The first 200 lines.
Indonesian Translate by BagusProbeBagus a.k.a Nabiel Setiawan
Original english subtitle from amitverma
Enjoy the movie :)
Senang bisa bertemu dengan kalian.
Mari.
SI KEMBAR
"Wasiat dari Bu. Nawal Marwan.
"Pembukaan surat wasiat untuk kedua anaknya,
"Simon Marwan...
"Dan Jeanne Marwan.
"Sesuai dengan perintah dan hak-hak dari Bu. Nawal Marwan,
"Notaris, Jean Lebel...
"Ditunjuk sebagai eksekutor dalam wasiat ini."
Ini adalah keputusan Ibu kalian.
Saya menolaknya, tapi beliau memaksa.
Kalian tahu,
Kalau Ibumu lebih dari sekedar karyawan.
Almarhumah Istri saya dan saya menganggap kalian sebagai keluarga kami.
Jadi...
Saya tidak bisa menolak.
"Semua kekayaan saya harus dibagi rata untuk anak kembar saya, Jeanne dan Simon.
"Uang beserta barang-barang saya...
"Harus dibagi dua sesuai dengan keinginan mereka.
"Penguburan.
"Kepada Notaris Jean Lebel,
"Kubur saya dengan telanjang tanpa memakai peti, tanpa doa,
"Wajah menghadap ke bawah, punggung menghadap ke atas.
"Soal batu nisan.
"Saya tidak mau ada batu nisan, meskipun nama saya sudah diukir.
"Batu nisan tidak pantas bagi orang-orang yang ingkar janji.
"Kepada Jeanne dan Simon,
"Anak bagaikan pisau yang terjebak di tenggorokan.
"Tidak mudah dilepas.
"Jeanne,
"Tn. Lebel akan memberikanmu sebuah amplop.
"Amplop ini untuk ayahmu.
"Carilah dia...
"Dan berikan padanya.
"Simon, notaris juga akan memberikanmu sebuah amplop..."
Sudah cukup.
Saya belum selesai.
Lanjutkan.
"Simon, notaris juga akan memberikanmu sebuah amplop.
"Amplop ini untuk saudara laki-lakimu.
"Carilah dia...
"Dan berikan padanya.
Untuk anakku
"Ketika amplop-amplop tersebut sudah dikirim,
"Kalian akan diberikan sebuah surat,
"Keheningan akan rusak,
"Janjinya sudah ditepati,
"Dan kalian bisa menaruh batu nisan di kuburanku,
"Beserta mengukir namaku di batu tersebut."
Saya akui, memang tidak biasa.
Ada yang perlu kami tanda tangani?
Belum, bukan hari ini.
Baik.
Terima kasih, Jean.
- Ayo. - Tunggu!
Anda tahu ayah kami.
Dan kami tidak punya saudara laki-laki.
Kenapa anda membiarkan Ibu saya menuliskan itu?
Saya paham reaksi kalian.
Memang mengejutkan.
Berhentilah berpura-pura. Anda kenal Ibu saya. Tidak mungkin dia yang tulis.
Tidak ada satupun yang dibuat-buat dalam hal ini,
Tidak di dalam wasiat.
Ada ini juga.
Begini, Ibu kalian telah meninggalkan kita semua...
Kita akan mengurus wasiat ini bersama...
Kita akan tetap berhubungan.
Aku tunggu di luar. Terima kasih, Jean.
Duduklah dulu, Simon.
Dengar, Jean...
Sekertaris anda senang bekerja denganmu.
Setidaknya beliau melakukan hal yang benar selama itu. Bagus.
Tapi sekertaris anda adalah Ibuku.
Selain pekerjaan itu, masih ada yang lebih penting...
Simon...
Kuburlah sekertarismu semaumu.
Tapi saya mau Ibu saya dikubur dengan normal.
Supaya untuk sekali dalam hidupnya, dia bisa melakukan sesuatu dengan normal.
Akhir dari pembicaraan.
Pergilah sebentar.
Kembalilah kalau Simon sudah agak tenang.
Saya tahu ini memang tidak biasa,
Tapi Ibumu tidak gila, Jeanne.
Tiba-tiba, kita jadi keluarga besar.
Ibu menyebutkan anjing juga?
Keluarga besar pasti punya anjing.
Apakah kita juga harus mencari anjing tersebut?
Ibu sudah kehilangan akalnya.
Akan kubicarakan dengan Jean.
Tentang apa?
Tentang penguburan yang normal.
Kami akan mengurus Ibu, kemudian kamu.
Kamu mau pergi kemana?
Kubur dia dimanapun kamu mau.
Hentikan.
Kamu bahkan tidak berada di tempat Ibu meninggal...
