The first 200 lines.
Kejuaraan Bela Diri Campuran Oakland, California
Ayo, pukul dia! Pukul lagi!
Bunuh dia! Bunuh keparat itu!
Ya! Hancurkan mukanya!
Ayo!
Kau pasti sering memukul orang?
Aku seorang polisi, jadi...
Terkadang itu termasuk tugasku, hanya membela diri...
Itu sangat menggairahkan.
Aku ingin melihatmu memukul seseorang.
Mungkin saja.
Ayo, beraksi!
Namanya Charlotte Mitchell.
Dia seorang penulis. Sedang menulis buku.
TKP sudah terkendali.
Kita akan mendapat daftar tersangka yang panjang.
Ambil pernyataan dari semua petugas keamanan...
Penjual dan penonton, cari tahu siapa yang punya akses ke belakang?
Baiklah, setidaknya itu ratusan orang.
Dengar, untuk lebih jelas. Aku bukan pemilik arena ini.
Aku hanya promotor pertarungan ini, aku tak ikut bertanggung jawab.
Apa urusanmu dengan Charlotte Mitchell?
Dia sedang menulis buku tentang pertarungan ini.
Tentang para petarungku, Manny Flacco dan Rowdy Merriman.
Dia bilang ini sebuah mikrokosmos dari, entahlah...
Menurutku publikasi apa pun untuk Manny adalah bagus.
Memang dia seperti itu.
Aku sudah dapat laporan dari forensik.
Ditembak dua kali, jarak dekat. Dompet, uang, perhiasan utuh.
Estimasi waktu kematian antara pukul 20.30 dan 21.00.
Itu di tengah-tengah pertarungan.
- Permisi. - Kapan terakhir kau melihatnya?
Seharusnya kami duduk bersama saat pertarungan, dia tidak datang.
Tuan, kenapa kau menatapku seperti itu?
Aku menatapmu? Maafkan aku.
Aku sedang memikirkan hal lain.
Itu Charlotte Mitchell, 'kan? Dan kau promotor Leonard Artash.
Mari kita bicara dengan para petarung.
Benarkah?
Rigsby bilang ini bukan perampokan, kita tahu bukan kasus seksual.
Mungkin ini pembunuhan terencana, jadi juga bukan spontan.
Apa lagi kemungkinannya? Aku bertaruh uang pensiunmu...
Ini ada kaitannya dengan pertarungan.
Tapi Manny dan Merriman di dalam kerangkeng saat dia ditembak.
- Apa kau seorang detektif? - Bukan.
Kalau begitu diam.
Manny Flaco, kau hebat. Kau luar biasa tadi.
Kau hancurkan dia seperti makanan anjing.
Kau akan menjadi juara dunia. Kau dengar itu?
- Kau harus lakukan ini sekarang? - Ya, Nona. Harus sekarang.
Ada masalah apa, Bung? Siapa mereka?
- Mereka polisi. - Ayolah, apa tak bisa menunggu?
Biar dia nikmati kemenangannya. Tanyai setelah pemeriksaan dokter.
- Aku tidak perlu dokter. - Sebaiknya aman daripada menyesal.
- Manny tak ada kaitannya. - Tak ada kaitannya dengan apa?
Charlotte Mitchell dibunuh malam ini.
Charlotte dibunuh? Astaga.
Tenanglah, jangan emosi.
Dia tertembak mati di dalam lorong perawatan gedung...
Di bawah arena, terjadi di tengah-tengah pertarunganmu.
- Kalian tahu tapi diam saja? - Manny, kami coba melindungimu.
Aku tak mau merusak malammu.
- Siapa pelakunya? - Itu yang sedang kami selidiki.
Kau suka wanita ini. Siapa namanya?
- Siapa namanya? - Charlotte Mitchell.
Ya, aku menyukainya. Semua orang menyukainya.
- Dia orang yang baik. - Ya, memang baik.
Baiklah.
Baguslah. Terima kasih.
- Di mana ruang ganti Merriman? - Sudah selesai begitu saja?
- Maaf, kau ada pertanyaan? - Ya.
Dia punya beberapa pertanyaan.
Jangan ke belakang sana.
Ini bukan droid yang kau cari.
Malam yang berat, ya? Dengar...
Sebagai penghibur, ingatlah kata-kata dari Nietzsche.
"Yang tidak mendatangkan kematian akan membuat kita lebih kuat."
Siapa kau?
Kau tahu apa? Aku tak peduli. Pergilah!
Aku dari CBI, sedang menyelidiki kasus pembunuhan.
- Kau seorang polisi? - Secara resmi, bukan.
Persetan dengan pembunuhan. Aku mau melapor sebuah perampokan.
Flacco tak akan bisa menang jika saja wasit tidak mendukungnya.
Dia curang dengan menandukku sepanjang malam ini.
- Siapa yang terbunuh? - Charlotte Mitchell.
Benarkah? Penulis buku itu?
Sial, itu kacau.
Kurasa tidak akan ada buku sekarang.
Apa mereka memperkosanya juga? Menurutku dia seksi juga.
Halo?
Mungkin kau orang genius yang menyembunyikan keterlibatanmu.
Atau kau seorang...
Badut pecundang yang bodoh.
Mana yang benar?
- Kembali ke sini! - Kau benar, Pria Besar.
Katakan itu lagi, Keparat!
Kemarilah dan lihat akibatnya jika kau bicara seperti itu.
Hai! Jangan ganggu dia!
Dia seorang polisi!
