The first 200 lines.
Halo.
Halo. Ada yang bisa kubantu?
Aku kemari untuk mengajukan laporan orang hilang.
- Laporan orang hilang? - Ya.
Aku sudah mengisi laporannya.
Ke mana aku harus pergi?
Pergilah ke Bagian Orang Hilang di Divisi Wanita dan Remaja.
Bagian Orang Hilang?
Baiklah. Terima kasih.
Laporan orang hilang?
Tapi kenapa?
- Bu. - Astaga.
Ada apa? Aku mengejutkan Ibu?
Tidak, jangan cemas.
Ayo masuk. Divisi Wanita dan Remaja ada di sebelah sana.
Tunggu sebentar.
Bisakah kita membeli kopi di suatu tempat?
Ibu terlalu lama berada di mobil.
Ibu mau minum kopi dahulu?
- Anda sudah datang. - Halo, Detektif Kim.
- Anda datang tepat waktu. - Ya.
- Ayo masuk. - Kami mau beli kopi dahulu.
Aku bisa memberi Anda kopi di kantor kami. Ayo.
Apa Ibu tidak keberatan?
Ya, tidak masalah.
Ayo.
Silakan duduk di sini.
Permisi.
Apakah ada kantor terpisah?
Kurasa lebih baik jika kita bisa bicara di tempat yang tenang.
Nenek baik-baik saja?
"Episode 19"
Bagaimana
ini bisa terjadi? Bagaimana?
Aku menunggu sembilan tahun tanpa tahu itu tidak terdaftar.
Selama bertahun-tahun, hatiku sangat hancur.
Apa Nenek Buyut menangis?
Gi Ppeum, bagaimana jika kamu pergi ke taman bermain bersama bibimu?
Bagaimana dengan Ayah?
Dia akan segera kembali setelah mengurus sesuatu.
Mari memakai mantel dan bermain di taman bermain.
Ayo.
Bagaimana jika selama ini
Gong Joo mencari kita?
Dia mungkin berpikir tidak ada yang mencarinya.
Bayangkan betapa menyakitkan rasanya.
Jin Yoo dan Song Joo pergi ke kantor polisi dan akan segera menelepon.
Pertama, mari mencari tahu bagaimana mereka melakukan kesalahan ini.
Bagaimana mereka bisa melakukan kesalahan seperti itu?
Hidup seseorang bergantung pada ini.
Bisa-bisanya mereka melakukan kesalahan seburuk ini?
Ibu sama seperti kehilangan cucu dua kali.
Aku juga akan mencoba sarana lain. Mari menunggu sebentar lagi.
Sarana lain apa? Adakah cara kita bisa menemukan dia?
- Maaf. - Maafkan ibu.
Kamu pasti lebih sedih daripada ibu.
Maaf. Mari tidak membahas ini.
Bu.
Ini
sketsa wajah Gong Joo.
Apa?
"Choi Chi Yoo, sketsa wajah"
Ini
Gong Joo?
Kami memakai foto ibunya Gong Joo untuk menciptakan sketsa itu.
Mereka bilang,
sekarang dia tampak seperti ini.
Astaga.
Ini Gong Joo?
"Choi Chi Yoo, sketsa wajah"
Gong Joo.
Gong Joo.
Astaga, Gong Joo.
"Divisi Wanita dan Remaja"
Zaman sekarang, semua berdasarkan basis data.
Seharusnya Anda bisa mendatangi kantor polisi di dekat rumah Anda.
Anda jauh-jauh kemari.
Aku ditemukan di daerah ini.
Aku ingin mendaftarkannya di sini.
Begitu rupanya.
Anda ditemukan di Pasar Yongin.
Anda mengenakan gaun cokelat motif kotak-kotak.
Kudengar saat tersesat, aku membawa baju.
Sweter hijau dan rok merah beserta bretel.
Baiklah.
Silakan.
Terima kasih.
DNA-nya tidak hilang.
Aku yakin tidak menerima pengajuan pendaftaran.
Apa maksud Anda tidak menerima pengajuan?
Anda sudah memeriksanya secara menyeluruh?
Aku diberi tahu bahwa DNA-nya terdaftar.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Entahlah. Aku pun tidak bisa menjelaskannya.
Apa maksud Anda?
Kenapa itu tidak bisa didaftarkan?
Pak Choi sendiri yang harus datang ke kantor polisi.
Ini DNA suamiku.
Aku mendapatkannya tadi pagi.
Maaf.
Polisi harus hadir saat mengumpulkan DNA.
Ya, Sayang.
