The first 200 lines.
Runa dari keluarga Sasaki.
Bersama ibunya yang terlalu protektif,
ayahnya yang baik hati,
dan kakaknya yang selalu membereskan masalah yang selalu dia buat.
Dia gadis yang dibesarkan layaknya seorang putri.
Dia menyukai donat cokelat
dari toko donat yang sudah lama ada di daerah sekitar rumahnya,
gim online yang dia sukai,
dan teman-teman online-nya yang baik hati.
Adapun tempat, benda, dan orang yang enggak dia kenal...
Dia membencinya.
Runa yang tumbuh manja di keluarga Sasaki,
mengira kalau dia terus menutup mulut dan mengalihkan pandangan,
akan ada orang yang mendekati dia.
Tapi para cewek di kelas
kurang suka Runa yang begitu.
kurang suka Runa yang begitu.
Dia pernah dirundung sama seniornya,
Dia pernah dirundung sama seniornya,
tapi karena dia punya 300 teman online,
dia enggak terlalu memedulikannya.
Meski sudah tiga tahun bersama, teman cewek sekelasnya...
Sasaki, hari ini kamu piket, kan?
Papan tulisnya mau dibiarkan saja?
Oh, aku lupa.
Meski masih dipanggil dengan nama keluarganya,
Runa enggak memedulikannya.
Omong-omong, Runa dari keluarga Sasaki
sejak dulu dikenal sebagai gadis yang sangat cantik.
Ada banyak cowok yang mengaguminya diam-diam,
tapi ketika mereka melihat pakaian sehari-harinya di acara sekolah
yang merupakan pakaian bergaya lolita.
Jadi gayanya agak berbeda dari kebanyakan cewek lain
dan membuat cowok agak bingung.
Sementara itu, kakaknya Runa adalah cowok ganteng
dan teman masa kecilnya pun cowok super ganteng.
Mereka berdua jadi standar cowok bagi Runa
yang membuat para cowok di kelas kelihatan seperti ini.
Eh, aku merekam video baru!
Eh, manis banget!
Aku menari bareng Yukacchi!
Coba menari!
Boleh.
Pertama, begini...
Apa coba?
Apaan coba?
Gawat! Nanti terlambat!
Acchan, Makorin, dadah!
Micchan, dadah!
Dadah!
Sasaki juga, dadah!
Semangat!
Iya!
Runa dari keluarga Sasaki.
Dadah.
Angkuh dan egois di rumah, tapi lemah lembut di luar,
dan sangat penakut.
Iya!
Belakangan ini, Runa...
Selamat datang, Runa!
...telah mendapatkan teman cewek baru yang agak dewasa.
Aku beli puding terbaru dari minimarket.
Akane sedikit lebih dewasa dari para cewek di kelas.
Akane.
Hari ini aku melihat tarian aneh di kelas.
Aku juga mau lihat, dong.
Akane tetap menemaninya meski Runa pernah menjailinya dan bersikap egois.
Itu sebabnya Runa tahu bahwa mereka
bukanlah teman yang setara.
Terus, terus...
Ah, sebentar.
Ada pesan dari temanku.
Tapi karena Akane
bukan keluarga ataupun teman masa kecilnya,
dia tidak akan bersikap seperti yang Runa inginkan.
Temannya yang lain...
Padahal bisa dibalas nanti, soalnya aku lagi di sini.
Biarpun Runa mengambek, Akane enggak akan menghiburnya.
Bahkan sadar pun enggak.
Eh, Runa, lihat ini, deh!
Eh, Runa, lihat ini, deh!
Di depan stasiun lagi ada syuting drama
dan aktor Satou juga lagi ada di sana!
Mau ke sana?
Rupanya kamu suka ikut keramaian.
Iya! Aku memang begitu!
Tapi...
Cepat, cepat!
Tunggu, dong!
Rasanya dia jadi agak berbeda
saat enggak bersama kakaknya.
Seperti ada kegembiraan baru.
Seharusnya dia takut terhadap hal baru dan orang baru.
Dilihat dari kejauhan pun Satou tetap ganteng.
Masa?
Masih lebih keren Yamada, sih.
Memang benar, tapi Yamada mah begitu.
Iya juga.
Ah, coba lihat yang di sana!
Mereka lagi menari! Kayaknya seru!
Aku enggak paham alasan orang suka menari di jalanan.
Apa kita juga mau ikut menari dengan tarian aneh itu?