Baiklah. Nanti aku hubungi kembali.
Hasil uji balistik sudah kuterima, senjatanya pistol 9 mm.
Pola uliran dan alur dari peluru...
Menunjukkan senjata yang dipakai membunuh Charlotte Mitchell...
Pernah digunakan dalam pembunuhan pada tahun 2001.
Senjata itu tak pernah ditemukan. Nama pembunuhnya Joe Reyes.
Keluar delapan bulan lalu. Dibebaskan lebih dini.
Cho masih mencari orang yang dicurigai di arena.
Ajak Rigsby dan tanyakan Reyes, apa yang terjadi dengan senjatanya.
Aku akan bicara dengan ayah sang korban.
- Rigsby sedang sibuk. - Sibuk apa?
Dia sedang ditanyai Tn. LaRoche.
Pria bernama Todd Johnson dibunuh ketika ditahan CBI.
Ya, pembunuh polisi. Terbakar sampai mati dalam selnya.
Aku hanya mau tahu opinimu tentang beberapa hal.
Kau dulu penyidik kasus kebakaran sebelum bergabung dengan CBI, 'kan?
Benar, di San Diego.
Apa kau tahu tentang...
- Penyulut api piroforik? - Tentu saja. Cair atau padat?
Digunakan bersama xilena untuk memperbesar api?
- Menurutku itu mubazir. - Sungguh?
Dan sistem keamanan kebakaran di CBI...
Apakah mudah untuk diakses dan dimatikan?
Tak mudah karena pakai sistem ESFR canggih.
Untuk mengakalinya butuh keahlian tinggi.
Kau bisa mematikannya, 'kan?
Ya, aku bisa melakukannya.
Apa kau menuduhku?
Apa kau mengakui?
Ayahmu adalah Steven Robert Rigsby.
Ya, benar. Apa kaitannya dengan penyelidikan ini?
Dia pernah bergabung dengan geng motor Iron God, benar?
- Kita berdua tahu itu. - Ya, berkasnya ada padaku.
Dia terlibat perampokan, narkotika...
Penganiayaan dan pembunuhan tak terencana.
- Orang yang cukup jahat? - Aku tak ada urusan dengan ayahku.
Sama sekali tak berhubungan? Tidak ada kartu pada Hari Natal?
Tidak, kami tak berkomunikasi. Aku tak tahu keberadaannya.
LaRoche, kau seharusnya melapor sebelum bicara dengan anak buahku.
Itu bukan sebuah hak.
Ini hanya basa-basi yang kadang kami lakukan.
Kalau begitu, di kemudian hari aku mau kau lakukan basa-basi itu.
Terima kasih, Agen Rigsby.
Kurasa itu cukup.
Amin!
Selamat datang, ada pendatang baru.
Mari sambut kedatangan mereka.
Joseph Reyes?
Senjataku?
Seorang wanita terbunuh dengan senjataku?
Senjata yang kau gunakan pada tahun 2001.
Kau tak akan bisa melepas diri dari dosa-dosa masa lalu.
Kau hanya bisa meminta petunjuk-Nya, dan terus berharap.
- Kau kenal Charlotte Mitchell? - Tidak, Bu. Aku tidak kenal.
Dan senjata itu sudah tidak ada padaku juga.
Kau membuangnya ketika menembak orang itu?
Apa yang kau lakukan dengan senjata itu?
Aku memberikannya kepada teman wanitaku.
Apa yang dia lakukan dengan senjata itu?
Aku tak tahu. Belum pernah bertemu lagi sejak penahananku.
- Siapa nama wanita itu? - Dawn May.
- Kau punya alamatnya? - Aku tak tahu.
Seperti yang kukatakan, aku tak mencarinya setelah aku bebas.
Setelah aku menemukan agama...
Aku sadar harus berpaling dari kehidupan jahatku.
Termasuk semua orang yang bisa membuatku tersesat kembali.
Baiklah, terima kasih atas waktumu.
Kenapa kau bunuh orang itu pada tahun 2001...
Jika kau tak keberatan dengan pertanyaanku?
Aku tak tahu.
Itu adalah tindakanku yang bodoh.
Aku melakukan banyak kejahatan dulu.
Namun hanya untuk satu kejahatan itu aku tertangkap.
Ini adalah rencana Tuhan.
Kediaman Tom Mitchell
- Baiklah, tunjukkan kepada Ayah. - Ayah.
Ayolah, tunjukkan. Lebih tinggi lagi.
Ini hanya laporan balai kota.
Bukan, itu artikel koran pertamamu.
Dia anak yang baik.
Seseorang yang baik.
Kami turut berduka atas kehilanganmu, Tn. Mitchell.
Terima kasih.
Kau keberatan jika aku melihat-lihat?
Sama sekali tidak. Dapur ada di situ...
Dan kantor anakku ada di sana.
Ini...
Adalah buku-buku catatan miliknya.
Dia menyimpan catatan secara rapi.
Aku mengajarkan itu padanya.
Aku baru meminta maaf kepadanya minggu lalu...
Karena mengajarkannya profesi yang sekarat.
Jurnalisme sekarat, kalian tahu?
Karena semua ini...
Internet.
Kurasa lebih baik kita berbincang di ruang tamu, Tn. Mitchell.
Baiklah.
Biar kubawa.
Aku akan segera menyusul.
Cobalah untuk bersantai.
Mau kuambilkan minum, Tn Mitchell? Mungkin air putih?
No comments yet. Be the first to leave one.