Release info

제발-그 남자 만나지-마요-Please-Don't-Date-Him-E04-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-08
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Menjauhlah dariku. Aku akan berteriak.

Guk Hee, kamu sudah menemukan kucingnya?

Kamu rupanya. Halo.

Kamu tinggal di sekitar sini, bukan?

Kemarilah. Kamu basah kuyup.

Kamu bisa berbagi payungku.

Di mana kucingnya?

Kakinya terbelit kabel.

Dia tidak bisa bergerak, jadi, dia basah kuyup karena hujan.

Benarkah?

Ini putri sulungku. Permisi.

Halo? Apa?

Adikmu menggigitmu lagi?

Baik, Ayah segera pulang.

Hei, maafkan aku.

Seiring bertambah usia,

anak-anak bertengkar dan menangis tiap hari.

Pergilah. Aku bisa pergi ke dokter hewan sendirian.

Benarkah? Maafkan aku.

Kutinggalkan payung untukmu. Gunakanlah.

Aku akan naik taksi saja. Aku pergi.

- Baik, sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Apa itu kucing yang hilang darimu?

Ya.

Jadi, kamu menang.

"Please Don't Date Him"

"Episode 4: Mari Kita Bertemu Pukul 19.00"

Silakan tunggu di luar.

Terima kasih.

Nona Seo.

- Hei, Ha Ri. - Kamu petugas damkar.

Halo.

Nona Seo, sedang apa kamu di sini?

Kenapa kalian berdua ada di sini...

Aku harus mengurus sesuatu. Bagaimana denganmu?

Aku datang untuk membeli camilan untuk kucingku.

Kamu sudah menemukan Guksu?

- Ya. - Begitu rupanya. Syukurlah.

Aku akan menulis tentang Guksu di forum

dan mencari penampungan.

Kamu juga membantuku sebelumnya.

Terima kasih, Ha Ri. Aku sangat menghargainya.

Bukan apa-apa.

Kalau begitu, aku permisi.

Baiklah, sampai jumpa.

Aku tidak sengaja mendengar kucing itu harus dioperasi.

Apa dia menderita penyakit serius?

Dia harus dikebiri.

Dikebiri?

Ya.

Dia menghamili puluhan kucing betina

yang melahirkan lebih dari 100 anak kucing.

Jadi,

kamu berencana menangkap semua kucing jantan di area itu

dan membuat mereka dikebiri?

Ya, jika bisa.

Kucing yang lahir di jalanan tidak berdosa.

Aku benci melihat mereka dibunuh.

Namamu?

Dia kucing liar dan tidak punya nama,

jadi, aku menamainya Guksu.

Bukan dia. Aku bertanya tentangmu.

Siapa namamu?

"Petugas Damkar"

Jung Guk Hee.

Kamu simpan nomorku dengan nama apa?

Nona Masalah? Daftar Hitam?

Seo Ji Sung.

Bagaimana kamu tahu namaku?

Bukankah ini ponsel Seo Ji Sung?

Ji Sung, katakan apa yang kupikirkan tidak benar-benar terjadi.

Kamu masuk ke sana untuk mencuci kakimu, bukan?

- Pak, jangan salah paham. - Ji Sung!

Entah bagaimana aku mengetahuinya.

Begitukah?

Ini enak.

Kurasa kamu sering datang ke sini.

Ya. Semangkuk ini setelah merespons panggilan,

membuatku segar.

Semoga itu juga terjadi kepadaku.

Kalian pasti kehabisan kimchi di pos damkar.

Anda tidak perlu selalu melakukan ini.

Astaga, jangan bilang begitu. Jika bukan karena petugas damkar,

aku pasti sudah mati sejak lama.

Kamu bahkan membantuku memperbaiki tempat ini.

Aku akan sangat sedih jika kamu tidak menerimanya.

Kalau begitu, lakukan ini sesekali.

Pasti sulit melakukan semuanya sendiri tanpa Oksana.

Tidak, ini bisa diatasi.

Astaga, Oksana sangat menyukai cheonggukjang.

Seharusnya aku mengemasinya banyak saat dia pergi.

Dia tiba di rumah dengan selamat?

Kurasa begitu.

Dia mengirimiku kartu pos,

tapi aku tidak mengerti

apa arti huruf-huruf keriting itu.

Astaga.

Maaf mengganggumu saat makan,

tapi bisakah kamu melihatnya?

- Tentu. - Bagus.

Kenapa kamu tidak bisa membacanya? Kamu berpendidikan.

Maaf. Aku tidak pernah belajar bahasa Rusia di sekolah.