Enggak mau!
Begini, kan?
Begini, tahu!
Tapi belakangan ini...
Pasti akan lebih seru kalau ada teman lain yang bisa diajak menari aneh,
begitulah pikirnya.
Pengin jatuh cinta.
Dalam rencana hidup Momo,
Seharusnya aku menikah setelah lulus kuliah...
Ibuku melahirkanku saat umur 20 tahun.
Karena itu aku juga ingin menikah selagi masih muda.
Tapi sebelum itu, aku membutuhkan calon suami, kan?
Untuk mendapatkan calon suami, aku harus cari pacar, kan?
Karena itu aku pengin jatuh cinta.
Tunggu, serangan akhirnya serahkan pada penyerang.
Nah, sedikit lagi.
Hore! Misi selesai!
Jangan bilang dari tadi enggak ada yang menyimak ceritaku?
Eh? Maaf.
Eh, Momo, dalam seminggu ini aku sudah mencapai level 50.
Bodo amat!
Kalau kamu mengikuti saranku, kamu bisa mencapai batas level bulan ini.
Akane...
Kamu malah main gim sama anak SMP yang kabur dari rumah di waktu senggangmu...
Apa itu enggak apa-apa?
Dia bukan kabur dari rumah, kok.
Tapi dia lagi perang dingin sama kakaknya, jadi kagok pulang ke rumah.
Terus kenapa kita harus main gim online sama anak kecil?
Kalau kamu bosan,
kenapa enggak pulang saja?
Mau apa datang ke sini kalau enggak ada urusan?
Diam.
Jangan meremehkanku, anak kecil.
Kamu mah enak banget, bisa ketemu cowok remaja ganteng.
Maksudmu Yamada? Sudah kubilang kamu salah paham.
Ah, tapi belakangan ini kami makin akrab dan dia menambahkanku ke daftar teman.
Dia masih saja enggak ramah
dan enggak mau berburu bersamaku.
Karena levelmu terlalu rendah,
Yamada jadi enggak dapat apa-apa.
Tapi dia memberitahuku tentang perlengkapan.
Ternyata dia ramah juga.
Kok ternyata?
Dari dulu juga dia memang ramah, kok.
Bahkan dia masih mau jadi guru bimbelku, padahal sebentar lagi ada ujian masuk.
Wah, berarti dia populer banget, dong?
Populer banget.
Aku belum pernah melihatnya sama pacarnya atau mungkin dia bingung menghadapi cewek.
Duh, sayang amat!
Aku mau daftar jadi pacarnya, ah.
Baru juga dibicarakan...
Hei, Yamada!
Hai.
Sudah lama aku enggak melihatmu main.
Iya, belakangan ini aku lagi sibuk.
Oh, iya!
Aku meningkatkan sepatuku dengan cara yang kamu ajarkan!
Eh? Bukannya hanya perlu memakai permata INT?
Padahal sudah susah payah mengumpulkannya...
Mau memakai sepatu cadanganku?
Itu untuk pelindung dan ada beberapa yang sudah ditingkatkan penuh.
Sudah, enggak usah.
Tinggal cari kepingan permata VIT saja, kan?
Aku akan berburu untuk mengumpulkannya lagi.
Aku sudah tahu tempat berburunya juga.
Iya.
Maaf aku bicara yang enggak perlu.
Semoga kamu berhasil meningkatkannya.
Emotikon senyum?
Tumben banget.
Dia teriak sendirian?
Akhirnya dia korslet juga, ya?
Kayaknya seru.
Membosankan! Aku bosan melihatmu main gim online!
Aku pengin keluar! Pengin kencan buta!
Bagaimana kalau kamu coba juga? Lumayan seru, lo.
Aku enggak bisa main beginian...
Jangan bilang begitu...
Soalnya aku gaptek.
Nanti juga bisa kalau terbiasa.
Aku mau pergi berburu, jadi kamu lihat saja.
Aku memang gaptek,
tapi bukannya gawat kalau sudah keluar asap?
Komputer Akane rusak?
Iya, kayaknya meledak pas lagi main gim.
Pembaruan terakhir memang bikin berat, sih.
Mungkin karena main kelamaan juga.
Katanya dia enggak bisa main gim sampai bisa beli komputer baru.
Dia murung banget.
Iya.
Siapa...
Hai.
Aku membawa tukang servis.
Yo.
Ya?
Pagi, Yamada!
Hai...
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.