The first 195 lines.
Tidak tahu apakah Tuan Muda He tinggi atau pendek,…
…gemuk atau kurus.
Nona, Anda sama sekali tidak penasaran?
Hari itu, Ibu sudah melihatnya.
Katanya sangat baik.
Aku percaya pada Ibu.
Jadi, Nona tidak merindukan pemilik kipas ini lagi?
(Qiu Yan, Nona ke-2 Keluarga Qiu)
Ini berbeda.
Orang ini punya budi padaku.
Jika tidak ada dia,…
…aku tidak punya kesempatan masuk ke Kediaman Qiu,…
…juga tidak ada kesempatan belajar dan mengenal huruf.
Namun, dia hanya meninggalkan kipas ini dan gelarnya sendiri.
Dunia ini begitu luas.
Meski berjumpa lagi, dia pasti juga sudah lama melupakanku.
Pertama, hormat pada langit dan bumi.
Kedua, hormat pada orang tua.
Suami dan istri saling memberi salam.
=Balada Musim Gugur=
=Balada Musim Gugur=
=Episode 1=
Benar-benar sial sekali.
Feng'er.
Jenderal He, putra Anda sakit keras dan dalam bahaya.
Maafkan saya yang tidak mampu.
Istriku.
Putraku!
Feng'er!
Masukkanlah ke peti.
Tuan Muda He!
Feng'er!
Istriku!
Bangunlah, Feng'er!
- Putraku! - Masukkanlah ke peti.
Istriku.
Istriku.
Nona.
Bagaimana ini?
Ada yang aneh.
Aku pernah melihat orang mati saat kecil.
Saat baru meninggal, tangan dan kakinya akan lemas.
Mengapa dia…
Kak Yongzhong.
Kediamanmu sekarang sedang sibuk.
Putriku juga hanya akan merepotkan jika di sini.
Lebih baik kami bawa dia pulang dahulu.
Benar, Jenderal He.
Masalah hari ini memang sungguh menyakitkan.
Namun, meski saat ini Yan'er tetap di sini,…
…juga tidak membantu.
Kami sudah membawa kembali mas kawinnya.
Ada apa?
Kalian ingin membatalkan pernikahan?
Aku Lao He memang hanya orang kasar.
Namun, sopan santun dan hormat tidak perlu kuajari, bukan?
(Qiu Yi, Tuan Besar ke-2 dan Nyonya Han, Nyonya ke-2)
Demi menikahi putrimu,…
…mas kawin yang lengkap dan surat pernikahan sudah diberi.
Baik masuk ke kamar pengantin atau tidak,…
…dia tetaplah menantu dari Keluarga He!
Dia harus berkabung demi putraku!
Namun,…
Aku saja yang bilang.
Kata-kata Kakak memang masuk akal.
Namun, dalam undang-undang tertulis jelas.
Jika menyembunyikan penyakit serius sebelum menikah,…
…begitu ketahuan, maka pernikahan boleh dibatalkan.
Sebelum putriku menikah,…
…dia tidak tahu putramu menderita penyakit serius.
Bahkan Kakak juga tidak pernah memberi tahu kami.
Ini kesialan.
Putraku tidak sakit!
Siapa tahu dia mati karena putri kalian!
Tidak…
Apa maksudmu ini?
Jenderal He.
Kita sudah mencocokkan 'Bazi'!
Bagaimana bisa kalian memfitnah tanpa bukti?
Pengawal!
Semuanya salahku.
Saat mencocokkan, Nyonya Selir Liu sudah berkata,…
…saat putri ini dilahirkan, ada yang bilang…
…Bazi miliknya terlalu kuat.
Khawatir tidak cocok dengan Tuan Muda He.
Lalu, dia memberiku 10 tael perak…
…dan menyuruhku mengganti waktu kelahirannya.
Karakter Bazi Nona ke-2 Qiu adalah Guan Xing.
Kosong tanpa akar, penuh elemen buruk.
Ini penyebab kematian suaminya.
Putraku tadinya baik-baik saja.
Kemudian dibuat mati begitu saja oleh putri kalian!
Aku belum meminta tanggung jawab kalian.
