The first 200 lines.
=Terbang Bersamamu=
(Merupakan “Proyek Pendanaan Sastra Penting Yayasan Pengembangan Budaya Shanghai”)
(Organisasi perlombaan dalam drama hanyalah fiksi)
=Episode 1=
Para penonton sekalian.
Sekarang Anda sedang menyaksikan
pertandingan final
seluncur cepat lintasan pendek
1500 m putri Piala Asia 1996.
Atlet telah bersiap.
Pertandingan dimulai!
Lintasan kedua dan kelima
adalah peserta dari Tiongkok.
Mari kita lihat,
apakah mereka bisa mendapatkan medali emas
dalam pertandingan ini.
Baik.
Tim Tiongkok segera mendominasi
di posisi terdepan.
Persaingannya sangat ketat.
Pada saat ini,
nomor 255 terdepan,
perhatikan untuk mempercepat laju.
Lintasan dalam, percepat, percepat.
Bertahan!
Kerja sama yang sangat bagus.
Hati-hati!
Peserta tim Thailand di belakang
sudah mengejar kemari.
Nomor 258, perhatikan
untuk menempati lintasan dalam.
Sangat bagus!
Kecepatan meningkat,
tidak memberikan kesempatan kepada tim Korea untuk menyalip.
Akan segera keluar dari tikungan ini.
Putaran terakhir.
Percepat laju!
Percepat!
Sudah mengejar kemari.
Bertahanlah!
Tim Tiongkok siap melakukan
percepatan laju terakhir.
Tikungan terakhir.
Muncul kondisi yang sangat tidak terduga.
Terjadi hal tak terduga.
Dua peserta tim Tiongkok
muncul kesalahan dalam kerja sama.
Peserta Tiongkok nomor 258,
dapat kita lihat
dia terluka parah.
(Turnamen Undangan Seluncur Indah Mahasiswa ke-9)
Ini adalah turnamen undangan
seluncur indah mahasiswa ke-9.
Sekarang persilakan juara seluncur ganda
menunjukkan perfoma lanjutan.
Semangat!
(Shao Beisheng, jagoan dalam Tim Seluncur Indah Zhufeng)
Universitas Lingbei,
Shao Beisheng dari Tim Zhufeng.
Tim Zhufeng,
tim andalan Universitas Lingbei,
fokus mendidik
atlet muda berprestasi dalam seluncur indah tunggal,
seluncur ganda,
seluncur cepat lintasan pendek, dll.
Mereka memenangkan
banyak piala kejuaraan untuk Universitas Lingbei.
Sementara itu, Shao Beisheng adalah
peserta andalan
seluncur indah ganda dalam Tim Zhufeng.
Dia dan Liu Fei memonopoli
kejuaraan seluncur indah ganda mahasiswa
dalam
tiga tahun terakhir.
Merupakan atlet baru
yang sedang naik daun dalam bidang seluncur es.
Yang tampil sekarang adalah
pasangan sempurna Shao Beisheng, Liu Fei.
Silakan saksikan
pertunjukan seluncur ganda mereka.
- Mantap! - Bagus!
Hebat!
Bagus!
Sudah bekerja keras.
Bagus, bagus, bagus.
Sebagai sang juara,
apa yang ingin kau katakan?
Menurutku...
Eh, suara Beisheng sedang serak.
Kalian bisa mewawancarai aku,
aku pelatihnya.
Ayo, ayo, ayo.
Kalau begitu, pelatih ceritakan dulu.
Belakangan ini Beisheng
latihan sangat keras.
Kelak dia
akan tetap berusaha.
Mereka terlalu antusias.
Kau yang menyewa semua wartawan itu?
Penampilanku hari ini lumayan bagus, ‘kan?
Sangat membuatku bangga.
Liu Fei juga bagus.
Tentu saja.
Beisheng!
Sebenarnya aku...
Kau jawab telepon dulu, aku bantu pegang ini.
Maaf.
Ayo, tidak apa-apa.
Halo, Tong, ada apa?
Baik, kalian tunggu aku di sana,
aku pergi cari kalian.
Eh, aku... Aku ada urusan,
aku pergi dulu ya.
Beisheng, kau ingin pergi ke mana?
Tidak apa-apa. Tidak perlu mengurusku,
aku bisa menyelesaikannya sendiri.
Kakak Beisheng!
Ada apa?
- Mereka menjahati kami! - Mereka menjahati kami!
Siapa menjahati kalian?
- Mereka, mereka orangnya. - Mereka, mereka orangnya.
Siapa yang percaya? Kembali, kembali ke tim.
Anak kecil,
arena es sebesar ini,
apa kalian tidak bisa bagi
masing-masing setengah?
Berseluncur bersama saja, oke?
Jangan bertengkar.
Bisakah?
Siapa kau?
Aku...
Beritahu mereka siapa aku.
Kakak Beisheng!
Kakak Beisheng
adalah sang juara Tim Zhufeng.
Dia sangat hebat.
Apa hebatnya?
Ketua tim kami
adalah raja di arena es ini.
Dia selalu menemani kami.
Kenapa kami harus membagikan
setengah arena untuk kalian?
Iya! Kenapa kami harus membagikan
setengah arena untuk kalian?
Kau sangat galak ya!
Percaya atau tidak, kakak bisa lebih galak darimu!
Tidak, tidak, tidak.
Aku bercanda, aku bercanda.
Sudahlah, sudahlah, sudahlah.
Kau sedang apa?
Jangan menjahati anak kecil!
(Shen Zhengyi Tuan Putri Ski Lintas Alam)
Apa yang kau lakukan?
Kemari! Kemari!
Kenapa menangis? Kenapa?
Kenapa? Kenapa?
Eh, kau ini kenapa?
Kau ini orang dewasa,
kenapa menjahati anak kecil?
Tadi aku bercanda dengan mereka.
Baiklah, seperti ini saja.
Kakak carikan arena es lain untuk kalian.
Kita latihan sendiri.
Kita ini profesional.
Untuk apa bertanding dengan yang amatir?
Benar, ‘kan?
Tunggu! Tunggu!
Apa yang kau katakan?
Meremehkan yang amatir?
Aku...
Ingin bertanding?
Ayo!
Kenapa? Kau takut?
Siapa yang takut?
- Ayo tanding! - Ayo tanding!
Sudahlah! Sudahlah! Sudahlah!
Cukup! Cukup! Cukup!
Cukup!
Katakan, apa peraturan kalian?
Ada empat gelas di sana,
kalian berdua masing-masing dua buah.
Siapa yang kembali terlebih dahulu
dan membawa semua gelasnya kembali,
dialah yang menang.
Paham?
Paham.
Baiklah.
Aku temani kalian anak kecil bermain sebentar.
Bersiap!
- Semangat! - Semangat!
Raja arena es apaan?
Bagaimana?
Sepatu seluncur indah?
Masih ingin bertanding?
Tanding kecepatan dengan seluncur indah,
aku punya peluang untuk menang.
Seliar ini?
Ayo pergi, pergi.
Jangan pergi, jangan pergi.
Kakak mengalah padanya.
No comments yet. Be the first to leave one.