The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh iamklopers
Halo?
Halo?
Selamat Datang!
Selamat Datang!
Ini sama seperti sebelumnya...
Membeli sesuatu?
Lalu lintas sedang buruk, kan?
Bagaimana konsultasinya berjalan?
Hah?
Oh tidak!
Lihat jam berapa sekarang!
Aku harus permisi.
Apa, Bu? Kau mau pergi?
Kau tahu aku punya bazaar penting untuk dihadiri.
Aku akan menyusulmu nanti.
Yung-joo, Aku mau pergi sementara kau bersama Jae-min di sini.
Baiklah.
Kau tidak harus mengantarku keluar.
Aku suka rambut barumu.
Aku pergi!
Selamat jalan!
Ya.
Apa?
Kancingmu itu?
Dan rambutmu!
Anak laki-laki tampanku...
Selamat jalan, Bu!
Ya.
Yang mana yang kau sukai?
Oh, aku ngantuk sekali...
Kenapa kita di sini? Apa kita tidak makan?
Cobalah untuk tidak terlalu menarik perhatian di depan orang tua kita.
Aku mempunyai perasaan tidak enak.
Aku akan meneleponmu.
Apa yang salah dengan kalian?
Jika kau mau membiayai tim produksi, Kau setidaknya harus melakukan penelitian!
Atau setidaknya sedikt menyadari apa itu akan menguntungkan!
Siapa yang membuat keputusan ini?
Siapa yang memilih untuk membiayai sebuah opera tanpa seorangpun yang mengawasi?
Pak, perekonomian yang buruk dan waktu yang kurang...
Direktur Jung.
Ya, Bapak Ketua.
Bisakah kau mengatakan tentang pendapatan kita pada kuartal ini?
Itu 270 persen peningkatan dari kuartal ketiga. Dan peningkatan 350 persen dari tahun lalu. 350 persen, Pak.
Perekonomian yang buruk?
Itu mengalami peningkatan 350 persen!
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Huh?
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Aku akan melakukan yang terbaik Pak,.
Apa... yang terbaik?
Darimana laki-laki tua itu mendapatkan kekuatan?
Dengar kalau dia akan liburan.
Apa itu ide bagus membiarkan tunanganmu pergi sendirian?
Apa itu karena skandalmu dengan gadis lain?
Gosipnya dia seorang artis.
Itu bukan urusanmu.
Itu ada di koran.
Ya?
Di sini Anda rupanya, Pak.
CHOI YOUNG-JOO'S RENCANA PERJALANAN
Dia berencana untuk pergi ke Bali, setelah mendarat di Jakarta.
Sendirian?
Ya.
Aku akan memberi tahu cabang kantor kita di Jakarta.
Jangan, tidak usah.
Apa Anda ingin aku menelepon hotel itu?
JAKARTA
KANG IN-WOOK
Siapa itu?
Siapa itu?
Jadi aku ada di alamat yang benar.
Aku masuk.
Mau minum?
Apa kau harus melakukan ini?
Kau bisa saja mengatakannya padaku waktu itu.
Maafkan aku.
Untuk apa?
Akulah yang harus menyesal.
Aku mencampakkanmu untuk menikah dengan laki-laki lain, ingat?
Apa kau tinggal di sini sendirian?
Apa kau kesini dengan dia?
Tidak.
Bukankah kau ingin tahu siapa dia?
Aku tidak mau tahu.
Apa kau punya bir lagi?
Kamar nomor 1920, tolong siapkan!
Ini sangat tidak adil.
Kenapa kau begitu miskin?
Kenapa keluargamu begitu miskin?
Ya, aku tahu.
Aku mendengar kau menawarkan diri untuk datang ke sini.
Ya.
Karena aku?
Aku tidak percaya bagaimana kau bisa mengatakan itu.
Jadi itu mungkin bukan karena aku.
Hidup begitu tidak adil.
Ya.
Tolong aku.
Tetaplah bersamaku sampai aku kembali.
Baiklah.
Apa kau masih... mencintaiku?
Apa kau ingin aku melakukan itu?
Tidak.
Jangan.
Aku tidak berpikir dia di hotel.