Kamu berada di sana ketika Ibu mengalami kecelakaannya...
Kamu merasa bersalah dengan segalanya!
Aku malahan tidak merasa bersalah.
Apakah kamu sadar apa yang baru kita dengar?
Ibu sudah tiada, Demi Tuhan! Sudah selesai. Setidaknya sudah ada ketenangan!
Aku merasa tenang sekali!
Aku sangat tenang.
Ya, aku lihat itu.
Matematika yang kalian pelajari sampai sekarang...
Telah ditemukan untuk menyediakan jawaban yang jelas dan pasti...
Untuk masalah yang jelas dan pasti.
Sekarang kalian berada dalam petualangan baru.
Kalian akan menghadapi masalah yang tidak dapat dipecahkan...
Yang akan mengarah, ke masalah lain yang tidak dapat dipecahkan.
Teman-teman kalian akan bersikeras kalau tujuan yang kalian kerjakan...
Benar-benar sia-sia.
Kalian tidak akan punya cara untuk melindungi diri...
Dengan masalah-masalah yang tingkat kerumitannya sangat mengejutkan.
Selamat datang di matematika murni...
Dan pekerjaan penuh kesunyian.
Mari saya perkenalkan asisten saya,
Nona Jeanne Marwan.
Halo.
Kita mulai dari perkiraan Collatz.
Ada apa dengan intuisimu?
Biasanya intuisimu selalu benar.
Dengan itu, kamu bisa menghasilkan matematikawan sejati.
Tapi untuk ini, kamu butuh bantuan.
Apakah kamu punya keluarga?
Kontak?
Ini konyol, Niv.
Kamu baru saja mengetahui kalau Ayahmu masih hidup,
Dan B : Kamu punya saudara lain.
Yang konyol adalah menantang sesuatu yang tak bisa dihindari.
Kamu harus mengetahuinya,
Atau pikiranmu tidak akan pernah tenang.
Kalau pikiran tidak tenang, maka tak ada yang namanya matematika murni.
Kamu butuh titik mulai.
Ayahku mati ketika perang terjadi, di Daresh.
Itu namanya faktor tak tetap yang tidak diketahui.
Kita tidak pernah mulai dengan faktor tak tetap yang tidak diketahui.
Ibuku dari Der Om, sebuah desa di Fouad.
Dia mempelajari bahasa Perancis di Universitas Daresh.
Kalau beliau bisa mendapat pendidikan, maka beliau masih punya harapan.
Saïd Haidar.
Kamu akan pergi ke Saïd Haidar.
Kawan lamaku yang mengajar di Daresh.
Kamu bisa mempercayainya.
Bu?
Ibu tidak apa-apa?
Apa yang Ibu lakukan?
Ibu?
Ibu tidak apa-apa?
Bu, anda menduduki handuk saya.
Ibu?
Ada apa ini?
Dimana Jeanne?
Ibu?
Beliau sering mengalami migrain?
Tidak.
Hilang ingatan?
Tidak.
Terbentur di kepala?
Tidak.
Kebingungan?
Dia seringkali kebingungan.
Tidak, dia tidak pernah kebingungan.
Wahab, kemari.
Lepaskan adikku.
Mau kemana kau, anak pengungsi?
Nicolas, hentikan! Hentikan! Hentikanlah, Nicolas!
Jangan pernah kembali ke sini!
Wahab!
Kami akan mencarimu di kampmu dan membunuhmu!
Berikan padaku!
- Biar aku saja. - Ini tugasku.
Kamu menodai kehormatan keluarga kita.
Sudah cukup!
Kembali ke rumah sekarang!
Balik!
Pergilah!
Apa yang telah kamu perbuat?
Kamu mempermalukan kami, mencoreng nama baik keluarga!
Kenapa, Ya Tuhan, kamu membuat kita semua menuju kegelapan?
Ya Tuhan, apa yang telah kamu perbuat? Teganya kamu melakukan ini kepada nenekmu?
Apa yang harus nenek lakukan? Membunuhmu?
Aku hamil, nenek.
Ya Tuhan, kegelapan dimana-mana! Mengapa?
Kenapa kamu melakukan ini kepada kita?
Haruskah nenek membunuhmu?
Apa yang harus nenek lakukan kepadamu?
Makanlah.
Makanlah kalau ingin anakmu kuat.
Dengarkan baik-baik.
Sekarang, tak ada apa-apa di sini untukmu.
Nenek akan membantumu sampai melahirkan.
Nenek mau kamu pergi dari sini.
Tinggallah dengan Paman Charbel di kota.
Kamu harus bersekolah di sana.
Kamu harus belajar membaca, untuk berpikir.
No comments yet. Be the first to leave one.