The first 200 lines.
"Garis Polisi, Dilarang Melintas"
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi kepadanya?
Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?
- Dia semuda putrimu. - Ya, dia masih sangat muda.
Apa yang terjadi kepada gadis muda itu?
- Aku merasa kasihan kepadanya. - Aku juga.
Sulit kupercaya.
Nona Han...
"Kontak Darurat 119"
Soo Jung, apa yang terjadi?
Geon Wook. Ae Ri
tidak bernapas.
Dia tidak bernapas.
Apa maksudmu?
Di mana dia? Di mana dia sekarang?
Apa kamu peneleponnya?
Bagaimana kamu menemukannya?
Dia ingin mengunjungi ibunya bersamaku.
Pintunya terbuka,
jadi, aku masuk...
Apa kamu keluarganya?
Tidak, kami teman-temannya.
Ibunya ada di rumah sakit sekarang.
Dia akan hidup setelah menemui dokter, bukan?
Dia sudah meninggal.
Apa maksudmu?
Kenapa Ae Ri harus mati?
Kenapa dia harus mati?
Tolong tenang dan ikut kami ke kantor polisi.
Tidak...
"Laporkan Penyebab Runtuhnya Taejung Town"
"Ringkasan Keruntuhan"
"Menurut analisis, area nomor 12-49
harus disokong untuk menahan tekanan Bumi dan air
struktur gneissic di area ini."
"Struktur gedung 15 lantai diubah,
tapi periode pembangunan fondasi dilaksanakan
menurut rencana awal, membuat bangunan ini runtuh
dalam lima menit dari tanda-tanda runtuhnya yang pertama."
Masuklah.
Kamu sudah membaca laporan yang kuserahkan?
Kamu tampak sibuk kemarin, jadi, aku menyerahkan laporannya.
Baiklah. Apa ini mendesak?
Tidak, Pak.
Jika Anda sibuk, aku bisa bertanya...
Pak Seo.
Menurutmu apa yang akan terjadi jika strukturnya tidak disokong
selagi membangun gedung di area gneissis
untuk membantu gedung menahan tekanan Bumi dan air?
Kemungkinan besar akan runtuh.
Jika
konstruksi diproses meski mengetahui fakta ini,
apa alasannya?
Karena biaya tambahan
dan perpanjangan waktu pembangunan.
Kenapa Anda bertanya?
Bukan apa-apa. Aku akan segera membaca laporanmu. Kamu boleh pergi.
Baik, Pak.
"Kairos"
"Episode 12"
"Manajer Seo Do Kyun"
Pak Kim, di mana kamu?
Kamu baik-baik saja?
Halo? Pak Kim.
Pak Kim, apa kamu mendengarkan?
Apa pun yang terjadi, tolong jangan menyerah.
Kamu harus membawa Nona Kang
- dan Da Bin kembali. - Berhentilah ikut campur.
Jika ada yang melakukan ini, aku akan melakukannya.
Aku akan membayar utangku kepadamu tepat waktu.
Jangan menghubungiku mulai sekarang.
"Matikan ponsel"
- Ayah! - Da Bin!
Maaf aku terlambat. Ada sedikit kemacetan.
Tidak apa-apa.
Kalau begitu, aku permisi.
Da Bin, bersenang-senanglah dengan Ayah.
Baiklah, Bu Jung. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Bu Jung.
Ayah.
Ayah.
Hei, Da Bin.
Bisa datang ke kamarku sebentar?
Maafkan ayah. Ayah agak sibuk sekarang.
Ayah akan ke sana setelah menyelesaikan yang ini. Mengerti?
Baiklah.
Aku tidak bisa menangis.
Aku tidak boleh menangis.
Apa?
Kurasa aku salah dengar. Bisa beri tahu aku lagi?
Apa Nona Han Ae Ri putrimu?
Dia ditemukan tewas di rumah hari ini.
Kurasa kamu salah.
Aku mengidap penyakit jantung,
jadi, aku dirawat di rumah sakit untuk diperiksa.
Ae Ri akan datang nanti.
Sudah waktunya dia datang.
