The first 90 lines.
Episode 263 - Aswatama membunuh Drestadyumna dan para putra pandawa
Konflik pembalasan dendam ini adalah karenaku
Iya, Draupadi
tentu saja, konflik pembalasan dendam ini adalah karenamu
Jika saja kau memaafkan anak-anakku selama permainan dadu
perang ini pasti dapat di hindari.
kau telah mengutuk anak-anakku
Jika kau telah mengalami penderitaan yang sama
seperti yang aku alami. Dengan kematian anak-anakmu
kau akan mengerti penderitaan ini
Temanku, Ashwatama
Pangeran Hastinapura
di medan perang ini
telah ditinggalkan sendirian
Duryodana
Duryodana
Duryodana Temanku
Duryodana
kau masih hidup, temanku
kau tidak bisa mati, Aku tahu itu
kau tidak bisa mati - Ashawatama, Temanku
Kecuali Aku Kecuali Jika Aku
telah mendengar kabar kematian pandawa
aku akan
membiarkan jiwaku pergi dari tubuhku
Luka di tubuhku ini
dan perasaan putus asa ini
menyakiti
ku teramat sangat, temanku
hanya kau
hanya kau yang dapat membantuku sekarang.
perintahkan aku
jika aku bisa melakukannya
aku akan menukar tubuhku denganmu, temanku
beritahulah aku, temanku
untuk membebaskanmu dari penderitaan ini
Apa yang harus aku lakukan?
sampai
aku mengalami semua penderitaan
dan semua kebenaran bersamaan
aku tidak akan mati
aku
aku ingin kau memberi aku
kabar terbunuhnya pandawa
perlihatkan aku senjata dengan
Lumuran darah mereka, temanku
kalau tidak
kalau tidak
aku akan mengalami
penderitaan ini
sampai akhir jaman
Temanku
bebaskanlah aku, temanku
berikan aku kebahagiaan
dengan kematian pandawa
Hidup Kaisar Yudistira
Hidup Kaisar Yudistira
Hidup Putra pandu
Hidup Putra Pandu
Hidup Kaisar Yudistira
Hidup Kaisar Yudistira
Hidup Kaisar Yudistira
Pelayan
Dimana anak-anakku?
Mereka di dalam ruangan kemenangan, Ratu
dimana kaisar yudistira akan disucikan
kakak Prativindha, Satanika
seorang ksatria tidak akan menyerahkan senjatanya di medan perang
tetapi kematian paman duryodana telah mengakhiri perang ini.
Kakak, Perang ini akan berakhir hanya ketika Paman yudistira
menduduki singgasana hastinapura
itu akan menjadi tepat
untuk mengambil jalan gencatan senjata setelah itu
aku telah mendengar
kalau pohon mangga di hastinapura
adalah mangga yang sangat manis
Ayah memberitahuku, sedikit kejadian masa kecilnya
jadi, perang untuk sutasoma telah berakhir
saat dia mengingat makanan
dia lupa akan senjatanya
Ibu
Berdirilah, Anakku
Ibu, kau kemana saja?
tanpa berkatmu kemenangan ini akan terlihat tidak lengkap
orang tidak harus menunggu berkat dari ibunya
seorang ibu selalu memberkati anak-anaknya
apa kalian baik-baik saja? - iya ibu
kami benar-benar sangat sehat dan baik-baik saja.
namun kakak sutasoma memiliki masalah dengan perutnya
dan dia sedang menunggu mangga dari hastinapura
No comments yet. Be the first to leave one.