The first 200 lines.
Anggota Grup Oniwaban, benar?
Akulah anggota tersohor Grup Oniwaban ...
... yang disebut Hyottoko!
Hyottoko?
Namanya terlalu lucu untukmu.
Mending ganti nama, deh.
Serahkan Megumi tanpa melawan.
Itu pun jika ingin kukasihani.
Siapa dulu yang mau maju?
Maju serentak juga tidak masalah.
Dia petarung pengguna otot, tanpa senjata.
Percayakan saja padaku.
Tapi kita menghadapi Grup Oniwaban.
Bisa saja punya siasat rahasia.
Bukan masalah!
Akan kubuat dia membeberkan bandar narkoba itu!
Rupanya kau duluan?
Mau sekuat apa pun itu, percuma kalau tidak kena.
Justru ini memudahkanku.
Karena kau sengaja masuk jarak serangku!
Sano!
Sano!
Sanosuke!
Bahaya juga kau, Gurita Gembrot!
Oh?
Hebat juga kau, bisa menghindari semburan apiku.
Tapi, kakimu takkan senggup menghindar lagi.
Menyemburkan api dengan memuntahkan minyak dan pemicu bara gigi rijangnya.
Pengguna api terbaik dalam Oniwaban.
Nama "Hyottoko" saja dibentuk dari "hi no otoko".
Semua bisa dibakar olehnya!
Bersiaplah!
Kenapa dirimu berpaling?
Musuhmu adalah diriku.
Nanti saja, setelah yang ini mati.
Tanpa buru-buru, kau juga pasti kupanggang, kok!
Atraksi sirkus begitu, ...
... bahkan tidak akan membakar sehelai dari rambutku.
A–Atraksi sirkus, katamu?!
Apinya dibelah menggunakan sakabato?!
Mustahil!
Jangan pikir, pedangmu bisa melakukan apa saja!
Kamu pergi ke mana?
Kenshin itu sedang bertarung membelamu.
Kamu punya tanggung jawab menyaksikannya.
Itu bukan lawan yang sebanding pendekar pedang.
Meskipun bisa mengulur waktu,
tapi dia melawan onmitsu ahli dari Grup Oniwaban.
Beda jauh dengan onmitsu rendahan seperti Beshimi.
Tidak, dia bisa menang.
Kamu belum mengenal Kenshin saja.
Meski benar Kenshin pendekar pedang,
tapi bukan pendekar sembarangan.
Mustahil!
Sembilan liter minyakku sampai kering!
Bukankah sudah kubilang?
Sehelai rambutku saja takkan terbakar.
Dia menangkis semua apinya dengan pedang?
Ini memang bukan kemampuan pendekar biasa.
Siapa orang ini sebenarnya?
Keparat!
Masih belum selesai!
Dia mau menelan minyak lagi!
Sano?
Terima kasih bantuanmu.
Tapi akulah yang jadi lawannya.
Maaf, biarkan dia mengulang lagi.
Baiklah.
Kupercayakan dia kepadamu.
Ya, percayakan padaku.
Hei!
Kenapa kalian pakai sok-sokan segala?!
Isi ulang selesai!
Orang bodoh, kau ingin melawanku lagi untuk hangus terbakar?
Kaulah yang bodoh.
Karena mengira trik sulapmu bisa terus-menerus menipu.
Kuhanguskan kau!
Siapa pun yang menghina teknik kebanggaanku sebagai trik sulap dan atraksi sirkus ...
... akan kubakar habis jadi abu!
Semburan Api Maksimal!
Kali ini takkan bisa dihindari!
Banyak cocot!
Apa?!
Orang yang ceroboh.
Inilah yang disebut orang "cari mati".
Tidak usah lagi sembunyikan trik sulapmu!
Rahasia yang kaubanggakan ini agak menjijikan.
Peluang menangmu sudah habis.
Cepatlah pergi dari sini.
Dasar bodoh!
Peluangmu-lah yang sudah habis!
Dengan tangan melepuh begitu, takkan bisa lagi kaupakai meninju!
Sebaliknya, rasakanlah pukulan apiku yang membara ini!
Berantem itu tidak selalu pakai tangan.
Meski kaki pendek sepertimu mustahil kepikiran ini.
Gampang!
Tapi imbasnya, badanmu jadi penuh luka.
Apa masalahnya?!
Dia menang.
Meski suka berlagak, tapi ternyata memang tangguh.
