tapi juga soal kepribadiannya.
Ditambah lagi,
ini soal aturan ketat perusahaan ini.
Bu Jeon benar soal itu.
Tapi siapa itu?
Siapa yang memilih Bu Kang sebagai tutor Tae Ju?
Pimpinan.
Sejauh yang kutahu,
dia bukan orang yang seperti itu.
Direktur Park,
apa maksudmu aku berbohong?
Maksudmu,
aku memberi laporan palsu kepada Pimpinan?
Bukan begitu, Bu Jeon!
Bagaimana kamu akan mengurus ini?
Putra Grup Hansung yang besar
berkeliaran di perusahaan sebagai anak baru
dan mengencani atasannya. Bagaimana jika ada yang tahu?
Bagaimana kamu akan menuntaskan masalah ini?
Kita harus membuat Bu Kang menyerahkan pengunduran diri.
Ini masalah sederhana.
Anda bisa sekadar menerima pengunduran dirinya
yang dia serahkan kali terakhir.
Lantas, aku akan
secara pribadi menemui dan memperingatkannya.
Aku akan menghiburnya dan menuntaskan masalah ini.
Lalu mengirimnya ke luar negeri
untuk belajar.
Bedebah gila itu.
Baik, lakukan itu.
Lakukan sesuai keinginanmu.
Astaga!
Baik, Pimpinan.
Bu Jeon.
Kenapa kamu seperti ini?
Aku memercayai dan mengandalkanmu.
Tae Ju
sungguh mengencani Bu Kang.
Tapi bukan ini yang penting.
Bu Kang adalah...
Tutup mulutmu.
Aku memilih mana yang kuberi tahu dahulu.
Sama seperti bagaimana aku menentukan
formalitas dan prosedur keluarga ini.
Tapi masalah ini...
Orang-orang mengira putrimu So Yun
sudah masuk kuliah S2.
Tapi dia mengandung bayi profesornya yang beristri.
Kamu pasti kesal.
Bagaimana bisa kamu...
Berbicara sebagai sekretaris,
yang sudah meraih posisi direktur dengan usaha sendiri,
kamu pasti mau putrimu menikahi
seseorang yang sekaya keluarga konglomerat.
Bu Jeon.
Kamu mengancamku?
Mengancammu?
Ini namanya manusiawi.
Aku hanya berusaha memahami
dan bersimpati terhadap keadaanmu.
Semangatlah.
Mari bertemu empat mata lagi nanti.
Aku pergi dahulu.
Minumlah kopi sebelum pergi.
Kita masih punya banyak waktu.
Jangan bilang kamu malu.
Begitukah?
Tidak.
Lantas, minumlah kopi.
Ayolah. Lihat aku.
Lihat aku.
Mi Ri.
Mi Ri.
Bu Kang. Manajer Umum Kang.
Hei.
Maka dari itu, lihat aku.
Kamu cantik.
Kamu cantik sekali.
Aku mau
terus bersamamu seperti ini.
Aku tidak asal bicara.
Aku tulus mencintaimu.
Tae Ju.
Tunggu sebentar.
Jangan bergerak.
Akan kulakukan untukmu.
Karena punya kamu,
aku merasa seperti pria yang paling bahagia di dunia.
Aku merasa seperti pria paling mumpuni.
Seperti pria paling keren di dunia.
Aku amat bangga terhadap diriku sendiri.
Tae Ju.
Ada apa, Mi Ri?
Kamu cantik saat tersenyum.
Kamu cantik saat tidur.
Kamu cantik apa pun yang kamu lakukan.
Kenapa tidak bilang apa-apa?
Terima kasih, Tae Ju.
Aku akan mengenakannya dengan baik.
Tapi sepertinya aku tidak bisa mengenakannya di kantor.
Orang-orang nanti... /- Tidak.
Kamu harus mengenakannya.
Jadi,
punyaku ini.
Terima kasih.
Akan kujaga dengan baik.
Aku juga berterima kasih.
Kamu sudah gila?
Kamu gila?
Bagaimana bisa kamu melakukan itu kepada Mi Sun?
Mereka memperlakukanku seperti pengasuh
karena membayarku.
Mi Sun tidak begitu.
Jin Soo yang begitu.
Aku paham kamu marah dan stres.
Bagaimana bisa kamu melempar segepok uang ke wajahnya?
Sudah kubilang.
Aku seperti itu karena marah.
Aku juga hilang kendali.
Kamu tidak bisa dipercaya.
Kamu tidak tahu
hidup ibu mertua lain zaman sekarang?
Kamu pasti tidak tahu takut.
Terlalu tidak tahu takut.
Kamu bisa saja
diusir menantumu.
Apa?
Kenapa aku yang diusir? Kenapa?
Jika ada yang harus diusir,
dia orangnya, bukan aku. Aku tidak bisa diusir.
Ibu tidak bisa dipercaya.
Omong-omong, Mi Sun ke mana bersama Da Bin?
Da Bin masih libur musim semi,
jadi, dia akan menitipkannya di mana?
Tunggu.
Lama tidak bicara.
Ibu, halo. Ini Jin Soo.
Kabar Ibu baik?
Jika tidak baik, kamu mau apa?
Aku baik- baik saja.
Begitu rupanya.
Senang mendengar itu.
Bagaimana punggung Ibu?
Tidak sampai membuatku mati.
No comments yet. Be the first to leave one.