Maaf kami harus menyampaikan berita ini kepadamu.
Putrimu sudah meninggal.
Tunjukkan jalannya.
Biar kuperiksa ini untukmu.
Tidak mungkin putriku.
Kenapa tanganmu dingin sekali?
Ae Ri, ikut ibu.
Ayo pulang bersama.
Mengerti? Ayo pulang.
Ae Ri.
Ayo pulang.
- Ibu. - Bu Kwak!
- Aku akan mencari seseorang. - Panggil ambulans!
Panggil ambulans!
- Tenanglah. Kami akan menelepon. - Ibu
Bisakah kamu membantuku mengangkatnya?
- Bu Kwak, tetaplah bersama kami. - Bu Kwak.
Bantu dia berdiri. Hati-hati. Perlahan.
Bu, bangunlah. Bu, bisa mendengarku?
Ibu
Ibu!
Ibu...
Jangan sampai Ibu...
Soo Jung.
Bangun.
Ae Ri tidak akan mati.
Tidak akan.
"Han Ae Ri, panggilan masuk"
"Han Ae Ri"
Halo? Pak Kim.
Nona Han.
Akhirnya aku tahu dari siapa ibuku bersembunyi.
Pimpinan Yu dari Konstruksi You Jung.
Dia sudah mencari ibuku selama ini.
Nona Han, dengarkan baik-baik.
Dalam sebulan,
kamu akan mati.
Tapi aku pasti akan menyelamatkanmu.
Akan kupastikan itu tidak terjadi.
Kamu mendengarkan?
Kalau begitu
apa Pimpinan Yu yang ingin aku mati?
Polisi sedang menyelidikinya.
Kamu bilang ibuku memegang kuncinya, bukan?
Karena sesuatu yang dia tahu,
aku akan mati.
Aku yakin itu berkaitan
dengan keruntuhan Taejung Town 19 tahun lalu.
Aku juga sedang menyelidiki kasus itu.
Jika kita mencoba sedikit lagi...
Aku melakukan yang terbaik.
Aku sungguh melakukan semua yang aku bisa.
Kapan aku bisa bebas?
Anggap saja kita hentikan ini. Lalu bagaimana bencana berikutnya?
Kita tidak tahu yang akan terjadi setelah itu.
Nona Han, tolong jangan hilang harapan.
Kamu dan aku sudah melewati banyak kesulitan hingga kini.
Aku yakin kali ini kita juga bisa mengubah masa depan.
Aku yakin kepada takdir
yang menyatukan kita.
Kamu belum tidur?
- Tidur, Bu. - Baiklah.
Jangan tidur di kamarmu.
Tidurlah di sini.
Baiklah.
- Ibu. - Ya?
Haruskah kita jalan-jalan besok?
Tentu.
Mari lakukan semua yang kamu inginkan.
Apa yang ingin kamu lakukan?
Entahlah.
Haruskah kita telepon Soo Jung dan Geon Wook juga?
Kamu suka itu?
Ya.
Mereka melalui banyak hal karena ibu.
Ibu sudah siap?
Astaga.
Apa ibu berlebihan?
Kita sudah lama tidak jalan-jalan, jadi, ibu berdandan.
Biar ibu berganti pakaian.
Tidak, seperti ini saja.
Ibu sangat cantik.
Ibu, kami di sini...
Astaga.
Ibu tampak cantik.
Ayolah. Jangan menggodaku.
Mari bergegas jika kita ingin menghindari jam sibuk.
Ibu tampak terlalu cantik.
Geon Wook. Soo Jung.
Terima kasih sudah menjaga Ae Ri dengan baik.
Aku lebih bersyukur. Aku berutang banyak kepadanya.
Saat aku SMA,
nenekku mengalami kecelakaan tabrak lari.
Ae Ri menemukannya dan membawanya ke rumah sakit.
Dia membayar biaya rumah sakit karena aku tidak punya uang.
Tapi kamu sudah membayarku.
Ada lagi.
Ibu, dia mencuri uangnya.
- Kali terakhir... - Soo Jung!
Apa?
Dia membayarku dengan rajin.
No comments yet. Be the first to leave one.