The first 200 lines.
Oke, begini kejadiannya. Kau sudah sadar selama 5 hari.
Kau adalah raja dari bukit dan baru saja selesai menyumpal hidungmu.
Ada cewek yang ikut denganmu, berceloteh.
Tapi kau tak bisa mendengar kata-katanya.
Semua panca indramu kacau dan berhenti bekerja dengan cara yang semestinya.
Kau bertanya-tanya di mana keberadaanmu, dan di tempat inilah...
...kau sudah nongkrong sejak dari kapan tahu.
Bisa 2 jam atau 2 hari.
Itu tidaklah penting, yang terpenting adalah di mana kau berada sebelumnya.
Dan aku sedang tidak membicarakan tentang klub ini atau bar itu.
Tidak, kau harus pergi lebih jauh lagi. Karena sekalipun kau tahu dalam hati,
Perjalanan akan berakhir dalam kegelapan.
Tapi bukan berarti dimulai dalam kegelapan.
Berdasarkan omong kosong yang benar-benar terjadi.
REYKJAVIK, MARET 1999.
Kau tak ingat perkelahian sama sekali?
Tidak./ Tidak?
Apa kau banyak minum? Hilang kesadaran?
Tidak./ Tidak.
Toti, itukah kau?
Ini aku, Stebbi, dari Olafsvik.
Bagaimana kabarmu, Bung?
Baik. Apa yang kau lakukan di sini?
Menginap.
Kenapa?
Mabuk-mabukan. Mungkin aku terlibat kekerasan.
Kau punya pengacara?/ Tidak, belum.
Jangan begitu. Kau perlu pengacara hebat.
Percayalah, aku tahu.
Stebbi.
Ibumu masih di Barat?
Ya, di Barat.
Bagaimana dengan Ibumu? Apa kabarnya?
Dia menetap di sana, sampai tua.
Dengar, jika kau dalam kesulitan, hubungi aku.
Toti! Sudah lama aku tak melihatnya sejak kami masih anak-anak di Olafsvik.
Ibu kami berteman dekat saat itu dan Ayahnya seorang wali kota.
Meskipun Toti 2 tahun lebih tua...
...dia dan teman-temannya membolehkanku bergaul dengan mereka.
Mulai dari obat-obatan, menonton film porno dan semacamnya.
Tapi setelah Ayahnya meninggal saat dia berumur 12 tahun, dia dan Ibunya pindah ke Reykjavik.
Toti sayang?
Sejak itu aku cuma mendengar cerita-cerita gila tentang orang ini.
Yang ku tahu dia tak mempelajari teologi seperti Ayahnya.
Apa yang kau lakukan?
Ibu sayang, ini yg memutar Amphetamine Fenilpropanolamin. "Speed"!
Stefan Kormakur Jonsson./ Ya.
Aku dari Kepolisian Reykjavik, aku menyerahkan surat panggilanmu.
Mereka menyebutnya "Sembrono dan serangan yang parah".
"Sampai 5 tahun penjara", dan "klaim melukai seseorang".
Bu?
Apa Ibu tahu ada lowongan pekerjaan?
Tidak, aku tidak berhenti sekolah.
Aku cuma berpikir ke depan untuk musim panas.
Ya.
Oke. Ya.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Aku tidak suka./ Apa yang kau takutkan?
Sekalipun polisi tidak menemukan jack di sana,
Bukan berarti Robbi menyembunyikan simpanan itu di apartemennya.
Cuma ada satu cara untuk mencari tahu.
Toti.
Hei, ini Stebbi./ Apa? Stebbi siapa?
Stebbi dari Olafsvik. Dari kantor polisi kemarin.
Ada apa?
Aku sedang memikirkan pengacara yang kau bilang.
Kau bisa merekomendasikan seseorang?
Kau dikenakan biaya?
Ya, dan klaim melukai seseorang, omong kosong sialan.
Tak masalah, aku bisa menghubungi pengacara hebat.
Masa?
Ya, kau cuma perlu membuatku senang sebagai balasannya.
Aku garuk punggungmu, kau garuk punggungku./ Tentu, tak masalah
Kau merdeka sekarang?/ Ya.
Punya SIM?/ Tentu.
Ini kunci apartemen di Kleppsvegur 66, lantai atas sebelah kanan.
Masuklah ke sana mungkin kau bisa menemukan sesuatu untukku.
Tempat persembunyian yang bagus. Polisi takkan bisa menemukannya.
Apa itu?
Yang terbaik yang tidak kau tahu. Dalam kasus jika kau tertangkap.
Ingat saat kau menyembunyikan 12 batang cokelat.
Tak bisa ditemukan.
Jika kau melakukannya untukku, Stebbi...
Aku akan menghubungi Viktor Marteinsson, pengacaraku.
Dia akan membebaskanmu. Aku jamin.
Kau berpikir begitu?/ Berpikir?
Masalah sepele ini sudah biasa diselesaikan Viktor.
Aku masih tidak tahu...
Mengambil kesempatan ini karena tuduhan, itu maksudku.
Tentu, mungkin kau benar. Dalam hal ini...
Yang terbaik adalah bersabar, tunggu dan lihat apa yang terjadi.
Siapa tahu, mungkin tuduhan itu lenyap dari sistem atau semacamnya.
Masa bodoh.
Benar!
Dengar, ada satu hal.
Jika sesuatu terjadi...
Pernah dengar "Moment Zero"?
Tidak?
Terkadang ada saatnya kau mengalami situasi ekstrim.
Yang terpenting adalah menjaga wajah. Tak peduli apa itu.
