The first 200 lines.
Aku tak tahu mau pergi ke mana.
Terus saja menyetir.
Bagaimana bisa pegang kemudi seperti ini? Aku tak bisa menyetir.
Kau akan baik-baik saja.
Voight, pasti ada yang bisa kita sepakati.
Berhenti di sana.
Ayolah. Ayo.
Ini empat ribu dolar. Jika kau mau biarkan aku...
- Biarkan aku pergi. - Diam. Kemarilah.
Ada tiga anak overdosis. Jadi aku akan bertanya sekali lagi...
- siapa yang jual narkoba jelek itu? - Sudah kubilang.
Namanya.
Rev. Namanya Rev.
Dia menjualnya dari sebuah apartemen di Emerald Selatan.
Lihat aku.
Kau lihat itu? Jika kau melintasi garis itu,
perjalananmu berikutnya akan ke dasar sungai.
Keluar dari kotaku.
Ongkos bus.
Siapa yang senang sekolah hari ini?
- Tok, tok. - Bukan aku.
- Siapa di sana? - Ayah.
- Baiklah, hari foto untuk Liam. - Hei, itu tak adil.
Dana kelas untuk Emmy.
Tok, tok.
- Siapa di sana? - Yang mana Emmy?
Emmy?
Halo? Ayah.
Emmy?
Itu aku.
Baiklah. Terus ingatkan aku, Sayang.
- Tok, tok. - Siapa di sana?
Taruhan, kau senang aku tak bilang pisang.
Hampir, Sayang.
- Ada apa, Willhites? - Hei.
- Spageti Million dollar malam ini. - Sampai jumpa kalian!
Kau berkeringat, seperti baru saja dari gimnasium.
Aku takkan bilang baru datang dari gimnasium.
Kau jorok. Menjauh dariku.
Kau bisa dapat diskon polisi 20 persen untuk keanggotaan setahun.
- Pagi, Sayang. - Lucu.
Bukan masalah uang, tetapi waktu.
Aku harus ambil cuti hanya untuk potong rambut.
Kopi bisa membunuhmu sekarang, rupanya.
Aku lihat artikel daring.
Ya, itu hal terakhir dalam daftar panjang hal-hal yang aku khawatirkan.
PRIA DI TEMPAT KERJA
Kumohon.
Caitlin bertanya tentangmu.
Ya. Sampaikan salamku.
- Jadi kau tak tertarik. - Dia sangat manis.
Aku yang rugi.
Hei, kalian melihat Voight?
Tidak, kenapa?
Tak ada apa-apa.
Kau? Aku tak akan pernah menjodohkanmu lagi.
Apa? Kenapa tidak?
Karena kau tak tahu hal bagus saat melihatnya.
Aku tahu nama pengedar itu.
Bagus, tangkap dia.
Baiklah.
Hei, tunggu.
Pak?
Masuklah.
Tutup pintunya.
Aku hanya coba berpikir logis.
Beberapa bulan lalu, kau buat kesepakatan, keluar penjara,
dan entah bagaimana kau melakukan pekerjaan terbesar di kota.
Mengurusi Unit Intelijen di wilayahku.
Ya, banyak yang berhasil.
Harus kubilang, aku mengakui bahwa entah bagaimana
kau terhubung ke petinggi polisi dengan cara yang tak kupahami.
Tetapi, Sersan...
kenapa wanita bernama Gradishar
dari Urusan Internal menelepon menanyakanmu?
Kau bilang Gradishar?
Tak pernah dengar namanya.
Jika kau masih melakukan permainan di jalanan, Koboi,
menjadi polisi kotor, aku sendiri yang akan memecatmu.
Komandan.
- Atwater. Burgess. - Ya, Sersan?
- Butuh kalian hari ini. - Siap.
- Sersan? - Apa?
Kamera tunjukkan ada sesuatu di tepi jalan.
- Konfrontasi di tepi jalan Dan Ryan. - Direkam?
- Direkam. - Ayo.
- Tetapi sudah tak lagi? - Tidak.
Aku bisa terima itu. Baiklah, dengar.
Aku tahu nama tersangka pengedar narkoba.
Pengedarnya bernama Rev, di Emerald Selatan.
- Begitu Olinsky di sini... - Aku di sini.
- Hei. - Hei, Alvin.
Hank.
Kita akan atur jebakan pembelian narkoba. Halstead dan Lindsay di ambang pintu.
Jangan masuk.
Paham.
Baiklah, satu hal lagi.
Kita sudah selidiki ini, selama dua bulan?
Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita rahasiakan ini. Mengerti?
Aku tak peduli mereka menjalankan departemen lain, atau cara kalian muncul.
Ini Intelijen. Unitku.
Kalian katakan padaku kebenaran agar aku bisa berbohong untuk kalian.
Dan jika kalian melanggar wewenangku, ini akan jadi tugas terakhir bagi kalian.