Aku baru saja mendaftarkannya.
Ya, kamu tidak perlu datang.
Baiklah, sampai jumpa di rumah.
Aku jelas mendaftarkannya hari ini.
Kalau begitu, adakah yang bisa kami lakukan?
Maaf tidak ada jawaban yang lebih baik,
tapi cara satu-satunya adalah mendaftarkan DNA lagi.
Apa ini sering terjadi?
Tidak, aku belum pernah melihat ini terjadi.
Mungkin butuh waktu lama,
tapi kita harus mencari tahu letak kesalahannya.
Aku akan memeriksa pegawai yang bertugas dan pengawasnya.
Sebelum melakukannya, seperti kata detektif,
kita harus mendaftarkan DNA-nya dahulu.
Aku paham maksud Ibu,
tapi 10 tahun sudah berlalu sejak DNA ayah didaftarkan.
Aku frustrasi karena kita hanya menunggu tanpa langkah yang tepat.
Itulah sebabnya kita harus bergegas.
Nenekmu pasti menunggu. Ayo pulang.
Baiklah.
Halo.
Hei.
Ada perlu apa kemari?
Halo. Kebetulan sekali kita bertemu di kantor polisi.
Benar.
Kamu tidak mengalami hal buruk, bukan?
Bukan begitu.
Sebenarnya, aku harus mencari seseorang.
Benarkah?
Maaf, tapi kami terburu-buru.
Baiklah. Sampai jumpa.
Ayo berangkat sekarang.
Baiklah. Hati-hati di jalan.
Baiklah. Tunggu.
Aku hendak mengembalikan ini, tapi lupa.
Bukankah ini manik-manik dari bros Ibu?
Berarti bros ini pasti terjatuh.
Terima kasih.
Tidak, seharusnya kukembalikan saat memungutnya. Maaf aku menunda.
Ibu tidak sengaja merahasiakannya darimu.
Ibu tidak mau membahas yang telah terjadi
dan membuatmu dan ayahmu cemas. Itulah sebabnya ibu tidak bercerita.
Begitu rupanya.
Ibu pasti ketakutan saat ada orang asing mendekati ibu.
Ibu berusaha menghindarinya, tapi malah terjatuh.
Jangan keluar rumah terlalu pagi.
Baiklah. Ibu tidak akan melakukannya.
Aku sungguh bersyukur dia ada di sana.
Pasti sangat berbahaya jika Ibu sendirian.
Omong-omong,
kamu sering bertemu dengan wanita tetangga kita itu?
Kadang-kadang.
Kenapa?
Hanya saja
nenekmu sepertinya tidak menyukai dia.
Kejadian yang menimpa Gi Ppeum adalah kesalahanku.
Nenek masih kesal soal itu?
Bukan hanya itu yang terjadi.
Ayahmu itu beda soal,
tapi banyak hal terjadi dan kami anggap semua baik-baik saja.
Sebaiknya
jaga jaraklah dengan keluarga itu.
Kenapa? Kamu merasa tidak nyaman?
Kurasa dia orang baik.
Jika bukan karena insiden soal Yi Yoo,
kurasa Ibu juga pasti akrab dengannya.
"Choi Chi Yoo, sketsa wajah"
Aku beli satu lagi.
Balonku!
Gong Joo.
Gong Joo.
Gong Joo!
Gong Joo!
Karena
nenek selalu memanggilmu dengan nama panggilanmu,
kamu jarang mendengar nama aslimu.
Chi Yoo.
Nenek pasti akan menemukanmu.
Nenek akan menemukanmu, Chi Yoo.
Bagus, Chi Yoo. Keputusan yang bagus.
Kamu tidak perlu menangis.
Jangan menangis sekarang. Apa yang akan terjadi kelak?
Kamu tahu, firasatku bagus soal ini.
Kurasa kamu akan menemukan orang tuamu beberapa hari lagi.
Kamu tidak merasa begitu?
Entahlah.
Aku hanya merasa agak aneh.
Kasihan sekali.
Kamu tidak perlu mengasihaniku.
Ayah mertuaku sangat menyayangiku.
Benar. Walau kehilangan orang tuamu,
kamu punya ayah mertua idaman yang terbaik.
Baru saja kita membahasnya.
Ya, Ayah.
Ya, aku menyerahkannya ke kantor polisi.
Akan ada kabar bagus.
Musim dingin yang terburuk pasti berganti dengan musim semi.
Musim dingin belum mulai, tapi ayah sudah bisa merasakan musim semi.
No comments yet. Be the first to leave one.