Tapi jangan khawatir. Dia pasti baik-baik saja.
Apa Anda ingin aku untuk menelepon dan meminta kantor cabang kita di Jakarta untuk mencari dia?
Aku akan menelepon kedutaan disana dulu.
Mereka mengatakan wanita melakukan hal ini sebelum acara besar seperti pernikahan.
Sebuah panik psikologis, mereka menyebutnya seperti itu.
Harap jangan khawatir, Pak! Dia akan segera kembali.
Bagaimana jadwalku hari ini?
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau mau pergi ke suatu tempat?
Aku harus pergi bekerja.
Kapan kau pergi?
Aku membuatkanmu sarapan. Dan kunci rumah ini ada di meja. Titipkan ke manajer ketika kau pergi.
Atau kita bisa pergi bersama-sama sekarang.
Lepaskan.
Aku akan mengantarmu.
Ayo pergi!
Hotel yang mana?
Lepaskan aku!
Jangan marah.
Kau tidak punya hak.
Tak bisakah kau bersama denganku?
Aku tahu kenapa kau datang jauh-jauh ke sini.
Apa yang kau tahu?
Aku tidak bodoh.
Kau tidak harus merasa bersalah.
Ayo kita pergi.
Oke. Ayo kita pergi.
Waktu yang kuhabiskan denganmu di sini akan menjadi akhir hidupku.
Segera setelah aku kembali ke Seoul, Aku harus mulai menjalani hidup bersama orang lain.
Hai, ini aku.
Aku rasa aku tidak bisa membuat janji hari ini.
Bisakah Anda menundanya beberapa hari lagi?
Sampai saat itu, aku perlu lebih banyak waktu untuk mengumpulkan sampelnya.
Ya. Oh, sampai kita bertemu, jangan gagal dengan entrinya. Dan aku mungkin bisa menghubungi Anda hari ini.
Khawatir? Tidak, apa yang Anda bicarakan? Ya, OK! Jika Anda memiliki masalah, telepon aku!
Terima kasih! Bye!
Apa yang ingin kau lakukan sekarang?
Ingat apa yang kita katakan dulu?
Kita ingin melarikan diri ke sebuah pulau terpencil dan tinggal di sana.
Terkejut?
Bagaimana...
Siapa dia?
Oh, teman lama kuliahku.
Bertemu dia di jalan.
Dia mengatakan dia bekerja di Jakarta.
Apa yang membawamu ke sini?
Siapa dia?
Senang bertemu denganmu. Aku Jung Jae-min.
Ah, ya. Aku Kang In-wook.
Senang bertemu denganmu. Nikmati perjalanannya.
Oh, tentu.
Dimana kau bekerja?
Maaf?
Oh, ya.
Dan apa yang membawamu ke Bali?
Dia berlibur.
Oh, begitu?
Baiklah, aku pamit dulu!
Kenapa kita tidak makan malam bersama?
Dimana kau tinggal?
Aku akan mengantarmu dengan mobil.
Tidak.Tidak apa-apa. Aku akan datang ke tempatmu.
Di mana kita bertemu?
Kenapa kau melakukan ini?
Melakukan apa?
Apa yang ingin kau tahu?
Kau benar-benar aneh melakukan semua ini.
Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal.
Apa aku mengatakan sesuatu?
Apa kau kesal karena aku datang?
Mau aku pergi?
Tidak.Terima kasih.
Untuk apa?
Untuk datang, tentu saja.
Ini hebat!
Namanya Kang In-wook.
Dia bekerja di kantor cabang kita di Jakarta.
Berikan aku informasinya.
Sekarang.
Apa, apa aku terlihat terlalu norak?
Tidak.
Apa aku terlihat cantik?
Ya.
Berapa lama kau bergabung dengan perusahaan kami?
Tiga tahun, Pak.
Kutebak, tidak ada promosi lagi.
Tidak.
Di mana kau bekerja sebelum datang kesini?
Aku di kantor utama.
Kantor pusat yang mana?
D departemen perencanaan pak,.
Kenapa aku tidak pernah sekalipun melihatmu?
Aku juga tidak pernah melihat Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.