- Itu bahasa Rusia. - Berikan kepadaku.

Kamu bisa membaca bahasa Rusia?

Berikan.

Coba kita lihat.

Begini saja.

Sudah.

- Bu, akan kubacakan ini untuk Anda. - Baiklah.

"Nenek, aku Oksana.

Aku kembali ke kampung halamanku dengan selamat.

Haruskah aku berterima kasih atas semua kebaikanmu?

Aku akan bekerja keras di sini

agar bisa mengunjungimu di masa depan.

Jaga dirimu baik-baik sampai kita bertemu lagi.

"Berjuanglah."

"Berjuang"?

Kurasa yang dimaksud aplikasi ini "semangat".

Terjemahannya terdengar canggung, bukan?

Siapa yang peduli? Asalkan kamu memahami intinya.

Makanlah sebelum makanannya dingin.

- Terima kasih. - Tidak masalah.

- Aku tidak tahu kamu bisa. - Aku cukup hebat, bukan?

Hanya ini yang kamu butuhkan di zaman sekarang.

- Terima kasih. Makanannya enak. - Terima kasih.

- Kamu menikmati makanannya? - Ya.

Kamu sudah memastikan kamu menerima uang yang kukirimkan?

Dua dolar untuk roti dan tiga dolar untuk cheonggukjang.

Belum.

Kamu harus segera memeriksanya.

Periksa juga jumlah yang akan kukirimkan hari ini.

Apa?

Pinjami aku uang.

Akan bagus untuk menciptakan terminal POS kecerdasan buatan.

Jika kamu bilang, "Totalnya 14 dolar,"

maka kartu kita akan terdebit secara otomatis.

Itu ide bagus.

Aku harus menuliskannya.

"Terminal POS kecerdasan buatan yang dioperasikan dengan suara"

Kamu melakukan banyak hal dengan ponselmu.

Ya. Harus kuakui, itu sangat nyaman.

Kamu mau melihat ini?

Itu menunjukkan kondisi cuaca saat ini.

Tidak terlalu banyak debu halus.

Kemungkinan nol persen.

"Gorae-dong, Seopo-gu"

Tapi tidak selalu akurat.

Kamu bisa membawa ini.

Tidak apa-apa.

Aku bisa membelinya di toserba.

Tidak ada toserba di dekat sini.

Sungguh tidak apa-apa.

Hati-hati di jalan.

Kamu juga manajer di Hutan Pinus,

forum anonim yang paling sering dikunjungi para pegawai.

Aku tidak melakukan ini. Hei! Aku tidak mengunggah ini.

Untuk apa aku mengunggah ini? Aku bukan penguntit.

Apa...

Sial!

- Tunggu. - Apa?

Jangan asal-asalan. Fokuslah pada perut bawahmu.

Perut bawah?

Bagaimana rasanya? Seluruh tubuhmu memanas, bukan?

Tidak juga.

Astaga, cobalah untuk benar-benar fokus

pada perut bawahmu saat menarik dan mengembuskan napas.

Kami akan menembakmu demi keadilan!

Nona Tak.

- Halo. - Halo.

- Kamu tinggal di area ini? - Ya.

Begitu rupanya. Kita bertetangga.

- Ayah. - Ya?

Astaga, maafkan aku.

Sepertinya ada kotoran di celanamu.

Kenapa kamu menyentuhku?

Aku hanya ingin menyekanya.

Atau aku akan mengurus biaya cucinya saja.

- Tidak usah. - Tidak usah.

Maaf, Pak.

Tidak apa-apa. Jangan khawatir.

Terima kasih, Kakak.

"Kakak"?

Begitulah ayahku menyuruhku memanggil orang yang cantik.

Baiklah, bagus.

Aku sungguh minta maaf.

Aku akan mengajari anak-anakku untuk bersikap lebih baik.

Kita harus pergi. Kita sudah terlambat.

Soo Hee, ambil corn dog itu.

- Baik! - Kalau begitu, kami permisi.

Anak-anak, ayo lari! Ayo!

Satu, dua.

Satu, dua, tiga, empat. Ayo!

Dia ayah yang menyenangkan, bukan?

Aku harus mencuci ini. Rasanya menjijikkan.

"Pemberitahuan Penunjukan Personel, Manajer Pegawai, Jegal Soo Won"

Astaga. Perlukah aku

mendorong inovasi di departemen logistik?

Kukira kita tidak akan bertemu lagi.

Tapi di sinilah kita.

Kenapa? Kamu mau minta maaf?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left