Teriakkan 2 kata, tidak bersuara, tapi di pikiranmu.
Dua kata.
F*ck... You...
Kemudian lakukan hal pertama yang terlintas dalam pikiran.
Tak peduli seberapa gila. Lakukan tanpa berpikir.
Itu saja.
Siapa kau?
Robbi memberitahu tempat dia menyembunyikan hash?
Kau berbicara dengan Robbi?
Apa kau bisu?
o.O.....???
Tenang. Santai!
Stebbi Psycho!
Kau tahu bajingan yang kau pukuli?
Apa!
Kau tahu orang itu?/ Tidak.
Bajingan yang hampir kau bunuh? Dia Einar Skakki!
Kau tahu Joi yang punya Venus? Joi "Fir'aun"?
Ya, aku pernah mendengarnya.
Einar bekerja untuknya. Tangan kanannya.
Kau tak apa-apa?
Tidak, tentu saja tidak..
Santai saja, semuanya baik-baik saja.
Dengan Joi "Fir'aun" dan Einar Skakki di p*ntatku?
Selama kau bersamaku, tidak ada yang menyentuhmu.
Masa?
Stebbi, aku yang urus sendiri, jangan khawatirkan tentang itu.
Sekarang, kita tinggal mengatur pertemuan dengan Viktor, mengurus biayanya.
Dan jangan pikirkan urusan yang sebelumnya.
Makanlah. Stabilkan kadar gula darahmu.
Siapa Robbi?
Robbi tikus?
Dia tinggal di apartemen mewah.
Sarang Tikus.
Idiot itu dalam tahanan polisi.
Einar Skakki adalah pamannya.
2 TAHUN SEBELUMNYA
Apa-apaan ini!
Kamu selalu saja bikin ruwet. Mentraktor jalan yang dilewati banyak orang.
Nah sekarang bagaimana?
Bukankah itu sepotong kue?/ Ya. Semacam itu.
Tapi tidak sekacau itu karena memang sudah seharusnya.
Masa?
Omong kosong!
Serius. Kami memeriksanya. Aku dan keponakanmu di sini. Iya kan Robbi?
Lalu apa? Kau membersihkannya?/ Ya.
Tak ada 1 gram pun yang tersisa di rumah itu, aku jamin.
Baru saja dikembalikan.
Aku memeriksa di bawah kap. Mesinnya masih bagus.
Setidaknya 3,5 juta.
STNK.
Ayo ke bar. Aku yang traktir. Bersenang-senang.
Joi "Fir'aun" dan Einar Skakki adalah perintis Islandia.
Mereka berada di garis depan bisnis narkoba Islandia...
...selama lebih dari 2 dekade.
Pada tahun 1970-an "Fir'aun" menjadi warga negara Islandia pertama yang dikirim...
...ke penjara untuk menangani obat-obatan.
Saat kecepatan mencapai "itu" obat-obatan pada era punk...
...bola benar-benar mulai bergulir untuk Joi.
Dia menjadi terkenal sebagai pemilik Klub Venus...
...bersama strip di jantung Reykjavik.
Saat dia membeli villa, dia mendaftarkannya atas nama istrinya, tentu saja.
Dia membayarnya secara tunai.
Desas-desusnya "Fir'aun" menikmati hubungan yang nyaman dengan Narcs.
Dia memberi mereka informasi pada kompetisi dan pada gilirannya mereka meninggalkannya sendirian.
Tapi dalam hal apapun, satu hal yang pasti.
Selama beberapa dekade, tak seorang pun dalam bisnis ini yang mampu menyentuh "Fir'aun".
Tapi di balik jatuhnya antara Toti dan "Fir'aun"...
...saat dia menangkap Toti menjual Ekstasi tanpa sepengetahuannya kemudian mengamuk.
Toti memutuskan untuk pergi dan mulai bersaing dengan bisnis "Fir'aun".
Nori, berhentilah menaruh skateboard di sembarang tempat.
Ini Nori kecil. Selalu di depan komputer.
Jenius. Kami sepupu!
Teruskan dan masukkan Stebbi dalam sistem.
Benarkah?/ Ya.
Oke, aku harus mengisi nama, jaminan sosial, nomor dan alamat.
Dan harus menyertakan kartu pajak. Ke mana kau ingin dia?
Kenapa tidak mencuci mobil.
Toti, aku tak punya banyak waktu untuk melakukannya.
Kau tahu, sekolah dan aktifitas lainnya.
Stebbi, isi ini. Cuma perlindungan.
Ayo, kita ke atas.
Datang juga kau brengsek.
Aku meneleponmu ratusan kali hari ini.
Ku dengar kau lari ke salon tato. Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa kau akan menangis, atau menyelesaikan sesi penyamakanmu?
Cuma mengangkat telepon. Apa itu rumit?
Siapa ini?
Apa kau yang menyeretnya ke sini?
Tenang. Stebbi itu keren.
Apa kau bercanda?
Bukankah kita sepakat tidak akan mendekati "sabun" sialan ini?
Setidaknya kita memilikinya. Lebih baik dari milik "Fir'aun". Benar?
Tak satupun Sarang Tikus yang mengintai?
Ya, Skakki. Dia sudah dibawa layanan darurat.
Masa? Apa yang terjadi?
Kami menyambutnya, aku dan Psycho ini.
Dia nyaris membunuhnya./ Aku tak mau terlibat lebih jauh.
Siapa orang ini dan kenapa dia berbicara?
Saevar, dia melakukan pekerjaan hebat.
No comments yet. Be the first to leave one.