Mereka bukan tangguh lagi ....
Siapa mereka sebenarnya?
Sudah kubilang, kamu belum mengenalnya saja.
Mereka adalah teman yang sangat bisa diandalkan.
Hei, jangan bertengkar!
Badanmu benar-benar penuh luka.
Terlihat habis mati-matian.
Benar, 'kan?
Apa kalian bilang?!
Jelas-Jelas menang gampang gitu!
Lalu, dia mau diapakan?
Entahlah, mungkin disiram air ....
Kutu kupret!
Hyottoko malah kalah segampang itu!
Ini sih, nanti jadi kegagalan lagi!
Tidak!
Semua ini gara-gara Takani Megumi!
Kalau saja kau tidak kabur saat jatah sifku, ini takkan pernah terjadi!
Orang yang memberiku masalah seperti ini, tidak boleh lolos begitu saja!
Mati kau!
Hati-Hati! Ada yang bersembunyi!
Ketemu!
Mampus!
Awas!
Apa?!
Yahiko!
Duh, malah ikut-ikutan ceroboh!
Aduh ....
Kamu tidak usah ikut campur, berbahaya!
Jangan bercanda!
Entah apa yang terjadi,
mereka sedang melindungi wanita ini, 'kan?!
Aku juga anggota Tim Kenshin!
Meski belum bisa menyerang, setidaknya harus bisa melindungi!
Percayalah sedikit kepada muridmu ....
Yahiko?!
Gawat!
Racun?!
Salah sendiri mengganggu!
Bocah itu cuma bisa bertahan satu jam!
Dokusatsu Rasenbyo!
Inilah taring Beshimi dari Grup Oniwaban yang sebenarnya!
Kaulah berikutnya, Rambut Me—
Kenshin!
Yahiko ...!
Yahiko ...!
Yahiko! Bertahanlah, Cuk!
Yahiko!
Yahiko!
Yahiko!
Cukup.
Kulihat mustahil bagi kami untuk merebut Takani Megumi dengan terus bertarung.
Aku lebih ingin membawa pulang mereka dan melapor kepada atasan secepatnya.
Kalianlah yang menyerang duluan.
Tak bisa dibiarkan begitu saja.
Kecuali, kautinggalkan si Cebol itu untuk mengobati racun Yahiko.
Kami tidak berhak mematuhi musuh.
Maka, akan kupaksa dirimu meninggalkannya!
Kau cukup galak sebagai orang yang bersikap tenang.
Tak perlu buru-buru.
Selama kau bersama Takani Megumi, kita akan berhadapan lagi.
Kita tunda pertandingan di lain waktu.
Kenshin, kondisinya Yahiko ...!
Yahiko!
Bagaimana?
Diriku punya pengalaman mengobati luka pedang atau patah tulang,
tapi jika racun begini ....
Mula-Mula, lebih baik coba isap racun dari lukanya.
Baiklah!
Hentikan!
Kamu menyuruhku membiarkan Yahiko tewas?
Jangan ikut campur, deh!
Dasar bodoh!
Mengisap racun dari lukanya, bisa mengakibatkan infeksi bakteri yang memperparah kondisinya!
Amatir sebaiknya diam saja!
Mundur!
Nona, dojo seperti ini pasti punya dokter langganan, 'kan?
Suruh membawa bahan yang kutuliskan!
Mas Ken rebuslah air!
Sekaligus handuk hangat dan P3K!
Kau pergilah ke toko es dan beli semua esnya!
Pengobatan racun perlu dilakukan secepatnya!
Bergegaslah!
Hm .... Kondisinya stabil.
Setelah istirahat tiga atau empat hari, pasti pulih.
Untunglah, Yahiko!
Asalkan dia "istirahat total", ya.
Makasih, ya, Kek!
Kau hebat juga!
Caramu tidak sopan.
Kalau mau berterima kasih, sampaikan pada penulis resep ini.
Orang itu sangat cerdas.
Dari bahan dan cara mengolahnya ditulis dengan sempurna.
Siapa pun yang menulisnya pasti seorang sarjana,
atau setidaknya pelajar bidang medis modern dari Barat.
Bukan cuma ahli racun, gitu?
Racun dan obat itu masih satu kesatuan.
Kecubung bisa jadi obat mujarab, tergantung pemakaiannya.
Orang yang menulisnya sudah pasti sangat memahami kandungan obat.
Aku tidak menyangka.
No comments yet. Be the first to leave one.