Kalian malah kembali meminta putri kalian dari kami!
Dengarkan.
Aku tidak hanya ingin dia berkabung demi putraku.
Aku juga ingin dia ikut dikubur bersama putraku yang meninggal!
Omong kosong!
Di mana ayah dan ibuku?
Nyonya masih ingin berdebat dengan Tuan Besar He.
Namun, Tuan Besar He mengusir Nyonya dan Tuan Besar ke-2…
…di hadapan banyak orang.
Ayah adalah orang terpelajar.
Jika bertemu Jenderal He dari golongan tentara,…
…tentu saja tidak berdaya.
Qing Dai, lepaskan pakaianku!
Baik.
Mulai sekarang, semua orang di Kediaman Li…
…hanya boleh masuk, tidak boleh keluar!
Baik!
Kenapa? Ingin memeriksa rumah?
Keluarkan titahnya dahulu!
Divisi Keadilan tidak perlu titah untuk menangkap orang.
Liang Yi, berani-beraninya kalian mengepung rumahku tanpa titah?
Pamanku adalah ketua Komisi Urusan Militer!
Orang di pintu belakang sedikit, setiap orang harus dicek pelatnya.
Pintu depan sedang sibuk dengan upacara kematian,…
…juga banyak orang.
Kita mungkin bisa masuk tanpa pelat.
Ayo!
Tunggu.
Hati-hati.
Tunggu.
Siapa namamu?
Mengapa aku tidak pernah melihatmu?
Kurang ajar!
Beraninya menanyakan orang dari kamar Tuan Besar?
Maaf, Kakak. Hamba hanya menjalankan kewajiban.
Namun, kami pernah melihat semua Kakak di kamar Tuan Besar.
Kalian adalah…
Kami baru datang ke kediaman kemarin.
Belum terdaftar di pelat juga buku nama.
Jika tidak percaya, Tuan Besar ada di pekarangan.
Ikut aku tanyakan saja…
Tidak berani!
Silakan, Kakak.
Ayo!
Nyonya Muda!
Kalian lihat Nyonya Muda?
Cepat lari!
Gawat! Kejar!
Qing Dai, cepat lari!
Cepat, Qing Dai!
Qing Dai, mari berpencar!
Kau ke sini!
Baik!
Berhenti!
- Jangan lari! - Maaf!
Berhenti! Permisi!
- Kalian ke sana! - Ayo!
Ada di sana! Tangkap dia!
Tangkap!
Tuan Pengawal! Tolong aku!
Ayahku sudah meninggal.
Ibu tiriku akan menjualku pada muncikari!
Bibiku menjadi pembantu di Keluarga Qiu di Gang Jeruk Bali.
Tuan Pengawal.
Kalian memberantas kejahatan demi masyarakat.
Tolonglah.
Bantu aku ke Keluarga Qiu untuk mencari bibiku.
Aku akan mengingat jasa para Tuan untuk selamanya.
Song Jin, bawa Tuan Li ke Divisi Keadilan dulu.
Baik.
Ayo.
Tuan Pengawal, tolong aku.
Jepit rambutmu terbuat dari giok kelas atas.
Orang biasa mana mungkin punya?
Jarimu ramping.
Kau mana pernah melakukan pekerjaan berat?
Minggir.
Bukan, Tuan!
Tuan…
- Di sana! - Tangkap dia!
Berhenti!
Jangan lari!
Jangan lari!
Berhenti!
- Berhenti! - Jangan lari!
Berhenti!
Berhenti!
Nona!
Nyonya menjemput Anda! Cepat naik!
Sebelah sini! Hati-hati!
- Berikan tanganmu. - Ayo!
Naiklah.
Ibu!
Hati-hati.
Ayah, cepat pergi.
Mana orangnya?
Cepat pulang dan beri tahu Tuan Besar!
Yan'er kabur begitu saja.
Ditakutkan tidak sesuai aturan.
Tidak sesuai aturan?
Nanti aku akan minta maaf pada Kediaman He.
Keluarga He bilang ingin Yan'er mengganti rugi dengan nyawa.
No comments yet. Be the first to leave one.