Semuanya pulang nanti malam.
Kau mau tahu caraku mendapatkan nama panggilanku?
Sepuluh tahun lalu, anak-anak di sudut Jalan 16 mulai memanggilku Pulpo.
Gurita. Kenapa?
Karena tanganku di mana-mana.
Sekelompok di Fullerton? Beberapa tentara di Taman Humboldt?
Aku menanganinya.
Aku mulai mendengar nama Pulpo di mana-mana.
Dari mulut pengedar jalanan sampai bibir pelacur.
Kau mau tahu mereka memanggilmu apa di belakangmu?
Chismoso.
Karena lidahmu selalu bicara saat semestinya tidak.
Itu sebabnya aku di sini.
Tidak!
Rev! Buka!
Hei! Kau bisa pelan-pelan?
Apa aku menghantam pintumu? Tidak? Maka masuklah lagi.
Rev, buka!
Aku akan tetap di sini, Rev mungkin tak di rumah.
Ayolah, Bung.
Apa?
Ya, apa Rev di sini?
Tidak, jadi berhentilah menggedor pintu.
Hei, Bung. Pacarku akan masuk rehabilitasi besok.
Dia mau bergembira nanti malam.
Rev biasanya membantuku.
Pernah rehabilitasi, Bung? Itu menyebalkan.
Masuklah.
Kita akan kembali saat Rev tiba.
Kau menggangguku dua jam untuk mendapatkan heroin.
Ya, aku berubah pikiran.
Mujeres. Benar?
Terlihat seperti darah. Itu dan fakta kita tak tahu pria itu.
Kau tak perlu berdalih. Jika upayamu gagal, katakan saja gagal.
Ayo masuk.
Tidak. Karena terlihat seperti darah?
Itu bukan alasan untuk memaksa masuk.
Dia bisa saja mengasinkan ayam dan tumpahkan saus barbekyu di celananya.
Ada tiga anak overdosis dengan heroin saat Rev beraksi.
Kau mau menunggu anak lain mati?
Kita akan mengetuk dan berbicara.
Ya? Siapa pun yang mengontrol di sana menjadi gelisah,
kita mulai dari situ. Paham?
Kita akan membantu. Bersiaplah.
Kami siap, Bos.
Saus barbekyu sebagai rendaman.
Apa itu masakan Puerto Rico atau apa?
- Aku orang Dominika. - Banyak gula di dalamnya.
Itu akan hanguskan dagingnya.
Minta bantuan! Mereka menembaki polisi.
Minta bantuan! Emerald 5600. Petugas tak berseragam di tempat kejadian.
Ambil senapan panjang!
Kembali ke dalam! Kembali ke lantai atas.
Polisi! Aman!
Aman!
Mayat!
Rev di toilet.
Pelaku pasti sudah pergi.
Perhatian.
Periksa seluruh gedung. Penembak melarikan diri.
KEPOLISIAN CHICAGO
Bawa dia ke lantai atas.
Memenggal?
- Itu langkah kartel yang khas. - Ya.
Lindsay, buat deskripsi dari pria yang membukakan pintu.
Lihat apa kau bisa temukan di salah satu basis data.
Pemancarmu baik-baik saja?
- Tidak. - Kudengar terputus.
Tertabrak dinding.
Maaf, Jin.
Alvin, aku akan butuh wajah baru
jika perlu samaran sebagai pembeli lagi.
Akan kurekrut seseorang dari akademi.
Aku berutang budi padamu.
Itu gunanya bantuan.
Hei, Platt. Ada informasi soal si penembak?
Pencarian masih dilakukan. Helikopter dilibatkan. Belum ada hasil.
Letnan Belden dari Kejahatan Kekerasan mencarimu.
Hei, Burgess.
- Ya? - Kemarilah.
Aku ada pekerjaan untukmu.
Pergi ke kamar mayat. Pasien meninggal dibawa di RS, Ross Herrfeldt. Sepupuku.
Aku turut berduka cita.
Terima kasih. Dia punya cincin berlian di kelingking tangan kirinya.
Ambil cincin itu untukku.
- Aku... - Temui pria
bernama Dave Bulhack di sana. Bilang aku mengirimmu. Tak apa.
- Aku... - Mestinya tak masalah.
Itu punya arti sentimental.
Aku perlu mendapatkannya sebelum mertuanya datang. Jadi, pergilah.
Ambil cincin itu dan pergi. Ayo.
- Berapa usia anak itu? - Tiga belas.
Tak bisa wawancara tanpa orang tua setuju.
Ayahnya mati. Ibunya di penjara. Aku memberi tahu DCFS.
Dan mereka bilang apa?
Aku tinggalkan pesan.
Bertugas dengan kurang persiapan di Unit Geng adalah satu hal,
No comments yet. Be the first to leave one.