The first 176 lines.
Sekarang kita berperang bersama Master Moz yang terkuat.
Menyamar jadi penyusup untuk mengalahkan musuh.
m 0 0 l -4476.25 0 l -4476.25 -20.125 l 0 -20.125 b 5 -19 7.875 -16 7.875 -10 b 7.875 -5.125 6 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Dr. Stone S3
Episode #15
Hunter No Sekai
Now Watching
Kunjungi:
Pertarungan Penentu 3 Arah
Kesatria bertopeng itu tidak hanya sangat kuat,
bahkan aku, Tuan Oarashi, yang berkekuatan luar biasa juga dikalahkannya.
Jangan-jangan, dia sekuat Moz.
Aku dikepung tiga, bukan, lima, bukan, sepuluh orang kesatria bertopeng.
Sebenarnya itu aku.
Meski beberapa intuisinya sangat kuat,
Sedangkan aku melawan mereka dengan kekuatan luar biasa sendirian.
pada dasarnya dia tetap orang blo'on.
Lalu, dia menyerangku dengan sinar, tetapi aku memakai kekuatan luar biasa
Dia pria yang sangat percaya diri.
Agar tidak dipermalukan karena kalah,
dan mengangkat batu dengan satu tangan. Namun, sinar itu membuat sekujur tubuhku kaku!
dia akan melebih-lebihkan ceritanya.
Sebenarnya pertarungan konspirasi yang menyenangkan sangat sederhana,
yaitu membuat musuh ketakutan terhadap kekuatan luar biasa
kesatria bertopeng di pihak kita, yang sebenarnya tidak ada.
Pertama,
mencari ruang terbuka, terbangkan drone dan menyiapkan perang udara.
Kedua.
Pasukan kesatria bertopeng sudah datang, berada di sana.
Ketiga.
Menyergap semuanya dengan senjata pembatuan.
Keempat.
Apa?
Alangkah baiknya kalau bisa selancar itu.
Peruntungan Senku sangat buruk, rencanamu tidak pernah berjalan lancar.
Gak ada cara lain lagi.
Kurasa kalian seharusnya sangat jelas
bahwa masih ada satu masalah besar,
yaitu Moz.
Dia pasti akan berada di lokasi pertempuran, bukan?
Kalau kesatria bertopeng itu
sungguh sekuat yang dikatakan Oarashi,
maka biarkan aku dan Kirisame yang mengalahkannya.
Benarkah?
Hebat.
Tuan Moz dan Nona Kirisame bekerja sama,
tidak akan terkalahkan.
Lalu,
saat kita merebut senjata pembatuan dengan drone,
kita akan dibunuh oleh Moz dan senjata juga akan direbut.
Karena itu, aku barulah menyiapkan cara untuk menghadapi Moz.
Sangat disayangkan,
pipa besi yang kugunakan untuk meniup kaca itu
apa harus dipotong menjadi bagian-bagian yang kecil?
Setelah dipotong berbentuk makaroni yang pendek,
lalu rekatkan delapan bagian menjadi bentuk lingkaran.
Sepertinya bisa berputar.
Spinner hadir kembali.
Peralatan yang didapatkan dengan susah payah,
tentu saja harus segera digunakan.
Aku melakukan sesuai perkataanmu, tapi apa ini?
Aku ingin melanjutkan pembuatan drone.
Katanya cara untuk menghadapi Moz,
kukira adalah benda yang lebih gawat.
Ini... mungkinkah?
Sepertinya Tim Manusia Modern menyadari sesuatu.
Asyu.
Sebenarnya strukturnya tidak rumit.
Dahulu, narapidana memakai benda apa pun yang bisa ditemukan untuk membuatnya.
Yang lebih merepotkan adalah benda yang terpasang di dalamnya.
Memasukkan bubuk mesiu yang terbuat dari asam nitrat ke dalam tabung,
lalu menutupnya dengan bola baja kecil.
Dengan kata lain, bubuk mesiu di dalamnya akan meledak,
lalu peluru akan melesat keluar.
Jarang-jarang aku juga bisa memahami prinsip ini,
sepertinya tidak rumit sama sekali.
Ucapanmu benar,
tapi siapa yang mau menyalakan bubuk mesiu? Ini juga bukan kancing sumbu.
Kalau ingin dinyalakan dengan mengetuk, tentu saja detonator yang terbaik,
jadi aku akan menggunakan raksa fulminat.
Mendadak kosakata yang tidak kumengerti muncul lagi,
aku menarik perkataanku barusan, ini sangat rumit.
Ini akan meledak kalau urutannya salah,
jadi hanya bisa mengandalkanku
untuk membuat asam nitrat, raksa, dan alkohol bereaksi,
lalu memasukkan detonator dan peluru, kemudian semuanya selesai.
Saat besi mengenai detonator...
Awalnya Senku, aku, dan Yuzuriha berangkat
ke Hakone demi membuat alat ini.
Itu sudah bertahun-tahun yang lalu.
Kira-kira tiga tahun.
Meski lama, tetapi pada akhirnya manusia berhasil sampai ke titik ini.
Sepertinya aku sudah ditakdirkan untuk masuk neraka.
Tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin dan usia.
Yang menjadikan manusia, homo sapiens, makhluk terkuat yang menguasai Bumi itu
penemuan dewa dan iblis.
Alat tidak dibedakan antara dewa dan iblis
karena manusialah yang menentukan penggunaan suatu alat.
Maaf, semuanya.
Dalam situasi begini, kalian mungkin tidak berharap aku bermanis mulut.
Tapi, aku tetap ingin
tidak membunuh siapa pun sebisa mungkin.
Kecuali, benar-benar terpaksa...
Bermanis mulut?
Kau salah, Ukyo!
Tidak membunuh bukanlah bermanis mulut, juga bukan soal moralitas.
Orang yang kerabat dan temannya dibunuh, akan memendam kebencian selamanya.
Musuh pun bisa menjadi teman. Karena itulah, tidak membunuh adalah
prinsip yang masuk akal!
Andai saja pistol ini bisa membunuh orang.
Namun, ini hanyalah pistol darurat yang bahkan tidak berulir.
Akurasi dan kekuatan tembakannya rendah. Paling-paling hanya bisa menjadi jimat.
Jika lancar, bisa dijadikan pistol pembius juga.
Bisa membius juga?
Demi menghentikannya, kita akan menembaknya dengan pistol.
Begitu berhasil merebut perangkat pembatuan,
kita jadikan dia batu, lalu mengubahnya menjadi manusia lagi, lalu dia pun sembuh!
Tidak ada bedanya dengan pistol pembius!
Benar juga.
Ide Senku terlalu masuk akal. Kelihatannya malah seperti ilmuwan gila.
Dia memang seperti ini sejak dahulu!
Aku mengerti, ini dibuat seukuran pistol agar tidak mencurigakan saat dibawa.
Namun, siapa yang akan memakainya?
Bagi orang yang tak berpengalaman, alat ini sangat sulit digunakan.
Di Jepang, tidak banyak yang bisa...
Yo dihidupkan kembali!!
m 0 0 l 396 0 l 396 160 l 0 160
Biarkan polisi aktif yang memegang pistol.
Ukyo, kau tidak keberatan, bukan?
Tidak! Ini ide yang buruk, kan?
Bagaimana bisa membiarkan orang jahat memegang barang berbahaya?
Ekspresi wajahnya ...
Melihat ekspresi wajahnya saja sudah tahu kalau akan terjadi hal buruk!
Belum tentu.
Yo adalah karakter ceria yang haus akan pengakuan.
Bisa dibilang, dia sangat mudah dimanipulasi.
Polisi keamanan pertama di dunia baru,
namamu akan tercatat dalam sejarah!
Astaga...
Kau benar-benar keren!
Ekspresinya!
Serahkan saja kepadaku, pasti tidak akan bermasalah.
Saat menjadi polisi, aku pasti menembak gila-gilaan begitu melihat perundungan.
Tidak boleh.
Lah?
Tidak ada yang tertembak.
Apaan dah? Berlagak keren, tapi gak ada yang tertembak.
Ular berbisa?
Gawat, tiba-tiba ada ular berbisa?
Kelihatannya, setidaknya kita bukan lagi mangsa yang pasrah.
Benar, tidak?
Pistol Diperoleh!!
m 0 0 l 396 0 l 396 160 l 0 160
Kau lumayan hebat, Polisi Jahat.
Aku tidak bisa mengatakannya!
Aku tidak berani bilang kalau yang kubidik tadi adalah botol kaca!
Aku harus berlatih keras.
Untuk memenangkan perang melawan Medusa,
diperlukan empat alat.
Setelah semuanya selesai,
Tudung
Drone
Setelah semuanya selesai,
Pistol
Tali kawat
mulailah bergerak.
Pejuang bertudung akan berbaris di depan musuh.
Jika tidak memaksa mereka mengeluarkan perangkat pembatuan, kita akan tamat.
Benar, setidaknya harus ada lima orang.
Entah kenapa
pakaian dan makanan di gudang terus berkurang.
Tudung
Selesai
Oh, ya, suara pengerjaan makin keras.
No comments yet. Be the first to leave one.